
Cafe Vian sudah di desain unik ala anak-anak usia balita. Dengan tema prince N princess.
Karena Hanin dan Carlos sengaja mereservasi cafe Vian untuk merayakan pesta ulang tahun Renata.
Gaun desainan kolaborasi Aqeela dan Endah terlihat pas di tubuh mungil Renata.
Gaun berbahan kain spandek dan embroidery itu terkesan anggun dan elegan sangat pas untuk tema pesta Renata.
Dengan dibalut jilbab modis ala anak-anak berwarna pink bubblegum beraksesoris mahkota diatas kepalanya.
Kontras dengan gaunnya yang berbentuk Line-A ke bawah. menambah kesan princess dalam disneyland.
Renata terlihat sangat bahagia. Dengan Zafran yang selalu berada disampingnya.
Pemuda mungil itu bahkan dibuatkan setelan jas dan tuxedo senada dengan warna gaun Renata.
( Kalau yang ini sih, spesial Mama Hanin yang memesankan )
Sedangkan Zafir dan Zafira mengenakan warna biru. Sebetulnya Zafran juga punya setelan jas senada dengan Zafir tapi karena permintaan khusus Hanin, Aqeela merelakannya.
Gaun milik Zafira terlihat sederhana tapi detailnya menorehkan kesan mewah dan lincah bagi seorang balita.
Dua hari sebelumnya Hanin menyampaikan undangan pesta ulang tahun Renata melalui wali kelas mereka.
Ustadzah Qory. Wali kelas kelompok A2.
Selain teman-teman sekolah, Renata juga mengundang teman-teman TPQnya.
Sejak mulai masuk TK, Renata mulai aktif mengaji di TPQ karena desakan Aqeela. Dan untungnya sang mama nurut-nurut saja.
Maklumlah Mama Haninkan berjuang agar bisa jadi besannya Aqeela.
Tamu sudah mulai.berdatangan. Bahkan beberapa Ustadzah dari sekolah dan TPQ Renata sudah hadir.
Seorang MC cantik naik ke panggung mini untuk membuka acara.
Vian sudah menyiapkan salah satu kru cafe untuk menghendel acara Renata. Sedangkan yang lain tetap bekerja melayani costumer yang datang.
"Mbak, Si Hanin ngebet banget sama Zafran. Lihat dress code keduanya aja sama. Pasti Hanin yang ngotot." Bisik Via ke Yuna.
"Iya, siapa lagi? Bu Nyai mah mana mau rempong nyiapin kostum couple kayak gitu." Cerocos Yuna.
"Munaroh, pliss deh gak usah ghibah. Kalo kepo ngomong sono langsung ke orangnya." Ucap Oca.
"Juminten sayang, kita gak ghibah tapi ngomongin." Kata Via dengan polosnya.
"Sama aja Munaroh." Sahut Oca.
"Nyai gak risih apa, Zafran nempel terus ke Renata dan keluarganya gitu." Tanya Via ke Aqeela.
"Biasa saja siih. Mereka kan memang dasarnya sudah deket." Jawab Aqeela seakan tanpa beban.
( Mereka aja yang gak tau ya, bagaimana manjanya Renata ke Aqeela dan Zafran )
"Memang ya, Sri. Bisa jadi keduanya memang sengaja dijodohkan sama Emak dan Nyai." Seru Via yang masih kepo.
"Munaroh, pliss deeh. Kamu kalo pengen nyari besan sejak sekarang juga gak apa-apa. Anak kita berdua masih jomblo kok. Anaknya Nyai juga masih jomblo tuh." Sindir Yuna.
"Hadeeeh... Kok jadi aku yang dibully ya?" Gumam Via sedih.
"Lha emang kamu yang bikin rusuh duluan, Munarooh." Ucap Yuna dan Oca barengan, sampai Via menutup telinganya.
"Sri, Juminten, Munaroh bisa diam gak?" Potong Aqeela.
"Kalo kalian gak bisa diem, mending kalian bertiga deh habis ini yang mengibur bocah-bocah ini." Ancam Aqeela.
__ADS_1
"Ampun, Nyai." Ucap ketiga seakan sendiko dawo kepada tuannya.
"Gak lucu."
Di depan panggung.
Zafran masih menemani Renata dengan setianya diapit Hanin dan Carlos.
Bahkan Zafran sengaja menyanyikan lagu selamat ulang tahun spesial untuk Renata.
Mendengar suara merdu Zafran, tepuk tangan menggema di seluruh gedung.
MC mentitahkan potong kue.
Potongan kue pertama Renata untuk Zafran.
Yang kedua untuk Mama dan Papinya.
MC yang kebetulan mengenal baik keduanya sempat juga menggoda Zafran agar mencium Renata.
Tentu saja permintaan Sang MC ia tolak. Karena ia masih ingat pesan Ummanya tentang ciuman yang hanya bole untuk muhrim
MCnya sampai gedek-gedek mendengar bantahan sang pemuda cilik itu.
Setelah ritual potong kue dibagi kepada seluruh teman-teman yang datang.
