TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Genk-nya Triple


__ADS_3

Uncle Ian mondok, untuk sekolah formal ia masuk Madrasah Tsanawiyah sekarang sudah kelas delapan, sekolah setingkat Sekolah Menengah Pertama dibawah naungan Depag.


Si Triple sudah kelas dua sekolah dasar.


Si Kembar Tiga sekolah di Sebuah Madrasah Ibtidaiyah atau biasa di singkat MI, sekolah setingkat Sekolah Dasar yang berada di bawah naungan Depag.


Gengsi? Enggak Aqeela dan Desta sengaja menyekolahkan anaknya di sekolah berbasic islam. Karena bagi keduanya agama adalah pondasi mereka.


Kok gak di SDI elit? Karena lebih dekat dari rumah. Dan Julian sebelumnya juga dari MI tersebut.


Tak dinyana ternyata Darren, Malik dan Wanda mengikuti jejak si Triple. Para orang tua mereka juga menyekolahkan di sekolah yang sama dengan Triple.


Jadinya, keenam anak ini segenk lagi.


Sekelas pula.


Astaghfirullohal 'adhim


Kasiyan tuh Bu Guru mereka, sering dijahilin genk-nya si triple.


Renata masih di Spanyol. Keadaan yang memaksanya untuk menerima kenyataan untuk tinggal di tanah kelahiran sang Papi.


Komunikasinya dengan Zafran masih berjalan lancar. Walaupun kedua sering merengek ke orang tua masing-masing untuk diizinkan bertemu tapi selalu saja ada kendala sehingga belum bisa meluluskan permintaan keduanya.


Akhirnya yang di sampaikan kedua orang tuanya adalah meminta mereka bersabar.


"Suatu saat dengan izin Allah kalian akan bertemu." Tutur Aqeela di setiap ending Renata dan Zafran selesai melakukan panggilan video.


💗💗💗💗💗


Hari Senin.


Upacara bendera.


Pagi-pagi Si triple sudah mengenakan seragamnya dengan lengkap. Mereka sudah siap berangkat sekolah.


Desta dan Aqeela juga sudah siap mengantar mereka.


Jadwal Aqeela di SMA Nusantara mulai bertambah sejak Si Al lepas ASI.


Kalo si Al udah lepas ASI, berarti dia udah dua taun lebih.


Gak kerasa ya gaes 🤭🤭🤭.


"Bu Darmi, jaga si Al baik-baik ya." Pesan Aqeela kepada Bu Darmi.


"Iya, Mbak." Jawab Bu Darmi.


"Bu Erna, nanti anak-anak pulang jam setengah dua belas. Minta tolong dianter Farid saja jemputnya." Pesan Aqeela kepada Bu Erna.


"Iya, Mbak." Jawab Bu Erna.


"Zafir, Zafran, Zafira ini bekal kalian. Masukkan ke dalam tas kalian masing-masing." Perintah Aqeela.


Si Triple langsung memasukkan bekalnya ke dalam tas masing-masing.


"Dedek Al, Kakak berangkat dulu ya.." Pamit ketiganya sambil mencium pipi adiknya yang gembul sebelum keluar rumah.


Baby Al melambaikan tangannya. Ada sorot mata kesedihan melihat kedua orang tuanya berangkat.


Tapi, karena merasa nyaman dengan Bu Darmi Baby Al tidak menangis.


Pagi yang selalu sibuk untuk keluarga besar ini. Hmm iya mereka lebih tepat dijuluki keluarga besar. Saking banyaknya jumlah anggota keluarganya.


Dan ingat ya.. mereka masih berencana nambah untuk adik buat si Al.


Jangan bayangin rumah mereka kayak apa ya? Ramainya.

__ADS_1


Kita simak saja perjalanan mereka. Kapan itu dedeknya Al lahir? Masih belum sih, kata Umma nunggu sampe si Al usia lima tahun.


Itu artinya tiga tahun lagi ya, Umma?


Insya Allah. Jawab Aqeela.


Nah, pas usia itu si Kakak Triple usia berapa ya?


Yesss...betul sekitar 11 tahunan.


Dan Uncle Ian udah pulang dari Mondok.


Wkwkkk...udah aku bocorin nee gengs...


Tinggal tunggu launchingnya.


💗💗💗💗💗💗


Sampai di gerbang sekolah.


"Zafir, Zafran, Zafira.. Belajar yang bener." Pesan Aqeela kepada ketiga kembarnya.


"Iyaa Umma, Buya.." Jawab ketiganya sambil mencium tangan Umma dan Buyanya bergantian.


Aqeela dan Desta membalas dengan mencium kening dan pipi ketiganya.


Si Triple masuk ke dalam sekolahnya. Setelah melambaikan tangan kepada kedua orang tuanya yang berangkat bekerja.


