TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Rumah Renata


__ADS_3

"Zafran.. Renata..." Panggil Hanin


"Iya Tante..." Sahut Zafran di belakangnya ada Renata.


Sedangkan Zafir dan Zafira sudah di pelukan Aqeela.


"Eh.., hallo Aunty cantik.." Sapa Renata melambai ke arah Aqeela.


"Zafran, main dulu yuuk ke rumah Renata?" Ajak Hanin.


"Kok hanya Zafran, Tante. Kan aku harus bareng sama Zafir dan Zafira?" Zafran keheranan dengan ucapan Mama Renata.


"Iya sama mereka, tapi Tante nanya ke Zafran dulu. Zafran mau enggak main ke rumah Renata?" Kata Hanin melandaikan suaranya. Karena yang ia hadapi ini bukan anak kecil biasa.


"Hmm... Zafir sih mau. Tapi Zafir izin Umma dulu ya Tan. " Kata Zafran sambil berlari memeluk Aqeela mengikuti kedua saudaranya.


"Kenapa?" Tanya Aqeela.


"Zafran, bole main ke rumah Renata?" Sesaat Aqeela menatap wajah anak lelakinya itu.


"Bole.." Sahut Umma.


"Yuukk, Fir, Fira...ikut aku main ke rumah Renata." Ajak Zafran.


"Yuuk..." Sahut mereka.


"Renata, apa Zafran, Zafir dan Zafira bole main ke rumah kamu?" Tanya Aqeela.


"Bole aunty.. Yuuk Zafran." Renata tanpa malu langsung menarik tangan Zafran.


Mereka bergandengan tangan.


Aqeela dan Hanin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan dua anak kecil di depan mereka.


Hanin membuka pintu belakang untuk Renata dan ketiga anak Aqeela.


Sedangkan Hanin berada di jok kemudi, Aqeela di sampingnya.


Perlahan kendaraan Hanin meninggalkan sekolah. menuju sebuah komplek perumahan mewah yang begitu asri.


Hanin menghentikan mobilnya di depan rumah berpagar hitam yang menjulang tinggi. Nampak kesan mewah dari luar.


Seorang penjaga membukakan pintu pagar, Dan Hanin maju ke dalam menuju carport rumah tersebut.


Aqeela masih terkagum dengan desain asri rumah milik Hanin. Nampak beberapa pohon besar jenis tabebuya dan angsana ada di sana.


Selain itu juga ada bunga-bunga pendek macam melati, asoka dan kaca piring berjajar. Yang lainnya Aqeela tidak paham.


Mengingatkan memorinya masa lalu ketika menyiram tanaman milik Ibunya.


"Ayo masuk, Mbak..." Ajak Hanin.


"oh eh.. iya Mbak... Halaman rumahnya rindang Mbak." Ucap Aqeela.


"Oh itu suami saya yang suka, nanam-nanam saya tidak paham."


"Ayoo cuci tangan dan kaki dulu.." Hanin mengajak Aqeela dan anak-anaknya ke sebuah wastafel dan kran untuk cuci tangan dan kaki sebelum masuk ke rumah.


Aqeela dan anak-anaknya mengikuti Hanin dan Renata masuk ke dalam.


"Duduk dulu, san.." Kata Hanin.

__ADS_1


Membuat Ica sedikit tergelak. Hanin hanya tersenyum kecil melihat tingkah Aqeela.


Sambil menunggu Hanin dan Renata keluar, Aqeela mengirimi pesan berbagi lokasi via wasap ke Desta.


Hanin kembali sambil membawa enam gelas es sirup dan beberapa cemilan.


Renata membuntutinya dengan malu-malu.


"Kenapa, Nak?" Tanya Aqeela bingung karena tadi ia aangat percaya diri sekarang malah seperti malu-malu gitu.


"Itu Umma... Renata gak pake kerudung." Jawabnya polos, ia mulai mengikuti panggilan si triple dari aunty menjadi Umma.


Renata tampak sibuk menarik rambutnya yang berwarna keemasan ke belakang.


"Udah gak pa_pa.. " Jawab Aqeela.


"Zafran, aku gak pakai jilbab gak pa_pa ya?" Tiba-tiba gadis mungil itu bertanya kepada Zafran sambil tetap berdiri di belakang Hanin.


Zafran menoleh ke arah Renata sambil nyengir.


"Gak pa_pa kok. Kamu masih tetap cantik. Tapi besok pakai ya..." Jawab Zafran yang membuat kedua ibu mereka sedikit terkaget.


