
Zafir, Zafran dan Zafira sedang berada di rumah Buni. Sudah hampir seminggu ini mereka dititipkan ke Buni.
Aqeela sedang ke kampus. Hari ini UAS hari terakhirnya.
"Fir, bosen yaa di rumah terus." Kata Zafran.
"Iyaa... kamu kangen Renata ya?" Kata Zafir.
"Iya..." Jawab Zafran.
"Minta anterin Umma sama Buya saja. Kita main ke rumah Renata." Sahut Zafira.
"Zafira lagi liburan, Zafira."
"Oh...iya ya..Kita kok gak liburan ya?" Ucap Zafira.
"Umma kan masih ujian."
"Kata Umma dan Buya kan kita liburan kalo Umma sudah selese ujiannya."
"Terus kapan Umma selese ujian ya?"
"Katanya sih hari ini."
Buni yang melihat ketiga cucunya serius berbincang berusaha menguping pembicaraan mereka.
Karena tak biasanya mereka bertiga anteng.
"Kasiyan sekali mereka bertiga." Batin Buni.
Buni mendekati ketiganya.
"Kalian ingin main keluar?" Tanya Buni.
"Iya Buni." Jawab ketiganya tak bersemangat.
"Mau diajak Buni dan AyahKung jalan-jalan?"
"Kemana Buni?"
"Mau ke mall. Main di playground."
"Mau."
"Mau."
"Mau."
Jawaban semangat ketiganya bergantian sehingga terdengar seperti paduan suara.
"Yaudah, yuuk. Buni panggil AyahKung dulu."
Lima belas menit kemudian ketiganya ditambah Bu Erna sudah berada di dalam mobil.
💗💗💗💗💗💗
Kita biarkan Si kembar having fun dengan Buni dan AyahKungnya.
Kita tengok Mamaknya si triple yang sedang berada di kampus.
Selesai UAS, Aqeela menuju parkiran. Tempat mobilnya berjejer rapi dengan beberapa mobil lain.
"Hai cantik..." Sapa seseorang yang pernah ia kenal.
"Kamu lagi? Mau ngapain? Belum kapok?" Kata Aqeela begitu tahu yang menyapanya Haris si fucek boy-nya kampus. Pemuda yang mengeroyoknya bersama Alfan dan Adil.
"Aku cuma mau nyapa? Apa tidak bole?" Kata Haris.
"Bole. Mana teman kamu?" Tanya Aqeela.
"Masih ujian. Makan yuuk ke kantin. Aku traktir." Ajak Haris.
"Maaf Haris, bukannya aku tidak mau. Tapi...."
"Kenapa? Apa tempatnya kurang bagus? Karena aku tidak pernah melihatmu jajan di kantin. Kendaraanmu juga lumayan mewah untuk ukuran kita. Aku janji next time aku ajak ke resto mewah deh. Tapi hari ini kita makan ke kantin dulu." Ajak Haris.
"Bukan itu Haris. Makan dimanapun bagiku sama saja."
Haris berbinar tuh mendengar ucapan Aqeela.
__ADS_1
"Tapi maaf aku sudah bersuami."
"Enggak mungkin?" Haris masih terperanga tidak percaya.
"Qeee..." Panggil seseorang.
Belum juga habis keterkejutan Haris, seorang gadis memanggil Aqeela.
"Din.. Kak.."
"Dia suami kamu?" Tanya Haris sedikit gentar melihat penampilan Vian yang sangar dengan rambut gondrongnya.
Aqeela hanya tersenyum mendengar pertanyaan Haris.
"Bukan, dia sahabat suamiku."
"Kak.." Sapa Aqeela
"Ngapain kamu di sini?" Tanya Vian sedikit keras.
Sengaja karena tadi Dinda bercerita kalo pemuda itu yang mengeroyok Aqeela tempo hari.
"Ini di sapa Haris." Jawab Aqeela sambil melirik Vian.
"Awas.. kamu ganggu dia." Ancam Vian.
Haris hanya melirik ke arah Vian.
"Cowok ini sahabat suaminya? Terus gimana tampang suaminya? Lebih horor kalee yaa?" Batin Haris.
"Yaelah Broo, cuma nyapa doang. Gak ada salahnya kan?" Bantah Haris.
"Salah.. dia udah punya suami." Vian masih meninggikan volume suaranya.
"Kak, udah ah. Yuk kita pulang." Ajak Dinda.
"Bentar ya, Say." Jawab Vian sambil tersenyum menatap ke arah Dinda.
Dinda hanya mengangguk.
"Qee... ke mobil. Kita anter." Titah Vian.
"Lhaa.. selama gak ada cunguk itu, kamu tanggungjawab kita jugalah." Oceh Vian.
"Yaa.. ya.. ya.. Udah yaa Haris. Maaf yaa.. adik ipar aku ini emang duplikatnya suamiku banget." Aqeela pamit ke Haris sebelum menggandeng Dinda ke parkiran.
