TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Surpraise day


__ADS_3

"Tumben sih, Lif? Kamu ngikutin kita melulu? Biasanya juga asyik tidur di kelas?" Tanya Zafran menatap heran Alif.


Pasalnya cowok itu sudah tiga hari ini ngekorin kemanapun komploton triple berada.


Bukannya tidak suka hanya saja tidak biasanya.


Bahkan kali ini saat istirahat pertama, mereka berkumpul di kantin. Alif datang bersama Darren dan Wanda yang notabene memang teman sekelas.


Alif menatap balik ke arah Zafran. Tatapannya sungguh mengerikan.


"Aku gak percaya aja kalo Zafira mau nikah." Jawab Alif masih menatap Zafran dengan tajam dan tidak bersahabat.


"Nanti kalian, aku undang pas acaranya." Jawab Zafira yang juga ikut ngeri dengan tatapan Alif yang tajam itu.


"Terus mereka berdua?" Tunjuk Alif kepada Zafir dan Zafran.


"Mereka berdua sih jangan ditanya, pasti selalu ada buat aku!" Jawab Zafira riang.


Alif menarik nafasnya dalam-dalam. Sesak.


"Permisi? Boleh saya gabung dengan kalian?" Sebuah suara perempuan menjeda fokus Alif menyebabkan ketujuh remaja itu menoleh.


Seorang gadis berusia sepantaran mereka mengenakan kaos polos jingga dan rok plisket hitam. berjilbab orange motif polkadot hijau. Tersenyum ke arah mereka dengan penuh harap.


Kulitnya yang seputih susu begitu bersinar. Matanya birunya menarik perhatian.


Yang mengherankan, mengapa harus bergabung di tempat mereka yang sudah penuh dengan makhluk ciptaan Allah paling absurd. Padahal di meja lain masih ada kursi kosong.


Zafira menelisik gadis itu. Dan pandangannya langung ke senyum dan mata si gadis.


"Ayoo ikut, aku!" Zafira segera berdiri dan menarik tangan gadis itu saat yang lain masih tercengang.


Dengan gerak cepat Zafira menuju ke halaman belakang sekolah.


"Renata Carindra Gerald!" Panggil Zafira menatap tajam ke arah gadis itu.


"Athiyah Zafirah Wijaya!" Balas gadis itu.


"Rena..."


"Firaa.."


Keduanya saling berpelukan dengan erat.


"Kamu jahat banget, pulang ke Indonesia gak ngabarin kita?" Zafira mengurai pelukannya.


Renata, iyes gadis yang menyapa geng triple tadi adalah Renata sahabat triple yang mengungsi ke Spanyol.


"Maaf yaa.. aku juga baru sampai dua hari yang lalu. Terus tanya ke Umma sekolah kalian. Beruntung masih ada kursi kosong, jadi aku di terima." Tutur Renata terbata-bata dengan logat yang bikin Zafira tertawa.


"Kamu udah jarang pake bahasa Indoesia, ya?" Tanya Zafira yang merasa Bahasa Indonesia sahabatnya itu sedikit hancur.


Renata mengangguk sambil tersenyum malu. Yang dibalas senyum juga oleh Zafira. Mengisyaratkan "It's okay."


"Tapi Umma curang kok gak cerita ke kita kalo kamu udah balik?" Zafira cemberut menatap sahabat lamanya itu.


"Aku yang gak ngebolehin. Pengen bikin surpraise kalian." Ucap Renata menunjukkan deretan giginya yang putih.


"Begini yaa ternyata..." Suara tepuk tangan dari seorang lelaki membuyarkan konsentrasi keduanya.


"Zafran!"


"Zafran!"


Pekik keduanya hampir bersamaan menatap Zafran yang menghampiri mereka dengan berteput tangan.

__ADS_1


"Bagus yaa.. begini cara kamu menyambut Renataku?" Hardik Zafran.


"Ih.. apaan Renataku. Dia mah masih bebas. Bukan milik kamu. Masih milik Mama dan Papinya." Omel Zafira.


"Rena.. peluuk!" Zafran merentangkan kedua tangannya tanpa menghiraukan omelan Zafira.


"Gak bole, biar Zafira aja yang mewakili!" Zafira menghambur ke pelukan Zafran.


"Ogaah." Zafran melepas Zafira.


"Hahaha... makanya gak udah genit gitu!" Omel Zafira.


"Yuk Rena kita balik ke kantin!" Ajak Zafira menggandengan sahabatnya.


"Hei, tunggu..!" Zafran dengan langkah cepat menjajari keduanya.


"Fran, jaga jarak. Dua meter. Gak bole deket-deket." Cegah Zafira.


Zafran dan Renata hanya terkekeh saling pandang sejenak.


Di kantin.


"Gaaess.. masih ingat dia?" Seru Zafira mendudukkan Renata di sampingnya. Sedangkan Zafran ada di seberangnya.


"Renataa..?" Sahut Darren dan Malik bersamaan.


"Renaa.." Malik dan Darren merentangkan kedua tangannya bersamaan.


