TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Cium feat Peluk


__ADS_3

Aqeela memegang kepalanya yang setengah pusing karena pertanyaan dan pernyataan Zafran.


"Umma kalo cium gak bole. Peluk Renata bole ya.." Seru Zafran dengan polosnya.


Aqeela menatap cowok ganteng perpaduan wajah Desta dan dirinya itu dengan gabut.


Ada rasa gemas bercampur geli di dadanya. Andai saja yang ia ajak berbicara anak usia lima belas tahun ke atas. Akan lebih mudah menjelaskannya.


Lha ini usianya masih menjelang empat tahun.


Aqeela mencoba menyusun kalimat yang sesuai untuk anak seusia Zafran itu.


"Zafran... "Panggil Aqeela.


"Iya Umma..." Jawab Zafran.


"Zafran masih ingat cerita Umma tentang aurat?"


Zafran mengangguk.


"Batasan aurat laki-laki dimana?"


"Puser sampai lutut."


"Good boy. Kalau perempuan?"


"Seluruh tubuh, kecuali telapak tangan dan wajah."


Aqeela mengangguk.


Kedua kembarnya juga sama masih menyimak.


"Kalau aurat bole tidak di sentuh oleh orang lain?"


"Tidak bole." Kata Zafran sambil menggeleng.


"Berarti pelukan sama Renata bole tidak?"


"Bole kalau Zafran sudah dewasa dan menikah sama Renata."


Glodakkk..


"Waduuh jawabannya Zafran kok gini banget ya?" Pekik Aqeela dalam hati.


Berkali-kali ia menelan salivanya.


"Zafir, Umma bole minta tolong ambilkan air putih. Umma haus."


Pemuda cilik itu bergegas ke dapur.


Zafir kembali membawa segelas air putih untuk Ummanya.


"Terima kasih, ganteng." Puji Aqeela sambil menerima gelas dari Zafir.


"Jadi, kalo belum jadi muhrim tidak bole terlalu dekat. Kalau hanya berbicara boleh."


"Gak bole pegang-pegang ya Umma." Ucap Zafir.


Aqeela mengangguk.


"Gak bole peluk dan cium juga." Timpal Zafira, sambil melirik ke arah Zafra.


"Kecuali sudah dewasa dan menikah." Sambung Zafira.


"Tapi kalo Zafira peluk Renata bole dong Umma?" Tiba-tiba Zafran bertanya lagi.


"Kalo Renata dan Zafira bole. Karena mereka sama-sama perempuan." Jelas Aqeela.


Zafran agaknya mulai mengerti ia manggut-manggut sambil membulatkan bibirnya.


"Oh yaa, satu lagi. Kalo ada yang cium kalian selain keluarga kita terus kalian gak nyaman. Kalian bole menolaknya. Katakan TIDAK MAU atau JANGAN."

__ADS_1


"Apalagi kalau ada yang mau cium bibir, kalian tidak boleh mengizinkannya."


"Kenapa Umma?" Tanya ketiganya kompak.


"Karena dicium itu tidak bole dilakukan dengan sembarangan orang. Kita bole memilih orang yang ingin kita cium.


Kenapa tidak bole di bibir karena bibir kita banyak virusnya. Kecuali kita yakin mulut orang itu sudah bersih."


"Ooh.. begitu ya Ma.."


Aqeela mengangguk.


"Kalau begitu Zafran mau minta maaf ke Mama Hanin dan Papi Carlos sekarang." Ucap Zafran dengan tegas.


Aqeela menatap jam di dinding kamarnya.


"Jam segini Papi Carlos masih di kantor, Sayang. Gimana kalo nanti saja setelah Buya pulang kerja. Umma tida menyimpan nomer Papi Carlos."


Zafran mengangguk pasrah.


💗💗💗💗


Setelah makan malam.


Aqeela, Desta, Julian, dan si Triple berkumpul di ruang tengah.


"Umma.. aku telpon Mama sekarang ya." Pinta Zafran.


"Masya Alloh, iya sayang. Sebentar Umma ambil henpon dulu yaa.."


Aqeela masuk ke kamar mengambil ponsel yang ia letakkan di atas nakas.


Setelag ia kembali. Aqeela langsung mendial satu nama.


"Halloo..." Saoa suara di seberang line.


"Assalamu'alaikum, Mama..." Sapa Zafran.


"Ma.. Zafran minta maaf yaa tadi udah cium Renata." Ucap Zafran seakan menyesal dengan perbuatannya.


"Zafran, iya.. Mama udah maafin kok."


"Terima kasih Ma. Papi ada?" Tanya Zafran


"Ada, sebentar."


"Iyaa Zafran.." Suara lelaki menyapanya.


