
Dari jauh Julian sudah melambaikan tangannya kepada Zafira.
Zafira bergegas menemui Uncle-nya itu.
Tanpa komando Julian membukakan pintu Zafira, setelah Zafira masuk terlihat Zafir, Zafran dan Renata menyusul.
'Uncle hati-hati!" Ucap Zafir.
"Terima kasih ya! Kalian mau langsung pulang?" Tanya Julian menatap Zafir dan Zafran.
"Nganter Renata dulu!" Jawab Zafir datar.
"Hai.. bidadarinya Zafran!" Sapa Julian pada Renata tapi menatap Zafran yang siap menyeringai kepada Unclenya.
"Fir, kenapa sih elo gak ikut mereka berdua? Malah ngikutin aku sama Renata?" Protes Zafran.
"Simpel saja, karena aku lebih percaya mereka berdua ketimbang kamu dan Renata!" Ucal Zafir sambil masuk ke jok sebelah kemudi.
"Lhaa kok kamu di sini? Renata dimana, dong?" Protes Zafran lagi.
"Jok belakang kosong!" Ucap Zafir dengan santai.
"Huuu... " Zafran membukakan pintu untuk Renata di belakang.
"Sorry yaa.. " Bisiknya.
"It's okay." Jawab Renata dengan tersenyum.
"Kalian berdua mendingan segera nikah! Daripada bikin mata gue sepet!"
"Tumben Lo, Fir pake elo gue biasanya juga aku kamu!"
"Biar kalian berdua sadar, gue serasa jadi orang ketiga. Gue bukan Zafira yang dengan tak tau malunya jadi tameng kalian."
"Ntar gue lamar Renata ke Papi Charlos." Sorak Zafran.
"Eh, itu Alif kenapa lagi?" Zafir menunjuk ke arah Alif yang seperti orang panik.
"Lif..!" Panggil Zafran.
"Kenapa?" Tanya Zafran begitu Alif ada di dekatnya.
"Orang yang kemarin lagi!" Jawab Alif.
"Gue bareng Darren lagi aja deh! Mana anak itu?" Alif celingukan mencari Darren.
"Belum keluar kayaknya," Jawab Zafir.
"Emang kayak apa sih orangnya?" Zafir keluar dari mobil berjalan menuju halte.
Namun buru-buru Alif menariknya.
"Kamu kenapa sih?" Omel Zafir karena Alif menariknya.
"Jangan, aku takut kamu kenapa-kenapa." Jawab Alif.
"Ada apa sih, Lif?" Renata menurunkan jendela kaca kendaraan Zafran karena penasaran dengan aksi Alif.
"Itu orang jahat!" Jawab Alif.
"Kalian kenapa?" Devan tiba-tiba muncul.
"Itu sih Alif, takut karep e dewe." Zafir tersenyum iseng melihat kepanikan Alif.
"Memangnya dikejar hantu lo, Li" Devan menatap Alif kepo.
"Itu ada mata-mata yang nyariin gue di halte," Ucap Alif.
"Kak elo kepo, gak?" Tanya Zafir tiba-tiba.
"Kepo sih, memangnya kenapa?" Zafir membisikkan sesuatu ke telinga Devan.
Devan tersenyum lebar mendengarnya.
"Gimana?" Tanya Zafir.
__ADS_1
"Okay!" Devan mengangkat jempilolnya.
"Let's go!"
"Kalian di sini aja, tunggu kita!" Titah Zafir.
"Aduuh.. kalian di sini aja deeh! Biar aku pulang sama Darren lagi." Panik Alif.
"Udah deh gak usah panik. Tunggu anteng di sini sama Zafran dan Renata. Malik sama Daren dan Wanda benar lagi pasti nyampe." Cecar Zafir.
"Bro, gue pinjem helm ya!" Devan asal menarik helm milik.temannya.
Setelah itu Devan meluncur dengan kecepatan sedang menuju lokasi yang diminta Zafir.
"Bentar yaa..!" Zafir menyusul.Devan.
Sampai gerbang, Zafir menoleh ke arah halte. Di sana duduk seorang cowok memakai jaket kulit hitam.
Zafir mendekat ke halte.
"Permisi, Mas." Zafir duduk si sebelah cowok itu.
"Iya," Jawabnya dingin.
"Nunggu apa, Mas?" Tanya Zafir pura-pura celingukan.
"Nunggu orang?" Jawabnya sambil geram.
"Ooh.. adiknya?" Zafir menatap cowok itu.
"Bukan, tapi orang sialan yang udah bikin saya berurusan sama Polisi!" Ucapnya dengan tatapan lebih dingin.
Membuat siapapun bergidik, jika itu bukan Zafir.
"Kamu kenal Alif?" Tiba-tiba cowok itu bertanya.
"Alif siapa?" Tanya balik Zafir.
"Alif bartener Win, dia sekolah di sini?" Jelasnya.