"Kalian ingin aku patahin lengannya!" Hardik Zafran dari kursinya.


Keduanya hanya tersenyum getir, menyadari bahwa sejak dulu Zafran sudah mengklaim Renata.


Apalagi dengan teguran paksa tadi, main peluknya batal.


"Hai Darren, Malik, Zafir Di sana aku merindukan kalian." Seru Renata dengan tersenyum manis, membuat Zafran sedikit jengkel karena gadis itu sejak tadi sudah menebar senyum kemana-mana.


"Hai.. masih ingat aku?" Ulang Renata mengulurkan tangannya.


Wanda menyambut uluran tangan Renata dengan kaku, karena sejak kecil ia tidak begitu akrab degannya berbeda dengan keempat cowok temannya.


"Terus kamu pasti teman baru mereka?" Renata menyapa Alif yang masih terkagum dengan sosok gadis bermata biru yang mengenakan hijab itu.


"Iya, aku Alif!" Alif mengulurkan tangannya.


"Gak usah pake pegangan kale kenalannya?" Zafran menarik balik tangan Alif.


Renata hanya terkekeh melihatnya.


"Fira.. kita tuker posisi dong?" Pinta Zafran berharap bisa lebih dekat dengan Renata.


"Enak aja. Gak bole." Bantah Zafira.


"Fira, dua belas tahun kita LDRan masa tega sih kamu?" Suara memelas Zafran bikin siapapun terharu.


"Tidak, kalo mau peluk Renata. Zafira yang mewakili!" Hanya perempuan bernama Zafira yang mampu menolak keinginan Zafran.


Alif menatap Zafran, Renata dan Zafira bergantian. Sedangkan yang lain hanya tertawa lebar.


"Hubungan kalian ini sebenarnya bagaimana sih?" Tanya Alif dengan bingung.


"Fran jelasin!" Titah Zafir yang sedari tadi masih menatap tak percaya ke arah Renata.


"Iyaa tapi mata kamu kondisikan! itu sodara ipar kamu!" Seru Zafran.


"Masih calon kalee.. kapan elo akad nikah sama dia?" Celetuk Zafir.

__ADS_1


"Setelah Zafira nikah!"


"Wait.. wait.. calon suaminya Zafira bukan diantara kalian berdua?" Alif yang menyimak pembicaraan keduanya mulai memahami posisi Zafran, Zafir dan Zafira.


"Bukanlaah! Bisa dilaknat gue kalo nikah sama tuh anak!" Tunjuk Zafran ke Zafira.


Yang lain masih saja tersenyum geli.


"Zafira itu sodaranya Zafir dan Zafran," Ucap Renata.


"Whaat?" Pekik Alif menatap ketiganya.


"Kalian kembar?" Tanya Alif.


"Yaa begitulah kata orang." Jawab Zafran malas.


"Iih kok Zafran gitu sih?" Protes Renata.


"Udah gak asyik ada yang tahu kalo kita sodaraan." Sahut Zafir.


Alif melengos mendengarnya. Tapi ia kembali fokus ke arah Zafran.


"Dan kamu perlu diingat, Renata itu calon istriku. Dia udah aku khitbah sejak kecil." Zafran kembali mengklaim Renata.


Renata yang menjadi fokus Zafran hanya tersenyum nyengir.


"Astaga.. jadi selama ini aku salah sangka dengan kalian. Dan aku juga jeles tidak pada tempatnya." Gumam Alif.


"Kenapa emangnya?" Darren mulai kepo.


"Aku ngiranya calon suami Zafira itu salah satu dari mereka?" Tunjuk Alif ke Zafran dan Zafir.


"Upsss..." Suara tawa yang lain benar-benar tak bisa ditahan.


Mereka tak peduli jadi pusat perhatian atau apapun, yang penting meluapkan rasa geli yang menyerang otak karena dugaan salah Alif.


"Abisnya kalian deket banget. Kemana-mana bareng. Ternyata sejak dalam perutpun kalian sudah bersama-sama."


"Dek Zafira maafin Mas Alif yaa?" Ucap Alif dengan penuh penyesalan.


"Wou.. sejak kapan elo jadi Masnya Zafira? Dia gak punya Kakak!" Oceh Zafir yang paham arah pembicaraan Alif.


"Fira.." Renata menggerakkan paksa tubuh Zafira menghadap ke arahnya.


"Kamu udah mau nikah?" Tanya Renata gak percaya.


"Iya." Zafira mengangguk.


Renata memeluk tubuh sahabatnya itu.


"Kenapa harus secepat ini? Kita baru ketemu? Siapa lelaki itu?" Pertanyaan beruntun Renata yang sebenarnya mewakili uneg-uneg hati Alif, Wanda, Darren dan Malik.


"Menghindari zina. Karena terlalu sering kita berduaan saja." Bisik Zafira.


"Siapa lelaki beruntung itu?"


"Uncle Iyan!"


"Whaaat?"


💗💗💗💗💗💗


Dikasih surpraise sebelum Zafira menikah.


Uhuiii....

__ADS_1


Lanjut


Like Komen Vote..


__ADS_2