TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Panik feat Happy


__ADS_3

"Kak.., tadi itu kita digodain cowok di kampus."


Vian menoleh ke arah Dinda yang sedari tadi masih menelangkupkan kepalanya.


Dinda sudah mengangkat kepalanya, tangisnya sudah reda. Tapi matanya masih sembab.


"Awalnya kita no reken."


"Sampai akhirnya mereka melakukan kekerasan auto Aqeela tidak terima dan dia berkelahi 3 lawan 1.Tapi lawannya tumbang. Aku sempet di bekap sama salah satu dari mereka." Dinda bercerita ke Vian setelah sedikit tenang.


"Apa..? Terus kamu luka dimana?" Teriak Vian panik.


"Aku gak pa_pa tapi Aqeela. Dia pasti kesakitan." Jawab Dinda.


"Kasi tau aku yang mana mereka. Akan ku balas."


"Jangan Kak, Aqeela tadi udah ngancam mereka."


"Ya sudah, tunggu sebentar. Aku kabari Desta dulu."


Vian meraih ponselnya dan menghububgi Desta.


"Broo.. Aqeela habis gulat di kampus. Dia terluka."


"*****.. neee bapak, gak bilang makasi main tutup aja." Maki Vian saat Desta mematikan begitu saja panggilan darinya.


"Kak Desta lagi panik kali, Kak." Dinda menenangkan Vian.


Mendengar ucapan Dinda, Vian tersenyum.


"Iya kalee yaa.. Aku tadi yang liat kamu nangis aja udah panik. Apalagi Bapak tiga anak itu." Seketika luluh deh hati sang Singa.


Vian menatap Dinda dengan lembut.


"Kak, nunduk gak bole kayak gitu." Dinda mengingatkan Vian yang terus menatapnya tanpa berkedip.


"Hee hee.. maaf ya, sayang."Kata Vian sambil cengengesan begitu ingat dirinya yang memandang Dinda intens.


"Din.., Aku ngajak kamu ke sini karena mama dan papa nanyain kamu terus. Mereka mendesakku untuk segera menikah." Ucap Vian lirih takut menyinggung Dinda.


Dinda terdiam. Ia masih mengingat ucapan Aqeela tadi pagi di mobil. Bahkan kejadian mengerikan sebelumnya di kampus.


"Mungkin ini peringatan dari Allah untuk menyegerakan niat baik." Gumam Dinda dalam hati.


"Kak Vian.." Panggil Dinda


"Iya sayang." Balas Vian.


Dinda menatap lelaki gondrong berwajah serem bertindik satu yang memikat hatinya itu. Untung tak bertato saja. Dan lebih untungnya lagi dia ganteng.


Dipanggil sayang aja, hatinya sudah bergetar gak karuan. Ada senyum yang sedari tadi ia sembunyikan daei Vian saking malunya.


"Dinda sudah siap menikah. Kapanpun Kak Vian siap, Dinda juga siap." Kata Dinda sungguh-sungguh.


"Alhamdulillah..." Teriak Vian.


Perasaannya lega sudah.


Tangannya ia tahan sekuat mungkin untuk tidak memeluk Dinda.


( Tangan atau hati Vian? 😅 )


💗💗💗💗


Aqeela turun dari mobil begitu sampai di rumah Hanin.


"San, kamu kenapa?" Teriak Hanin melihat Aqeela datang dengan luka dan lebam di wajah.


"Ummaaa..." Teriak triple plus Renata melihat Aqeela kesakitan.


Hanin langsung memapah Aqeela dan menidurkannya di sofa panjang.


"Umma, tadi orang jahat lagi ya?" Tanya Zafir


"Siapa Umma?" Zafira ikut kepo

__ADS_1


"Nanti biar Zafran hajar.." Zafran marah, ia paling tidak bisa melihat orang terluka dan kesakitan.


"Zafir juga..."


"Zafira juga..."


"Umma, diobatin sama Renata ya..."


"Anak-anak Umma hebat semua. Yang jahatin Umma sudah kalah sama Umma tadi."


Hanin datang membawa handuk kecil dan obat.


"Assalamu'alaikum... Qee, kamu gak pa_pa kan." Desta dan Doni tiba-tiba saja masuk ke ruang tamu Hanin.


"Pasti ini ulah Kak Vian." Omelnya dalam hati melihat suaminya masuk dengan panik.


"Wa'alaikum salam..." Balas Hanin dan anak-anak di situ.


"Buya.. Umma dijahatin orang." Teriak Zafir.


"Iya Sayang." Jawab Desta sambil menatap sebentar ke arah anak-anaknya dan Renata.


"Nyonya Gerald maaf yaa merepotkan."


"Ndak apa-apa Mas.. Kayak sama siapa aja."


"Biar saya yang mengobati istri saya." Pinta Desta.


Hanin menyerahkan Handuk dan obat-obatannya ke tangan Desta.


Hanin juga menyerahkan setengah baskom air hangat ke tangan Desta.


Desta mengompres luka Aqeela perlahan. Aqeela mendesis kesakitan.


