TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Perjalanan Zafir dan Fely


__ADS_3

"Sejak kapan ada Papi?" tanya Zafir begitu keduanya sudah jauh dari rumah Fely.


Sebab pemuda itu belum pernah mendengar Fely bercerita tentang Papi, ayah sambungnya.


"Dua tahun setelah Papa keluar dari rumah mama menikahi papi," ucap Fely.


"Aku takut sama Papi, Fir. Dia itu suka maksa-maksa aku pergi ke gereja waktu kecil. Padahal aku tidak ingin. Waktu itu aku cuma ingin Papa," curhat Fely sembari menatap jauh ke depan kedua jemarinya saling bertaut.


"Karena itu aku selalu bilang kalo aku cuma punya mama," lanjut Fely.


"Rumah tadi juga rumah papi. Bukan rumahku. Rumahku kecil di pelosok kota Surabaya," Fely menengadah seolah menahan butir-butir bening miliknya agar tidak semakin deras.


"Meski rumah papi segede itu, tapi Mama gak pernah kasih Fely uang lebih. Makanya Fely kerja diam-diam." Butiran bening sudah memenuhi kelopak matanya.


Gadis itu meraih tisu yang ada di dashboard mobil Zafir.


Pria muda berkemeja kotak-kotak merah itu merasakan aura Kesedihan Fely.


"Kita coba berjuang bersama, mencari keberadaan Papa kamu!" ucap Zafir dengan tulus.


"Fir, makasii yaaa..." ucap Fely sambil menarik tisu kembali di dasboard Zafir untuk menyeka air mata dan ingusnya.


"Semuanya buat kamu," goda Zafir.


"Mulai deeh...!" senyum Fely tak urung mengembang.


"Senyum aja udah cantik apalagi yang lainnya," gombal Zafir.


"Udah gak usah pake nangis, itu gas air matanya di simpan!" Zafir melirik sejenak ke arah Fely yang masih sibuk menyeka air matanya.


"Eh, beneran ya... diem-diem tukang gombal," geli Fely.


"Aku gak ngegombal loo... ini serius. Kamu cantik," puji Zafir.


"Udah deh, Fir. Aku gak akan kenyang makan gombalan kamu!" bantah Fely. Padahal jantungnya udah siap berlari marathon.


"Adek cantik laper yaa. Bilang dong! Aa' cariin tempat makan." Zafir mengurangi kecepatan mobilnya mencari lokasi makan yang enak dan nyaman.


"Tiap hari bareng kamu, bikin aku awet muda deh, kayaknya." seloroh Fely.


"Ih, mulai pinter ngegombal juga nih!" komen Zafir.


"Tapi ngegombalnya sama aku aja ya! Awas gak bole ama cowok lain!" ancam Zafir tapi bernada konyol.


"Eh tapi gak bole ngeghosting yaa!" Zafir masih menoleh kanan kiri.


"Wah, kalo ngeghostingin cowok secakep kamu mah sayang," balas Fely.


"Awawaw... hati abang dek. Kita ke resto cepat saji aja yaa... !" ajak Zafir dengan berat hati, pasalnya ia bukan pecinta fast food tapi ia belum menemukan lokasi yang pas.


"Terserah kamu!" jawab Fely.

__ADS_1


Zafir membelokkan setirnya ke area parkir resto cepat saji.


🌷🌷🌷


"Eh, aku punya permintaan nih! Dikabulin dong!" ucap Zafir setengah merayu Fely setelah duduk lengkap dengan pesanan mereka.


Begitulah enaknya makan di resto cepat saji, sangat cocok buat merea yang terburu-buru. Tidak perlu menunggu pesanan terlalu lama.


"Memang mau minta? Asal bukan duit aja. Aku gak ada duit." jawab Fely sebelum menyuapkan makanannya.


Zafir terkekeh geli mendengarnya.


"Panggilnya jangan Fir doang dong!" pinta Zafir.


"Lha... kamu mau dipanggil apaan?" Fely menatap Zafir bingung, gadis itu benar-benar belum ngeh dengan ucapan Zafir.


"Fel, liat sini!" Zafir mengatakan sedikit di dekat telinga Fely yang menyantap menu makanannnya penuh khidmat.


"Aku makan! Bilang aja telinga aku masih bekerja kok! Kamu mau aku panggil apaan?" Ucap Fely menghentikan kunyahannya.


"Panggil Aa' gitu atau Mas Zafir atau Abang..." Zafir menghentikan ucapannya melirik ke arah Fely kepo ama reaksi cewek yang ia lamar itu.


"Owh... cuma itu. Gampang. Mas Zafir beratnya berapa karat?" ledek Fely.


"Anjir..., elo gak niat banget sih!" auto si Zafir kesal tuh.


