TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Teman


__ADS_3

Setelah kejadian beberapa waktu lalu dikelas IPA 1 dimana Zafira menjahili Alif.


Cowok itu mulai berani mengajak Zafira berbicara walaupun hanya bersay hello.


"Zafira..!" Panggil Alif di satu kesempatan ketika Zafira sedang sendiri di perpustakaan.


"Hai.." Balas Zafira.


"Kamu sering banget tidur di kelas?" Tanya Zafira begitu Alif duduk di sebelahnya.


"Iyaa, ngantuk?" Jawab Alif menatap Zafira yang tak mau melepas pandangannya dari buku yang ia baca.


"Darimana?" Tanya Zafira lanjut.


"Kerja." Jawab Alif singkat.


"Kerja apaan?" Kepo Zafira, wajahbya sedikit terangkat.


"Pengen tahu aja." Senyum Alif begitu Zafira mulai memutar tubuhnya empat puluh lima derajat menghadap ke arahnya.


"Berarti mata kamu, hasil karya kerja semalaman?" Tatapan selidik Zafira mulai bekerja.


Alif mengangguk.


"Malam-malam kerja, apaan sih Lif?" penasaran Zafira.


"Kamu beneran pengen tahu?" Tanya balik Alif.


Zafira menatap Alif seakan ada ragu yang tak terjawab.


"Kalo kamu memperbolehkan." Jawab Zafira.


Pemuda itu tampak berpikir.


"Aku aku beritahu, asaal.." Alif menghentikan ucapannya dan nampak ragu.


"Asal apa?" Kepo Zafira.


"Asal kamu kamu jadi temanku." Jawab Alif dengan suara berat, seberat lima karung beras yang ia panggul.


"Ooh.. " Zafira balik empat puluh lima derajat kembali ke posisinya semula.


"Memangnya selama ini kamu merasa jadi musuhku?" Sambung Zafira dengan tenang membuka kembali bukunya.


Alif sedikit terbengong dengan jawaban Zafira.


"Waktu Zafran mengancamku." Oceh Alif.


Zafira membisu, memberikan ruang untuk Alif mencurahkan isi hatinya.


"Mana bisa berteman kalo bodyguard kamu terus menguntit kemana-mana. Ingin ngobrol aja susah." Alif mencurahkan kekesalannya.


"Oooh.. mereka."


"Ya sudah kalo kamu keberatan juga gak pa_pa. Tidur lagi aja. Kan masih sisa enam puluh menit lagi jamkosnya." Zafira kembali fokus kepada buku yang dibacanya.


"Fira.. aku cuma mau jadi teman kamu!" Seru Alif menatap Zafira yang mulai mengacuhkannya.


"Nee cewek kenapa bisa jadi jutek dan nyebelin gini sih." Gumam Alif dalam hati.


"Lagi baca apa sih?" Tanya Alif mencoba mengalihkan perhatian Zafira.


Zafira mengangkat bukunya menunjukkan judul buku yang ia baca.


"Wali songo." Alif membaca judul buku yang dibaca Zafira.


"Apa bagusnya dengan buku itu?" Tanya Alif.


Zafira hanya mengedikkan bahunya, tanpa ada suara.


"Fir, ngambek Loe?" Kata Alif.

__ADS_1


Zafira masih terdiam. Tak ada satu suarapun yang ia ucapkan.


"Okay.. gue minta maaf. Kalo ucapan gue tadi nyinggung elo." Alif seakan menyadari posisi dan kesalahannya.


"Okay aku ceritakan, kerjaanku." Alif memutuskan mengalah daripada di diamkan Zafira.


"Elo bukan teman gue." Sahut Zafira bersiap pindah kursi.


"Elo teman gue. Okay gue salah." Alif menghentikan langkah Zafira yang belum mulai.


"Sejak kapan kita berteman?" Sindir Zafira, ia masih malas berbincang dengan Alif, ia memutuskan untuk segera menjauhi cowok itu.


Zafira tersinggung karena tidak dianggap teman.


Gadis itu mendekap bukunya ke depan dada dan bersiap beranjak dari mejanya.


"Sejak aku nunggu kamu di gerbang tempo hari." Kata Alif.


Mendengar jawaban Alif, Zafira meletakkan bukunya dan kembali duduk di kursi.


Alif tersenyum menyaksikan Zafira kembali ke kursinya.


"Gue bartender, WIN club. Karena itu kalo pagi aku pasti mengantuk." Jawab Alif menatap miring ke arah Zafira sedangkan gadis itu tidak menoleh sedikitpun ke arahnya.


"Sejak kapan?" Suara nyaring Zafira masih terdengar meski ia fokus ke depan.


"Enam bulan lalu. Gue butuh duit untuk sekolah. Bokap Nyokap gue gak sanggup biayain sekola gue. Meskipun sekolah ini tanpa pungutan SPP, tapi aku butuh uang untuk beli buku dan atribut lainnya. Karena itu aku bekerja. Kebetulan club malam itu milik adik ibuku, jadi lebih mudah bagiku bekerja di sana." Cerita Alif pada Zafira.


"Fir.. Fran..! Keluar kalian!" Seru Zafira tiba-tiba di sesi akhir Alif menutup ceritanya.


"Kalian udah denger kan, dengan apa yang dikatakan Alif!"Sambung Zafira.