"Papi, Zafran minta maaf yaa.. tadi siang sudah mencium Renata."


"He.., boy.. Papi okay. Udah dimaafkan."


"Terima kasih Papi. Zafran janji gak akan cium-cium Renata sembarangan lagi. Zafran nunggu sampai Renata dewasa saja."


Kalau saja Zafran dan keluarganya bisa melihat saat ini Carlos dan Hanin sedang tersenyum dengan hebohnya.


Ya, maklum saja keluarga Renata sedikit bebas dibandingkan keluarga Zafran yang menjunjung tinggi adab muslim.


Setelah menyelesaikan percakapannya dengan orang tua Renata, Zafran menutup panggilannya dan mengembalikan ponsel Ke Ummanya.


"Umma, ada apa ini?" Tanya Desta kepo.


"Kak, Zafran kenapa?" Jukian ikut nimbrung.


Diinterogasi dua lelaki langsung, akhirnya membuat Aqeela menceritakan kisah Zafran dan Renata tadi siang.


Dalam hati, sebenarnya ia geli dengan sikap putranya itu. Namun ia juga bangga dengan Aqeela yang sabar menghadapi kehebohan kembarnya.


"Kak, Kakak dulu pas hamil nyidam apa siih? Punya anak kok yaa pada heboh." Julian jadi ingat kejadian hari Minggu kemarin di Cafe Vian


"Nyidam pengen makan kakak kamu ini." Ledek Aqeela sambil menunjuk ke arah Desta.

__ADS_1


Jawaban Aqeela sontak membuat Julian ngakak, sedangkan Desta hanya mengerucutkan bibirnya.


"Haa haa.. udah ah, aku mau belajar lagi. Kelamaan sama kalian berdua bikin aku ketularan virus bucin."


"Iaaann...." Teriak Desta.


"Deek, jangan lupa besok izin ke Bu Guru kalo lusa kita izin ke Solo." Aqela mengingatkan Julian.


"Siap, Kak... Siapa yang mau belajar sama Uncle?" Julian menawarkan diri kepada si Triple.


"Aku..." Ketiganya langsung berlari mengekor di belakang Julian.


Dan tinggallah di ruang tengah hanya mereka berdua.


"Beb, terima kasih yaa.. sudah jadi Umma terbaik buat mereka." Desta mencium kedua pipi Aqeela bergantian.


Aqeela hanya tersenyum dengan perlakuan manis suaminya itu.


"Kok, aku masih saja deg-deg an yaa kalo berduaan begini." Batin Aqeela.


Desta menelangkupkan tangannya di pipi Aqeela.


"I love you, beb..." Satu kecupan sweet di bibir Aqeela.


"Love you too.." Bisik Aqeela sambil membalas ciuman manis Desta.


"Tetaplah jadi bidadariku dan bidadarinya anak-anakku sampai akhir hidup kita." Desta kembali membisikkan kalimat sederhana tapi penuh makna di telinga Aqeela.


"Insya Allah.. Kita sudah melaluinya bersama. Di depan kita kelak masih ada jalan panjang yang masih menanti kita." Balas Aqeela.


Sebuah notif panggilan masuk dari ponsel Desta.


"Mister Gerlad." Kata Desta sambil menggeser ikon hijau di layarnya.


"Assalamu'alaikum, Mister Gerald."


"Wa'alaikum salam mister Desta."


"Broo, Your boy is gentlemen. I like him."


Tiba-tiba saja nada bicara mister Gerald menjadi lebih friendly.


"Saya minta maaf sebelumnya mister atas perilaku Zafran ke Renata."


"No.. Saya menyukai anak kalian. Semoga mereka kelak berjodoh."


Desta sedikit membelalakkan matanya mendengar ucapan rekan kerjanya itu.


"Iiyaa.. iiyya mister. Saya juga menyukai Renata. Dia sangat baik dan perhatian kepada Ummanya anak-anak."


Desta jadi teringat ucapan gadis cilik bermata biru yang juga panik melihat kondisi Aqeela. Yang terluka saat itu.


Sebetulnya kehadirannya sudah menggugah sisi hatinya saat melihat kepanikan di wajah imutnya.


Aqeeka hanya menyimak pembicaraan suaminya dan suami Hanin itu dengan banyak pertanyaan.


"Ha haa haa.. Bisa jadi nee mister berniat mensegel si Zafran buat jadi calon mantunya?" Gumam Aqeela lirih.


💗💗💗💗💗


🤣🤣🤣


Ngakak bentar diriku Gengs...


Niatnya sih baik.. semoga diijabahi yaa..


Aku masih menunggu like, vote dan ratenyaa..


Kiss from si triple


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2