
Zafir baru saja turun, sudah terdengar teriakan memangil nama mereka bertiga.
Zafir langsung membuka pintu, benar saja para komplotannya datang.
Darren dan Malik langsung memeluk Zafir. Sedangkan Wanda celingukan.
"Nyari sapa?" Celetuk Zafira yang turun dari tangga.
Wanda bergegas lari ke atas. Memeluk sahabatnya itu.
"Fraaan...Zafraaan...!" Teriak Zafira sambil mengetuk pintu kamar saudaranya itu.
"Kenapa?" Tanya Zafran sambil membuka pintu.
Matanya masih terasa lengket sehingga dirinya antara sadar dan tidak.
"Turun..!" Seret Zafira yang hanya disenyumi Wanda.
"Kenapa sih Fir?" Tanya Zafran lagi.
Cowok itu benar-benar tidak sadar dengan keberadaan Wanda di sebelah Zafira.
Begitu sampai ruang tamu.
"Zafran.. mata kamu kenapa?" Pekik Malik dengan heran.
Zafran membuka sedikit matanya.
"Malik... Darren... Wanda mana cewek penakut itu?" Komen Zafran begitu kedua matanya terbuka lebar dan jiwanya sudah sadar sepenuhnya.
Senyum manisnya merekah memeluk kedua sahabatnya. Dan menyapa Wanda.
"Kenapa mata kamu?" Ulang Malik.
"Habis ngeronda." Jawab Zafira.
"Diem, Fir." Omel Zafran.
"Ngeronda gimana?" Kepo Darren.
"Tanya aja sama Zafran sendiri." Lirik Zafira.
Zafir hanya terkekeh.
"Kamu tahu, Fir?" Darren menatap ke arah Zafir.
Zafir hanya angkat bahu sengaja membuat kepo temannya.
"Aku jemput Thifa dulu deh." Zagir berdiri dan berjalan menuju rumah Thifa.
"Ato jangan-jangan kamu habis telpon-telponan sama Renata?" Tebak Malik.
"Pengen tahu aja." Sanggah Zafran.
"Hm.. pasti iya. Dasar lo yaa.. Masuk pondok bukannya insyap tapi masih nyariin anak gadis orang aja." Satu toyoran kepala dari Malik mendarat mulus tanpa perlawanan.
"Ya.. insyapnya di pondok aja. Alimnya kalo pas ngaji. Kalo pas lagi di rumah kan bukan santri jadi bebas dong." Ucap Zafran sembarangan.
"Suka suka kamu deeh... Daripada kita adu jotos lagi males nyari musuh. Udah ganteng juga." Balas Malik.
Zafran tertawa senang mendengarnya.
"Fira.. ayoo Uncle udah siap. Kamu udah pake kerudung belum?" Terdengar teriakan Julian dari atas.
Auto semua mata menoleh ke arah pemuda ganteng yang turun dari lantai dua itu.
"Astaghfirulloh. Kapan kalian datang?" Seru Julian yang kaget melihat komplotan Triple datang.
"Barusan." Jawab Darren.
"Kamu jadi gak, Fir?" Julian menoleh ke arah Zafira.
"Jadi dong." Jawab Zafira.
"Terus mereka?" Julian bingung.
"Yaa sama mereka dan mereka!" Zafira menunjuk ke arah pintu dimana Zafir masuk bersama Thifa.
"Maksud kamu? Uncle di suruh nyetir gitu?" Ucap Julian menatap tajam ke arah Zafira.
"Iya.. " Jawab Zafira sambil nyengir penuh permohonan.
__ADS_1
Julian tepuk jidat kedua kalinya.
"Ini aku yang dikerjain ato aku yang bodoh sih?" Gumam Julian dalam hati.
"Bener-bener deh Zafira dan Zafir ini keterlaluan. Ngeprank orang tua." Masih curhatan hati Julian.
"Aku absen yaa hari ini." Izin Zafran.
"Kenapa? Ngeronda lagi?" Goda Malik.
"Mau nyari princess aku di alam mimpi." Jawab Zafran dengan konyol.
"Ya udah sono nabung belek!" Ledek Malik.
Darren dan Wanda hanya ngakak mendengarnya.
"Lanjut gak neee?" Akhirnya Julian mengalah, rela menjadi sopir dadakan komplotan keponakan tersayangnya.
"Cuusss..." Sahut Zafira.
"Uncle.., jazakallah ya.." Ucap Zafira begitu mobil Julian meluncur menuju sebuah mall besar di Surabaya.
"Hmm..." Jawab Julian fokus mengemudi.
"Ntar Zafira kasih apapun yang Uncle mau deh.." Rayu Zafira, gadis itu seakan ketakutan melihat Julian tidak merespon kata-katanya.
Julian melirik Zafira sejenak tanpa diketahui gadis itu lalu kembali fokus.
Dalam hati ia tertawa melihat Zafira yang ketakutan padanya. Karena selama ini gadis itu tak kenal takut.
"Apapun yang uncle mau?"Jawab Julian dengan suara ketus.