Alif tampak terkejut saat Zafira memanggil Zafir dan Zafran.


Bahkan Keduanya kini sudah ada di hadapannya.


"Kenapa? Elo takut sama kita?" Tanya Zafir seakan tahu keterkejutan Alif.


Dari meja depan yang terhalang oleh sekat kayu, Zafir dan Zafran berjalan perlahan mendekati Zafira dan Alif.


Ingatannya di hari pertama sekolah setelam MPLS masih menghantuinya.


Bagaimana seorang Zafran hampir menghajarnya


Alif tersenyum kecut menatap Zafir. Cowok itu terlihat lebih kalem dibandingkan Zafran.


Sampai detik inipun ia belum mengetahui hubungan antara ketiganya.


Zafir dan Zafran masih terlihat sebagai seorang body guard dimata Alif.


Alif menatap Zafir dan Zafran bergantian.


"Katanya berteman dengan Zafira?" Sindir Zafran.


"Kalo berteman dengan Zafira pastikan kami selalu ada untuknya." Sambung Zafir.


"Duduk!" Titah Zafran mendekati Alif dan Zafira.


Zafran menyeret sebuah kursi terdekat dan dengan mesranya ia peluk pinggang Zafira layaknya kekasih.


Sedangkan Zafir duduk si antara Zafran dan Alif.


"Gila kalian. Ini perpus bukan tempat pacaran. Kamu juga buat apa pake jilbab kalo masih may dipeluk sama cowok yang bukan muhrim." Ledek Alif menunjuk.ke arah Zafira.


"Heemmmm... Terus kamu mau laporin kita gitu, karena pacaran sembarangan?" Zafran masih menatap tajam ke arah Alif.


"Kamu nantangin banget sih!" Ucap Alif yang mulai tersulut emosinya.


"Terus kalo tahu aku kayak gini, apa masih mau berteman sama aku?" Zafira mengeratkan tubuhnya ke dada Zafran, layaknya gadis yang sedang masuk asmara.


Alif terlihat sesikit muak dengan tingkah Zafira dan Zafran. Tanganya mengepa erat si bawah meja.

__ADS_1


Ia merasa tertipu dengan tampilan luar Zafira yang tertutup.


Alif menatap jijik ke arah Zafira dan Zafran yang masih menampakkan kemesraan di hadapannya.


"Kalian keterlaluan. Aku kira kamu gadis baik-baik. Nyatanya sama saja seperti yang lain."


"Apa kamu bilang?" Suara cowok lain yang muncul dari belakangnya.


Malik, Darren dan Wanda muncul bersamaan begitu Alif mengatakan hal buruk tentang Zafira.


Malik mencengkeram bahu Alif.


"Jangan pernah mengatakan hal buruk tentang Zafira kami!" Bisik Malik tanpa melepas cengkeramannya.


"Lepasin Bro. Tadinya di ingin berteman dengan Zafira. Tapi begitu tahu keburukan Zafira eh, malah jijik. Menurut kalian, bagaimana?" Sindir Zafir.


Malik melepas cengkeramannya.


" Kalo mau berteman itu yang tulus, bro." Bisik Daren sembari mencekal lengan Alif.


Terlihat pemuda itu meringis menahan sakit.


"Sakit bukan?" Tanya Darren.


"Jangan khawatir kalo kayak gini, luka masih bisa diobati. Coba kalo ucapan elo ngelukain Zafira. Gimana kita ngobatinnya?" Hardik Darren.


Alif terdiam sepertinya ia mencoba mencerna dan memikirkan ucapan teman-teman Zafira.


"Inget broo. Berteman itu menerima kelebihan dan kekurangan teman kita." Sahut Wanda menaham geram.


Alif menegakkan punggungnya.


"Maaf.. maafin aku ya Fir. Yang mereka katakan benar. Ternyata aku belum layak jadi teman kamu." Suara parau Alif terdengar menyedihkan.


"Aku akan mencoba menerima kamu aoa adanya." Alif mengulurkan tangannya kepada Zafran.


"Maaf.." Ucap Alif.


Zafran menatap Zafira seakan meminta persetujuan gadis itu.


"Gunakan hati nurani kamu." Ucap Zafira lirih.


Zafran menyambut uluran tangan Alif.


Setelah Zafran, Alif beralih kepada Zafir, Malik, Darren dan Wanda.


Kata maaf tak luput dari bibirnya.


"Fir, maafin aku..." Alif mengulurkan tangannya kepada Zafira.


Zafira tak menyambut uluran tangan Alif, kedua tangannya mengatup ke depan dada menyatukan ke sepuluh jarinya.


Alif kembali terhenyak dengan tingkah Zafira. Ia kembali dihadapkan kepada keragu-raguan.


"Harusnya ia menerima uluran tanganku. Toh tubuhnya sudah di sentuh Zafran tanpa lepas. Ato adakah yang belum aku ketahui?" Alif semakin penasaran dengan hubungan Zafira dan Zafran.


"Aku maafin kamu dengan satu syarat.."


Ketiga sahabatnya menatap Zafira penuh tanya. Begitupun kedua saudaranya.


💗💗💗💗💗💗


What do you want, Fira?


Reaksi Alif saat tahu Zafran , Zafir dan Zafira saudara kembar gimana ya?


See you dulu deeh..


Like


Komen

__ADS_1


Vote dulu yaaa...


Love you all


__ADS_2