"Malik, Darren dan Wanda mana ya?" Ucap Zafran, setelah meletakkan tasnya di bangku.


"Belum datang, mungkin." Jawab Zafir. Ia juga melakukan aktivitas yang sama seperti Zafran.


"Tasnya Wanda ada tuuh." Zafira menunjukkan tas Wanda yang ada di sebelahnya.


Ketiganya saling berpandangan.


(Kakak mau ngapain, Aunty kepo)


Saat sedang asyik saling lempar pandang dengan senyum smirk masing-masing


Terdengar bunyi bel masuk yang memekakkan telinga..


Ketiganya bergegas keluar kelas menuju lapangan untuk melakukan upacara.


Ketiganya bergabung dengan siswa siswi lain, berbaris rapi sesuai perintah dari seorang guru dari microphone.


Zafira yang melihat Wanda datang bersama Darren dan Malik. Segera menarik tangan sahabatnya itu.


"Aaawhh.. sakit Fira."


"Husstt.. Jangan kenceng-kenceng." Zafira menutup mulut Wanda yang berteriak.


"Apaan?" Wanda sepertinya paham maksud sahabat tengilnya itu.


Zafira membisikkan sesuatu ke Wanda.


Di barisan putra, Zafir dan Zafran melalukan kegiatan yang sama dengan Zafira.


Malik, Darren dan Wanda terkekeh sebentar setelah diberi asupan vitamin iseng oleh triple.


Selesai upacara keenam anak tersebut langsung buru-buru ngacir ke kelasnya. Ada yang langsung ke toilet, ada yang ke kantin dan ada yang ke koperasi.


( Sajak ane arep lapo seh arek2 iku? 👀 )


Setelah ritual masing-masing selesai, keenamnya kembali ke kelas bersamaan.


Beruntung guru belum datang. Mereka dengan tenang duduk di bangkunya masing-masing.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum..." Sapa guru perempuan berhijab coklat susu bermotif bunga.


"Wa'alaikum salam..." Jawab murid-murid kompak, namun wajah mereka tampak cemas dan panik.


Guru tersebut meraih sebuah spidol dan mulai menulis nama hari, tanggal, bulan dan tahun di papan tulis.


Kemudia ia berbalik memperhatikan muridnya satu per satu.


"Kalian kenapa?" Tanya Guru tersebut curiga. Karena semua muridnya terlihat panik dan cemas.


Bahkan ada siswi yang mulai terisak.


Kelas hening tak ada suara.


Semua siswa diam, tak ada yang bersuara.


"Bu Dian tanya lagi, kalian kenapa?" Bu Guru yang bernama Dian itu mengulang pertanyaannya.


"Hmm.. itu Bu..." Seorang siswa laki-laki berusaha mengucapakan sesuatu namun terlihat gugup.


"Ada apa Jun?" Bu Dian menatap Jun.


"Itu.. Bu celana saya basah." Kata Jun sambil menunduk malu.


"Bu Dian, roknya Cindy juga basah." Ucap Cindy dengan memelas.


Setelah Jun dan Cindy, beberapa siswa lain juga mengeluhkan hal yang sama.


💗💗💗💗💗💗💗


Dua hari setelah insiden itu, Aqeeela, Yuna. Ocha dan Via mendapat sepucuk surat cinta dari sekolah anaknya.


"Nyai...Ada apa?" Sebuah pesan dari Yuna di WA grup Rempong masuk


"Aku juga belum tanya mereka, Sri." Jawab Aqeela.


"Nyai, coba tanyakan sama kembar. Malik gak mau ngomong ini." Sahut Oca.


"Iya.. Jum. Nanti aku tanya ke anak-anak." Balas Aqeela.


Berkali-kali ia menghembuskan napas berat, mencoba mengingat-ingat apa saja yang dikerjakan ketiga anaknya dua hari ini.


"Hadeehh.. Nyai.. Juminten.. Sri.. aku ketinggalan. Ada apa?" Via masuk beberapa menit setelahnya.


"Telat, Roh. Buka tas anak kamu. Dia dapat surat panggilan gak dari sekolah?" Jawab Yuna.


"Bentar, Sri." Sahut Via.


"Dapeet. Memangnya kenapa?" Via langsung menyambung pesan WAnya.


"Yaitu yang kita omongin, Dodol." Balas Oca.


"Mereka ngapain lagi si Nyai?" Via masih kepo.


"Udah kamu tenang saja di rumah. Si Nyai lagi interogasi kembarnya. Dia gak akan bales." Tulis Yuna.


💗💗💗💗💗💗💗


Kalian udah bisa menebakkan, kelakuan si Triple dan genk-nya?


Umma kasi punishment apaan ya?


Terus reaksi pihak sekolah kayak apa?


Next ya..


Man Teman kasi aku vote ya....

__ADS_1


__ADS_2