TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Obat Nyamuk dan Kejutan


__ADS_3

"Darimana aja kamu, Don?" Tanya Desta begitu Doni nongol di ruangannya.


Doni terdiam, tak ada niatan untuk mengatakan kemana ia pergi. Bisa-bisa bos itu tambah uring-uringan.


"Jangan bilang kamu habis ngobrol sama Dea." Tebak Desta.


"Byuuh tuhkan nee anak memang paling tidak bisa ia bohongi." Batin Doni.


"Don, kalo gak kamu jawab aku anggap tebakanku tadi benar." Kata Desta.


Doni menghembuskan napas panjang. Seakan melepas seluruh bebannya.


"Yes, you are right. Aku ngajak Dea ke kantin. Aku cuma mau memastikan dia sudah benar-benar tidak berambisi dengan kamu." Urai Doni.


Kalimat Doni benar-benar membuat Desta terharu.


"Terus jawaban dia apaan?" Desta penasaran juga.


"Dia sih jawabnya udah melupakan semua. Semoga itu benar." Jawab Doni.


"Don, you are always be my best friend." Puji Desta.


"Gubrak, tadi aja uring-uringan gak jelas. Sekarang muji-muji.Sebetulnya, apa sih mau kamu Ta?" Omel Doni layaknya kekasih yang membantah keposesifan pasangannya.


"Selesaikan masalah kalian. Aku akan keluar. Di sini gerah. Serasa aku jadi obat nyamuk. Pasangan yang lagi posesif. Da.. " Aqeela meninggalkan mereka berdua.


"Istri kamu kenapa, Ta?" Tanya Doni heran.


"Jeles."


"Jeles sama siapa?"


"Sama kamulah.. emangnya di sini ada siapa lagi? Cuma kita berdua kan?"


"Gak jelas. Atas dasar apa dia jeles ama aku?"


"Atas dasar kamu yang ngintilin aku kemana-mana?"


"Lha sapa suruh jadi asisten?"


"Udaah diem, Don. Ini ada kerjaan buat kamu. Revisi laporan bulan lalu. Ada kesalahan di situ." Desta mengalihkan obrolannya.


"Punya divisi mana?"


"Terima dulu."


Doni akhirnya menerima berkas dari Desta. Dan membawanya keluar kembali ke ruangannya.


Saat menutup pintu ruangan the big bos, Doni melihat Aqeela sedang berbicara kepada Izza dengan tenangnya.


"Udah, Don?" Tanya Aqeela.


"Sudah... Besok lagi kalo mau jadi obat nyamuk aku siapin baygon." Sindir Doni.


Aqeela hanya ngakak mendengar sindiran Doni.


"Makanya jangan ninggalin si Boss tanpa kasih tau." Omel Aqeela.


"Aku ke ruanganku dulu kerjaanku tambah banyak aja." Doni berlalu dari hadapan keduanya.


"Bu, Bapak sama Mas Doni itu ada hubungan apa ya? Kok mereka akrab sekali."


"Hubungan kerjalah, Za." Jawab Aqeela sambil melihat ke pintu.


Di sana suaminya sudah bersiap lagi entah kemana.

__ADS_1


"Beb, kita pulang." Ajak Desta.


"Gak pa_pa udah gak ada tamu dan laporan lavi kan Za?" Desta menanyakan kerjaannya ke Izza.


"Sudah tidak ada lagi, kok Pak." Jawab Izza.


"Ya udah yuuk, kasiyan Ibu juga. Pulang dulu ya, Za." Pamit Aqeela.


Desta menggandeng Aqeela menuju lift.


"Pak Desta, sayang banget ya sama istrinya. Padahal kan mereka masih muda. Kenapa sih kok harus menikah?" Gumam Izza dalam hati.


"Pak Doni juga. Dia juga menikah muda. Kenapa ya lelaki di sini sepertinya suka sekali menikah muda?"


( Wah, kepo tuh Izza )


Sekretaris yang baru direkrut Desta dan Doni enam bulan lalu, karena kesibukan mereka yang terus bertambah.


Selain cerdas, penampilan Izza yang berjilbab diharapkan bisa memperkecil interaksi yang kurang baik antara mereka.


Karena wanita berjilbab lebih bisa menjalankan etika agama dengan baik.


Dan Izza memang sesuai harapan mereka, Izza hanya sebatas sekretaris dan tidak langsung menghadap ke Desta.


Karena semua yang akan masuk ke redaksi Desta atas persetujuan Doni terlebih dahulu.


Sehingga hampir tidak ada interaksi antara Desta dan Izza.


💗💗💗💗💗💗


"Bae, kita mau kemana? katanya mau pulang?" Tanya Aqeeka melihat arah mobil Desta tidak sesuai jalur pulang.


