TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Rahasia Yang Bukan Rahasia


__ADS_3

Desta dan Julian nampak tersenyum lega mendengar laporan terbaru Topa dan Edo.


"Kak, alhamdulillah.. Terima kasih yaa selalu support aku." Kata Julian dengan wajah berseri.


"Tapi ingat jangan sampai Kakak kamu tahu rencana kita." Pesan Desta.


"Memangnya kalo Kak Aqeela tau kenapa, Kak?" Julian sengaja bertanya.


"Sontoloyo, kalo kakak kamu tahu aku bisa dipecel." Jawab Desta dengan nada panik.


Julian langsung ngakak mendengar jawaban Desta.


"Ternyata Kakak takut juga sama Kak Aqeela."


"Bukannya takut, tapi kakak juga harus menghormati dan menghargai prinsip kakak kamu. Itu yang kakak lakukan sejak menikahinya." Terang Desta kepada adiknya itu.


"Sayyidina Umar saja yang Singa Padang Pasir tidak membantah saat istrinya marah. Apalagi kita. Kita mah apa atuh Yan." Sambung Desta.


"Aku hanyalah manusia.. biasa." Jawab Julian sambil melagukan lirik cinta karena cinta milik Judika.


"Aku hanya manusia biasa..." Balas Desta menirukan lagu Yovie N the Nunu, manusia biasa.


"Hidupku tanpamu apa artinya cinta." Sambung Julian.


"Bucin loo!" Ledek Desta.


"Kakak gak asyik." Balas Julian.


"Kamu tuh yang absurd. Gak jelas." Omel Desta.


"Kita kaleee..." Tegas Julian.


Desta terkekeh mendengar omongan Julian.


"Aku kira dulu Kakak itu gak pernah main kayak gini loo. Ternyata??" Ujar Julian begitu Desta sudah menghabiskan kekehannya.


"Ya memang gak pernah, Kakakmu ini selalu main bersih. Tapi saat ini keadaannya sudah mendesak. Jadi mau tak mau kakak harus berbuat kayak gini." Ucap Desta.


"Wisnu sudah keterlaluan. Sudah berapa kali dia ganggu kakak kamu. Bahkan sampai sekarang ndak ada kapoknya."


"Untungnya Kak Aqeela gak pernah nanggepin." Seru Julian.


"Gak pernah nanggepin gimana? Inget gak waktu hamilnya si Al. Dia duel di mall sama Wisnu." Desta mengingatkan Julian.


"Astaghfirulloh. Iya tuuh. Iyan ingat. Kak Desta sampai panik."


"Kalo pake cara halus gini Wisnu masih gak mau mundur, terpaksa Kakak nanti pake cara kasar."


"Auuwh.. takut. Kakak sadis juga ternyata."


"Diem lo. Inget ini hanya kita berdua yang tahu!"


"Promaise. Keep." Janji Julian kepada Desta sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.


******


"Wisnu...!"


Wisnu menoleh mendengar namanya dipanggil seseorang.


"Apa? Puas kamu!" Ucap Wisnu ketus begitu tahu yang memanggilnya Surya.


"Hai tunggu, kita bicara dulu!" Tahan Surya melihat Wisnu mau meninggalkannya.


Wisnu dengan ogah-ogahan akhirnya mengajak Surya ke ruangan direktur utama. Ruangan yang nantinya akan menjadi milik Surya.


"Duduklah!" Titah Wisnu.


"Kamu tahu pelaku dibalik peristiwa ini?" Tanya Surya menatap lurus Wisnu.


Wisnu hanya menggeleng lemah.

__ADS_1


"Selidikilah! Jika kamu sudah tau dan bisa merubah kesalahanmu di masa lalu. Aku janji akan mengembalikan semuanya kepadamu." Ucap Surya membuat Wisnu terbelalak tak percaya.


"Maksud kamu?" Wisnu masih meyakinkan dirinya.


"Berubahlah. Aku dan Aisyah tidak menutup mata. Kami tahu apa saja yang kamu lakukan selama ini. Termasuk meneror salah satu guru Om Handoko."


"Wis, sudahlah ikhkaskan saja. Toh, ini sudah lama sekali. Apa kamu mau dikatakan pebinor? Tinggalkan wanita-wanita kamu. Carilah istri. Itu lebih baik daripada harus berkelana kesana kemari."


Wisnu hanya terdiam mendengar ucapan Surya. Awalnya ia mengira bahwa Suryalah yang sengaja menjatuhkannya.


Ternyata tebakannya salah. Surya malah memberinya nasehat dan masukan.


"Wis, menikahlah! Atau kamu mau menikah dengan Mei?" Ujar Surya kemudian membuat Wisnu kembali menatap Surya.


"Aku tahu sejak pertama bertemu gadis itu tadi. Tinggalkan semua wanita bayaran kamu. Aku tidak keberatan kamu menikah dengan Mei." Senyum Surya mengembang dengan sempurna.


"Aku belum bisa menjawabnya." Jawab Wisnu lirih.


"Tak apa. Pikirkanlah dulu. Kamu bisa membawa jadi sekretarismu di departemen produksi. Aku akan memanggil kalian jika aku membutuhkan kalian." Titah Surya.


Wisnu sedikit terhibur karena Mei ikut bersamanya.


