
Menjelang tidur.
Grup rempong janjian di wasaap
~Yuna~
Besok, berangkat jam berapa, Mak?
~Hanin~
Undangan jam 8, Sri
~Oca~
Datang jam sepuluh saja.
~Hanin~
Udah kukut rapotannya, Juminten
~Yuna~
Jam 9 yaa Mak.
~Aqeela~
Jemput aku yaa, Mak e Juminten dan Sri
~Hanin~
Ogaah
~Yuna~
Sri durung mole, tuku trasi gak mbalek
~Oca~
Neng Juminten nyalon dulu deeh.
~Aqeela~
Mak aku phk jd calon besan lo yaa?
Sri, tak enteni nag stasiun balapan
Ten.., Juminten ojo nyalon wae iku nang sinetron Juminten
mung jadi istri ketiga ngomong e medok sisan
😜😜😜😜
~Hanin~ Yuna ~ Oca
*Bu Nyai somplak *
Gak jelas
~Aqeela~
Kalian santri sableng
~Semua~
🤣🤣🤣
~Hanin~
Jam 9 di TKP
Met bobok
Nice dream
~Aqeela~ Yuna ~ Oca
Too
Obrolan selesai.
Semua kompak menutup ponselnya.
"Kok senyum-senyum sendiri?" Tanya Desta melihat istrinya menutup ponsel sambil senyum-senyum.
__ADS_1
Aqeela menatap wajah suaminya, tanpa suara tapi masih dengan senyum.
"Grup rempong lagi? Janjian kemana besok?" Tanya Desta yang hafal kebiasaan istrinya bersama geng barunya.
"Janjian ambil rapot." Jawab Aqeela sambil tersenyum.
"Masya Alloh ambil rapot aja janjian. Terus nanti nyekolahin anak-anak pasti juga janjian." Tebak Desta.
Membuat Aqeela terkekeh, " Kok kamu tahu sih Bae."
Desta tepuk jidat seketika.
"Ya sudahlah gak pa_pa juga. Asal sekolahnya juga bener." Komen Desta sambil mengacak isi lemari.
"Beb, malam ini kamu pake ini dong." Desta menunjukkan sebuah baju minim bahan yang ia temukan di lemari ke arah Aqeela.
"Pakai itu, Bae?" Aqeela sudah bergidik aja melihatnya.
Sebuah mini dress atau lebih tepatnya sebuah lingeri warna silver dengan belahan dada rendah. Bertali satu. Dengan panjang 5 centimeter diatas lutut.
"Ayoolaah, kan yang lihat cuma aku. Lagian aku sudah tahu semuanya."
"Tapi..." Aqeela tampak ragu.
"Pliisss... Ayolah Beb. Aku cuma pengen lihat aja." Bujuk Desta.
"Hmmm..." Akhirnya Aqeela menerima baju berbahan minim itu dari tangan suaminya.
"Mau kemana?" Tanya Desta melihat Aqeela berjalan menjauhinya.
"Kamar mandi. Ganti."
"Ganti di sini saja."
Aqeela kembali mendelik mendengar permintaan aneh suaminya itu.
"Bae, kamu hari mesum banget." Bisik Aqeela.
"Mesum sama istri sendiri, gak dosa Ning."
"Ya.. ya.. ya.." Hanya komentar itu yang Aqeela lontarkan sambil mengganti gamisnya dengan pakaian horor dari suaminya.
Desta mendekat ke arah Aqeela membantu wanitanya itu melepas penutup daging yang membusung di dadanya.
Aqeela hanya menggelang tidak jelas.
Desta memandang tubuh istrinya tanpa berkedip. Meskipun mereka sudah bersama selama enam tahun, Desta tak pernah bosan melihatnya.
Meskipun ada beberapa bagian yang berubah efek setelah mengandung si kembar tiga. Tapi bagi Desta Aqeela masih sama seperti gadis yang pertama kali ia temui.
Perlahan ia memeluk Aqeela dari belakang. Disibakkannya rambut sebahu Aqeela ke sisi kiri. DIciuminya tengkuk dan leher jenjang Aqeela.
Hingga terdengar suara lenguhan kecil dari bibir Aqeela.
"Beb, kamu cantik sekali... Tetaplah bidadari syurgaku di dunia dan akhirat." Bisik Desta
"Gombal. Aku mencium aroma sensitif nee.." Goda Aqeela.
"Beb..." Desta memainkan dua gundukan di dada Aqeela.
"Awwh.. geli Bae.." Seru Aqeela
"Biarin siapa suruh godain aku." Desta mengalihkan tangannya ke pinggang dan Aqeela dan menciumi bahu wanita tersebut
"Udah ah capek kayak anak kecil melulu. Kamu lagi pengen kan?" Napas Aqeela mulai memburu.
"Tiap malam juga aku pengen." Desta membalik tubuh Aqeela agar menghadapnya.
