
"Bae, ini hari pemberkatan nikah si Nicholas sama dengan akad nikahnya si Ghani kok barengan, ya?" Kata Aqeela sambil menyandingkan undangan Ghani - Sheila dan Nicholas - Elizabeth.
Desta yang kepo, ikutan melihat undangan yang dijejer istrinya di atas kasur.
"Wah, bener? Apa gak ada hari lain gitu?" Ucap Desta.
"Akad nikah Ghani sama Sheila jam berapa?" Tanya Desta.
"Jam 8, Bae."
"Pemberkatan Nicholas sama Elizabeth?"
"Jam 8 juga."
"Byuh.. resepsinya?"
"Waduuh resepsi mereka juga barengan Bae. Sama-sama jam 11?"
"Masya Allah."
"Untung saja gedung resepsi si Nicholas deket sama gereja. Dan Acara resspsi Ghani berada di masjid yang sama dengan Akad nikah."
"Gak gitu juga kaleee? Terus kita datang kmn dulu? Bisa-bisa waktu kita habis di jalan. Lokasi keduanya jauh."
"Yaa.. kita datang pas akad nikahnya si Ghani. Terus lanjut ke resepsinya Nicholas. Lagian kemarin kan kita janji datang pas resepsinya Nicholas."
"Hmm... iyaa juga siih. Ya sudah, besok plainnya begitu saja."
"Sekarang waktunya aku tengok dedek bayi."
Cup.
Kecupan sayang Desta mendarat pada Aqeela.
💗💗💗💗💗💗💗💗
Selesai sarapan. Aqeela sudah mengajak ketiga anaknya mengganti pakaiannya.
"Kok kita ganti baju, Umma?" Tanya Zafira kepo.
"Ikut Umma sama Buya." Jawab Aqeela tanpa menghentikan aktivitasnya memakaikan kerudung Zafira.
"Kemana, Umma?" Zafira masih terus bertanya.
"Ke Kak Ghani sama Kak Sheila." Jawab Umma.
"Kak Ghani yang waktu itu?" Ucap Zafira seakan mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.
"Iya. Zafira masih ingat?"
Zafira hanya mengangguk pelan.
"Udah cantik sekali anak Umma." Puji Aqeela.
Satu ciuman di pipi kiri dan kanan Aqeela mendarat mulus dari bibir Zafira.
Aqeela hanya tersenyum bangga dengan anak perempuannya itu.
"Umma ke Zafir dan Zafran dulu, ya!" Pamit Aqeela pada Zafira.
"Ikut, Umma." Rajuk Zafira.
"Yuuk.."
Aqeela menggandeng tangan mungil Zafira menuju kamar Zafir.
Disana Desta mendadani kedua anak laki-lakinya dengan sabar.
Pertanyaan yang sama terlontar dari bibir kedua anak lelakinya, sempat terdengar Aqeela.
"Sudah siap?" Tanya Aqeela begitu masuk.
"Belum Umma. Zafir masih pake celana." Jawab Zafran yang sudah duduk manis di kursi kecil di kamar Zafir.
"Sini, Umma bantu. Buya ganti baju dulu aja." Pinta Aqeela.
"Okay."
Desta meninggalkan kamar Zafir menuju kamarnya. Ia menukar baju atasanya dengan kemeja batik senada dengan yang digunakan kedua anak lelakinya.
__ADS_1
💗💗💗💗💗
Aqeela menggandengan tangan Zafira masuk ke area masjid. Sekilas saja siapapun tahu bahwa Aqeela dan Zafira pasangan ibu dan anak.
Keduanya memakai pakaian dengan model dan warna yang sama. Bahkan kerudung merekapun couple.
Keduanya memakai gaun ala-ala ballgown warna merah muda. Hasil request si cantik Zafira.
Sedangkan Desta menggandeng Zafir dan Zafran.
Saat kelimanya memasuki area masjid, acara belum dimulai. Sehingga mereka bisa mengikuti ijab qabul Ghani dan Sheila dengan khidmat.
"Kak Ghani... Kak Sheila.." Panggil Zafir dengan lantang seusai acara akad nikah. Diikuti Zafran, Zafira dan kedua orang tuanya.
"Ghani, Sheila selamat ya.." Kata Desta.
"Barokallohu laka wa barokah alaikuma wa jama'ah bainakuma fil khoir." Sambung Aqeela dan Desta bersamaan.
"Jaga Sheila baik-baik. Sheila juga nurut sama Ghani." Aqeela menasehati keduanya.
"Makasii ya, Kak." Ucap Ghani Sheila bersamaan.
"Udah kompak aja kalian." Seru Aqeela.
"Ghan, kalo bisa jangan bikin anak dulu. Pacaran dululah." Bisik Dests ke Ghani.
"Terus kalo pengen gimana?" Bisik Ghani balik.
"Pake sarung. Masa harus aku ajari." Ledek Desta.
"Gak perlu, aku udah canggih kok Kak." Balas Ghani.
"Jangan bilang kamu udah belah duren duluan sama Sheila?" Desta sampai melotot sambil berbisik.
"Sumpah, belum Kak." Ghani sedikit gentar dengan pelototan Desta.