"Sur, kamu tahu lelaki tua berpenampilan nyentrik berambut gondrong tadi? Sama asistennya yang lebih muda." Tanya Wisnu kepo karena baru kali ini dia melihat Edo dan Topa.



Om Edo pemirsa



Mustofa alias Topa


"Enggak. Aku juga baru melihat mereka hari ini." Jawab Surya.


Wisnu menatap jauh keluar. Ada sesak di dadanya. Berbagai kilasan masa lalu berkeliwaran tanpa bisa ia tahan.


Sekilas bayangan Aqeela berkelebat.


Wajah Om Handoko kembali mendatanginya. Wajah Papa dan Mamanya bergantian hadir di pelupuk matanya.


Bayangan dua jam sebelum sang Papa. Pak Atmaja berbaring lemah di brankar ICU, namun beliau masih sadar dan membuka mata.


Saat itulah Wisnu datang bersama Arya. Arya yang sebelumnya memang kuasa hukum Keluarga Atmaja dmanfaatkan Wisnu agar mengganti surat wasiat mendiang yang sudah disiapkan sebelumnya.


Pada surat wasiat yang asli disebutkn bahwa10 persen sahamnya akan ia berikan kepada Wisnu.


60 persen lagi untuk Surya beserta sebuah di area Dharmahusada akan menjadi milik Surya.


20 persen akan menjadi milik Aisya.


Dan Istrinya akan mendapat 10 persen ditambah rumah yang mereka tinggali.


Wisnu yang saat itu menginginkan harta lebih untuk memenuhi nafsu duniawinya berhasil menghasut Arya untuk mengganti surat wasiat sebelumnya.


Dengan kepemilikan , Surya 20 persen, Aisya 15 persen , mama 10 persen dan sisanya untuk dia. Tanpa mengubah wasiat rumah.


"Pa, maafin Wisnu. Mungkin ini teguran dari Tuhan. Papa sudah menganggap aku seperti anak kandung Papa. Tapi balasannya seperti ini." Gumam Wisnu dalam diam.


*******


"Des.. aku gak nyangka kamu nekat menghabisi Wisnu dengan cara kayak gini." Vian hanya meggeleng melihat otak sahabatnya dan hasil kerja Topa.


Selain Desta dan Topa di cafe Vian juga berkumpul Julian, Edo dan Doni.


"Ini berkat si Topa juga." Ucap Desta sambil menepuk bahu pria ceking itu.


Topa hanya nyengir dengan perlakuan bos keduanya itu.


"Emang kamu di suruh apaan sama dia, Pa?" Tanya Vian kepo menatap ke arah Topa.


Topa menatap Desta sebelum menjawab seakan meminta persetujuan untuk menceritakan semuanya.

__ADS_1


Desta hanya mengangkat kedua tangannya sebagai isyarat terserah.


Topa menghembuskan napasnya perlahan.


Pagi itu, sekitar pukul enam Topa masuk ke gold corporation mengenakan seragam cleaning service yang ia pinjam dari seseorang.


Topa sengaja menggantikan temannya itu sebantar.


Sebelum ia sudah di briefing oleh Arik teman cleaning servicenya itu.


Topa beralasan ingin mencari penghasilan tambahan karena kedua istrinya sedang merajuk.


Karena alasan kemanusiaan Arik membantu Topa sehari itu hanya sampai pukul sembilan. Imbalannya perjam hanya sepuluh ribu. Topa hanya mengiyakan saja.


Dan itu ia lakoni selama satu minggu.


Kebetulan tugas si Arik adalah membersihkan ruang kerja Wisnu.


Topa di hari pertama masuk membersihkan ruangan sang direktur sambil menancapkan kamera tersembunyi di beberapa sudut ruangan.


Setelah satu minggu, di hari terakhir ia memunguti kameranya. Dan menyerahkan kepada Desta.


Sehari sebelum diserahkan, Topa membuka isi di tiap kamera.


"WOW..." Hanya itu komentar yang keluar dari Topa sambil menikmati adegan Wisnu dan Mei.


Pletak..


Satu jitakan mengenai kepalanya.


"Dasar, mesum.." Omel Vian disambung tawa yang lain.


"Boss sakit tau.."


"Enak di kamu tuuh! Gak pengen gitu liat yang hot." Sindir Vian lagi.


Desta hanya tertawa lebar mendengar sindiran Vian.


"Ini otaknya pasti kamu!" Vian membogem pundak Desta.


"Woi.. kira-kira kali!" Teriak Desta.


"Bos kayaknya Mas Vian juga kepo sama videonya, deh." Ledek Topa.


"Omonganmu sembarangan. Aku wis sering live dewe." Ujar Vian.


"Hei kalo ngomong tuh di sensor napa? di depan kalian ada anak dibawah 18 tahun!" Komen Doni sambil nunjuk Julian.


"Julian mah lewat. Dia sudah dewasa sebelum waktunya." Oceh Vian melirik Desta.


Julian hanya tertawa lebar mendengar obrolan lelaki dewasa di hadapannya. Sedangkan Edo hanya tersenyum masam.


Di sudut lain, tampak sepasang mata mengawasi aktifitas mereka.


💗💗💗💗💗


What happened with Edo?


Kok senyumnya masam gitu?


Aqeela kapan yaa lahiran?


Reaksi triple begitu dapat adik lagi gimana ya?


Di lanjut episode berikutnya ya.. man teman


like


komen


dan vote yaa..

__ADS_1


Maksii..


__ADS_2