
Julian mengetuk pintu kamar Zafira berkali-kali, namun tak ada jawaban atau sahutan.
Padahal ia sudah siap mengenakan pakaian pengantinnya. Dua jam yang lalu ia sudah sampai dan segera menuju kediaman Aqeela.
Tetapi begitu sampai lokasi, ruang tamu dipenuhi tamu tanpa ada Zafira.
Aqeela dan Desta sudah cemas sejak tadi pasalnya Zafira tidak keluar kamar sejak tadi siang.
Atas perintah Aqeela jugalah ia mengetuk pintu calon istrinya. Memanggil namanya dan meminta maaf berkali-kali.
Nyatanya yang ia tak mendapati apapun tentang Zafira. Gadis menutup rapat akses untuknya.
Julian merasa begitu putus asa, dengan tubuh lemas ia duduk sendeku di depan pintu kamar Zafira, bersandar di dinding. Menunggu kemunculan calon istrinya yang tak kunjung mau ditemui.
Zafir yang merasa tidak tega, mengetuk pintu kamar Zafira. Namun dengan meminta Julian meninggalkan kamar Zafira.
"Fira.., ini Zafir! Buka pintunya!" panggil Zafir berulang. Bahkan sampai menggedor pintunya.
"Bukalah tidak ada Uncle di sini!" jurus pamungkas Zafir keluar.
Tak lama kemudian terdengar suara anak kunci diputar lalu pintu terbuka.
"Masuklah!" Zafira menyeret paksa Zafir masuk khawatir Julian menerobos.
Setelah Zafir masuk ia kembali mengunci pintunya.
"Jangan kuatir uncle udah aman." Zafir duduk di salah satu sofa kamar Zafira.
Kamar saudarinya itu terasa lebih nyaman dibanding kamarnya.
Selain bersih dan wangi. Penataan ruangannya juga terlihat lebih girly. Padahal aslinya dia bar bar banget.
"Kenapa?" Tanya Zafir menatap ke arah Zafira.
"Aku mau batalin pernikahan ini! Aku gak mau di duakan, Fir!"
"Tapi Fir..."
"Gak ada tapi. Sekali tidak tetap tidak." ucap Zafira lantang.
Zafir hanya mampu meraih kepala saudarinya tanpa berkata apapun.
"Fira.., kalo aku ceritain sebuah kebenaran tentang uncle kamu mau denger tidak?" bujuk Zafir.
"Enggak Zafir. Aku gak mau denger apapun tentang dia." Tangis Zafira kembali pecah.
Di luar kamar Zafira.
Julian mendengar semua ucapan Zafira, saking kerasnya suara gadis itu.
Hatinya hancur seketika. Sesak dan sakit. Seakan ada seribu paku menancap di dadanya. Untung saja jantungnya masih bisa berdetak normal walaupun Julian sudah lemas tak terkira.
Dari balik kamar Zafira, Julian terdengar suara ponsel milik Zafir berbunyi.
Segera pria itu turun dengan langkah gontai.
"Bagaimana?" tanya Desta.
Julian menggeleng tak bertenaga.
"Dia membatalkan semuanya," bisik Julian lirih kepada Aqeela.
"Ya sudah, terimalah konsekuensinya." bisik Aqeela.
"Di sini memang aku yang salah, Kak." Cowok itu duduk lemas seketika di lantai.
Teman-teman Zafira yang hadir tampak terkejut.
Menatap iba kepada Julian, tapi di sisi lain mereka jengkel juga kenapa sampai harus menikahi gadis lain.
Di kamar Zafira.
__ADS_1
"Fir.." Panggil Zafir.
"Sebentar, Zafran memanggil." Zafir menunjukkan Id Zafran kepada Zafira.
"Angkatlah!" Titah Zafira.
Zafir mengangkat panggilan saudaranya itu dengan suara cemas.
"Ada apa Fran?" tanya Zafir lirih, pemuda itu menyalakan tombol loadspeker agar Zafira bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Fir turunlah!" ucap Zafran.
"Aku mau nikah sama Renata."
Zafira dan Zafir saling pandang dan bengong. Sampai-sampai Zafira menyeka air matanya dengan kilat.
"Fran, kamu jangan main-main!" Suara serak Zafira menjawab pernyataan Zafran.
"Aku gak main-main," ucap Zafir.
"Fira, aku minta doa restunya, ya!" Suara Renata terdengar sungguh-sungguh.
Zafira kembali sesenggukan.
"Iyaa, aku merestui kalian."
"Fir, turunlah! Jadi saksi aku dan Renata!" Titah Zafran.
"Gak pake lama!"
Zafran menutup panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Zafir.
"Anjiir.. di tutup langsung!" maki Zafir.
"Turunlah. jangan lupa kirim siaran langsungnya ke aku!" mohon Zafira kepada Zafir.
Zafir memeluk Zafira, "Iya. Nanti aku bikin livenya di WA."
💗💗💗💗
Sebelumnya di ruang tamu.
Zafran terlihat cemas dan panik mendapati Zafira tak kunjung turun. Sebelumnya Zafira sempat memberitahukan padanya akan membatalkan pernikahan.
