TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Hari yang mbulet


__ADS_3

Zafira berlari ke kelas IPA 1. Ia nampak tergesa-gesa, tujuannya menemui Wanda dan Darren.


Begitu muncul di depan pintu IPA 1, pandangannya menyebar ke seluruh ruangan mencari kedua sosok sahabatnya yang entah dimana bangkunya.


Setelah memindai kedua incaran dengan sempurna. Zafira segera menyerbu keduanya.


"Ren.. buku matematik aku kembalikan!" Pinta Zafira.


"Nda, buku bahasa indonesia aku balikin!" Tanpa jeda ia beralih ke Wanda.


Kebetulan guru bidang studi matematika dan Bahasa Indonesia kedua sama. Dan isengnya mereka suka tuker pe-er gitu.


Tugas yang sudah dikerjakan Zafira akan dicontek anak sekomplotan, begitupun sebaliknya. Sebenarnya sih macam pembagian tugas.


"Neee...!" Wanda menyodorkan LKS Zafira.


"Bentar, Fir..." Darren masih mengaduk-aduk isi tasnya.


Deg.


Perasaan Zafira langsung tidak enak.


"Fir, kok gak ada ya?" Panik Darren.


"Duh, beneran kan?" Gerutu Zafira dalam hati.


"Padahal tadi udah aku masukkan ke dalam tas. Udah gitu jam ketiga nanti matematika pula." Darren mulai resah.


"Inget-inget kamu taruh mana?" Ucap Zafira menenangkan dirinya sendiri dan Darren.


"Sumpah deh Fir, semalam udah aku kerjakan terus udah aku masukkan. LKS sendiri aja gak ada." Darren semakin panik.


Membayangkan Bu Helen yang siap menerkam dan memangsa siapapun siswanya yang tidak disiplin apalagi soal urusan tugas rumah.


Tak ada ampun bagimu.


"Aduh, gimana nee Fir." Darren seakan merasa bersalah kepada Zafira.


"Ya udahlah gak pa_pa. Palingan juga nanti disuruh keluar. Gak bole ikut jam pelajarannya." Jawab Zafira santai.


"Kampret. Aku panik gak ketulungan, kamu dengan entengnya ngomong ndak apa-apa." Maki Darren.


Zafira hanya tersenyum getir mendengar makian Darren.Walaupun sebenarnya sebagai siswa baru ia masih enggan berbuat dosa pada gurunya.


Tapi apalah daya, semua sudah menjadi bubur. Jalani dan hadapi saja.


Terimalah Nasibmu.


Pandangan Zafira seketika berhenti ke satu cowok yang menelusupkan kepalanya dikedua tangannya yang ada di atas meja.


Cowok itu seperti tertidur atau sengaja tidur, entahlah Zafira tidak tahu.


"Ren, itu Alif kan?" Tanya Zafira.


"Iya." Jawab Darren lirih.


"Sebentar." Zafira melangkah meninggalkan Darren dan Wanda.


"Mau apa kamu, Fir?" Cegah Darren, ia tak ingin Zafira berbuat ulah di kelasnya.


"Tunggu saja."Sahut Zafir tanpa mengehentikan langkahnya.


Zafira duduk tepat di depan bangku Alif yang kebetulan masih kosong.


"Oee... ada pocong tuuh di belakang kamu!" Teriak lantang Zafira bukan hanya mengagetkan Alif tapi juga penghuni IPA 1 yang ada di kelas.


Alif yang kaget seketika mengangkat kepalanya, perlahan ia menetralisir pandanganya.


Wajahnya yang semula ingin mendamprat pemilik suara kencang tadi seketika musnah begitu mendapati wajah Zafira yang ada di hadapannya.


"Udah bangun?" Tanya Zafira sedikit terkekeh karena mendapati Alif belepotan liur.

__ADS_1


Alif mengedipkan kelopak matanya berkali-kali. Memastikan bahwa yang dihadapannya benar-benar Zafira.


"Mending kamu cuci muka dulu deh, tuh muka juga kondisikan." Zafira masih terkekeh.


"Aky balik ke kelas dulu ya..Bye Dareeen bye Wanda." Zafira balik kanan meninggalkan Darren, Wanda dan Alif.


Darren dan Wanda membalas lambaian tangan Zafira sedangkan Alif masih terbengong menatap punggung gadis itu.


💗💗💗💗💗


Jam ke lima, setelah istirahat. Zafira melangkah keluar kelas dengan wajah menunduk.


Sesuai dugaannya, Bu Helen dengan wajah angker dan senyum killernya tidak mengizinkan Zafira mengikuti jam pelajarannya.


Zafira terus melangkah menuju kantin. Tanpa mempedulikan sekitar.


Tanpa rasa sesal iapun duduk dengan santai sambil memesan semangkuk siomay dan segelas es jeruk.


Baru juga ia duduk lima detik yang lalu, seseorang duduk di sebelahnya.


Bukan hanya satu tapi dua.


Zafira menoleh.