"Belanja. Sudah lama kita tidak belanja berdua." Jawab Desta sambil menggenggam satu tangan Aqeela sedangkan tangan satunya fokus di kemudi.


Setelah parkir di basement mall. Mereka keluar bersamaan.


"Beb, ambillah semua yang kamu inginkan." Pinta Desta.


"Tapi, Bae.."


"Turuti semua kemauanku."


Mereka masuk ke salah satu butik di mall tersebut. Aqeela melihat ada beberap model gamis terbaru dari butik tersebut.


Aqeela mencobanya.


"Cantik, Beb. Mbak bungkus ini ya. Sekalian kerudungnya." Pinta Desta karena ia tahu keduanya dijual terpisah.


"Beb, warna ini cantik loo..." Desta menunjukkan sebuah gamis tapi lebih mirip dress panjang berwarna peach.


Aqeela mengambil gamis tersebut menempelkan ke tubuhnya.


"Cantik, ambil ini sekalian Mbak." Ucap Desta.


"Bae, apa bole aku beli buat ibu?" Tanya Aqeela.


"Bolee.. "


"Aku pilih satu ya, buat ibu."


Desta mengangguk.


Pilihan Aqeela jatuh pada sebuah gamis warna hijau muda, sangat cantik. Iapun menyerahkan kepada pegawai butik tersebut.


"Kita beli sepatu dan tas sekarang." Ajak Desta.

__ADS_1


Aqreela hanya menurut saja.


Desta memilihkan beberapa model sepatu untuk Aqeela.


Wanita itu mencoba sesuai ukuran kakinya. Tanpa melihat harga, segera ia beli semua sepatu itu.


Aqeela sampai geleng-geleng kepala.


"Buya kesambet jin baik, kali ya? Kok tumben-tumbenan belanja segini banyaknya." Aqeela hanya keheranan saja.


Aqeela memang tidak pernah meminta untuk dibelikan sepatu, tas atau baju. Hanya pada saat moment-moment tertentu saja mereka belanja.


Bukan tidak bisa, keduanya mencoba beristiqomah untuk tidak menghamburkan uang.


Tapi entahlah ada apa dengan hari ini?


Setelah pakaian, sepatu kini Desta membawa Aqeela ke sebuah store yang menyediakan tas.


Aqeela memilih sebuah tas warna peach dan putih. Terlihat elegan dan mewah.


Setelah semua barang di dapat mereka masuk ke sebuah toko yang menyediakan pakaian anak-anak.


"Kita bawakan mereka masing-masing satu stel pakaian. Biar mereka senang." Titah Desta.


"Okaylah..."


Aqeela memilih pakaian casual untuk masing-masing anaknya plus satu jilbab untuk Zafira.


"Udah, Beb kita pulang. Udah sore juga kasiyan anak-anak." Ajak Aqeela.


"Kita makan dulu." Ajak Desta.


Aqeela kembali mengalah. ia membiarkan Desta membawanya masuk me sebuah restoran di dalam mall tersebut.


Seorang waitress menghampiri keduanya. Sambil membawa buku menu.


Aqeela hanya memesan seporsi chicken steak dan jus mangga. sedangkan Desta memesan tenderloid steak dan es jeruk.


Sambil menunggu pesanan mereka, keduanya berbincang ringan tentang apa saja.


"Beb, hapi besde ya..." Tiba-tiba Desta memeluk istrinya dengan lembut.


"Maafin aku ya, kalo selama menjadi imam kalian belum bisa sempurna." Sambung Desta.


"Beneran, nee hari ini aku ulang tahun." Aqeela masih tidak percaya dengan hari jadinya sendiri.


Ia membuka ponsel mengecek tanggal dan bulan.


"Ya Alloh, iya. Bener. Makasi yaa Bae. Sudah mengingatkan aku. Kalo aku semakin berkurang umurnya." Bisik Aqeela.


"Tidak ada manusia yang sempurna. Tapi Buya sudah melakukan yang terbaik buat kita. Aku juga minta maaf ya, klao selama jadi istri masih memiliki kekurangan."


"Kita isi kekurangan dan ketidaksempurnaan dengan pasrah. Aku ikhlas dengan semuanya." Desta terus menggenggam tangan Aqeela seakan tak ingin terpisahkan.


Desta mengeluarkan sesuatu di sakunya. Dengan cepat ia memakaikan di jari Aqeela. Saat masih dalam genggaman tangannya.


Menyadari ada yang berubah mengganjal di jarinya, Aqeela mencoba melepas genggaman tangan Desta.


"Beb, ini cantik sekali." Ucap Aqeela tanpa melepas pandangannya dari cincin berwarna silver dikelilingi berlian warna putih menyilaukan.


"Jazakillah ya habibi.."


💗💗💗💗💗💗💗


Tengkyuu ya udah nungguin upnya terus

__ADS_1


kiss bye dari si dedek triple


😘😘😘


__ADS_2