
Aku pengen banget ngedarin visualisasinya triple pas dewasa, tapi belum bisa.
Ada yg mau?
🤗
Udahlah ntar lagi aja ya.. baca aja kisah mereka selanjutnya.
💗💗💗💗
Dua tahun setelahnya.
Artinya, Triple lulus SMA. Begitupun sahabat-sahabatnya.
Tapi mereka tak lagi kuliah di tempat yang sama. Kecuali Zafran dan Renata. Zafran takkan bisa jauh sebentar saja dari istrinya.
Bahkan ke kantor, Renata sering ia ajak. Ah, mereka berdua mah sama-sama bucin akut. Untung sudah menikah.
Mereka masuk Universitas Surabaya mengambil kelas khusus jurusan bisnis.
Sedangkan Zafira, enam bulan selepas lulus dan mulai kuliah gadia itu menikah dengan Julian. Tentunya tak mudah bagi Zafira menerima mantan calon suaminya kembali.
Namun melihat kesungguhan san Uncle, Zafira bersedia menerimanya.
Zafira diterima kuliah di Universitas Negeri Surabaya di jurusan Pendidikan Guru Anak Usia Dini.
Dan Zafir, pemuda itu masih betah menjomblo. Setelah di terima di Unair. Pemuda itu fokus kuliah dan di Pesantren Umma.
Karena Zafran sudah tidak bisa diandalkan, ia sibuk menjadi wakil papi di perusahaan mertuanya itu. Karena Papi dan Mama Hanin kembali ke Spanyol.
Sedangkan Zafira, sesekali ia masih mengisi kajian bersama ibu-ibu dan remaja. Ia juga mengajar di madrasah diniyah pesantren Umma. Walaupun hanya seminggu sekali.
💗💗💗💗
Masih pagi, ketika Zafir pamit berangkat ke kampus.
"Tumben berangkat pagi?" tanya Desta sedikit ragu dengan aksi putranya.
"Ada yang mau Zafir selesaikan, Buya." Zafir mencium punggung tangan Buya dan Ummanya.
Semenjak kedua saudara kembarnya menikah, rumah semakin sepi. Al masih di pondok. Ara dan Ayra masih terlalu kecil untuk diajak bermain keluar rumah.
Jadilah Zafir serasa anak tertua di keluarga Wijaya.
Zafir mengendarai motor sportnya perlahan menuju tempat lain.
Persebaya Store, Semolowaru.
Cowok itu berniat menukarkan e-tiketnya untuk pertandingan sepak bola lusa. Kebetulan lokasinya satu jalur dengan kampus. Kalau enggak bisa mampus.
Ternyata insting orang tua sering kali benar ya, Buya aja sejak Zafir pamit seakan sudah yakin jika putranya selingkuh sebelum ke kampus.
(Kalau udah urusan sama Buya. Author mojok deh, takut di marahin Buya Desta)
Sampai kampus tepat lima menit sebelum dosen masuk ruangannya.
Mata kuliahnya hari ini, akuntansi dasar. Bagi Zafir mata kuliah tersebut terasa asing, karena di bangku SMA ia tak pernah mengenal kata atau istilah mengenai akuntansi.
So, dia terlihat serius menyimak semua penjelasan Dosennya. Apalagi yang menjelaskan Bu Gea, dosen tercantik se Fakultas.
Tambah Uhui aja tuh mata Zafir.
Di tengah-tengah Bu Dosen menjelaskan.
Bip bip. Gawai Zafir berbunyi.
__ADS_1
Cowok itu menatap sekilas layarnya.
Notif pesan dari Malik.
"Tiket bagaimana?"
"Aman," balas Zafir.
Setelah itu ia meletakkan kembali gawainya le dalam saku. Dan fokus menyimak penjelasan Bu Gea. Meskipun ada getar di celananya.
"Malik, gak ada kerjaan!" umpatnya dalam hati.
Semenjak Zafran menikah, Malik kehilangan teman terdekatnya. Beruntung masih ada Zafir.
Sedangkan Darren dan Wanda. Saking seringnya mereka bareng, keduanya pada saling suka dan jadian.
Memiliki hobi sebagai penggemar sepak bola, menjadikan keduanya semakin dekat.Hampir setiap Persebaya main, mereka nonton.
Selesai mata kuliah Bu Gea. Malik membuka gawainya.
Terlihat ada sepuluh chat dari Malik yang belum ia buka.
"Aku masih ada kelas, woi!"
"Aku tunggu di kantin pas jam istirahata!"
balas Zafir, sembari membereskan alat tulisnya.
Kebetulan mereka sekampus tapi beda jurusan. Malik ambil jurusan administrasi bisnis. Sedangkan Zafir ambil manajemen bisnis.
Sebagai anak yang sama-sama terlahir dari orang tua pebisnis, seakan mengharuskan keduanya untuk menekuni dunia tersebut.
Hanya saja Zafir menginginkan bisnis secara islami, sedangkan Malik murni bisnis.
