TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Attharizz Al Fairel Wijaya


__ADS_3

Aqeela sudah siap di ruang operasi, sesuai rekomendasi dokter susan bulan lalu untuk pemilihan tanggal caesar sebaiknya sebelum akhir bulan.


Desta dan Aqeela memilih 20 Februari sebagai hari persalinan.


Dan H-1 sebagai hari cutinya. Sesuai permintaannya kepada Pak Han waktu itu.


"Pak, saya mau minta izin cuti saya tanggal 19 Februari. Karena besoknya saya cesar." Pinta Aqeela saat berada di ruangan Pak Han.


Sengaja hari itu Aqeela mendatangi Pak Han di ruangannya hanya untuk meminta izin soal cuti.


"Mau cuti berapa lama?" Tanya Pak Han dari balik meja kerjanya.


"Saya sih ada dua pilihan Pak. Tergantung Bapak mau menyetujui yang mana?"


"Sebutkan!" Kali ini Pak Han berpindah duduk ke sofa di depan Aqeela.


"Yang pertama saya cuti enam bulan full untuk masa ASI eksklusif atau yang kedua saya cuti normal tapi selama ASI eksklusif saya bawa baby dan pengasuhnya ke sini. Bagaimana Pak?"


"Permintaan kamu tuh aneh-aneh banget sih?"


"Enggak aneh kok, Pak. Atau alternative yang lain saya keluar dari SMA Nusantara."


"No.. No... tidak.bole." Kata Pak Han sedikit emosi.


"Jujur ya.. belum ada permintaan kayak gitu selama ini." Lanjut Pak Han.


"Terus?"


"Saya akan pikirkan permintaan kamu."


"Tapi jangan lama-lama. Karena sebulan lagi sudah brojol nee babynya."


"Iya.. besok aku putuskan."


"Ya sudah kalo begitu, sekarang saya balik ke ruangan lagi."


"Eh, Qee.. bentar.." Pak Han menghalangi Aqeela keluar ruangan.


"Kapan kamu mau full ngajar?"


"Setelah anak-anak saya besar."


"Memang setekah ini kamu masih mau nambah lagi?" Tanya Pak Han sambil memegang dagunya.


"Sepertinya iya, Pak. Mau genapin tiga kali cesar. Sesuai batas maksimal operasi cesar."


"Hadeeh... Ya sudahlah. Segera hamil lagi. Setelah itu kamu full di sini sebelum saya pensiun."


"Bukannya Bapak masih 40 tahun ya? Kok udah pensiun aja sih?"


"Iya empat puluh plus sepuluh tahun."


Aqeela sedikit terkekeh mendengarnya.


"Oh ya Pak. Untuk.bisa hamil lagi. Saya nunggu lima tahun lagi."


Pak Han kembali menatap mantan muridnya itu.


"Serah kamu. Yang jelas sebelum saya pensiun kamu sudah harus full di sini. Terus kalo kamu beranak terus kapan selese kuliahnya."


Aqeela hanya terkekeh mendengarnya.


"Hanya saya dan Allah saja yang tahu, Pak." Jawabnya.


"Sudah ya Pak saya kembali dulu. Nanti obrolan kita semakin gak jelas."


"Assalamu'alaikum." Kata Aqeela meninggalkan ruangan Pak Han tanpa persetujuannya.

__ADS_1


Dan sehari setelahnya, Aqeela mendapat kabar bahwa Pak Han menyetujui pilihan cutinya yang kedua.


Cuti tiga bulan. Dan di bulan keempat pihak sekolah memperkenankan Aqeela membawa baby dan pengasuhnya ikut ke sekolah hanya sampai selesai ASI eksklusif.


💗💗💗💗💗💗


Operasi cesar Aqeela kali ini berjalan lebih cepat daripada pada sebelumnya. Hanya sekitar satu jam-an.


Walaupun hanya satu jam tapi Desta tetap saja galau. Ia mondar mandir gak karuan di depan pintu ruang operasi.


Mommy, Daddy, Ayah dan Ibu yang melihat tingkahnya sampai gemas. Tapi mereka juga tidak banyak berkomentar.


Apalagi Ayah dan Daddy mereka berdua juga pernah merasakan apa yang saat ini anak dan mantunya itu alami.


Saat ini si triple sengaja dititipkan ke Bu Erna dan Bu Darmi di rumah, nanti akan dijemput setelah Aqeela selesai cesar.


Karena setelah persalinan ia pasti akan balik ke rumah mengurus ari-ari anaknya dan pakaian kotor istrinya. Sama seperti saat kelahiran si triple.


Setelah pintu ruang operasi di buka. Ada perasaan lega di sana.


Begitu kedua orang tua dan mertuanya. Keempatnya ikut berdiri menyambut Aqeela.


"Mas Desta, selamat anaknya laki-laki. segera adzanin anaknya." Perintah Dokter Susan.


