
"Pak Desta, kok bisa ada di sini?" Pak Ferdinan menyempatkan diri bersua sebentar dengan Desta.
"Kebetulan istri saya minta bantuan." Jawab Desta.
"Istri?"
"Iya, perkenalkan itu istri saya. Dan tiga anak yang bersamanya itu putra putri saya?"
Ferdinad sepertinya sangat terkejut, mendengar bahwa Desta sudah menikah dan memiliki tiga buah hati.
Desta menyaksikan Aqeela mengajak Zafran, Zafir dan Zafira kembali ke ruang BK.
Sedangkan Nicholas dan Elizabeth sudah kembali ke kelasnya.
"Pak, beneran Bapak sudah menikah?" Ferdinan mengulang pertanyaannya.
"Iya pak, apa perlu saya tunjukkan buku nikah saya?"
"Bukan begitu, bapakkan masih muda. Istri Bapak juga masih sangat muda."
"Kami memang menikah sangat muda, Pak."
"Kok bisa?"
"Sengaja, Pak. Untuk menghindari fitnah dan zina."
Ferdinan tampaknya mulai mengerti.
"Bu Desta, saya minta maaf ya atas kelakuan anak saya." Ferdinand beralih ke Aqeela yang baru sampai bersama ketiga kembarnya.
"Mereka kembar, Pak?" Ferdinand kembali terkejut mengetahui anak Desta kembar tiga.
"Iya, anak kami kembar tiga." Jawab Desta.
"Kami mohon kerjasamanya ya Pak. Panggil saya Aqeela saja. Saya di sini hanya membantu Pak Jamal. Kebetulan beliaunya hari ink repot." Aqeela menjelaskan.
"Baik Bu Aqeela."
"Pak, saya permisi. Semoga kerjasama kita tetap lancar walau bapak tahu keadaan anak saya." Ferdinand tampak menahan rasa malunya.
"Pak yang namanya anak muda itu pasti memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Begitupun Ricky. Kita juga pernah muda. Jangan khawatir. Semua tetap sesuai perjanjian awal." Desta menjelaskan dengan baik.
"Saya akan sering-sering meluangkan waktu untuk anak Ricky."
"Terima kasih, Pak." Sahut Aqeela.
"Semoga putra Bapak siap menghadapi ujian yang sudah di depan mata." Sambung Aqeela.
Ferdinan tersenyum sambil mengangguk.
"Da.. da.. anak-anak baik." Sapa kepada triple Ferdinan sebelum meninggalkan ruang BK.
"Hati-hati, Om." Jawab Triple sambil melambai.
💗💗💗💗💗💗💗💗
"Kita ke rumah sakit, Tante Mita punya dedek. bayi." Ajak Desta begitu selesai meeting sambil makan siang ditemani istri dan ketiga anaknya.
Makan siang yang kesorean mengingat jam saat mereka sampai restoran sudah pukul setengah dua.
Sedangkan Ronald dan Wawan sudah kembali ke kantor masing-masing. Mereka berniat menjenguk saat Mita sudah kembali ke rumah ditemani pasangannya masing-masing.
"Beneran Buya, dedek bayinya Tante Mita udah keluar?" Zafir tampak antusias mendengarnya.
"Iya.. Barusan kata Om Doni." Jawab Desta.
"Ayoo sekarang kita jenguk Tante Mita."
Zafir , Zafran dan Zafira terlihat tidak sabar ingin segera ke rumah sakit.
💗💗💗💗💗💗
Di rumah sakit.
"Selamat ya...kalian sudah jadi orang tua." Ucap Aqeela dan Desta kepada Mita dan Doni.
"Sama-sama." Jawab Doni.
Karena Mita masih terlihat lemas, setelah proses persalinan.
__ADS_1
"Mama Intan, selamat sudah jadi nenek sekarang." Aqeela mencium pipi kanan dan kiri wanita yang melahirkan Doni itu.
"Terima kasih ya sayang." Balas Mama Intan.
Zafir, Zafran dan Zafira langsung tertarik dan sangat antusias melihat bayi di box kecil sebelah bed Mita.
Seorang bayi perempuan yang menggemaskan. Bayi itu memejamkan matanya dengan nikmat.
Seakan tak ingin diganggu. Beberapa kali ia meliukkan tubuhnya. Ia seperti mencari posisi ternyaman seperti saat masih di dalam kandungan ibunya.
Zafir mengelus pipi bayi Doni.
Zafira dan Zafran hanya melihat dengan kagum.
"Don, aku gendong ya?" Pinta Aqeela.
"Boleh. Masih ingat cara gendong bayi, kan?" Goda Doni.
"Memangnya kalo lupa kamu mau mengingatkan?" Sahut Doni.
"Kalian bole lupa cara gendong anak. Tapi gak lupa cara bikin anak kan?" Ledek Doni.
Aqeela tak mempedulikan ledekan Doni, perlahan ia mengeluarkan Baby Mita dari boxnya.
Aqeela menimang pelan baby cantik itu.
"Umma, Zafir bole lihat dong?" Pinta Zafir.
