TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Surat Hani


__ADS_3

Julian masuk ke dalam kamarnya membuka amplop dari Hani sebelum menemui Zafira.


kepada Julian


Assalamu'alaikum,


Jul, aku minta maaf jika permintaanku berlebihan.


Janji adalah hutang.


Karena aku tak mau menagihnya kelak di akhirat.


Aku ingin saat malaikat izroil menjemputku semua urusanku di dunia selesai.


Menikahlah denganku.


Aku takkan memintamu setia, setelahnya kamu bole menikah dengan waniga manapun. Karena aku tak pernah tahu sampai kapan aku hidup.


Jul...,


Awalnya aku tak ingin memintamu untuk menikahiku, namun saat ini tak ada yang tahu apa aku mampu melampaui masa-masa menyakitkan ini.


Dulu aku hanya ingin memintamu menjadi saksi pernikahanku namun Allah berkehandak lain.


Pernikhanku batal karena kondisiku yang sakit. Pihak pria tidak menginginkan putranya berjodoh dengan wanita pesakitan.


Jul.., sampaikan maafku kepada wanita yang mencintaimu berjuta kali.


Sampaikan padanya aku tak berniat merebutmu, aku hanya ingin kamu lunasi hutangmu.


Aku tahu tak ada cinta diantara kita. Tapi sekali lagi aku sampaikan, hanya ini satu-satunya jalan untuk memenuhi satu permintaanku.


Jul, segera temui aku jika surat ini sudah sampai di tanganmu. Aku masih menunggumu.


Salam Rindu seorang Hamba Allah kepada Tuhannya


Wassalam.


Julian melipat kembali surat Hani. Menyimpannya di kantong celananya.


Lelaki itu keluar setelah menyeka sebutir air matanya mengingat Zafira yang akan sakit hati jika ia mengatakan niatnya.


Sejak menemui Gus Burhan dan tahu maksud kedatangannya. Julian seakan sudah membulatkan tekadnya untuk segera meniliki kondisi Hani.


Jika memang tidak bisa diundur, ia akan menikahi gadis itu.


Untuk Zafira, iapun akan tetap menikahinya sesuai janjinya. Karena Julian mencintai Zafira.


"Kak..." Panggil Julian.


"Yan..." Balas Aqeela menoleh pada adiknya itu.


"Kak..." Julian memeluk lutut kakaknya dengan berurai air mata.


"Kak, izinkan aku ke Kediri." Ucapnya.


"Aku tahu kalian pasti sakit hati. Karena tak ada satu orang tuapun yang ingin anaknya disakiti." Julian menenggelamkan kepalanya ke lutut Aqeela.


"Yan..." Kali ini Desta yang bersuara.

__ADS_1


"Kak..." Julian menunduk seakan ia tak punya wajah menunjukkan rasa malunya kepada sang Kakak yang akan menjadi mertuanya itu.


"Yan.. selesaikan urusanmu di sana sampai kelar. Setelah itu kembalilah le sini!" Titah sang Kakak.


"Tapi Zafira, Kak..."


"Kami yang akan memberinya pengertian." Ucap Desta.


"Aku akan pamit dulu padanya!"


💗💗💗💗


Julian masuk ke kamar Zafira yang terbuka, sehingga ia tahu bahwa gadis itu tengah duduk sambil meletakkan kepalanya diatas meja.


"Fira..."


Zafira menoleh sebentar tapi kembali ke posisinya semula.


"Fira maafin Uncle. Tapi uncle janji takkan membatalkan pernikahan kita. Uncle akan kembali ke sini seminggu lagi. Beri waktu pada uncle untuk menyelesaikannya." Seru Julian sambil duduk di sebelah Zafira.


"Uncle mau menikah dengan Ning Hani?" Tanya Zafira dengan air mata menggenang.


Dadanya begitu sesak mendengar ucapan Gus Burhan tadi siang, bukan ia tak punya hati dengan kondisi Hani yang parah, kritis atau sekarat.


Tapi ini tentang hati. Tentang perasaannya yang menginginkan Julian hanya menjadi miliknya seorang.


Zafira tak ingin membagi miliknya dengan siapapun.


Egois, iya. Zafira memang egois. Namun apa ia tak bole egois?


Zafira merasa dikhianati oleh Julian. Sisi hatinya bahkan mengatakan bahwa Unclenya itu jahat. Tidak punya hati dan tega padanya.


"Fira, uncle cuma minta do'anya. Semoga urusan Uncle di Kediri cepat selesai." Pinta Julian sembari meninggalkan Zafira.


Tapi Julian tak ingin menyentuh sesuatu yang bukan sepenuhnya menjadi haknya.


