TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Ngemall


__ADS_3

"Nin.... ikut yuuk." Ajak Yuna ke Hanin.


Di hari berikutnya saat sekolah.


"Kemana?" Tanya Hanin.


"Ngemall.."


"Yaa.. kalo Yuna mah kemana lagi kalo bukan ngemall. Shopping." Oceh Hanin sambil mengekerutkan bibirnya.


"Ayoolah Nin. Lagi bete nee..." Rayu Yuna.


Aqeela dan Oca yang sedang duduk di sebelah Hanin hanya tersenyum melihat Yuna merayu Hanin tanpa putus asa.


"San, ikut yaa.. temenin aku." Ajak Hanin ke Aqeela.


"Mama Malik sekalian, ikut yaa. Biar rame." Sambung Hanin.


Yuna sedikit terkekeh melihat tingkah Hanin yang unik itu.


Aqeela dan Oca saling berpandangan.


"Kita dikasi upah apa nemenin kalian?" Goda Aqeela.


"Makan sepuasnya deh.." Jawab Hanin.


"Ya... kok cuma makan doang siih." Aqeela masih dalam mode menggoda.


Kali Ini Oca dan Yuna yang terkekeh melihat keduanya. Dua mama beda usia yang kompak.


"Ya udah apapun yang kamu deh San, aku beliin... "Balas Hanin dengan nada memohon dan memelas.


"Mbak Hanin lucu banget siih... pas merayu gini. Pantesan Mister Gerald gak bisa berpaling dari Calon besanku yang cantik ini." Kata Aqeela sambil menelangkupkan kedua tangannya di pipi Hanin.


"San.. mulai deeh.. Aku aduin sama mister Desta nee..." Hanin mulai tersenyum sadar dirinya digoda Aqeela.


"Ampun.. kalian berdua ini beneran deeh.." Kata Oca.


"Udah diem..." Balas Hanin.


"Gimana, Jadi nemenin aku kan?" Kata Yuna cemas.


"Gimana San..?" Tanya Hanin ke Aqeela sambil mengedipkan satu mata.


Aqeela yang menangkap sinyal Hanin langsung tersenyum.


"Gimana.. ya Mbak...." Aqeela sengaja menggantung jawabannya.


"Hanin.. ayoolaah.. kamu rayu deh itu calon besan kamu. Udah permintaan kalian aku kabulin semua deh." Yuna mulai pasrah.


"Beneran yaa Yun, semua dan apapun permintaan kita kamu kabulin yaa.." Kata Hanin memastikan bahwa temannya itu tidak berbohong.


"Iyaaa.. aku gak bo'ong." Kata Yuna dengan penuh keyakinan.


"Ya udah aku sama besan aku ikut." Hanin dan Aqeela langsung berhigh five.


"Kamu ikut sekalian, Lik..." Ajak Yuna.


"Syarat dan ketentuan kayak mereka berdua ya." Kata Oca sambil menunjuk Hanin dan Aqeela yang tersenyum penuh kemenangan.


"Iyaa.. beres." Kata Yuna.


"Bentar, aku izin suami dulu ya.." Kata Aqeela sambil menghubungi Desta.


Ketiganya kompak mengangguk, udah paham kondisi Aqeela.


"Gimana diizinin?" Tanya Hanin.


"Diizinin. Tapi entar pulangnya dijemput." Kata Aqeela.


"Okaylah..." Kata Hanin.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗

__ADS_1


Mereka berempat plus keenam anaknya sedang duduk melingakar di foodcourt.


Zafran asyik berbicara sendiri.


Sedangkan Zafir, Zafira, Malik dan Darren tidak peduli dengan Zafran dan Renata. Seolah itu pemandangan biasa buat mereka.


"Nin, anak kamu ama si Zafran akrab banget?" Komen Yuna sambil menatap Zafran dan Renata.


Sesekali zafran membetulkan letak kerudung Renata yang miring atau kurang pas.


"Mereka berdua selalu begitu. Tanya Emaknya tuuh." Kata Hanin sambil menunjuk Aqeela.


Aqeela tersenyum ke arah Hanin dan Yuna.


"Kalian gak takut gitu." Tanya Yuna kembali.


"Takut apa? Kemarin udah kita obrolin." Balas Hanin.


"Whaat?? Jadi kalian beneran mau besanan gitu?" Oca ikutan mendadak kaget.


"Ya.. kalo memang jodoh. Kenapa enggak?" Jawab Aqeela santai.


"Suami kalian?" Kepo si Oca.


"Suami kita ngedukung.." Jawab Hanin semangat.


Oca dan Yuna saling pandang gak paham.


"Udah gak usah tegang. Kita emaknya aja santai liat mereka berdua. Kalian malah heboh." Hanin tertawa renyah sembari menghabiskan makanannya.


Mereka segera menepis rasa penasarannya ke Hanin dan Aqeela lalu menghabiskan makanan masing-masing.


Aqeela melihat ke arloji.


Jarum menunjukkan pukul setengah satu siang.


