TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Tunggal


__ADS_3

Desta dan Aqeela sedang berada di ruang Dokter Susan.


"Bagaimana, dok?" Tanya Desta cemas.


Aqeela masih dibantu suster merapikan pakaiannya di dalam ruang periksa.


Dokter Susan hanya tersenyum mendengar suara Desta yang cemas.


"Kamu bener-bener pengen punya anak lagi ya?" Dokter Susan bukannya menjawab pertanyan Desta tapi malah bertanya balik.


"Iyaa.. banget, Dok." Jawab Desta.


Dokter Susan terlihat bimbang untuk mengatakannya.


"Dok, gak usah bikin aku cemas gitu deh." Kata Desta dengan bingungnya.


"Kalo begitu selamat ya.. Aqeela memang hamil. Tapi bayinya kali ini tunggal." Jawab Dokter Susan.


"Alhamdulillah." Desta tampak begitu bersyukur.


"Saya akan tulis resep vitamin buat Aqeela dan buat kamu biar gak mual-mual terus." Kata dokter Susan yang memang tahu Desta kena sindrom cauvade.


Tadi mereka sempat berbincang tentang gejala yang dialami Desta.


Desta hanya tersenyum kecil melihat dokter Susan mulai menulis resep.


Aqeela keluar dari ruang periksa dan duduk di samping Desta.


"Terima kasih ya, Beb." Kata Desta.


"Iya, untung do'a kamu tidak dikabulkan Allah."


"Do'a yang mana?" Desta mengerutkan dahinya.


"Kembar lima." Jawab Aqeela.


Desta tertawa lebarnya mendengar penuturan Aqeela. Dokter Susan yang mendengar ikut tertawa kecil.


"Wah, kalo Aqeela hamil kembar lima bisa-bisa rumah sakit saya akan di datangi banyak wartawan. Bisa saya jadikan bahan promo nanti." Kata Dokter Susan.


"Wah, Dokter berani bayar saya berapa untuk itu?" Goda Desta.


"Matre!" Balas Dokter Susan


"Haa haa haa... Dokter sih, komersilkan anak-anak aku. Ya aku juga gitu dong." Ledek Desta.


"Susah ngomong sama pebisnis kayak gini. Diotaknya duit melulu. Untung saja istrinya Ustadzah coba kalo artis abis tuh duit kamu buat modalin istri cantik." Omel Dokter Susan.


"Wkwkkkk....Allah itu Maha adil kan, Dok." Sahut Desta.


"Hadeeh.. kalo begini alimnya muncul. Gak ngerti deh ada apanya di otak kamu." Dokter Susan terus saja mencerca Desta.


Seseorang membuka pintu ruangan Dokter Susan.


"Dokter Dikaa!" Panggil Aqeela dan Desta bersamaan.


"Mas..." Sapa Dokter Susan.


"Hai, sayang.." Dokter Dika mencium kening istrinya.


"Kalian ada urusan apa kemari?" Dokter Dika menatap pasangan gokil di hadapan istrinya.


"Nanyain harga bawang merah, bawang putih dan cabe." Jawab Desta.


Dokter Dika hanya memonyongkan bibirnya.


"Yang namanya ke dokter kandungan itu ya periksa kandungan. Masa periksa jantung. Doktet lebih kreatif diktlah kalo nanya." Balas Desta.


"Kamu hamil, Des?"Goda Dokter Dika.


"Iya, Dok. Dia hamil 3 bulan 2 minggu 5 hari 3 jam 49 menit." Jawab Aqeela.


"Wah keren tuh hamilnya." Balas Dokter Dika.


"Wkwkwkkkk... aku ngebayangin Desta hamil. Gimana ya?" Dokter Susan memegang kepalanya seolah membayangkan apa yang diucapkannya.


"Hadeeh.. stop deh kalian. Aku udah mual pengen muntah." Gerakan Mulut Desta udah kayak orang muntah.

__ADS_1


"Ke toilet, Bang kalo mau muntah. Bukan di sini." Oceh Dokter Susan.


Desta langsung ke toilet yang ada di ruangan Dokter Susan. Membuat beberapa suster di sana keheranan. Karena baru kali ini Dokter Susan mengizinkan pasien menggunakan toiletnya.


"Qee, udah hamil lagi aja?" Oceh Dokter Dika saat Desta sudah di kamar mandi.


"Hamil ada bapaknya aja kok bingung sih, Dok." Ledek Aqeela.


Dokter Dika dan Dokter Susan auto ngakak.


"Gak takut di bedah lagi?" Tanya Dokter Dika lagi setelah reda tawanya.


"Wallahu a'lam, Dok. Saya mah pasrah saja sama Dokter Susan." Jawab Aqeela diiringi tawa Dokter Susan.


"Kalian kapan punya bebinya?" Tanya Aqeela.


"Wallohu a'lam. Kita mah pasrah aja. Yang penting ikhtiar jalan terus." Jawab Dokter Dika.


"Wah, dokter Dika copas kalimat saya tuh." Aqeela tidak terima Dokter Dika menjiplak kata-katanya.


"Suka-suka aku dong. Gak ada cap hak milik kan?" Canda Dokter Dika.


"Serah Dokter daah. Daripada ntar ngambek susah juga Istrinya." Balas Aqeela.


Dokter Dika dan Dokter Susan auto terpingkal-pingkal kembali mendengarnya.


"Bisa pasrah juga, nee bocah." Ledek Dokter Dika.


