TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Om Edo


__ADS_3

Di dalam kamar, Aqeela masih menenangkan Julian.


"Kak, Om itu jahat. Dia yang bikin Mama dan Papa aku kecelakaan." Ucap Julian dengan gemetar.


"Kamu tahu sesuatu, Yan?" Tanya Aqeela masih dengan memeluk Julian, ditemani keempat anaknya yang menatap Umma dan Unclenya.


"Uncle Ian kenapa?" Tanya Zafira ikut memeluk Julian. Tapi karena tubuhnya yang masih kecil, ia hanya mampu menggapai separuh badan Julian.


"Kita dengarkan cerita Uncle Iyan dulu ya!" Pinta Aqeela. Yang diangguki Keempatnya.


"Waktu itu Mama dan Papa ribut, dan menyebut nama Om Edo." Julian mulai bercerita.


"Aku pernah diajak Papa menemuinya, sekali."


"Waktu itu Papa bilang ke Om Edo, kamu harus mengumpulkan buktinya."


" Di rumah mama terus mengatakan tidak dan bukan. Tapi aku gak tau ada apa?"


Julian masih menahan suaranya agak tidak emosi saat menceritakan semua yang ia ingat sebelum kecelakaan.


"Pas hari itu, di dalam mobil. Papa nyetir sambil menelpon Om Edo. Aku masih ingat Papa mengatakan kalo Om Edo harus segera mengumpulkan bukti. Papa akan membuktikan sesuatu ke Mama."


"Ternyata belum sampai ketemu Om Edo, kami kecelakaan. Dan Mama meninggal. Papa menyusul kemudian."


"Aku sedih, Kak. Aku sempet denger ada orang yang merusak rem mobil Papa. Tapi aku gak tau suara siapa."


"Sampai seseorang mengajakku pulang. Di rumahku sudah banyak orang yang tidak aku kenal."


"Katanya dia saudara Papa, tapi aku tidak mengenalnya. Setelah di rumah, aku di biarkan kelaparan dan tidak sekolah. Aku sakit. Karena mereka jengkel melihat aku sakit, akhirnya aku dibawa ke panti."


"Orang panti lebih baik daripada orang-orang di rumahku. Aku dibawa ke rumah sakit. Sampai taqdir mempertemukan kita."


Aqeela menghembuskan napas berat.


"Yan, bagaimana kalau kita dengarkan cerita Om Edo. Siapa tahu, Om Edo membawa cerita yang sebenarnya." Tawar Aqeela.


Julian menatap Kakaknya itu.


"Kakak tidak takut?" Suara Julian masih terdengar cemas.


"Untuk apa Kakak takut?" Aqeela masih mencoba menenangkan Julian.


"Ini rumah kita." Lanjut Aqeela.


Julian terdiam, tapi Aqeela yakin rasa cemas dan takutnya berangsur berkurang.


"Baiklah, tapi kakak temenin Iyan." Julian mengajukan syarat kepada Aqeela.


"Okay. Kalian di sini aja. Ndak usah ikut keluar." Kat Aqeela kepada keempat anaknya.


"Iya Umma." Jawab keempatnya kompak.


"Uncle, Be strong don't cry!" Zafira menyemangati Julian.


Julian mencoba menampakkan senyumnya dihadapan Zafira, membuat gadis itu meringis kegirangan.


💗💗💗💗💗


Sampai di ruang tamu, Julian sempat mendengar Edo menceritakan kronologi tragis Papa dan Mamanya.

__ADS_1


Julian menyimak sambil berdiri, tak ingin menyela konsentrasi Edo.


"Terus Pak Edo kemana saja? Tidak mendampingi Julian saat masa sulitnya?" Tanya Desta begitu Edo menyelesaikan ceritanya.


Edo menarik napas panjang sebelum mennawab pertanyaan Desta. Bahkan Dokter Dhika dan Dokter Siska masih menyimak dengan tegang.


"Om..." Panggil Julian.


Seketika semua mengalihkan pandangannya ke arah Julian.


"Sini Yan. Duduk di sebelah kakak." Pinta Desta.


Julianpun duduk diantara Desta dan Aqeela.


Edo menatap Julian dengan penuh penyesalan.


"Yan, maafin Om Edo." Ucap Edo.


Julian hanya tersenyum tipis menatap pria paruh baya itu.


"Waktu itu saya terlalu percaya dengan keluarga besar dari Pak Atmaja." Edo kembali mengungkap peristiwa dua belas tahun lalu itu.


"Saat saya sampai di rumah sakit, jenazah Bu Reina dan Pak Atmaja sudah dikebumikan. Bahkan berita itu sampai sangat terlambat kepada saya. Empat hari setelah kecelakaan baru saya terima kabar duka itu."


"Bahkan Yanuar, Om kamu mengatakan kalo kamu juga tidak selamat dalam insiden tersebut."


Julian melotot tak percaya dengan ucapan Edo.


"Ini foto makam kalian." Edo menyodorkan sebuah foto berjajar tiga nisan.


Masing-masing bertuliskan Atmaja Wirawan, Reina Florencia dan Julian Khalid Atmaja.


Dunia Julian runtuh seketika, dipeluknya Desta dengan kuat.


