
"Beb, gak nyangka ternyata berita pengusaha yang tewas karena kecelakaan itu orang tua Julian." Seru Desta saat duduk santai di halaman belakangnya.
"Kamu, pernah tau mereka Bae?" Aqeela menatap suaminya dengan wajah penasaran.
"Belum, tapi Daddy sempat bertemu beberapa kali." Jawab Desta.
"Aku hanya berharap Julian bisa lebih kuat dan tegar menghadapi kenyataan." Do'a Aqeela.
"Aku yakin Julian kuat. Itu berkat kamu. Kamu yang menjadikan Julian seperti sekarang." Tatap Desta penuh cinta.
"Itu juga karena dukungan kamu, Bae. Kalo tidak kamu, aku mungkin tak bisa bertahan sampai sejauh ini."
Tak bisa dipungkiri, setiap rumah tangga memiliki sisi kekurangannya masing-masing.
Hanya saja setiap pasangan memiliki cara tersendiri dalam menyelesaikannya.
Sekuat apapun pasangan jika tanpa dukungan belahan jiwanya, takkan mampu menyelesaikan setiap pergolakan yang ada.
Pun dengan Desta dan Aqeela, berumah tangga sejak remaja bukan berarti tak pernah ada kerikil yang menyandung.
Kesalahpahaman kerapkali mewarnai kisah mereka. Tapi mereka menyelesaikan bersama.
"Bae, sebentar kepalaku pusing. Perutku mual. badanku lemas." Aqeela beranjak dari kursinya menuju wastafel dapur.
Desta tanpa menunggu lama membuntuti istrinya.
Beberapa kali Aqeela mengeluarkan isi perutnya. Suara khas orang muntah terdengar nyaring.
"Kak, Kak Aqeela kenapa?" Tanya Julian panik, menyusul kakaknya ke dapur.
"Umma kenapa, Buya?" Zafran yang mengikuti langkah Julian ke dapur ikur bertanya.
"Umma, sakit?" Sambung Al.
"Umma gak pa-pa. Sepertinya kalian mau dapet adik baru kayaknya." Jawab Desta dengan senyum-senyum menatap Julian dan keempat anaknya.
"Adeknya cewek ya, Umma." Sahut Zafir dengan riang.
"Iya, cewek saja. Masa yang cewek Zafira sendirian." Sambung Zafran.
"Haa haa haa..." Julian hanya tertawa ngakak mendengar komentar anak-anak Kakaknya itu.
"Kan enak gitu Zafira gak ada saingannya. Jadi paling cantik." Seru Zafira.
"Kakak Fira, sih maunya sendiri. Aku juga pengennya adek cewek saja. Capek ribut terus sama Kakak Zafir dan Kakak Zafran." Dedek Al ikut berkomentar sambil memonyongkan mulutnya.
"Haa haa haa..." Julian kembali tertawa lepas mendengar celoteh keempat keponakannya itu.
"Memang kalian Tuhan, bisa menentukan bayi cowok atau cewek seenaknya." Jawab Desta tanpa melepas pijatan di tengkuk Aqeela.
"Beneran Kak? Kak Aqeela hamil?" Ulang Julian kepo. Khawatir Desta hanya menggoda mereka.
"Sepertinya. Karena Kakak kamu sudah telat datang bulan tiga bulan ini." Sahut Desta sambil menghitung jumlah bulan Aqeela yang tak didatangi tamu bulanannya.
Hm, kira-kira ada gak ya suami yang kayak Desta gini. Sampai hafal tanggal bulanan istrinya.
Kalo mau author mau dong satu. ( wkwkkk.. menghalu aja lo Thor )
__ADS_1
Terus yang ada di rumah lo taruh mana? Tendang ke mars. ðŸ¤
Sadis lo Thor.
Yaelah namanya juga ngehalu.
Udah balek sono ke Julian, Thor!
Okrek..
"Kak, aku gak ikut-ikut request. Do'aku Semoga kali ini kembar lagi. Kembar dua gitu Biar pas tuh anak kakak setengah lusin." Sambung Julian.
"Yan, itu do'a ato ngeledek." Sahut Desta.
"Do'alah Kak. Sudah ya.. Kakak temenin istri cantik kakak ini. Yuuk kita maen..!" Ajak Julian mengalihkan perhatian keempat anak Desta dan Aqeela.
"Tuh anak gak ada habisnya kalo udah urusan iseng. Gak inget apa dia juga punya urusan ribet sama Yanuar." Omel Desta sambil menuntut Aqeela duduk selonjor di sofa ruang tengah.
"Bu Darmi, minta tolong ambilkan minya kayu putih ya!" Pinta Desta.
Tak lama kemudia Bu Darma kembali ke ruang tengah sambil menyodorkan minyak kayu putih.
"Makasi ya, Bu."
"Sama-sama Mas. Mbak Aqeela kenapa ya Mas?" Tanya Bu Darmi.
