
Liburan sudah selesai. Si Triple sudah mulai masuk TK.
Umma dan Buya mengantar ketiganya dengan suka cita. Sesuai anjuran pemerintah pada hari pertama sekolah sebaiknya anak diantar kedua orang tuanya.
Mengendarai X-pander kesayangannya. Desta menuju sekolah si kembar.
"Umma.. nanti banyak teman-teman baru ya?" Tanya Zafran.
"Insya Allah, begitu Sayang." Jawab Aqeela.
"Tapi kita masih bolehkan berteman sama Malik dan Darren?" Tanya Zafir.
"Masih dong." Jawab Aqeela.
"Eh, itu Renata...Malik...Darren sama Wanda." Tunjuk Zafira ke arah teman-teman lamanya.
"Zafraaaan... Zafiiir... Zafiraaa..." Panggil Malik.
Si triple melambaikan tangannya kepada Malik.
Begitupun kepada Darren, Renata dan Wanda.
Setelah dekat mereka saling memberi salam.
Begitupun orang tua mereka.
Grup rempong bertambah satu anggotanya. Mama Wanda.
Setelah acara pelepasan, Mama Wanda mulai sering menampakkan diri dan bergabung dengan mama rempong.
ππππ
"Mak, mana oleh-oleh dari Jepangnya?" Tagih Yuna ke Hanin.
"Gak bisa tenang dikit apa? Lihat tuh besan aku bawa apa?" Hanin menunjuk ke arah Aqeela yang mengeluarkan kardus dari bagasinya.
"Sri, oleh-oleh kamu mana?" Balas Oca.
"Terus kamu bawa apa dari KL Munaroh?" Oceh Yuna.
"Lhaa kamu Ten, Juminten juga bawa apa?" Balas Fia.
"Mak, besan kamu kemana tuu?" Lanjut Fia.
"Palingan juga ke ruangannya Ustadzah Ratih. Tuh orang kan mesti ingat sama mereka. Kagak kayak kita-kita." Jawab Hanin.
"Terus apa kita dosa ya?" Tanya Fia sambil menatap Hanin.
"Enggak sih, para ustdzah itu ikhlas ke anak-anak kita. Mereka tidak pernah minta apapun dari kita. Tapi harusnya kita sadar diri." Jawab Yuna dengan tenang.
"Sri, omongan kamu kok fasih kaleee. Macam Si Mbak besannya Emak." Sindir Oca.
"Yaaa kan aku memang copas omongannya Bu Nyai somplak itu." Jawab Yuna masih dengan santuy.
"Ha ha ha... Bisa aja kamu tuuh ya." Ledek Hanin.
Dari jauh, para rempong melihat Aqeela dibantu suaminya mengangkat kardus mendekat ke arah mereka.
"Assalamu'alaikum.." Sapa Aqeela.
"Wa'alaikum salam."
"Beb, aku balik dulu ya.." Pamit Desta.
Aqeela hanya mengangguk sambil mencium tangan suaminya.
"Mbak Hanin, nanti minta tolong istri saya di antar pulang ya.." Pinta Desta ke Hanin.
"Beres Mas. Ntar genap sebulan tinggal aku totalin tagihannya." Gurau Hanin.
"Beres, urusan sama Mister Gerald ya... " Balas Desta dengan nada bercandanya.
Yanga hanya di tanggapi Hanin dengan tawa.
"Beb, daa.." Pamit Desta sebelum menjauh ke X-pandernya.
Aqeela melambaikan tangannya.
"Buat kalian." Aqeela menyerahkan kardus ke arah Hanin, Yuna, Oca dan Fia mamanya Wanda.
"Ini juga buat kalian."
Akhirnya para Emak mengeluarkan oleh-olehnya dari liburan masing-masing.
__ADS_1
"Mak, makasih ya.."
"Sri, makasi ya.."
"Ten, Juminten terima kasih..."
"Munaroh, makasii yaa.."
"Bu Nyai terima kasih."
Ucap mereka bergantian.
"Hari ini anak-anak pulang cepet deh kayaknya. Ngemall yuuk." Ajak Yuna.
"Aku capek banget hari ini. Kalian aja deh yang berangkat. Aku mau istirahat dulu di rumah " Tolak Aqeela yang memang terlihat lelah.
"Ya gak enak dong kalo gak bareng-bareng." Kata Oca sedih.
"Terus kalian maunya gimana?" Tanya Aqeela.
"Ya rame-rame lah." Jawab Fia.
"Kalo weekend gimana?" Tawar Aqeela.
"Itu mah liburan kamu." Protes Hanin.
"Ya udah minggu depan." Tawar Aqeela.
"Emang kamu sibuk apa lagi sih sekarang?" Tanya Hanin dengan keponya.
"Masih sama Mbak, Ngajar sama kuliah kalo pagi. Tapi kebetulan kuliahku lagi libur." Jelas Aqeela.
"Jam dan hari ngajar?" Tanya Yuna
"Selasa sama Kamis." Jawab Aqeela.