"Mereka itu horor banget siih. Bikin penasaran saja." Gumam Haris masih terus menatap punggung Aqeela, Dinda dan Vian.
💗💗💗💗
"Kak, tengkyu ya.." Ucap Aqeela sebelum masuk ke mobilnya.
"Hmm... Emang cowok tadi mau ngapain?" Tanya Vian.
"Ngajak ngedate." Jawab Aqeela dengan santainya tanpa bersalah.
"Ternyata masih ada gitu cowok yang ngelirik wanita bersuami? Ha ha ha.." Tawa Vian membahana.
"Hussst.. diem Kak. Justru wanita bersuami yang dicari cowok, karena lebih hot daripada yang masih perawan." Goda Aqeela.
"Anjiir Loo..., Ngomongnya difilter Buuk. Nee istri gue masih polos. Ntar kelamaan sama elo terkontaminasi." Balas Vian ngakak.
"Telat. Dia udah terkontaminasi lebih dulu sebelum ketemu elo, Kak." Ledek Aqeela.
"Bener Say. Dia udah ngajarin kamu apa saja?" Vian akhirnya menoleh ke arah Dinda yang tidak ngeh sama obrolan mereka berdua.
"Aqeela ngajarin aku triknya ngapalin imriti dan alfiyan dengan cepat." Jawab Dinda dengan pandangan bingung.
"Qee.. itu apaan?" Bisik Vian.
"Ha ha ah.. itu nama kitab d pesantren, Kak." Aqeela menertawakan Vian.
"Hadeeh aku udah baper duluan. Gara-gara kamu." Vian nunjuk Aqeela.
"Bodoh. Aku pulang dulu ya.. Kasiyan ponakan kalian aku tinggal sama neneknya." Kata Aqeela sambil masuk ke jok kemudi.
"Daa daaa daa.. Qee." Dinda dan Vian melambai ke arah Aqeela yang mulai meninggalkan parkiran kampus.
"Yang, beneran Aqeela gak pernah ngajarin kamu yang aneh-aneh gitu?" Vian kepo aja.
__ADS_1
"Ngajarin apa? Lha kan dia Bu Nyai mana pernah ngajarin yang aneh-aneh kalo gak ada di kitab." Sahut Dinda.
"Syukurlah.." Vian tiba-tiba ikut lega mendengar penjelasan Dinda.
"Awas aja kamu yaa Qee, ketahuan ngajari istriku yang aneh-aneh aku kerjain tujuh kali lipat." Gumam Vian dalam hati.
( Gaess, Vian takut Dinda ketularan sablengnya si Aqeela nee.. )
💗💗💗💗💗💗
"Beb, tadi siang kamu kenapa?" Tanya Desta menjelang mereka istirahat malam.
"Kak Vian udah cerita apa?" Tebak Aqeela.
"Kamu di gangguin cowok."
"Oowwh... "
"Kok.hanya ooh siih."
"Bukan diganagguin tapi diajak ngedate."
"Apa? Wah parah tuh cowok. Apa dia gak tau kamu udah punya suami?"
"Ya belum taulah Bae. Baru juga tadi siang aku kasi tau. Eh, malah Kak Vian sama Dinda datang."
"Jadi ya.. tuh cowok jadi gentar liat Kak Vian. Ha ha ha.."
"Kamu gak di apa-apain kan sama dia?"
"Enggak tenang saja. Ayang bebeb kamu ini sudah terlatih kok."
"Sombong.."
"Sesekali bolehlah.." Aqeela meringis.
"Bae, tadi si trple habis diajak Ibu dan Ayah jalan ke mall." Sambung Aqeela.
"Kayaknya mereka bertiga lagi bosen deh." Lanjut Aqeela.
"Kapan mereka kita ajak jalan-jalan?" Aqeela menarik napas panjang lalu mengaturnya sedemikan rupa.
"Besok kamu preoare. Sorenya kita berangkat ke Lombok."
"Lombok ,Bae?" Tanya Aqeela.
"Iya. Kenapa?"
"Kok jauh?"
"Ya gak pa-palah sesekali. Sudah lama kita tidak ke sana."
"Terserah deh, Bae."
"Berapa hari kita di sana?"
"Lima hari saja, ya." Kata Desta.
"Okay. Makasii ya, Beb." Kata Aqeela sambil membenamkan kepalanya ke dada Desta.
"Gimana sindrom hamil kamu? Apa masih mengganggu?" Tanya Aqeela.
Bukannya menjawab, Desta malah mengeratkan pelukannya.
"Dek, Buya tengokin lagi ya..." Desta berbisik sambil mengelus perut Aqeela.
💗💗💗💗💗
Libur tlah tiba..
hore hore ..
lanjutin yaa lagunya..
like
komen
vote
__ADS_1
😘😘😘