Zafran berpikir itu hanya ucapan sesaat orang yang lagi khilaf. Ternyata ia sungguh-sungguh.
Di saat Julian naik ke atas di susul Zafir. Zafran mendekati Papi Charlos.
Pemuda itu tetiba mencium tangan Papi Charlos.
"Pi, Zafran berniat melamar Renata hari ini," ucap Zafran sedikit gemetar. Tubuhnya berkeringat dingin.
Tapi semalam ia sudah memikirkan masak-masak bahkan resiko ditolakpun ia siap.
Bahkan dimalam-malam sebelumnya, Zafran sering sholat hajat demi mencari ridho ilahi tentang hubungannya dengan Renata.
Papi Charlos sontak tercengang mendengar ucapan putra sahabatnya itu.
"Dan restui kami menikah malam ini." Charlos semakin tercengang mendengarnya .
"Kamu yakin? Lalu sekolah kalian bagaimana?" tanya Charlos santai. Lelaki itu tidak terkejut karena keluarga Zafran sebelumnya juga melakukan ritual menikah muda.
Sedangkan Mama Hanin, wajah panik dan cemasnya tak bisa ditutupi.
"Pi, Ma.. Zafran janji gak akan nyentuh Renata sampai kami lulus. Tapi Zafran selama ini khawatir kedekatan kami sudah di anggap zina oleh Allah." Zafran menjeda ucapannya.
"Zafran ingin kita berdua aman saat bersama." Zafran mendongak menatap Charlos.
"Papi dan Mama percayakan dengan Zafran?" Pemuda itu menatap calon mertuanya dengan gemetar tapi ia berusaha menutupinya.
"Saya akan menanyakan pada Renata?" jawab Charlos.
__ADS_1
"Ren, gimana? Zafran melamarmu? Dan akan menikahimu malam ini juga."
Renata menatap Zafran, mencari kesungguhan di matanya.
"Rena, aku sungguh-sungguh." Zafran berbicara melalui bahasa bibirnya.
Rena menatap Zafran dengan senyum uniknya. Senyum yang ia khususkan untuk Zafran seorang.
"Rena, mau Pi." Renata menunduk menjawabnya.
"Tapi Zafran harus ingat maharnya Mekkah dan Spanyol," Renata mengajukan syaratnya.
Zafran paham kemana arah pembicaraan Renata.
"Iya akan Zafran kabulkan setelah kita menikah," jawab Zafran.
Charlos tersenyum.
"Sekarang minta restu pada orang tuamu. Jika mereka setuju kami akan menikahkan kalian sekarang juga."
Zafran dan Renata menoleh ke arah Aqeela dan Desta yang panik juga.
Panik bukan tentang pernikahan Zafran dan Renata. Tapi karena Zafiranya yang belum keluar kamar sampai sekarang.
"Menikahlah, Nak. Umma merestui kalian." Aqeela memeluk Renata yang dua belas tahun ini ditunggunya.
"Kalo Umma mengatakan iya, Buya tidak akan menyangkalnya," bisik Desta ke telinga Zafran.
"Pak pengantinnya ganti ya." bisik Desta lirih.
"Baik Pak, tapi kalo bisa surat-suratnya segera disusulkan. Pasangan yang batal menikah suratnya akan saya cabut," ucap Pak Penghulu kenalan Desta itu.
Ayah enam anak itu hanya mengangguk pasrah.
Dan seluruh teman-teman Zafran hanya bisa terbengong menyaksikan pengantin penggantin itu.
Setelah Zafir turun.
Zafran sudah dengan posisi siap berhadapan dengan Charlos.
Zafran mengeluarkan sejumlah uang tunai yang ada di dompetnya tidak bersisa.
Sebelumnya ia sudah menyampaikan kepada Renata untuk mahar ia hanya menggunakan uang tunai yang ada di dompetnya tanpa sisa. Berapapun nominalnya.
"Aku tidak akan keberatan," ucap Renata.
Dengan satu kali tarikan napas, Zafran menyahut ijab Papi Charlos, "Saya terima nikah dan kawinnya Renata Carindra Gerald binti Charlos Gerald dengan mas Kawin uang tunai sebesar dua juta tujuh ratus lima puluh satu ribu rupiah dibayar tunai."
"Bagaiman saksi?"
"Sah."
"Alhamdulillah."
Pak Penghulu mengangkat kedua tangannya dan memimpin doa.
Untuk pertama kalinya setelah dua belas tahun, Renata mencium punggung tangan Zafran.
Zafran membalas dengan mencium kening Renata. Mengingatkan mereka pada momen dua belas tahun lalu.
Dari dalam kamarnya Zafira hanya bisa tersenyum. Menyaksikan pernikahan saudaranya.
Sedang Julian di sudut ruangan hanya bisa menahan sesak di dadanya.
💗💗💗
Maaf ya gaess.. aku nulisnya sambil keliling-keliling 🙊
Komentar apapun aku terima temans..
untuk like, vote dan komentarnya trm ksh yaa...
__ADS_1
Lope you deeh..