"Bentar-bentar. Tahan, Mas. Aku mau abadiin momen langkah muka lo yang kiyut itu. Ntar aku abadiin di tik tok. Aku caption si cool yg jago gombal gak berani di ghosting. Diiringi lagunya 5 romeo semenjak ada dirimu." kocak Fely.


Entahlah akhir-akhir ini Fely ingin sekali ngegombalin teman cowok terdekatnya itu.


🌷🌷🌷


Selesai makan, Zafir kembali melajukan kendaraannya membelah lautan lalu lintas Surabaya.


"Fir, mampir ke toko itu bentar yuuk!" ajak Fely menunjuk ke store yang menjual perlengkapan muslimah.


Tanpa banyak tanya, Zafir menuruti permintaan Fely.


"Assalamualaikum, ada yang bisa kami bantu?" sapa seorang pegawai begitu Zafir dan Fely masuk.


"Mau cari kerudung, sebelah mana ya Mbak?" tanya Fely yang hanya ditatap hangat oleh Zafir.


Pemuda itu tidak menyangka Fely bisa berubah secepat itu. Bahkan dirinya tidak pernah memintanya.


"Di ujung sebelah kanan ya Ukhty." Tunjuk pegawai tersebut ke sebuah tempat.


Fely dan Zafir menuju rak yang di maksud.


Tangan mungil Fely meraih sebuah kain berbentuk segi empat. Gadis itu melipatnya menjadi segitiga dan mulai mengenakan di atas kepalanya.


Dengan bantuan Zafir, Fely bercermin dengab kaca kecil seukuran wajahnya yang sengaja disediakan pihak toko untuk kepuasan pelanggannya saat mencoba salah satu barang yang mereka inginkan.

__ADS_1


"Cantik," tanpa sengaja tangan Zafir membantu Fely merapikan letak khimarnya.


Mendengar pujian Zafir Fely menunduk sejenak, sebelum kembali fokus bercermin.


"Jangan terlalu sering memujiku! Nanti kalo patah hati sakitnya kelewatan," bisik Fely.


"Apa kamu berani bikin aku patah hati?" tanya Zafir sembari membawakan beberapa kerudung yang sudah dipilih Fely.


"Bukan aku tapi Allah. Siapa yang berani menentang Dia?" lirih Fely.


Jantung Zafir terkesiap seketika. Pemuda itu kembali membenarkan ucapan Fely.


"Kenapa Fely jadi sering bikin aku melting ya akhir-akhir ini?" batin Zafir tanpa berani menatap Fely.


Gadis itu kini sedang memilih gamis yang tergantung rapi di gantungan baju.


Gamis-gamis itu terlihat begitu cantik dan menarik. Gadis itu meraih sebuh gamis berwarna merah fanta meletakkan di tubuhnya.


Namun begitu melihat bandrol harganya, gadis itu hanya bisa menelan ludah. Bagi Fely Nominal yang tergantung terlalu mahal dan iapun buru-buru mengembalikan ke tempatnya.


Zafir yang melihat gelagat Fely, memberi kode salah satu petugas untuk membantunya mengambil baju yang tadi di pilih Fely untuk dibawa ke kasir.


Setelah puas Zafir dan Fely ke kasir. Zafir dengan memaksa akhirnya membayar semua belanjaan Fely.


Fely yang awalnya hanya membeli 3 potong jilbab saat keluar store malah membawa 3 bag paper berisi gamis dan kerudung.


"Fir, jangan terlalu berlebihan. Aku masih belun menjadi tanggung jawabmu. Kita slowly aja. Aku juga masih ada gaji untuk membeli kebutuhanku." ujar Fely saat Zafir mengantarnya kembali ke kosan.


"Maaf Fel, aku tidak bermaksud apa-apa. Tapi aku sangat terharu dengan keinginanmu," balas Zafir masih fokus mengemudi.


"Tapi jangan marah ya... kalo besok aku belum memakainya!" jujur Fely dengan berbisik.


"Say yes. Aku juga gak maksa kamu untuk menjadi seperti Umma, Zafira atau Renata. Aku menyukai Fely yang sekarang," gombal Zafir.


"Udah ah, jangan bikin telingaku gatel. Karena aku yakin sebentar lagi akan ada ucapan. Aku suka kamu apa adanya Kok," elak Fely.


Zafir terkekeh mendengarnya.


"Cewek aneh. Gak pernah baper ato gimana sih dia!" batin Zafir.


"Maaf ya, Fir. Aku harus sering-sering jadi cewek sok tahu. Supaya hatiku bisa terkondisikan. Setiap di dekat kamu jantungku udah tidak terkontrol. Untung saja aku gak jantungan," bisik Fely dalam hati sembari menunduk.


🌷🌷🌷


Love you all...


Eh, telat lagi...


Apapun deeh love you forever


Like, komen dan vote yaa...

__ADS_1


__ADS_2