"Ya sudah main dulu sama Zafran, Zafir dan Zafira."Ucap Aqeela menyembunyikan kebingungannya.


"Nanti kalau haus, minumnya di sini yaa.." Kata Hanin sebelum mereka berempat sibuk memutasi mainan dari box Renata.


"Iya Mama..." Sahut keempatnya kompak.


"Apa tadi kalian memanggil Tante, mama?" Sahut Hanin sambil tertawa kecil.


"Iyaa.. kan Renata panggil ibu kita Umma. Jadi kita juga panggil ibunya dia Mama." Jawab Zafran.


"Ya sudahlah terserah kalian.." Ucap Hanin masih dengan sisa tawanya.


"Mbak... " Panggil Aqeela


"Anak-anak?" Sahut Hanin


"Udah gak pa_pa, biarkan saja. Toh, mereka masih kecil. Kita dukung aja. Nanti kalo memang dewasa berjodoh saya mah gak nolak." Celoteh Hanin tanpa beban.


Aqeela pun akhirnya mulai memahami pemikiran ibu muda yang baru jadi temannya beberapa hari yang lalu. Tapi sepertinya mereka cocok juga.


"San, kalian menikah usia berapa sih? Kok kayaknya masih muda banget."


"Kalo saya cerita Mbak Hanin jangan kaget ya?"


"Enggaklah San. Karena gak mungkin kan kalian MBA dulu."


Aqeela terkikik mendengar pernyataan mamanya Renata yang blak-blak an.


"Enggak kok, San." Aqeela ketularan manggil besan.


"Saya dan Kak Desta menikah ketika saya masih kelas sepuluh dan suami saya kelas dua belas."


"Haa..??? Yang bener saja, San? Kalian dijodohkan?" Kepo tuh si calon besan.


"Tidak. Kak Desta yang melamar saya. Bahkan sebelumnya kami adalah musuh di sekolah. Kerjaan kami tiap hari keluar masuk ruang BK."


"Sampai suatu hari say melihat suami yang waktu itu masih berstatus musuh, terdesak saat tawuran. Dan saya membantunya."


"Stopp... stop.. you N your husband. The X-bad boy and bad girl?" Hanin kembali menatap Aqeela tak percaya. Apalagi dengan penampilan syar'i nya.

__ADS_1


"Ya.. bisa dikatakan begitu. Kami akhirnya jadi partner tawuran. Entah sudah berapa tawuran yang kami lewati. Dan berakhir dengan kemenangan kami."


Hanin menutup mulutnya yang melebar dengan telapan tangannya.


"Terus.. terus.. kok.bisa menikah? Apa orang tua kalian gak kaget gitu.. Terus sekolah kamu? Anak-anak ini lahirnya?" Hanin memberondong Aqeela dengan banyak pertanyaan.


"Assalamu'alaikum..." Seorang laki-laki bule bertubuh tinggi tegap masuk ke rumah.


"Wa'alaikum salam." Jawab Hanin dan Aqeela bersamaan.


"Hai, Honey. Cepat sekali hari ini pulang." Sambut Hanin.


"Honey, this mom from Zafran,Zafir and Zafira. Her name's Aqeela. Aqeela this is my husband Carlos Geraldo." Hanin memperkenalkan suaminya kepada Aqeela.


Aqeela tersenyum sambil menelangkupkan kedua tangannya di depan dada. Carlos yang paham dengan maksud Aqeela melakukan hal yang sama.


"Hai kids..." Sapa Carlos kepada anak-anak yang asyik bermain di karpet ruang tengah.


"Hai...Papi. This is Zafran." Renata langsung memeluk dan mencium pipi Papinya.


"Hai Zafran." Zafran mencium tangan Carloa.


"Hai Papi..." Sapa Zafran dengan senyum lucu khas anak tampan versi Desta junior.


Carlos hanya tersenyum sambil mengacak rambut pemuda kecil itu.


"You Zafir?" Tanya Carlos.


"Yes.." Zafir mencium tangan Carlos dengan sedikit senyum.


"Hai, Zafira.."


"Hai uncle.." Zafira mencium tangan Carlos.


Selang lima belas menit Papi Renata datang. Seseorang mengucapkan salam dengan santun.


"Assalamu'alaikum..."


"Wa'alaikum salam..." Jawab Aqeela, Hanin dan Carlos.


" Mr. Desta.." Pekik Carlos saat menatap ke pintu.


"Mr. Gerald ?"


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Hai, apa ini???


Like


Komen


Vote


Rate


Follow


my ig : maria_suzan


abis follow dm ya.. biar aku bs langsung repon

__ADS_1


__ADS_2