
Aqeela dan Desta sedang di ruang tamu berhadapan dengan Dinda dan Vian.
"Kenapa nee kalian berdua?" Tanya Aqeela menatap kedua orang di hadapannya dengan perasaan tak menentu.
Pasalnya kemarin dia terpaksa membiarkan Dinda sendirian di cafe Vian. Sedangkan dirinya yang dalam posisi kesakitan harus menjemput ketiga kembarnya di rumah Hanin.
Vian dan Dinda saling bertatapan seakan telepati ada dalam tatapan mereka.
"Hadeeh pake bahasa tubuh pula." Celoteh Desta gak sabar.
Semenit masih hening. Baik Vian maupun Dinda belum ada yang berbicara.
"Kalian mau bicara atau kita tinggal masuk ke kamar. Aku ada urusan bikin anak sama Aqeela."
"Anjrit loo..." Umpat Vian spontan.
"Kurangin omongan kotor kamu, broo.." Protes Desta.
"Haa haa ha.. Makanya kalo ngomong yang bener. Kita masih dibawah delapan belas tahun. Udah diiming-iming urusan bikin anak." Oceh Vian.
"Lapan belas tahun dari Ethopia. Rudal udah karatan aja bilang belum lapan belas tahun." Maki Desta.
"Bisa diem gak?" Ancam Vian.
" Makanya cepetan kalo mau ngomong." Oceh Aqeela membela Desta.
"Hadeh... Laki bini sama aja. Kejam. Tidak berperasaan." Umpat Vian.
"Aku tinggal bikin anake nee..." Ancam Desta lagi.
"Iya.. iyaa... Sabar napa. Hmm.. gini.. Aku sama Dinda memutuskan, dua minggu lagi menikah." Kata Vian sedikit kaku.
"Beneran Diin.." Teriak Aqeela kegirangan.
Dinda hanya mengangguk pelan.
"Akad nikah dimana?"
"Di Solo."
"Berarrti kita dapat penerbangan gratis ke Solo neee..." Goda Desta.
"Beres... " Kata Vian.
"Tapi ingat yaa.. keluarga aku paling banyak lo yaa..." Todong Desta.
"Kalian mah sengaja morotin aku." Ledek Vian.
"Haa haa haa..." Tawa Desta menggema, sedikit mencairkan suasana hati Dinda dan Vian yang terlihat kaku.
"Kak, sebaiknya aku berangkat duluan deh ke Solo. Kak Vian dan yang menyusul. Aku dan keluargaku akan bantu-bantu di rumah Dinda." Ucap Aqeela kemudian.
Desta menatap Aqeela.
"Bener begitu, Beb." Desta meyakinkan.
"Iya, lagian Mama Dinda juga baik sama aku. Kita nginepnya di hotel saja, Bae. Kalo di rumah Dinda mah ngeganggu pengantin baru namanya." Jelas Aqeela.
"Demi Nyonya Desta yang cantik dan solihah ini, Tuan Desta siap sedia. Okaylah, Beb.." Goda Desta.
"Gimana Kak?" Tanya Aqeela.
"Serah kalian dah. Akomodasi tanggung sendiri yaa.." Jawab Desta.
"Ogaah ntar aku klaim ke kasir cafe." Goda Aqeela.
"Anjriiit..."
"Wah ide bagus tuuh Beb... Ntar pulang dari Solo. Semua tanda pembayaran langsung bawa ke kasir V&D aja..." Desta sengaja menjabani ide gile Aqeela untuk menggoda Vian
"Aku tulisin di depan meja kasir tidak menerima klaim." Vian mulai terpancing.
"Yeee gak jadi dapet penerbangan gratis deeh.." Ucap Desta sambil pura-pura lesu.
"Gak pa_pa Bae gak dapat penerbangan gratis. Kita dapat free nonton live malam pertama mereka." Ledek Aqeela.
"Kalian berdua beneran yaa... Belum pernah ditimpuk gak pake tangan yaa.." Oceh Vian
"Belum tuuh... " Balas Aqeela sambil melompat mendekat ke Dinda yang sedari tadi menunduk karena bully-an sahabatnya itu.
( Dinda kan polosnya kelewatan jadi saat ini dia pasti malu pake banget. )
"Selamat ya Diin.. Semoga lancar sampai hari H nanti. Banyakin sholat, do'a dan dzikir." Kata Aqeela.
Dinda hanya mengangguk pelan.
"Broo, jaga Dinda yaa.. " Desta mengikuti adegan Aqeela.
Aqeela memeluk Dinda begitupun Desta memeluk Vian.
"Luka kamu gimana, Qee?" Tanya Vian.
Setelah acara pelukan selesai.
"Aku udah gak pa_pa kok Kak."
"Bekas jahitan gimana?"
"Tadi udah diperiksa Buya juga gak pa_pa."
"Lain kali kalo ada apa-apa kabari kita."
"Kak, pliss deeh. Mereka tidak sebahaya Wisnu. Intinya tadi mereka iseng. Tapi kebablasen. Mereka kira aku perempuan biasa. Nyatanya mereka salah. Ya sudah deeh terjadilah pergulatan tadi siang."
"Tetep aja kita panik. Untung masih kita bertiga yang tahu. Coba kalau Wawan dan Ronald dengar ancur mereka." Omel Vian.
"Udah ah, Kak. Bisa jadi mereka udah kapok." Kata Aqeel.
Vian masih geleng-geleng kepala mendengarkan pitutur Aqeela.
Sedangkan Desta hanya diam cekikikan mendengar debatan Aqeela dan Vian.
💗💗💗💗
Di lokasi lain...