"Ya udah deeh minggu depan saja." putus Hanin.
ππππ
"Umma.. Umma bisa Bahasa Arab?" Tanya Zafir begitu mereka sampai di rumah.
Dan saat ini Zafir dan Zafran sedang bermain mobil-mobilan dan Zafira sibuk dengan bonekanya.
"Tadi kita diajari lagu baru pake bahasa arab." Sahut Zafran sambil meletakkan mainannya diikuti Kedua saudaranya.
Ketiganya mendekat ke arah Ummanyabyang sedang duduk di sofa.
"Tapi kita belum hafal." Ucap Zafira.
"Emang lagunya kayak apa?" Aqeela menyamankan duduknya diantara ketiga kembarnya.
"Itu Umma, lagu bahasa indonesianya πΆ kalau kau suka hati tepuk tangan." Ucap Zafir sambil mendendangkan lagu kalau kau suka hati tepuk tangan.
"Hmm.. seperti inikah?" Aqeela mulai mendendangkan lau anta sa'idun shoffiq yadaik.
π΅π΅πΆπΆπΆ
Lau anta sa'idun shoffiq yadaik
Lau anta sa'idun wa qolbuka masrurun
Lau anta sa'idun shoffiq yadaik
πΆπΆπ΅
"Seperti itu?" Tanya Aqeela.
"Iyaa iyaa Umma.. lagunya begitu." Jawab Zafran dengan berbinar.
"Ulangi lagi Umma.." Pinta Zafira.
"Okay.. kita ulangi bersama-sama ya.." Ajak Aqeela.
Aqeela mulai mengajarkan satu per satu kata dalam Bahass Arab.
Ketiga kembar mengikuti setiap pelafalan Ummanya.
Ketiganya perlahan mulai hafal kalimat lagu barunya.
Lau anta sai'dun saffiq yadaik
"Kita nyanyiin baareng yuuk." Ajak Zafir.
__ADS_1
"Hayyuuuk..." Kata Zafira.
"Mulai.." Aba-aba Zafran.
Ketiganya langsung menyanyikan lagu disadur ke dalam bahasa arab oleh Ustdzah-Ustdzah mereka.
Aqeela hanya memperhatikan ketiganya beraksi.
"Umma, pakai gitar dong?" Pinta Zafran.
"Terus kita video." Sahut Zafir.
"Kirim ke yotu tube." Sambung Zafira.
"Iyya.. ya.. Umma.." Rajuk ketiganya.
Akhirnya Aqeela beranjak mengambil gitar yang ada di sudut ruangan tersebut.
"Zafir, Zafran, Zafira ingat ya Nak, Umma tifak begitu bisa bermain gitar. Jadi kalo tidak bagus gak bole ngambek." Aqeela mengingatkan ketiga kembarnya.
"Iya Umma.." Jawab ketiganya kompak.
Aqeela mulai mencocokkan kunci gitar dengan lagu yang dinyanyikan ketiga anaknya.
"Mbak, makan siangnya sudah siap." Bu Erna tiba-tiba datang.
"Iya, Bu. Habis ini kita makan." Jawab Aqeela.
"Bagaimana mau makan dulu atau nyanyi dul" Aqeela menawarkan kepada ketiga anaknya.
"Nyanyi dulu Umma." Jawab ketiga masih dengan kompak.
"Okay..."
"Bu Erna, minta tolong videoin kita dong." Pinta Aqeela kepada Bu Erna yang masih berdiri tidak jauh darinya.
Bu Erna menerima ponsel Aqeela, dan mulai memvideo mereka.
Aqeela mulai memetik senar gitarnya di kunci C G G C F C G C
Aqeela meminta ketiganya bernyanyi dalam tiga versi bahasa. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
Bu Erna sampai geleng-geleng kepala menghadapi keempat majikannya itu.
Mereka sungguh luar biasa.
Apalagi Aqeela. Bagi Bu Erna, wanita muda itu super talent.
Dalam usia dua puluh tahun sudah menjadi seorang ibu dari tiga anak.
Mahasiswa.
Guru.
Pengasuh pondok pesantren.
Seorang Ustdzah. Bu Nyai.
Belum lagi talentnya sebagi penyanyi, dan kini ia malah memeluk sebuah gitar dihadapan tiga bocilnya.
"Gimana Bu, bagus gak?" Tanya Aqeela setelah selesai menyanyikan lagunya.
"Menurut saya sih bagus, Mbak." Kata Bu Erna sedikit ragu memberikan pendapatnya.
Bu Erna menyerahkan ponsel Aqeela.
Wanita itu menerima dan melihat hasilnya bersama ketiga buah hatinya.
"Bagus Umma.." Kata Zafir.
"Iya.. bagus sekali." Ucap Zafira.
"Umma, Zafran pinjam hapenya. Buat telpon Renata. Zafran mau ngajari Renata nyanyi lagu barunya."
ππππππ
Like
komen
vote
makasii semua
__ADS_1