Jika menuruti nafsu, sebagai lelaki ia ingin memeluk dan mendekap Zafira. Menenangkannya dengan jutaan gombalan dan bahkan ciuman.


Tapi bagi seorang Julian pantang melakukannya saat semua belum halal. Ia sudah paham bagaimana hukumnya.


"Fran.., Fir.. tolong jaga saudara kalian tujuh hari ke depan!" Pinta Julian sebelum kembali ke kamarnya.


💗💗💗💗


Ba'da asar Julian berpamitan kepada keluarganya.


Aqeela, Desta, Al, Si Twins dan Zafir ikut serta dengan Julian. Mereka akan ke Kediri. Lebih tepatnya RSUD Kediri.


Tak ada suara di dalam mobil, karena semua sibuk dengan hatinya masing-masing.


Aqeela dan Desta merasakan penyesalan snag adik. Namun mau bagaimana lagi semua sudah terjadi.


Zafir dengan kekesalannya. Sejak di rumah ia ingin membogem sang uncle dengan kencang untuk menumpahkan rasa kesalnya. Apalagi yang tersakiti adalah saudarinya.


Zafir hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan kasar karena Umma dan Buya melarangnya untuk memakai kekerasan.


"Bogemanmu takkan bisa menyelesaikan semua ini. Biarkam Uncle yang menyelesaikannya." Bisik Desta menenangkan Zafir.


"Buyaa.., apa Buya tidak tahu bagaimana sakitnya Zafira?" Geram Zafir

__ADS_1


"Buya dan Umma sangat tahu. Tapi ini juga proses pendewasaan bagi Zafira." Bisik Buya kembali.


Zafir hanya menarik napas panjang mendengar semua penjelasan Buya.


"Tidak semua hal buruk yang terjadi pada kita adalah benar-benar buruk. Karena dimata Allah yang buruk bagi kita bisa jadi kelak akan menjadi sebagai sebuah kebaikan. Sedangkan suatu yang baik menurut kita bisa jadi menjadi keburukan kelak."


"Intinya berkhusnudzon saja. Bismillah. Insya Allah semuanya akan baik-baik saja."


💗💗💗💗


Di kamar Zafira.


Gadis itu masih menumpahkan air matanya di pelukan Zafran.


Zafran hanya bisa mengelus dan menyalurkan kehangatannya sebagai saudara kepada Zafira.


Semua kata penenang tak sanggup menerobos hatinya yang keras.


"Fira.. percayalah sama Allah."


"Insya Allah ada hikmah dibalik kisah ini. Atau mungkin kelak akan jadi legenda anak cucu kalian." Goda Zafran.


Namun Zafira masih bergeming dan tak berucap apapun.


"Kita keluar yuuk!" Ajak Zafran tangannya menyeka air mata Zafira yang terus menganak sungai.


Bu Darmi dan Bu Erna yang menyaksikan kondisi Zafira hanya bisa turut prihatin. Kakek dan nenek belum ada yang diberitahu.


Umma dan Buya menyampaikan pesan agar kedua kakek dan nenek jangan sampai tahu dulu. Nanti mereka kaget.


Apalagi menyangkut sang cucu kesayangan mereka, bisa kena jantung dan stroke mereka.


"Ayoo Fira kita keluar!" Ajak Zafran sekali lagi.


Zafira hanya menggeleng dalam dekapannya.


"Fraan..." Panggil Zafira.


"Kenapa sih Allah nguji Zafira dengan cara kayak gini?" Tanya Zafira menahan isaknya.


"Zafran juga tidak tahu, Fira. Tapi kata Umma kita khusdudzon saja." Jawab Zafran mengelus kepala Zafira.


"Fran apa Fira selama ini egois? Apa Zafira pernah bikin sakit hati orang lain?"


"Mungkin. Yang sakit hati para preman dan penjahat yang Zafira taklukkan. Harga diri mereka pasti jatuh saat dikalahkan Fira. Dan bisa saja saat itu mereka sakit hati." Goda Zafran mengalihkan perhatian Zafira.


"Fira.." Ucap Zafran lembut.


"Hmm..."


"Zafira itu hebat. Mengalahkan Kak Devan dengan mudahnya. Menaklukkan Roy dan anak buahnya dengan berani. Jarang ada perempuan kayak Zafira." Bisik Zafran.


"Fran.. apa Zafira batalin aja yaa? pernikahan Fira dengan Uncle Iyan?"


💗💗💗💗


Maaf yaa gaess.. dibikin kayak gini dulu.. Tapi janji akan ada part yang lebih seru.


Yang penasaran ama kelanjutan Zafira dan Julian tengok langsung ke cwitan atau kbm.

__ADS_1


Always keep like, komen dan vote kalian yaa..


Authornya mojok sambil misek-misek 😭


__ADS_2