"Ngapain kalian ke sini?" Zafira tergelak sebentar menatap dua saudara kembarnya ternyata mengikutinya diam-diam.


"Mana tega kita melihat saudara kesusahan." Sahut Zafir.


Sedangkan Zafran hanya menatap Zafira dengan keheranan.


"Kemana tugas kamu?" Tanya Zafran yang tak sabar menunggu cerita dari Zafira.


"Darren kelupaan gak dibawa." Sahut Zafira dengan entengnya.


"Hadeeeh.. Tuh anak, ya. Jadi anak kelas sebelah yang juga dkeluar pas jam pelajarannya itu si Darren?" Sambung Zafran mengingat bahwa sebelum mengeluarkan Zafira dari kelas, beliau cerita bahwa ana k sebelah tadi juga ia keluarkan karena lupa tidak membawa tugasnya.


"Iyaa.. siapa lagi." Balas Zafira.


Zafran dan Zafir tergelak sejenak.


"Neng, ini siomay dan esnya." Bang Hary penjual siomay meletakkan siomay dan es jeruk pesanan Zafira di meja.


"Makasi ya, Bang." Ucap Zafira yang dibalas senyuman oleh Bang Hary.


"Bang.. pinjam sendok dua ya!" Cetus Zafir sebelum Bang Hary balik ke standnya.


"Okay." Jawab Bang Hary.


"Buat apaan?" Tanya Zafira menatap curiga kedua saudaranya.


"Bantuin kamu ngabisin siomay." Balas Zafran sembari menerima sendok dari Bang Hary.


"Enggak..." Cegah Zafira.


"Mau berbagi atau mau kita adukan?" Ancam Zafir.


Zafira menatap keduanya dengan tatapan menyelidik.


"Kalian juga pasti belum mengerjakan tugasnya Bu Helen, kan?" Tebak Zafira.


Zafran terkekeh, bersiap memasukkan potongan siomay yang sudah ia sendok.


"Jawab dulu!" Zafira menurunkan sendok Zafran dengan sendoknya.


Zafir ikut tergelak menatap ke arah Zafira dan Zafran.


"Fir, katakan!" Zafira tak sabar.


"Iyyaa.. kita berdua juga belum mengerjakan?" Bisik Zafir dan Zafran tepat di telinga kanan dan kiri Zafira.


"Puas!" Sambung Zafir.

__ADS_1


"Sangat puas. Ternyata saudara-saudaraku lebih parah ketimbang diriku." Bisik Zafira sembari menyendok potongan siomay dan memasukkan ke mulutnya lalu mengunyah dengan nikmat.


Zafir dan Zafran tanpa komando segera menyusul aktifitas Zafira.


💗💗💗💗💗


Setelah jam Bu Helen selesai, Triple kembali ke kelas.


Dari jauh terlihat Malik terburu-buru, berlari ke arah mereka bertiga.


"Fira, sory ya... tugas kamu tadi pagi aku ambil di tasnya Darren." Malik menyerahkan buku LKS milik Zafira.


"Apa?" Teriak Zafira sambil menerima buku LKSnya dari Malik.


Malik hanya nyengir memdengarnya.


Bugh.


Bogem Zafira mengenai lengan Malik.


"Auuww.. sakit Fira!" Teriaknya.


Zafir dan Zafran tertawa lebar menyaksikan Zafira yang kesal dengan Malik.


"Kamu tahu gak sih, aku sama Darren sampai rela dikeluarkan karena LKSnya ketinggalan. Ternyata, kamu pelakunya..!" Zafira berkacak pinggang ke arah Malik yang masih merasa tak berdosa.


"Udah aku gak mau tahu, kumpulkan tugasku ke Bu Helen sekarang!" Titah Zafira.


"Aku juga gak terima!" Sahut suara di belakang Malik.


"Serahkan tugasku ke Bu Helen. Namaku sudah tercemar di mata beliau!" Darren entah sejak kapan sudah ada di sana.


Malik menoleh ke belakang.


"Ren, sory. Aku tidak bermaksud menjahili kalian. Tapi beneran aku lupa." Wajah Malik berubah sendu.


"Beneran pren. Aku beneran lupa." Suara Malik terdengar penuh penyesalan.


Zafira dan Darren saling menatap seakan mereka berunding.


"Okay.. kita maafin!" Balas keduanya kompak.


"Wait.."


"No.."


Sahut Zafir dan Zafran kompak juga.


"Apaaan?" Teriak Zafira dan Darren.


"Tugas kalian tidak bole dikumpulkan!" Cegah Zafir.


"Karena kita juga belum selesai." Sambung Zafran.


"Sini, kita salin hasilnya!" Zafir dan Zafran merebut buku yang ada di tangan Zafira dan Malik kemudian berlari ke kelasnya.


"Zafiiir...!"


"Zafraaan..!"


💗💗💗💗💗💗


Tepok jidat.


Wadaauuuww..


Like


komen


vote

__ADS_1


share dong ke sosmed kalian


🙏🙏🙏


__ADS_2