"Deek! Pulaang loo!" Sebuah sepeda motor tiba-tiba berhenti di depan Zafir.
Pengemudi motor itu langsung melemparkan helm ke arah Zafir, dengan sigap pemud itu menerimanya.
"Cepet! Naik Lo..! Mommy udah nungguin nangis-nangis!" Hardik pengemudi itu.
"Mas, aku duluan yaa!" Pamit Zafir sopan.
Zafir langsung naik ke jok penumpang belakang.
Setelah jauh, keduanya terkekeh bersamaan. Lalu berbelok masuk ke gedung sekolah.
"Gila, Lo Fir!" Pengemudi yang tak lain Devan itu menghentikan motorny tepat dimana sahabat-sahabat Zafir menunggu.
"Kalian nekat!" Bentak Alif.
"Lagian siapa suruh gak cerita, siapa dia!" Omel Zafir.
"Kalian aja yang cari perkara!"
"Terus elo mau bar Om elo dijadiin rata sama tanah!" Gerutu Zafir.
Devan yang belum tahu apa-apa hanya menyimak pembicaraan dua adik kelasnya yang aneh itu.
"Kalian gak capek apa? Dari tadi berunding pake otot!" Omel Malik yang sejak tadi ikut menyimak.
"Capek sih, tapi gimana lagi?"
"Mending sekarang elo pulang terus besok ceritain ke kita siapa cowok tadi!" Usir Zafir.
"Ren, bawa anak ini! Pastiin dia selamat sampe besok!" Titah Zafir.
"Bocah semprul!" Maki Darren.
"Lif, masuk..!" Pekik Darren
__ADS_1
"Daripada gue di maki calon mantan saudara ipar elo yang gak jadi!" Darren sengaja meledek Alif.
Wanda yang ada du sebelah Dareen hanya terkekeh.
"Kak, Tengs ya...?" Ucap Zafir ke Devan.
Devan hanya mengangkat jempol, " Gue duluan!"
Devan menstater motornya. Meninggalkan Zafir dan Malik.
"Broo duluan, yaa..! Kasiyan tuh mereka berdua nungguin kamu!" Lirik Malik ke arah Zafran dan Renata yang saling melempar candaan.
"Hadeeeh.. mereka berdua memang kudu aku gintes. Lama-lama besok aku giring ke KUA!" Omel Zafir sembari membuka pintu.
Dari atas motor, Malik hanya nyengir meninggalkan kendaraan Zafir.
"Pulang..!!! Atau aku suruh kamu turun. Biar aku yang bawa Renata pulang!" Hardik Zafir.
"Besok kita lanjut yaa...! Aa' Zafir lagi PMS." Ledek Zafran.
Zafir hanya mendelik mendengarnya.
💗💗💗💗
Alif terlihat tegang di kelilingi komplotan triple dan kawanan Devan.
"Iyaa gue jelasin!" Akhirnya Alif menyerah setelah diintimidasi pelototan oleh Zafir.
"Nama cowok kemarin, Gery. Dia salah satu anak buah Roy. Pelanggan bar gue..."
"Tunggu..tunggu.. elo kerja di bar?" Potong Devan.
"Dia bartender. Kak Devan diem deh. Gak udah nyela. Gak enak banget tau!" Gerutu Zafira.
Devan hanya terkekeh sambil memohon maaf kepada Zafira.
"Waktu itu, Roy dan kawan-kawannya datang mereka memesan minuman dan kamar bahkan perempuan seksi tig orang. Gue layanin kayak pelanggan lainnya. Dan tidak ada kejanggalan apapun." Alif menatap wajah Zafira, Renata dan Wanda.
Dari mereka bertiga hanya Zafira yang terlihat tenang sedangkan Renata dan Wanda sudah gelisah.
"Disaat mereka mabuk, ketiga perempuan tersebut teriak-teriak minta tolong. Gue yang denger auto masuk." Wajah Alif menegang.
"Ternyata..." Alif berhenti.
"Lif, gak usah bikin baper deeh!" Gumam Devan.
"Elo tegang, Lif?" Komen Zafira.
"Yang mana Lif yang tegang?" Goda Malik.
Pletak.
Alif menjitak kepala Malik.
"Awwh.. Kok.gue sih? Zafira enggak?" Protes Malik.
"Keder gue kalo sama Zafira, bisa-bisa gue di kebiri ama mereka berdua!" Tunjuk Alif ke Zafir dan Zafran.
Malik manyun seketika.
"Lanjut!" Pekik Zafira.
"Ketiga perempuan itu di borgol dalam kondisi telanjang. Auto gue panggil keamanan, keselamatan mereka bertiga tanggungjawab bar gue."
"Oleh keamanan mereka dibawa ke kepolisian dengan tuduhan menganggu ketertiban usaha dan pelecehan."
"Lanjutannya elo tau sendirilah Broo!"
💗💗💗💗
Next ya..
See You U..
Lanjutkan Like, komen dan votenya
__ADS_1
Salam hangat semua