"Qee, siapa yang melakukan ini." Doni terlihat geram melihat Aqeela yang terluka.


"Udah Don, aku gak pa_pa. Ntar kalo mereka bikin ulah lagi kita gerak. Tapi sepertinya mereka sudah kapok deh." Ucap Aqeela sambil menahan nyeri.


"Beb, jangan banyak ngomong dulu." Kata Desta.


"Kamu diem deh, Don. Biar Aqeela aku obatin dulu." Omel Desta membuat Doni dan Aqeela terkikik.


"Umma tahan yaa.. " Kata Renata sambil meringis melihat Aqeela menahan sakit karena lukanya.


Aqeela hanya mengangguk.


Setelah memberi salep. Desta mengembalikan semua benda milik Hanin sambil mengucapkan terima kasih.


"Umma sudah diobati sama Buya. Kalian bole main lagi." Kata Desta melihat keempat anak kecil di depannya masih terlihat panik.


Keempatnya tersenyum. Dan kembali ke karpet tempat mainan mereka berada.


"Ini kenapa, Beb?" Tanya Desta panik.


Hanin kembali ke ruang tamu membawa tiga gelas orange jus.


"Diminum Mas, Mbak.." Kata Hanin.


"San, kenapa bisa terluka begitu?" Tanya Hanin kepo.


Aqeela duduk bersandar di sandaran sofa ruang tamu Hanin.


Doni terlihat heran mendengar istri salah satu kliennya memanggil Aqeela,San.


"Resiko jadi orang cantik dan baik hati." Jawab Aqeela dengan konyol.


"Beb, gak usah becanda deh." Omel Desta


"San, serius .." Hanin malah kepo.


"Qee, gak usah bikin panik laki kamu deeh." Doni ikutan panik.


Aqeela tersenyum mendengar celotehan tiga orang di depannya itu.


"Beneran, ini itu resiko jadi orang cantik. Digodain cowok iseng. Karena gak kita tanggapi dia esmosi. Aku udah berusaha nahan diri. Dia gak mau berhenti ya udah kita adu jotos." Jawab Aqeela dengan enjoynya.

__ADS_1


Padahal yang denger udah panik.


"Berapa orang mereka?" Tanya Doni.


"Tiga." Jawab Aqeela datar.


"Busyet dah." Hanin menimpali.


"Dan kamu sendirian." Omel Desta.


"Iya lah Bae. Masa si Dinda aku suruh ikut. Yang ada dia malah nangis tadi saking takutnya." Ucap Aqeela.


Doni hanya meringis mendengar jawaban Aqeela.


"Kenapa gak ngabri kita." Tanya Desta lagi.


"Yaelah Bae... Cuma beginian aja, kecil."


Desta mengurut kepalanya yang pening, karena tingkah Aqeela.


"Wooiii.., gak usah panik. Kamu tahu istri kamu kan?" Omel Doni.


"Bukan gitu Doon... Kamu liat tuuh dia pake jubah kayak gitu.. Untung gak keserimpet." Itu yang aku bayangin.


"anjiir... Aku pikir apaan.." Maki Doni


Hanin yang mendengar celetukan itu hanya nyengir bingung aja.


"Bae.. apa aku ganti jubahku jadi celana ya?"


"Jangan.." Cegah Desta cemas.


"Atau pake rok kayak Mbak Hanin gitu lagi?"


"Qee.. kamu gak lagi jungkir balikkan?" Doni ikut gusar.


"Padahal aku sudah pengen loo pakai baju kayak yang di pakai Mbak Hanin gitu..." Uacap Aqeela dengan wajah memelas.


"Gak usah aneh-aneh deeh.. " Oceh Desta.


Gak rela rasanya liat Aqeela pakai baju terbuka kayak dulu lagi.


"Gak inget anak banget kamu ya Qee..." Doni ikutan ngomel.


"Tapi bo'ooong... wleekk..." Kata Aqeela sambil cengar cengir


"AQEEELLAAA...." Teriak Doni sadar kalau ternyata mereka sudah diprank sama Aqeela.


"Beebbb... Keterlaluan kamu.." Omel Desta.


Aqeela kegirangan melihat kedua cowok di depannya sudah pusing setengah hidup.


"Qee.. kamu mau aku apain?" Teriak Doni.


"Wooii.. ingaet rumah orang neee.." Seru Aqeela.


Hanin yang menyaksikan ulah Aqeela, Desta dan Doni ikut terkekeh.


"Hiburan gratis..." Pikir Hanin dalam hati.


"Ternyata mereka gokil juga yaa..." Batinnya


Doni udah siap membalas omongan Aqeela. Desta langsung memotong.


"Don, mobil kamu bawa pulang. Ntar aku balik bawa mobilnya Aqeela."


"Ya.. yaa.. kalo bapak negara udah bertitah, hamba tidak bisa berkutik." Ucap Doni pasrah.


💗


Like


komen


vote

__ADS_1


rate


di tungguin yaa...


__ADS_2