"Masuk angin sepertinya."
"Tapi kok anak-anak di luar pada ribut adik ya, Mas?" Bu Darmi ikutan kepo, ia ikut membantu Desta memijat tengkun dan punggung Aqeela.
"Bisa jadi, Aqeela hamil lagi sih Bu."
"Wah, Bu Darmi kupingnya panjang juga ya." Ucap Desta.
"Hee hee hee.." Tawa malu Bu Darmi.
"Iya Bu, mudah-mudahan beneran positif." Sahut Desta.
"Amiin.. sehat terus ya Mbak."
💗💗💗💗💗💗
"Kak, anak ini masya Allah luar biasa." Ucap Aqeela sambil mengelus perutnya yang masih rata. Ditangannya masih ada testpack bergaris merah dua.
"Hm.. iya. Dia hadir tepat ketika keluarga kita dapet ujian. Ujian tentang Julian dan Ibu." Ucap Desta sambil mengingat kondisi ibu yang tengah berbaring di rumah sakit.
"Semoga dengan hadirnya anak ini ibu bisa lebih semangat untuk sehat." Aqeela menyandarkan kepalanya di bahu Desta yang sudah duduk di sebelahnya.
"Beb, kamu juga harus kuat. Anak-anak masih butuh Ummanya." Desta menelangkupkan kedua tangannya di pipi Aqeela.
Aqeela hanya mengangguk dan kembali menelusupkan kepalanya ke dada suaminya.
Ada rasa sedih, senang dan takut bercampur jadi satu. Ia sedih karena sudah tiga hari ini Ibu dirawat di rumah sakit karena demam tinggi.
Hasil lab menyatakan Ibu kena demam berdarah. Beruntung belum parah, jadi ibu hanya lemas.
"Kak..." Panggilan dan suara ketukan dari luar menghentikan obrolan keduanya.
__ADS_1
"Iya, Yan. Masuk!" Titah Desta yang mengenali itu suara Julian.
Julian membuka pintu.
"Kak, ada Daddy sama Mommy datang." Kata Julian
"Lhoo.. Mommy peka bener, kita belum ngabari kalo mau dapat cucu lagi udah nongol aja." Gumam Desta sambil keluar kamar, diikuti Aqeela dan Julian yang tersenyum kecil mendengar ucapan pria dengan kadar ganteng super itu.
"Assalamu'alaikum Mommy, Daddy." Sapa Aqeela mendahului suaminya seraya memeluk dan memberikan ciuman di pipi kanan kiri Mommy.
Mommy yang asyik bermain dengan cucunya, melepas sebentar keriangannya bersama mereka menyapa menantunya.
"Ibu kamu gimana kondisinya?" Tanya Mommy sambil melepaskan pelukan Aqeela.
"Qee, belum ke rumah sakit lagi Mom. Masih menenangkan Julian. Sejak kemarin dia murung terus." Bisik Aqeela.
"Ya udah kita tengok Ibu, bareng." Ajak Mommy.
"Mom, mommy kemarin-kemarin gak merasakan sesuatu gitu?" Pancing Julian menatap Mommy dengan harap-harap cemas.
"Ada sih. Dari kemarin Mommy ngerasa ada yang gak enak gitu. Tapi Mommy gak pernah tahu. Emang kenapa Yan?" Mommy jadi penasaran dengan ucapan Julian.
"Tanya aja sama anak Mommy itu." Tunjuk Julian melempar tatapannya ke Desta.
"Kalian kenapa?" Sela Daddy.
"Ehem.. ehem.." Julian berdehem seakan memberi kode.
"Opa... kata Buya, kita mau punya adek lagi." Jawab Zafira sambil duduk dipangkuan Mommy.
Mommy yang mendengar celotehan Zafira, menatap anak dan menantunya dengan serius.
Antara percaya dan tidak.
"Serius, Nak?" Tanya Mommy.
"Iya, barusan Aqeela tes pake test pack dan positif." Jawab Desta.
"Selamat.. " Daddy langung memeluk anak lelaki kesayangannya itu.
💗💗💗💗💗
Di rumah sakit.
Mommy dan Aqeela sudah bisa tersenyum cerah, karena ibu sudah semakin sehat. Apalagi setelah mendengar berita tentang kehamilan ketiga Aqeela.
Ibu rasanya ingin segera pulang hari itu juga.
"Semoga kelak anak ini bisa menjadi penawar bagi semuanya. Kehadirannya dimasa-masa sulit kalian adalah rizky yang harus kalian jaga." Nasehat Ibu sambil mengelus perut putrinya.
💗💗💗💗
GWS, ibu
Syafakillah Ibu Shakira..
Cucunya udah kangen nee.. pengen manja-manja sama Bunni-nya lagi.
__ADS_1
Man teman.. dukung terus yaa.. Si Triple