"Masuk ke ruangan baby ya.." Sambungnya melihat Desta masih speechless.


"Waduuh jagoan lagi." Goda Daddy.


"Aqeela sementara belum bisa di temui, biarkan istirahat dulu. Ia masih masa pemulihan. Sejam lagi kita antar ke ruangannya." Ucap dokter Susan.


"Terima kasih, dok." Kata Mommy dan Ibu bersamaan.


"Waduh cucu kita jagoan lagi, Mbak." Seru Mommy.


"Iya.. seneng tuh Opa dan AyahKungnya nambah teman buat main futsal."


"Iya..."


"Ini anaknya mau di adzanin kapan?"


"Sekarang, Sus."


Desta segera berlari ke sebuah ruangan penuh dengan bayi.


Desta ditunjukkan seorang bayi laki-laki mungil yang terpejam.


Ada rasa haru dan gembira bercampur aduk jadi satu. Satu tanggung jawab lagi yang diamanahkan Alloh kepadanya.


Perlahan ia mengadzani putranya di telinga sebelah kanan dan iqomah di sebelah kiri. Kemudian ia kembali meletakkan babynya ke dalam box yang kecil. Entah apa namanya.


Setelah menerima ari-ari dan pakaian kotor Aqeela, Desta minta izin pulang sebentar sekalian menjemput ketiga kembarnya.


💗💗💗💗💗


"Zafir.. Zafran...Zafira.. " Panggil Desta begitu masuk rumah.


Tentunya dengan salam, cuci tangan dan kaki sebelumnya.


"Buya... " Sahut ketiganya.


"Kalian siap-siap. Setelah ini kita tengok Umma dan dedek bayi."


"Dedek bayinya sudah lahir?" Tanya Zafira.


"Sudah?"


"Cowok atau cewek?" Tanya Zafir

__ADS_1


"Cowok."


"Yess.. aku ada temannya main." Zafran bersorak kegirangan.


Zafira hanya cemberut melihat kedua saudara laki-lakinya kegirangan.


"Udah gak usah cemberut, kan masih ada adik Thifa." Desta menghibur Zafira yang mengharapkan adiknya perempuan.


"Bu Erna, Bu Darmi tolong bantu mereka bertiga ya.." Ucap Desta kepada kedua ARTnya.


Setelah menyelesaikan tugasnya membersihkan ari-ari anak keempatnya.


Desta segera mencuci beberapa pakaian kotor Aqeela. Meskipun tinggal memasukkan ke mesin cuci tapi ia kerjakan sendiri.


"Bu Darmi, Bu Erna nanti kalo sudah selesai saya minta tolong dijemurkan pakaiannya istri saya ya." Pinta Desta sebelum berangkat ke rumah sakit.


"Iya,Mas." Jawab keduanya.


Destapun melajukan X-pandernya untuk segera kembali ke rumah sakit. Ia yakin saat ini Aqeela membutuhkan dirinya.


💗💗💗💗💗💗


Di rumah sakit.


Aqeela dan bayinya sudah dipindahkan ke ruang perawatan.


"Umma..." Sapa ketiganya begitu masuk ruangan.


"Oma.. Opaa.. Buni...Ayahkung." Lanjut ketiganya menyapa kakek neneknya.


Aqeela hanya melambai kepada ketiga anaknya. Karena tubuhnya masih terasa lemas.


"Assalamu'alaikum dedek." Sapa Zafira.


"Haai adek kecil. Nama kamu siapa?" Sapa Zafir.


"Nanti kita main bareng yuuk." Sapa Zafran lebih ekstrim.


Membuat orang dewasa di dalam ruangan itu tersenyum.


"Bae..kamu bawa kurma?" Tanya Aqeela.


"Iya.. Habis ini biar aku lakukan tahniknya."Aqeela hanya mengangguk.


Setelah mencuci kedua tangannya sampai bersih, Desta menggendong anaknya yang baru lahir.


Desta mengunyah kurma yang dibawanya sampai lembut kemudia mengoleskan ke bibir dan langit-langit mulut bayinya. Pelan-pelan sekali.


Itulah tahnik. Hukumnya sih sunnah. Dianjurkan agar yang pertama kali masuk ke perut bayi adalah sesuatu yang manis.


"Kalian sudah memberi nama anak kalian?" Tanya Mommy.


"Belum siih." Jawab setelah selesai mentahnik anaknya.


"Tapi udah aku siapin." Lanjutnya sambil


meletakkan bayinya kembali ke box.


"Beb, aku ada nama, Atharizz Farel."


Aqeela nampak berpikir.


"Kalo aku tambahin Atharizz Al-Fairel Wijaya. Gimana?"


"Baguss.. "


💗💗💗💗💗💗

__ADS_1


Like komen dan vote ya teman-teman


__ADS_2