"Untung aku lagi hamil, coba kalo gak inget ada orok di perutku udah habis kalian berdua ya..." Oceh Aqeela.


"Byuuh.. bawa nama-nama orok segala." Gerutu Dokter Dika.


"Ya Alloh, mudah-mudahan Dokter Dika segera dapat momongan dan merasakan susahnya kena sindrom cauvade." Do'a Aqeela.


"Amiiin... Ya Alloh. Tapi yang sindrom cauvade jangan.." Jawab Dokter Dika.


"Haa haa ha.. Dok, suaminya kesambet dimana sih?" Ledek Aqeela.


"Kok pada ketawa, emang ada apaan sih?" Tanya Desta begitu balik dari kamar mandi.


"Aqeela do'a in aku kena sindrom cauvade." Balas Dokter Dika.


Sedangkan Dokter Susan hanya tersenyum lebar mendengar perdebatan keduanya.


"Ah, serah kalian deh. Ayoo pulang aku sudah tidak betah dengan bau obat di sini." Ucap Desta sambil menutup hidungnya.


"Ya sudah. Ini resep untuk kalian." Dokter Susan menyerahkan dua lembar resep untuk Aqeela dan Desta.


"Pulang gih, jangan lupa bulan delan balik." Kata Dokter Dika mewakili istrinya.


"Masih ge-je aja mereka."


"Huu uum..."


"Semoga virus ge-je mereka ndak nular ke kita."


Dokter Susan hanya geleng-geleng kepala mendengar gerutuan suaminya jika menyangkut Aqeela dan Desta.


💗💗💗💗💗💗


"Jadi beneran kamu hamil, San?" Tanya Hanin di panggilan ponselnya.


"Alhamdulillah iya."


"Selamat ya.."


"Terima kasih, Mbak."


Aqela menutup panggilan suara Hanin.


Bersamaan dengan Mommy dan Daddy datang.


"Aqeela... Selamat ya sayang." Mommy datang-datang langsung mencium pipi kanan dan kiri Aqeela sambil mengucapkan selamat.


Mommy dan Daddy tampak bahagia mendengar kabar kehamilan menantunya itu.


Padahal posisi mereka berdua kemarin ada di Perancis. Dibela-belain langsung pulang demi Aqeela.

__ADS_1


Begitu melihat Desta yang teler karena sindrom cauvadenya. Mommy dan Daddy hanya terkekeh.


"Itu tandanya kamu harus lebih sayang sama istri. Jangan nyakitin hatinya " Omel Mommy melihat Desta bolak balik ke wastafel.


"Mommy sebaiknya pulang saja deh. Datang-datang bukannya belain anaknya malah nyeramahin." Desta yang sedikit sensi agak emosi mendengar teguran Mommynya.


"Nee anak, di kasi tau malah ngelunjak."


"Bae.. Mommy kan benar sayang. Mom, maafin Kak Desta ya.. dia lagi sensi." Kata Aqeela menenangkan ibu dan anak itu.


"Ya udahlah gak pa_pa lagian anak itu selalu begitu kalo sama mommy."


"Kak Desta juga pengen dong Mom, di sayang-sayang kayak Mommy ke Aqeela." Bela Aqeela ke Mommy.


"Dia kan cowok, sayang."


"Mau cewek mau cowok sama saja, Mom. Dia tetap anak Mommy."


"Aish.. kamu tuh menantu ato malaikatnya Desta sih."


"Hmm dua-duanya aja deh Mom." Rajuk Aqeela.


"Zafir.. Zafran.. Zafira.. Julian.." Teriak Mommy memanggil anak kecil di rumah Aqeela.


"Omaa..."


"Mommy.."


"Opa..."


Seru keempatnya kompak. Keluar dari kamar masing-masing.


Anak-anak itu langsung memeluk Neneknya dengan riang.


"Bagaimana rapot kalian?" Tanya Mommy yang tahu bahwa hari ini mereka menerima hasil belajar selama satu semester.


"Bagus kok Mom." Jawab Julian.


"Julian memang the best. Kalo Zafir, Zafran sama Zafira the best kayak Uncle Iyan, enggak?"


"Enggak."Sahut Zafira


"Kok enggak." Mommy keheranan.


"Rapotnya kan Beda Oma." Sambung Zafran.


"Rapot kita tidak ada angkanya. Cuma tulisan saja. Sama centang-centang. Berarti kan enggak sama." Zafir menambahi.


Mommy dan Julian langsung terpingkal-pingkal.


"Ini yang salah Mommy atau mereka sih Qee?"


"Ya Mommylah. Udah jelas-jelas mereka ndak mau di samakan masih saja disama-samain." Ucap Aqeela menahan tawa.


"Yaa ya ya..."


Sementara Daddy dan Desta.


"Hei, anak Daddy... kena sindrom cauvade ya?" Ledek Daddy.


"Hmm.. Daddy mau ngeledek juga."


"Enggak.. Daddy hanya salut saja sama anak Daddy. Bisa kena sindrom hamil simoatik. Itu artinya kamu terlalu sayang sama Aqeela." Kata Daddy.


"Ah, Daddy selalu the best buat. Paling tahu soal aku."


"Kita kan cowok. Paling tidakkan yang kita rasakan sama."


"Memang Daddy pernah kena sindrom kayak gini?"


"Enggak."


Tepuk jidat.


💗💗💗💗💗


Like, komen dan vote yaa teman-teman..

__ADS_1


__ADS_2