"Mbak, saya sholat dulu yaa..." Pamit Aqeela ke teman-temannya.


"Iyaa.. kita tunggu sini." Jawab Yuna.


Ketiganya tanpa membantah langsung turun.


"Umma..Renata ikut." Panggil Renata ke Aqeela.


"Ayoo sayang.." Kata Aqeela lembut.


Aqeela menggandeng keempatnya dikanan dan kirinya.


"Maa.. Renata sholat dulu yaa.." Pamit Renata ke Mamanya.


Renata yang memandang putrinya dengan takjub. Hatinya bergetar sesaat. Ada sedikit rasa malu dan sesal saat melihat putrinya mengatakan sholat.


"Gaeess.. aku ikut mereka yaa.. kasiyan besanku harus bawa empat anak sekaligus." Hanin segera menyusul Aqeela yang belum begitu jauh.


"Renata sama Zafira digandeng Mama yaa.." Kata Hanin begitu sudah menjajari langkah Aqeela.


Aqeela tersenyum melihat Hanin menyusulnya.


Tangan Hanin mengambil alih Renata dan Zafira dari tangan Aqeela.


"Makasii ya, San.." Kata Aqeela.


Hanin hanya tersenyum malu.


💗💗💗💗💗💗💗💗


"Mbak Yuna, mau cerita apa?" Tanya Aqeela begitu selesai sholat.


Yuna menatap Aqeela bingung.


"Gak usah panik, Mbak. Kalo belum siap cerita juga gak pa_pa. Nanti kalo siap cerita yaa.."


Yun menatap Aqeela kembali.

__ADS_1


"Gak ada yang kasi tau aku kok, Mbak. Bahkan Mbak Hanin dan Mbak Oca juga gak taukan?"


Yuna menatap Aqeela sekali lagi.


Oca yang menyuapi Malik sampai menghentikan suapannya.


"San, kamu bukan cenayang kan?" Hanin ikut panik dengan omongan Aqeela.


"Eh, Ca.. anak kamu tuuh.. " Sambung Hanin sambil menyenggol lengan Oca.


"Uuppzz..maaf ya Nak." Kata Oca.


"Bukan..." Kata Aqeela.


"Aku hanya baca wajahnya Mbak Yuna aja." Jawab Aqeela.


Hanin lega mendengar jawaban Aqeela.


"Mbak.. Aqeela.." Panggil Yuna lirih.


"Iya..." jawab Aqeela.


"Gak jadi deh." Ucap Yuna.


"Yaelah kita udah kepo kamu malah gak jadi." Omel Hanin.


"Yaudah gak pa_pa Mbak. Mbak Yuna tenangin diri saja dulu. Nanti atau kapanpun Mbak Yuna pengen bercerita. Sampaikan ke kita. Ya.. minimal kita bisa saling menghibur." Kata Aqeela.


Yuna hanya mengangguk.


"Save nomer kalian dong di hape ku." Kata Yuna menyerahkan ponselnya ke Aqeela.


Aqeela menuliskan beberapa digit angka dan menyerahkan ponsel Yuna kembali.


"Pak Jamal..." Panggil Aqeel saat melihat salah satu gurunya di SMA dulu.


Pak Jamal menoleh dan melihat sekilas ke arah Aqeela.


"Aqeela..." Pak Jamal mendekati Aqeela.


"Duduk dulu, Pak." Ajak Aqeela sambil menyeret sebuah kursi.


Pak Jamal menurut saja, mendengar permintaan Aqeela. Toh, sudah lama ia tak.berjumpa murid kesayangannya itu.


"Zafir, Zafran, Zafira.. ayo kasi salam buat Eyang Jamal." Titah Aqeela kepada ketiga kembarnya.


"Ini anak-anak saya Pak." Kata Aqeela.


"Akhirnya jebol juga kamu. Kirain..."


"Kirain apa, Pak? Udah gak usah bahas yang dulu..."


"Tapi kamu keterlaluan deh,masa aku dipanggil Eyang siih."


Yuna, Hanin dan Oca yang mendengar auto tertawa terkekeh.


"Terus mau dipanggil apa? Udah jadi Eyang. Terima aja deeh kenyataannya... Gak usah pake ngelak." Goda Aqeela.


Kembar Aqeela menyalami Pak Jamal bergantian.


"Hmm Zafir, Zafira, Zafran jangan panggil Eyang ya.. Panggil Pak Dhe aja." Pinta Pak Jamal kepada ketiganya.


"Siap Pak dhe.." Jawab Kompak ketiganya.


"Wuuiiik.. junior Aqeela dan Desta beneran nee.."


Aqeela hanya tersenyum simpul mendengar komentar Pak Jamal.


"Qee.. kamu balik giih ke sekolah. Kasiyan Pak Handoko akhir-akhir ini beliau uring-uringan terus."


💗💗💗💗💗💗💗💗


Makasii yaa gengs do'anya..

__ADS_1


akhirnya aku bisa up lagi...


__ADS_2