Sengaja agar sandiwaranya tidak terbongkar. Ia berniat membalas Zafira yang sudah ngeprank dirinya kali ini.
"Iya .. apapun. Zafira janji." Ucap Zafira penuh harap.
"Okay, nanti uncle pikirkan!" Jawab Julian.
Zafira sedikit lega mendengarnya meski suara Julian terdengar masih berat.
"Uncle mau ikut kita ato mereka?" Zafira memberikan pilihan kepada Julian.
Dirinya dan Wanda berniat ke salon, sedangkan Zafir, Malik, Darren dan Thifa ke time zone.
"Yess... yuuk kita nyalon!" Tarik Zafira pada Wanda.
Sedangkan Zafir dan yang lain menuju time zone.
💗💗💗💗💗
"Fir.., masih ingat kan janji kamu tadi?" Julian mengingatkan Zafira tentang janjinya tadi.
Teman-teman Triple sudah pulang. Zafir sedang mengantar Thifa ke rumahnya. Sedangkan Julian dan Zafira kini sedang menuju kamar masing-masing.
"Zafira gak lupa kok." Jawab Zafira.
"Tunggu...!" cegah Julian sebelum Zafira masuk kamar.
"Besok ikut uncle..Temani uncle seharian." Bisik Julian begitu sudah di dekat Zafira.
"Tidak ada penolakan!" Sambungnya.
"Pukul tujuh tepat sudah siap."
Tanpa menunggu jawaban Zafira, Julian langung masuk kamarnya.
Zafira masih terbengong mendengar permintaan Julian. Permintaan yang lebih mirip sebuah perintah.
"Aahh..." Seru Zafira begitu menyadari permintaan Julian.
"Memang uncle mau kemana, besok?" Gumam Zafira sambil masuk kamar.
Semalaman Zafira tidak memejamkan mata dengan tenang. Pikirannya menerawang kepada permintaan Julian besok.
Permintaan yang ia sendiri tidak tahu apa itu.
💗💗💗💗💗💗💗💗
Sayup-sayup di kamar sebelah terdengar suara gaduh.
Zafira yang penasaran, keluar kamar mengamati sekeliling.
__ADS_1
Zafira menajamkan indra pendengarnya mencari sumber suara.
Kamar Zafran.
Begitu yang ia dengar.
Zafira membuka pintu kamar Zafran. Terlihat dua orang cowok terlibat percakapan dengan seseorang dari sebuah monitor berukuran 6,3 inchi.
Zafira segera bergabung.
"Zafiraa...!" Pekik kegirangan suara di monitor.
"Ummaaa... Renata..." Balas Zafira sambil melambai.
Seketika air matanya mengalir dari kedua pipinya. Ia begitu terharu menatap wajah kedua wanita tersebut.
"Ummaa.. Zafira kangen. Kapan Umma pulang?" Ucapnya.
"Sabar ya, sayang. Do'akan kerjaan Buya di sini cepat selesai jadi bisa segera pulang."
Zafira mengangguk sambil menghapus air yang terus mengalir di kedua sudut matanya.
"Renata...." Zafira menatap ke arah Renata.
Gadis bule terus tersenyum dan melambai.
"Zafira.. aku kangen.." Ucapnya.
"Sama... Fira juga kangen."
Kelima orang yang berada di beda negara dan beda benua itu saling melepas kerinduan.
Banyak cerita yang mengalir dari kelimanya.
Tawa dan sendau gurau mereka habiskan tanpa mengenal waktu.
"Umma... Rena...Zafira izin tidur dulu ya. Udah ngantuk. Besok kita video call lagi ya?" Pamit Zafira.
"Iyaa.."
Zafira segera merebahkan diri di kasur Zafran, tanpa mempedulikan teriakan tidak boleh saudaranya.
Dalam sekejap, gadis itu sudah terlelap. Terbang ke dunia mimpinya.
"Zafira sudah tidur?" Tanya Umma.
Zafran dan Zafir mengangguk.
"Kalian juga istirahatlah!" Perintah Aqeela.
"Umma mau nyiapin tidurnya si twins dulu!" Ucap Aqeela sambil bersay good bye kepada kedua anaknya.
Zafir dan Zafran melambai kepada Ummanya.
"Aku juga bobok dulu yaa.. Dada Rena.." Pamit Zafir.
Pemuda itu langsung ndelosor di sofa kamar Zafran.
Hampir saja ia kembali mencegah ulah saudaranya itu tapi Renata memintanya diam.
Zafran menurut lalu kembali berbincang dengan gadis bule itu. Entah sampai pukul berapa. Yang jelas begitu adzan subuh. Kedua mata Zafran seperti panda lagi.
💗💗💗💗💗💗
Man teman...
Terima kasih atas segalanya.
Like
komen
Vote
dan share ya...
Ada satu pesan dari admin GC, yang ingin gabung GC WA 👇
https://chat.whatsapp.com/CAE996Eu8Oq318wNxYEi5V
atau kirim chat ke GC author NT
__ADS_1
makasii yaa...