
"Renata..." Sapa Zafran pada panggilan videonya.
Setelah di rumah sakit, orang pertama yang ia kabari adalah Renata. Jadilah ponsel Aqeela jadi ditahan Zafran.
"Zafran...." Renata melambaikan tangannya.
"Ren...aku udah punya adek.." Pamer Zafran mengarahkan kamera ponsel Aqeela ke box Al.
"Zafran.. lucu sekali..." Seru Renata kegirangan.
"Mama...liat adeknya Zafran..." Renata memanggil mamanya.
"Adeknya cowok ato cewek, Fran?" Tanya Hanin.
"Cowok, Ma. Ganteng kayak Zafran." Jawab Zafran.
Terlihat Hanin terkekeh mendengar ucapan Zafran.
"Mama... ayoo kita tengok Umma.." Rengek Renata.
"Waduuh.. ya kalo Spanyol Indonesia kayak nyebrang jembatan suramadu. Aku iya in permintaanmu, Nak. Ini jauuh..." Batin Hanin.
"Iya.. nanti kalo Papi punya banyak rizki kita tengok dedeknya Zafran." Bujuk Hanin.
"Zafran.. do'ain Papi uangnya banyak ya.. biar kita bisa nengok dedek. Namanya siapa, Fran dedeknya?" Tanya Renata.
"Aaaminn... Namanya Atharizz Al Fairel Wijaya. " Zafran menjawab dengan fasih.
"Panggilannya siapa?" Tanya Renata.
"Al.."
"Halloo dedek Al.. Ini kakak Renata..." Sapa Renata seakan si Al ada di hadapannya.
"Renata.. besok kita VC lagii ya.. Adek Al mau di kasi *****..." Ucap Zafran.
"Iya.. Da..da.. Zafran.."
"Da.. da.. Renata. Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikum salam..." Jawab Renata sambil mengakhiri panggilannya.
"Makasii ya Umma..." Zafran menyerahkan ponsel Aqeela.
Sejak kejadian mogok makan Zafran dan Renata, baik Aqeela maupun Hanin mengizinkan keduanya memakai ponsel Masing-masing ibunya di jam-jam tertentu hanya untuk sekedar say hello.
Entah apapun yang mereka bicarakan, Mama dan Umma hanya sesekali menguping. Kalau dirasa aman keduanya membebaskan.
💗💗💗💗💗
Kini di rumah Desta dan Aqeela semakin ramai.
Bertambah satu anggota keluarga lagi. Atharizz Al-Fairel Wijaya. Anak keempat mereka.
Si kembar tiga sampai berebut minta tidur bareng adiknya.
Alhasil Destapun mengalah. Setiap malam ian tidur dengan menggelar kasur lipat dibawah.
Ia tak mau meninggalkan istrinya sendirian berempat dengan anak-anaknya. Pasti akan sangat repot.
Apalagi Al ( panggilan si beby ) tiap tengah malam pasti terbangun. Entah sekedar buang air atau menyusu.
Desta dengan sigap membantu Aqeela.
Yang bikin heboh saat Julian ingin menyentuh baby Al mereka larang.
"Ckckck... Ya udah kalo gitu biar Ummaa sama Buya bobok sama uncle saja." Goda Julian saat ia dilarang mendekati baby Al.
Dan kalo sudah begitu Zafir akan melotot tidak terima. Zafran berusaha menunjukkan bogemnya dan Zafira akan berteriak.
Reaksi Julian pasti tertawa lebar penuh kemenangan.
"Makanya kalo punya adek gak bole pelit. Masa Uncle gak bole liat." Seru Julian dengan lagak menasehati.
"Padahal nanti itu, pasti bakalan banyak tamu ke sini nyariin baby Al." Kata Julian.
"Gak bole.. " Ucap Zafira cepat.
"Kenapa?" Tanya Aqeela melerai pertengkaran kembar tiganya dengan Julian.
__ADS_1
"Adek Al, cuma bole di gendong Umma." Jawab Zafran.
"Terus kalo Umma capek, gimana?" Aqeela balik tanya ke anak-anaknya.
"Yaa kita tolongin." Jawab Zafir.
"Ya udah... Kalo adeknya pup ato pipis sapa yang gantiin popoknya?"
"Umma."
"Kalo Umma capek?"
"Buya."
"Kalo Buya capek?"
Ketiganya mulai berpikir.
"Memangnya Umma dan Buya kenapa capek?"
"Kan Buya kerja. Umma harus masak, bersihkan popok adek. Gendong adek.. Kasi ***** adek. Kalo gak bole dibantuin tangan Umma capek gimana?"
"Zafir mau cuci popoknya adek? Zafran bisa mandiin ade Zafira bisa gendong adek?" Tanya Aqeela sambil menatap ketiganya bergantian.
"Enggak bisa Umma..."
"Kalo belum bisa. Umma harus dibantu orang lain. Bisa Uncle Ian, Bu Erna, Bu Darmi. Oma Opa, Buni atau Ayahkung."
Ketiganya terdiam.
"Kasiyan Umma, kalo ngurus dedek Al sendirian." Sambung Julian.
"Iya Uncle.. maaf ya."
"Berarti sekarang uncle bole dong cium dedek Al?" Julian menyakinkan si triple.