"Udah ah, Bae." Lerai Aqeela.
Sheila yang ada di sebelah Ghani hanya tersenyum kecil sedari tadi.
"Ghani, Sheila maaf ya Kakak balik dulu. Habis ini mau ke resepsinya si Nicholas sama Elizabeth." Kata Aqeela.
"Mereka nikah juga?" Ghani seperti kaget mendengarnya.
"Gak nyangka aja. Pasangan kutu kupret itu menikah." Ghani sedikit tertawa lebar sambil pasang muka polos.
"Terus kalian? pasangan kampretnya." Potong Desta.
"Serah Kakaklah."
"Ghan, kita minta foto dong." Bisik Aqeela.
"Hahah.. iyyaa bentar.. Bang Benny. Fotoin kami yaa.." Teriak Ghani.
Yang merasa bernama Benny langsung menuju ke arah Ghani.
Benny langsung mengarahkan kameranya ke arah Ghani dan keluarga Desta.
"Kak, selamat pacaran ya.." Bisik Zafran.
"Kak, bikin dedek kecil yang imut ya.." Sambung Zafira.
"Kak, gak bole jutek sama Kak Sheila. Ntar Kak Sheila dibawa Zafir kabur loo." Ucap Zafir.
Aqeela, Desta, Ghani dan Sheila hanya tepuk jidat.
"Kak, kalian di rumah ngajari mereka apa sih? Kok ngerti banget sama bucin-bucin gitu." Gerutu Ghani.
Tanpa dijawab, Aqeela dan Desta langsung melenggang keluar area masjid.
"Ghan, mereka kok slowly banget ya?" Bisik Sheila.
"Kamu ingin rumah tangga kita kayak mereka?" Jawab Ghani.
"Iya. Kayaknya mereka berdua selalu menghadapi persoalan dengan cara mereka sendiri."
"Ntar aku akan belajar dari mereka."
"Makasii ya, Sayang."
__ADS_1
Satu kecupan hasil curian Sheila mendarat di pipi Ghani.
"Awas lo ya, aku balas nanti malam." Goda Ghani.
Sheila pura-pura tidak dengar, malah berlalu dari samping Ghani. Menemui teman-temannya yang hadir di akad nikahnya.
💗💗💗💗💗💗
"Umma, itu kan foto Kak Nich." Tanya Zafir.
"Iyaa. sama Kak El." Sahut Zafira
"Mereka menikah?" Tanya Zafran.
"Iya Kak Nich sama Kak El, menikah." Jawab Desta.
"Kok barengan sama acaranya Kak Ghani dan Kak Sheila?" Zafir kepo.
"Kebetulan saja." Jawab Aqeela.
"Yuuk kita kasi ucapan selamat untuk Kak Nich dan Kak El." Ajak Desta.
"Buya.. Umma... Ibu-ibu itu kok bajunya aneh ya?" Kata Zafira sambil menunjuk ke segerombolan biarawati yang sedang mengobrol dengan rekan-rekannya sesama biarawati.
"Oh.. mereka itu biarawati."
"Apa itu biarawati?"
"Biarawati itu wanita yang tinggal di gereja. Mereka gurunya Kak El." Jawab Aqeela singkat, agar lebih mudah dipahami anak-anaknya.
"Oowwhhh.. berarti kayak Umma ya. Umma kan gurunya kakak-kakak di pesantren." Kata Zafira.
"Kan Kak El sama Kak Nich agamanya katholik, kita muslim. Jadi gurunya beda." Zafira menjelaskan.
Aqeela sempat geleng-geleng kepala mendengar ucapan Zafira.
Surprise, darimana anak ini tahu?
Hanya itu yang dipikirkan Aqeela.
"Kok Zafira tahu, Nak?" Tanya Aqeela.
"Iya, Kak Nich pernah cerita."
"Oowh...pantesan."
"Kak Nich.. Kak El.." Sapa si triple kompak.
"Hai.. Zafir, Zafira, Zafran!" Sapa Nicholas.
"Kak selamat ya..." Kata Zafir.
"Ciyeee udah punya istri sekarang." Goda Zafran.
"Kak, kalo Kak Nich jahat. Cerita ke Zafira ya! Nanti biar Zafira yang kasi pelajaran." Sambung Zafira.
Nicholas dan Elizabeth hanya tertawa kecil mendengarnya.
"Beres anak cantik." Jawab Elizabeth.
"Nich, El...selamat ya..." Ucap Desta
"Selamat ya.. buat kalian berdua."
"Makasi ya Kak.." Jawab Nicholas.
"Kak, ntar aku diajari caranya bikin kembar tiga dong?" Bisik Nicholas ke Desta.
"Gampang, nanti malam ajak aku ke kamar kalian. Aku yang praktek sama El. Kamu yang nonton." Goda Desta.
"Anjiirr... gak jadi deeh.."
Desta hanya tertawa lebar tanpa suar meninggalkan pelaminan Nicholas dan Elizabeth.
💗💗💗💗💗
Author ngakak ah.. 🤣🤣🤣
Prends...makasi yaa udah nungguin upnya dedek.
__ADS_1
Terus like, komen dan vote ya..
Ditungguin