Si Triple unjuk kebolehan menyanyi diatas panggung yang kadang mereka gunakan untuk konser-konseran.
( Konser ala tiga kembar ini. Seperti waktu mereka latihan menyanyi atunna futhulli )
Suara si kembar bahkan membuat kagum pengunjung cafe lainnya.
"Mas, apa mereka penyanyi?" Tanya salah seorang pengunjung kepads Vian.
"Bukan, tapi kadang mereka suka mengisi acara disini." Jawab Vian.
"Tapi kayaknya aku pernah liat mereka sekilas di yutub deh." Teman wanitanya menimpali.
"Iyakah, Mbak?"
"Iya Kak. Tapi mereka tidak bertiga. Mereka bernyanyi diiringi gitar seorang perempuan." Wanita itu kembali mengingat tentang video yang pernah ia lihat sekilas.
"Videonya juga baru diunggah sekitar 2 atau tiga bulan yang lalu. Sebentar ya Kak." Wanita itu membuka ponselnya.
Dan mencari video yang menjadi bahan obrolan mereka.
"Ini, Kak." Wanita itu memyerahkan ponselnya ke Vian.
Vian menerima dan melihat video dari aplikasi you tube.
"Iya, Mbak. Ini benar mereka bertiga. Yang main gitar itu Ibunya." Vian mengembalikan ponsel wanita tersebut. Sambil menjelaskan makhluk di video tersebut.
Pria yang duduk di seberang wanita tersebut tampak penasaran.
"Dik, bole aku melihat?"
Wanita itu menyerahkan ponselnya.
"WOW, Kak permainan gitar dan suara anak-anak mereka kompak banget." Puji pria tersebut.
Pria itu masih menonton video kembar dan Aqeela.
"Apa, ibu mereka sekarang ada di sini?" Tanya pria tersebut mengalihakan sebentar pandangannya ke Vian.
"Ada perlu apa mencari ibu mereka?" Tanya Vian mulai waspada.
__ADS_1
"Hanya ingin berkenalan." Jawab pria itu.
Sedangkan wanita yang didepannya hanya tersenyum kecil mendengar ucapan konyol temannya itu.
"Kalo untuk itu, anda harus izin suaminya. Saya panggilkan suaminya dulu." Kata Vian.
"Tentu saja, silahkan." Pria itu ingat Vian tadi mengatajan bahwa wanita divideo itu ibu mereka.
Setelah berlalu beberapa menit, Vian kembali bersama Desta.
"Mas, kenalin dia suami wanita yang ada di video itu." Kata Vian.
Desta dan pria itu saling berjabat tangan.
"Desta."
"Ibra." Pria itu menyebutkan namanya.
"Puspa." Wanita itu ikut menyebutkan namanya saat Desta menatap ada sosok wanita.
"Maaf Om kalau kami lancang. Tapi saya ingin berkenalan dengan istri Anda." Ibra menyampaikan keingainannya.
Desta yang masih bingung, untuk apa Ibra memcari Aqeela masih menatap pria itu.
"Biasa enggak panggil saya Desta saja. Usia kita sepertinya tidak jauh beda."
"Bole." Sahut Ibra.
"Terus untuk apa kenalan dengan istri saya."
"Saya hanya penasaran dengan sosok yang mampu membuat video lagu anak-anak berbagai versi ini." Ibra menyerahkan videonya.
Desta mengernyitkan dahinya.
"Inikan video yang Aqeela tunjukkan ke aku beberapa bulan lalu." Gumam Desta dalam hati.
"Kalau diizinkan, bagaimana kalo keluarga anda jadi ambasaador produk kami. Tapi dengan catatan setiap hari harus update video lagu anak dengan berbagai versi kayak gini." Ibra menjelaskan panjang kali lebar.
"Tanpa jadi ambassadorpun sebetulnya kami masih bisa hidup." Batin Desta.
"Saya tanyakan ke istri saya dulu ya.." Tapi Desta berusaha menyingkirkan egonya.
Tak dapat dipungkiri, wajah istrinya memang fotogenik. Dia selalu terlihat tenang di depan kamera.
Bahkan saat video tausiyahnya menyebar di you tube, bisa dikatakan itu membuat Aqeela sempat kewalahan tapi tetap saja ia akan terlihat sempurna di depan kamera.
Hanya saja pada saat itu belum banyak brand atau produk yang mencari ambassador dari tayangan you tube seperti saat ini.
💗💗💗💗💗💗💗
Byuh pesta ulang tahun berhadiah.
Kira-kira Aqeela mau terima gak ya?
Secara produk apapun bisa ia beli, tanpa harus pikir berulang kali.
Tapi pada dasarnya ia memang wanita sederhana, jadi ia tidak terlalu sering obral fashion sehingga terkesan tidak fashionable.
Padahal kalo sudah dandan, bidadari kalah cantik. ( Puji Desta )
Ha ha ha haa...
Udah ah. baca lanjutannya ya...
Terus Kasi jempol, komen dan vote-nyaa yang prend.
__ADS_1
😘😘😘😘