"Bole.."Jawab Si Triple bersahutan.
"Sini..!"Julian merentangkan kedua tangannya mengajak ketiga kembar itu berpelukan.
"Uncle juga sayang sama kalian." Bisiknya.
💗💗💗💗💗
Kali ini Ronald dan Wawan menengok Baby Al ditemani pasanagnnya masing-masing.
"Yang, kita bikin sendiri yuuk." Bisik Ronald kepada Hasna.
Hasna hanya tersipu mendengarnya. Ia yakin itu adalah bentuk lain lamaran Ronald kepadanya.
Beberapa waktu lalu, Ronald memang sudah melamarnya secara resmi. Tapi untuk menikah harus menunggu sampai Hasna wisuda. Dan itu masih enam bulan lagi.
Kayaknya kamu harus sabar menanti Ronald sayang.
"Bil, baby Al gemesin yaa.." Bisik Wawan Nabila.
"Terus..." Jawab Nabila sambil berbisik pula.
"Aku juga mau punya yang kayak gitu."
"Kak, pliss.. " Nabila seakan memohon.
Entah apa yang terjadi pada mereka berdua.
Desta dan Aqeela hanya memandang keduanya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Kak, aku bole gendong baby Al?" Pinta Hasna.
"Sebentar saja ya, Tante." Sela Zafir dengan juteknya.
Membuat Hasna terpana dengan ucapan balita tersebut.
Sedangkan yang lain berusaha menahan tawanya.
"Iya, sebentar kok. Kalo lama kasiyan dedek Al-nya." Jawab Hasana mengiyakan permintaan Zafir.
Perlahan Hasna mengeluarkan baby Al dari boxnya lalu menggendongnya dengan sayang.
"Semakin dekat gini, kok kamu makin comel ya." Kata Hasna sambil mengelus pipi mulus baby Al.
__ADS_1
"Has, bikin sendiri aja. Jangan kuatir Ronald udah paham caranya." Goda Desta.
"Kamu bisa diem, gak?" Ronald menatap tajam Desta.
Hasna hanya terkekeh mendengarnya.
"Kak, jangan kuatir aku sudah tau belangnya Kak Ronald." Ledek Hasna.
"Cinta... jangan bikin aku malu." Ucap Ronald.
"Punya malu juga kamu?" Goda Desta.
"Anjriit.." Maki Ronald.
"Jaga tuh mulut, ada anak aku." Protes Desta.
"Broo.. kalian kapan nyusul kami." Tanya Desta serius mengalihkan perhatian Ronald yang mulai keluar kata-kata ajaibnya.
"Taun depan." Jawab Ronald
"Kelamaan. Tahun ini saja." Kata Desta.
Desta sempat melirik Baby Al menggeliat, seakan dekapan Hasna terasa nyaman.
Hasna menyesuaikan posisi menggendongnya.
"Hasna udah siap tuh kayaknya." Goda Desta.
"Hasna udah siap tapi restu belum ku kantongi." Ucap Ronald dengan sedih.
Desta dan Aqeela hanya tertawa lebar mendengar jawaban Ronald.
"Berarti sajen kamu pas ngadepin camer kurang tuh." Ledek Aqeela.
"Padahal aku udah nyiapin kembang tujuh rupa segala." Kata Rinald konyol.
"Bunga deposito udah di selipin belum?" Tantang Aqeela.
"Qee.. " Ronald menatap Aqeela jengah.
"Itu sajen modern Kak. Kalo kembang tujuh rupa sekarang sudah tidak laku." Sahutnya.
Diringi high fivenya dengan Desta.
"Kalian bener-bener deeh.. Dukun modern." Caci Ronald tanpa mempedulikan Aqeela dan Desta yang mentertawainya.
"Eh, terus pasanagan Wawan Nabila juga kapan resminya? Keburu musim kawin habis loo." Desta mengalihakan perhatiannya kepada pasangan yang sedari tadi hanya terdiam.
Bug..
Satu bogem pelan mengenai bahu Desta.
"Kamu kira aku apaan, ada musim kawin." Omel Wawan.
"Makanya segerakan..." Seru Desta.
Nabila hanya terdiam dan menunduk. Seakan ada beban di matanya yang tak bisa ia ungkapkan.
"Bil.., Wan.. Kalian kenapa? Ada yang kalian sembunyikan?" Selidik Desta.
Wawan menggeleng.
"Wan, kita berteman udah sejak kecil Aku tahu saat kamu berbohong, menghadapi masalah atau kesusahan." Desak Desta.
"Aah..." Wawan hampir berteriak.
Aqeela yang peka situasi langsung mengajak ketiga kembarnya keluar. Dan menitipkannya pada Bu Erna dan Bu Darmi.
Setelah ketiga anaknya aman ia kembali ke kamarnya.
Di dalam sudah tampak Desta menggertakkan giginya sambil menarik krah baju Wawan. Wajahnya sudah merah tidak karuan, sedangkan Ronald berusaha menahannya.
Hasna dan Nabila hanya bisa menonton, tanpa bisa berbuat banyak.
"Kak, kalian kenapa?" Tanya Aqeela
💗💗💗💗💗💗💗
Mereka kenapa?
__ADS_1
Lanjut aja yuuk...
man teman jgn lupa vote ya..