"Pengen makan, pengen minum, pengen Pup.." sahut Aqeela cepat.
"Kok pinter.. aku kasih hadiah deeh.."
Cup.
Ciuman dan kecupan di setiap inchi tubuh Aqeela.
Aqeela yang menyadari sudah ada yang tegang di tengah celana suaminya. Dengan iseng tangannya sengaja menurunkan celana pendak Desta.
"Bae, punya kamu udah siap tuh!" Bisik Aqeela.
"Ternyata istri aku sekarang mulai nakal, ya.." Desta mendudukkan Aqeela di sofa terdekat.
"Karena kamu yang memulai maka kamu juga yang harus mengakhiri." tantang Desta.
__ADS_1
Ia mengangkat tubuh istrinya mendudukkan diatas tubuhnya.
"Okay, siapa takut."
"Jangan salahkan aku kalo kamu yang teriak-teriak ya, Bae." Sambung Aqeela.
"Aawwhh.." Teriak Desta lirih merasakan sesuatu yang di atasnya.
Dan selanjutnya entah siapa yang yang teriak siapa yang eksekusi sudah tidak bisa diprediksi. Keduanya sudah bersaing untuk saling menyerang.
Berapapun waktu yang mereka butuhkan untuk mencapai titik nol koma nol takkan cukup untuk menyelesaikan.
Kembali hanya otak yang mampu mengendalikan.
"Beb, dedeknya jangan lupa. Jadiin!" Kata Desta mengakhiri episode di sofanya.
Dengan napas yang masih belum stabil.
@@@@
Aqeela sedang menyiapkan sarapan untuk keluarganya, bunyi dering ponselnya terdengar sangat keras.
"Assalamu'alaikum, Mbak San." Sapa Aqeela.
"Wa'alaikum salam." Sahut suara diseberang.
"San, nanti jadi aku jemput, gak?" Tanya Hanin.
"Boleh tuh, jemput aku ya." Sahut Aqeela.
"Huweek.. huweek.." Dari belakang terdengar seseorang seperti memuntahkan isi perutnya.
"Siapa San, yang muntah-muntah?" Tanya Hanin.
"Kayaknya suami aku deh, Mbka. Aku tunggu di rumah ya."
Aqeela menjauhkan ponselnya tapi belum ia tutup. Sehingga suaranya terdengar oleh Hanin.
"Bae... kenapa?" Aqeela mendekat ke wastafel sambil memijit tengkuk suaminya.
"Gak tau Bae. Aku nyium masakan kamu rasanya neg banget." Sahut Desta.
"Ha..? Kok bisa? Aku kan sama Bu Erna masak kayak biasanya. Bukan masak yang aneh-aneh." Balas Aqeela.
"Gak tau, aku gak kuat." Desta merasa tubuhnya seakan ringan sekali.
Aqeela merangkul bahu Desta dan membantunya menjauh dari area dapur.
"Buya, kenapa Umma?" Celetuk Zafir yang baru saja keluar dari kamar.
"Kak Desta pucet banget, kenapa Kak?" Julian yang barusan nongol juga ikut panik.
"Masuk angin kayaknya. Buya kecapekan. Sini jaga Buya sebentar. Umma mau melanjutkan memsak sama Bu Erna." Pinta Aqeela kepada Zafir.
Zafir dna Julian mendekat ke arah Desta.
"Kak, biar aku pijitin Kak Desta." Ucap Julian.
"Ya udah jaga Kakak kamu baik-baik ya..." Aqeela kembali ke dapur setelah Zafir dan Julian bersedia menggantikannya menjaga Desta.
"Kak, apa yang Kakak rasain?" Tanya Julian.
"Perut Kakak mual, Yan." jawab Desta sambil menahan perutnya.
"Zafir, minta tolong bilang ke Umma. Buya dibuatkan wedang jahe hangat." Pinta Julian ke Zafir.
"Okay, Uncle." Zafir melangkah ke dapur menemui Ummanya.
"Yan, kamu jaga Kakak Desta dan si kembar ya. Kak Aqeela sebentar lagi mau ambil rapotnya si kembar. Nanti siang baru ambil rapot kamu." Kata Aqeela setelah selesai makan.
"Iya, Kak." sahut Julian.
"Bae, kamu mau makan apa? Aku belikan nanti." Tanya Aqeela kepada Desta yang masih terlihat lemas dan pucat. Tak ada sedikitpun makanan yang masuk ke mulutnya.
Berkali-kali ia muntah. Bahkan hampir semua isi perutnya sudah keluar. Sehingga saat muntah yang keluar hanya air.
@@@@
Kakak Desta kenapa ya gaess?
Yuuk ah kepoin di episode berikutnya.
Aku mohon terus kasih Like, komen dan Vote kalian yaa...
__ADS_1