Aqeela merendahkan gendongannya, memperlihatkan wajah bayi Doni Mita ke Zafir kemudian ke Zafran dan Zafira.
"Dedek bayinya lucu ya.." Komen Zafira.
"Iya.. Om Doni, Zafir bole cium yaa?" Pinta Zafir sedari tadi jagoan Desta Aqeela itu terlihat paling antusias diantara kedua saudaranya.
"Sudah cuci muka? Sudah cuci tangan?" Tanya Doni.
"Belum Om, cuci tangan saja tadi di depan."
"Kalo gitu ciumnya besok saja di rumah Om Doni."
"Yes..." Pekik Zafir.
"Besok, dedek sudah bole pulang?" Tanya Aqeela.
"Insya Allah sudah."
"Cepet banget." Aqeela keheranan.
Karena pas melahirkan si kembar, dirinya dirawat empat hari di rumah sakit.
"Anaka aku kan lahirnya normal, Qee. kamu dulu kan pake cesar. Ya jelas bedalah." Oceh Doni.
Aqeela hanya mengangguk.
"Gimana rasanya nemenin lahiran normal, Don?" Tanya Desta kepo.
"Ya gitu. Ikut mules dan gak tega." Jawab Doni sambil mengingat proses kelahiran anaknya. Saat Mita beberapa kali kesulitan mengejan bahkan tanganya menjadi sasaran empuk Mita saat kesakitan.
Tangannya sampai merah-merah karena Mita menggenggam dengan sangat kencang. Tapi ia juga tidak mungkin melepaskan karena hanya itu kekuatan bagi istrinya.
"Namanya siapa, Don?" Tanya Aqeela mengalihkan lamunan Doni.
"Belum ada. Nanti saja kita rangkai di rumah. Mita masih lemas gitu." Jawab Doni.
"Ya udah kami pulang dulu yaa... Semoga jadi anak solihah. Istirahatlah dulu."
"Zafir, Zafran, Zafira kita pulang dulu."
"Yaa padahal pengen liat adiknya."
"Minta adik sendiri sana loo ama Umma dan Buya kalian." Goda Doni.
Ketiganya menatap Aqeela dan Desta seakan meminta jawaban kebenaran dari kedua orang tuanya.
"Sudah ayoo pamit dulu." Aqeela seger menggandenga ketiga anaknya agar bisa segera pulang.
Tubuhnya sudah begitu lelah, setelah seharian berurusan dengan para pasangan ABG mesum.
Belum lagi ABG tukang mabuk. Dan para orang tua.
__ADS_1
Menemani suaminya bertemu klien.
Harapannya setelah sampai rumah ia bisa beristirahat dengan tenang.
Tapi, apa bisa?
Begitu ucapnya dalam hati. Harapannya anak-anaknya tidak rewel dan jahil itu sudah anugerah baginya.
Desta memeluk perlahan bahu istrinya. Ia merasakan lelah yang sama dengan Aqeela.
Dibelainya puncak kepala Aqela dengan lembut.
"Pasti sangat capek ya?" Bisik Desta.
Yang hanya disambut anggukan dari Aqeela.
Desta melajukan X-pandernya perlahan meninggalkan pelataran rumah sakit.
Aqeela menoleh ke jok belakang. Ketiga kembar mereka sudah tertidur lelap
Ketiganya juga terlihat sangat lelah setelah seharian bersama kedua orang tuanya.
💗💗💗💗💗
"Bu Erna, tolong bantuin angkat Zafira ya." Pinta Desta setelah sampai di rumah.
"Baik, Mas."
Bu Erna perlahan mengangkat tubuh mungil Zafira masuk.
Desta sudah terlebih dahulu masuk membawa Zafran.
Sedangkan Aqeela menggendong Zafir sekaligus menutup pintunya.
"Makasi ya Bu.." Seru Aqeela.
"Sama-sama, Mbak."
"Saya siapkan makan malam dulu Mbak."
"Ndak usah, Bu. Mereka sudah kenyang. Dari siang makan terus."
"Kalo begitu saya permisi istirahat."
Aqeela hanya mengangguk.
Setelah yakin ketiga anaknya sudah terlelap dalam mimpinya masing-masing. Aqeela kembali ke kamarnya menyusul Desta.
Aqeela masuk kamar. Tujuanya mandi dan ganti baju.
Setelah ritual di kamar mandi. Aqeela sholat isya'.
Selesai sholat Aqeela menyusul Desta merebahkan tubuhnya di sebelah suaminya.
"Bae, hari ini lelah sekali." Keluhnya.
"Maaf ya.."
"Terima kasih ya, sudah membantu hari ini."
"Sama-sama."
Cup. Satu kecupan di bibir Aqeela mengobati sedikit lelahnya.
Wanita itu membalas kecupan suaminya. Dengan menyatukan bibir kembali. Lebih lama. Dan lebih dalam.
Desta melepas sebentar pagutannya memberi ruang istrinya untuk mengasup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Kita jadiin adiknya triple hari ini." Bisik Desta.
💗💗💗💗💗
Klik jempok likenya yaa gengs..
komen
Vote
Dan rate
__ADS_1