💗💗💗💗
Zafir dan Malik duduk berhadapan dengan dua tiket bola di hadapannya.
"Berangkat jam berapa?" tanya Malik.
"Berangkat setelah asar, aja!" jawab Zafir.
"Sesekali kita berangkat lebih awal, napa sih Fir?" tanya Malik.
"Hm... bukannya enggak mau... tapi kalo udah masuk stadion aku bingung nyari tempat salat."
"Lhoo pas maghriban, kamu salat dimana?" Malik mengernyitkan dahinya.
"Di ruangannya Cak Hasan!"
"Nah loo.. jawabannya itu juga. Kita asaran di situ!"
"Berarti selama ini pas kita nribun kamu gak pernah salat?" Zafir kebakaran jenggot tuh.
Pada tahu sosok Zafir kayak gimana? Perfect boy.
Malik nyengir mendengar suara Zafir. Pemuda itu sejak dulu memang paling takut saat Zafir emosi.
Zafir bukan Zafran yang bisa menanggapi semuanya dengan santai. Walaupun sebetulnya benar.
"Hadeeeh, kalo gak mau jawab berarti iya!" putus Zafir.
"Udah tiket, aku yang bawa. Kita besok berangkat jam dua! Asaran di ruangannya Cak Hasan. Nanti maghribannya tergantung situasi. Oya satu lagi, besok aku bawa motor sendiri!" Zafir menyambar tiket yang tadi ia tukarkan dab menyimpannya di dalam tas.
Malik hanya bisa pasrah dengan ulah Zafir.
__ADS_1
Ampun deh...
💗💗💗
Pukul dua siang. Ketika jadwal pertandingan. Malik sudah bersiap dengan rapi menjemput Zafir.
Meskipun mereka bawa motor sendiri-sendiri, tetap saja Malik nyamperin sahabatnya itu atau sebaliknya.
Saat Malik datang Zafir juga sudah rapi.
"Umma, Buya kita berangkat!" pamit keduanya kepada Desta dan Aqeela.
"Hati-hati!" jawab Umma.
"Fir, jadwal hari ini bukannya Persebaya VS Arema?" Buya menatap ke arah Zafir seolah meminta pembenaran atas jadwal yang ia baca.
"Iya, Buya. Kenapa?"
"Enggak. Enggak pa_pa. Hati-hati yaa!" jawab Buya.
Entahlah sebagai Ayah dan penikmat persepakbolaan ia merasa akan terjadi sesuatu di GBT.
Mengingat yang main Persebaya VS Arema, musuh bebuyutan sejak dulu kala.
"Buya jangan khawatir, kita pake atribur persebaya!" Zafir membuka jaket kulitnya.
"Bukan itunya, Nak. Nanti kalo ada apa-apa di GBT kalian menghindarlah! Kadang Buya yakin mereka yang saling serang itu bukan para bonek atau aremania. Tapi seseorang yang sengaja merusak nama besar persebaya atau sebaliknya," tutur Buya.
"Siap, Buya!" Zafir dan Malik mendengarkan penjelasana Buya dengan baik.
Keduanya mengendarai motornya dengan kecepatan sedang menuju GBT. Di belakang dan depan mereka juga banyak para bonek bersepeda dengan tujuan yang sama.
Tiba di GBT.
Mereka masuk ke gate yang biasa mereka lalui. Tujuan utama mereka menemui Cak Hasan untuk nebeng salat asar. Karena begitu kedua parkir, bedug asar sudah terdengar.
Zafir dan Malik mengantri untuk pemeriksaan tiket.
"Lhooo.. Fely!" Seru Zafir kaget menatap seorang gadis yang ia kenal sebagai teman kampusnya itu.
Gadis berparas cantik dan berkulit putih itu juga terlihat kaget, mendapati Zafir di sebelahnya.
"Ngapain ke sini?" Zafir memindai penampilan Fely dengan seksama.
"Menurut elo? Elo sendiri ke sini ngapain? Masa gue ke sini nonton konser?" jawab Fely ketus.
Gadia itu seakan tidak menyukai Zafir.
Zafir menelan salivanya pelan.
"Salah aku apaan ya? Sampai Fely jutek gitu? Padahal deket aja enggak?" batin Zafir.
Malik yang ada di sebelahnya hanya terkekeh menyaksikan sahabatnya dijuteki cewek cantik bonekwati.
💗💗💗💗
😜😜😜
Aku mau komen apaan, ya?
Entahlah yang pasti Zafir bingung tuh. Sejak dulu belum pernah dijuteki cewek, kecuali Zafira.
Dan satu lagi, author mintaaa maaaf yaa.. segede-gedenya deh. Semalam aku ketiduran. Pules banget. Bangun-bqngun udah jam setelah tiga.
Ya udah deh. Insya Allah aku double Up.
__ADS_1
Aku nungguin like, vote, komen dan share kalian.
love you... from triple 😘