"Selama sebelas tahun ini, Om Edo mencari kebenaran tentang kalian." Edo kembali menuturkan kebenaran yang ingin ia ungkapkan bertahun-tahun ini. Namun sayang ia belum menemukan dimana keberadaan anak kliennya itu.


"Akhirnya terungkap nisan yang bertuliskan Julian itu palsu. Itu hanya rekayasa Yanuar." Edo menghela napas panjang.


"Kamu ingat ini siapa?" Edo menyodorkan dua lembar foto kepada Julian yang masih syok mendapati kenyataan dirinya yang dikatakan sudah tiada oleh Yanuar, adik kandung papanya.


Julian menerima foto dari tangan Edo. Kembali Julian dibuat terbelalak dengan hebat.


Satu foto tercetak jelas Papanya tengah dipeluk seorang wanita. Bahkan ia mengenali wanita itu adalah Tante Viona. Adik dari Tante Leana istri Om Yanuar.


Satu foto lainnya, terpampang mamanya seakan berpelukan dengan seorang lelaki. Lamat-lamat ia teringat lelaki ini adalah Om Fery suami Tante Viona.


Keduanya sempat tinggal di rumahnya setelah ia dijemput dari rumah sakit. Tapi setelah itu ia tak tahu bagaimana nasib Om dan Tantenya itu. Karena dirinya dibuang ke panti asuhan.


"Karena foto inilah, kedua orang tuamu bertengkar." Sambung Edo.


Kali ini Julian benar-benar geram.


"Yan, maafkan Om Edo. Baru bisa menemukanmu sekarang. Om nyesel tidak bisa menemuimu lebih awal." Edo kembali tampak menyesal.


"Disaat yang sama kantor Om seakan sengaja disibukkan oleh banyak klien yang tidak jelas. Dan itu berlangsung selama empat hari. Dan Om saat itu percaya dengan pengakuan Yanuar." Kata Edo.


"Tapi enam tahun yang lalu, Om melihatmu tak sengaja disebuah channel youtube. Saat itulah Om yakin itu kamu. Dan Om kembali melakukan penyelidikan dibalik kematian Keluarga Atmaja."


"Channel itu yang membawa Om Edo menemui Dokter Siska. Dan mereka yang mengajak Om ke rumah ini."

__ADS_1


Julian, Desta dan Aqeela saling pandang gak jelas. Bahkan kedua Dokter dihadapannya semakin tertarik dengan kisah yang disampaikan Edo.


"Kok bisa Om?" Kepo Julian sambil mengingat di channel mana dirinya muncul. Tapi ia belum bisa mengingatnya.


"Bentuk mata dan bibir kamu. Mirip punya Bu Reina. Sedangkan bentuk rambut dan badan kamu mengingatkanku pada Pak Atmaja." Jelas Edo.


"Perhatikan foto Mama dan Papa kamu baik-baik."


Auto Desta dan Aqeela kembali meneliti foto yang dipegang Julian.


"Wah, bener Beb. Iyan mirip sama Mamanya. Terus rambutnya kok bisa sama ya kayak Pak Atmaja?" Komen Desta.


"Terus maksud Om ke sini untuk apa?" Tanya Julian to the point tanpa basa basi.


"Menyerahkan kembali harta kedua orang tuamu." Edo menyerahkan sebuah map kepada Julian.


Julian menerima dan membuka map tersebut. Matanya melotot mendapati tulisan di map tersebut.


"Om, ini apa?" Julian menjadi bergidik melihat isi map tersebut.


Desta yang berada di sebelah Julian meminta map tersebut dan membacanya.


"Ini perusahaan, almarhum Pak Atmaja yang masih Pak Edo kelola?" Desta mencoba memperjelas temuannya.


"Sebetulnya perusahaan itu baru saya kelola empat tahun ini. Sebelum-sebelumnya uang keluarga kamu di pakai foya-foya Yanuar dan keluarganya." Edo kembali menjelaskan.


"Karena saya sudah menemukan pemilik sebenarnya, maka saya kembalikan asetnya." Kata Edo.


"Terus Om Yanuar kemana sekarang?" Tanya Julian penasaran dengan nasib adik papanya itu.


"Saya jebloskan mereka ke penjara." Kata Edo.


"Kak.., bagaimana ini?" Julian menatap kedua kakak angkatnya bergantian.


"Itu hak kamu... Dan itu masa depan kamu." Jawab Desta dengan bijak. Walaupun sebetulnya ia juga tak kalah kagetnya dengan Julian.


"Tapi, aku inginnya jadi adiknya Kakak..." Suara serak Julian membuat Aqeela kembali membawa adik angkatnya itu ke pelukannya.


"Kakak juga... Kakak juga inginnya Iyan jadi adik kakak."


Edo yang meyaksikan tangisan Julian menjadi semakin tak tega.


Desta segera mengajak Edo keluar sebentar.


"Mas Edo, saya dan istri saya akan mencoba memberikan jalan keluar yang terbaik. Jika Mas Edo percaya dengan kami."


"Mas, saya yang harusnya terima kasih sudah menjaga Julian dengan baik." Balas Edo.


"Saya percayakan Julian ke Mas Desta dan keluarga."


💗💗💗💗


Masa lalu Julian terungkap perlahan.


Apa Uncle Iyan akan merubah dunianya?


next ya...


Dukung author terus ya....

__ADS_1


Dengan cara kasih vote.. like dan komen


tingkyu ya..


__ADS_2