"Pap, tau gak ternyata calon besan kita ternyata jagoan." Celoteh Hanin ke Carlos.
"Iyakah?" Carlos menatap wajah istrinya tak percaya.
"Tadi itukan si kembar tiga di titipin Mama karena Aqeela mau bayar uang semester gitu. Eh, datang-datang mukanya udah lebam-lebam gitu."
"Pas suaminya datang. Mas Destanya bilang kalo habis melawan tiga cowok gitu."
"Really Honey?"
"Yes Papi... Mereka konyol banget tau gak Pi. Apalagi Mas Desta bawa asistennya. Mama sampai ngakak mendengarnya."
__ADS_1
"Ha haa ha...Padahal mereka berdua kalo sama Papi jarang bercanda."
"Mama jadi dapat hiburan gratis tadi."
"Kalo ini gimana, Mam?" Carlos menciumi tubuh Hanin dengan buas.
"Kalo ini maah, bikin Mama melayang..." Jawab Hanin dengan napas memburu tak tertahan.
Lanjutin sendiri yaa adegannya
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
💗💗💗💗💗
📱📲
Grup Emak Rempong
~Yuna~
Maak...
~Oca~ Hanin ~
Apa?
~Yuna~
Besok ngafe yuuk...
~Hanin~
Hayuuk
~Aqeela~
Sabtu pagi aja..
Kita kumpul di cafe V&D ya
Jam 10
~Oca~
Undangan nee kayaknya
~Yuna~
Ada yang ul-tah yaa
~Aqeela~
Ngeresmiin Zafran sama Renata
~Hanin~
San, kok di omongin siih
Ntar gak jadi surprise kan.
~Oca~
Gak usah sok deeh, Nin..
~Yuna~
Lebay..
~Aqeela~
~Hanin~
Serah akulah..
Besanku juga gak protes
~Oca~
Qee... Zafran tuuh ngeliat Renata darimana siih?
Kok nempel aja gitu
~Hanin~
Hooii... Anak aku cantik gaeesss..
Dia unik looo...
Emak Bapaknya high quality
Zafran gak salah pilih daah
~Yuna~
Wooii... anak aku juga bibitnya super quality neee
~Aqeela~
😘😘😘
~Oca~
Nin, besan kamu sampai pusing liat kamu tuuh..
~Hanin~
Besan aku malah lebih pusing liat kalian berdua kalee...
Kerjaannha baper melulu
~Aqeela~
Aku lagi mikir, abis ini mau bikin anak kayak apa lagi yaa?
Biar lebih heboh dari si triple
~Yuna~
Sinting
~Oca~
Hadeeh
~Hanin~
Gak capek tuh San, mikir bikin anak melulu
__ADS_1
~Oca~
Besan kamu mah best quality produsen.
~Aqeela~
Tapi sayangnya gak pernah jadi 😀😀😀
~Yuna~
Serius tuuh mau bikin adik lagi?
~Aqeela~
Iya..
~Hanin~
🤔 Wah, anak aku gak bakal jadi mantu kesayangan deeh...
~Yuna~
Lebay..
~Oca~
Baper
~Aqeela~
Jangan lupa Sabtu jam 10
Cafe V&D
Alamat menyusul
~Yuna~
Undangan peresmian calon besan menjadi besan
~Oca~
Gratisaaan
~Aqeela~
On time yaa..
Aku bikin anak dulu yaa..
Byee..
~Hanin~
Ya elah Besan hot
Grup hening..
💗💗💗💗
"Kok senyum-senyum Beb?" Tanya Desta melihat Aqeela senyum-senyum sambil menatap ponselnya.
"Ini loo Bae, mama-mamanya teman-teman Triple pada ngajak ngafe, jadi sekalian aja aku ajak Sabtu ke tempatnya Vian." Kata Aqeela.
" Gak hebooh tuh ntar emak-emak itu. Kamu sama Mbak Hanin aja udah bikin aku pusing. Apalagi ntar berempat. Aku gak bayangin deeh."
"Haa ha .. enggaklah Bae. Gak bikin pusing. Paling-paling cafe Vian jadi drama korea tanpa judul dan skenario."
"Masya Allah..busyet daah ntar... "
"Gak usah bayangin dululaah. Bayangin ini aja..."
Cup..
Satu kecupan kening dari Aqeela sukses bikin Desta menambahkan kecupan lain di bibir Aqeela.
"Mau dijadiin hari ini?" Tanya Desta
"No.. jangan Bae.."
"Terus kapan?"
"Tahun depan."
"Lama banget... benihnya masih okay gak yaa ntar?"
"Masihlah.."
"Haa ha haa..."
"Beb..."
"Apa?"
Desta tanpa mengucapkan kata-kata hanya memonyongkan bibirnya dari jauh.
Bleepp..
Aqeela yang paham isyarat suaminya itu lansung membekap bibir Desta dengan bibirnya.
Entah sudah berapa menit keduanya tak saling melepas bibirnya..
Beberapa jam kemudian keduanya sudah saling melepas pelukan dengan napas saling tersenggal-senggal.
Peluh membasahi keduanya.
Ada senyum kepuasan dari keduanya.
"Beb.. Jangan lama-lama bikin adiknya si triple. Mereka udah gede-gede nee..."
"Sabarlah Bae... jangan terburu-buru."
Desta hanya membalikkan tubuhnya menghadap Aqeela dan memeluknya dengan lembut.
"Ayoo istirahat... nanti lagi ya.."
"Baee.. capek.." Bisik Aqeela sambil memejamkan matanya.
💗💗💗💗💗💗💗
Makasii yaa gengs...
udah kasi like , komen, vote dan rate..
terus dukung yaa..
😘😘😘
__ADS_1