TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Pengasuh


__ADS_3

"Qeee..." Suara seorang wanita memanggilnya.


Aqeela menoleh.


"Kak Mita... Mau kemana?" Tanya Aqeela yang berdiri di depan pagar hendak mengantar ketiga kembarnya dan Julian ke masjid.


"Mau ke rumah kamu." Jawab Mita sambil membetulkan bayinya yang sudah mulai aktif bergerak.


"Assalamu'alaikum Adek Thifa..." Sapa Zafir sambil tersenyum di dekat anak Mita.


Lathifa Maharani Irawan.


Begitulah nama lengkap putri pertama Doni dan Mita.


"Wa'alaikum salam kakak Zafir." Jawab Mita sambil menirukan suara anak kecil.


"Kakak Zafir mengaji dulu ya.." Pamit Zafir.


"Iya Kakak.." Jawab Mita.


"Aku antar anak-anak dulu ya..." Kata Aqeela.


"Aku ikut." Jawab Mita.


"Okaylah."


Aqeela dan Mita berjalan berdampingan di belakang triple dan Julian.


"Adik Thifa, nanti kalo sudah besar ngaji yaa sama Kakak Zafir, Kakak Zafran, Kakak Zafira dan Uncle Ian." Cerocos Zafir sambil memegang tangan mungil Thifa yang ada digendongan Mita.


"Iya Kakak..." Jawab Mita dengan suara khas anak-anak.


"Kak, Ian bole dong gendong adek Thifa?" Pinta Julian.


"Bole siih, tapi Thifa berat loo. Sekarang udah 6 kilo."


"Sebentar saja."


"Ya udah kita duduk di tangga masjid. Habis itu Ian bole gendong Thifa bentar."


Merekapun duduk di tangga masuk masjid. Mita meminya Julian duduk. Lalu meletakkan Thifa dipangkuan Julian. menghadap ke depan.


Zafir menggoda Thifa dengan bermain ci luk ba. Bergantian dengan Zafran dan Zafira yang tak kalah gemas melihat bayi mungil itu.


"Kak Mita, kita masuk kelas dulu ya.. Ini dedek Thifanya kita kembalikan." Ucap Julian sambil tersenyum lebar ke arah Mita.


Julian terlihat ingin menyerahkan Thifa ke Mita tapi Ia kesulitan berdiri.


Akhirnya Mita mengambil Thifa dari pangkuan Julian.


"Da da.. adek Thifa.." Keempatnya melambai kepada Thifa.


"Assalamu'alaikum Umma, Tante Mita." Salam ketiganya sambil mencium tangan Aqeela dan Mita.


Julian juga melakukan hal sama dengan si triple.


Tak lupa Aqeela juga membalas ritual triple dengan cium pipi. Sedangkan untuk Julian ia memberikan ciuman di pucuk kepalanya.


💗💗💗💗💗


"Ada apa, Kak? Kok kayaknya serius banget." Tanya Aqeela begitu merreka sudah duduk di ruang tamu Aqeela.


"Aku mau nyariin si Thifa pengasuh. Bentar lagi cutiku habis." Kata Mita sambil meletakkan Thifa di sofa.


"Diminum, mbak." Kata Bu Erna yang baru saja menyuguhkan minuman untuk tamu majikan rasa anaknya.

__ADS_1


"Makasi ya Bu." Kata Mita sopan.


"Sama-sama." Balas Bu Erna sambil balik kanan hendak ke dapur.


"Bu Erna, disini dulu sebentar." Pinta Aqeela.


Bu Erna menurut saja, iapun duduk di seberang kedua wanita muda itu.


"Beneran kakak nyari pengasuh." Tanya Mita.


"Iya, kasiyan mama Intan kalau jaga sendirian."


"Bu Erna ada teman yang bisa bantu Kak Mita?" Tanya Aqeela sambil menatap pengasuh ketiga anaknya itu.


Bu Erna tampak berpikir.


"Saya punya teman yang bisa ngasuh anak sih, Mbak. Tapi saya tidak tahu saat ini dia bisa atau tidak." Jawab Bu Erna.


"Kakak butuhnya segera?" Tanya Aqeela ke Mita.


"Kalo bisa sih, bulan-bulan ini Qee. Jadi aku bisa tahu bagaimana cara kerjanya. Kamu tahu sendirikan jam praktekku."


"Kenapa gak buka klinik sendiri saja sih, Kak." Komen Aqeela sambil menarik napas panjang.


"Gak semudah itu dodol. Nanti kalo sudah waktunya aku buka klinik.sendiri."


"Ya sudahlah, aku juga gak paham dunia kedokteran. Apa kata Bu dokter deh." Ucap Aqeela.


"Bu Erna, apa bisa Bu Erna menghubungi temannya?" Tanya Aqeela ke Bu Erna.


"Saya ambil hape saya dulu ya, Mbak." Kata Bu Erna sambil permisi masuk ke dalam kamarnya.


"Mudah-mudahan kalo rejekinya kakak. Insya Allah dimudahkan." Ucap Aqeela.


"Aamiiin..." Jawab Mita.


"Gimana Bu?" Tanya Mita cemas.


"Teman saya ternyata sudah dapat kerjaan. Tapi ini ada tetangga desa saya yang mau. Gimana? Dia masih muda usianya sekitar 35an, seorang single parent suaminya baru meninggal tiga bulan lalu. Anaknya satu sudah kelas kelas tiga SMA." Jelas Bu Erna.


"Kalo dia bersedia, saya sih mau saja Bu. Tapi di orangnya jujur kan Bu?" Tanya Mita.


"Insya Allah, Mbak." Jawab Bu Erna.


"Ya sudah kalo mau suruh ke sini, besok atau secepatnyalah." Pinta Mita.


"Baik, Mbak."


"Terima kasih ya Bu Erna." Ucap Aqeela.


"Sama-sama. Saya ke dapur dulu ya, Mbak." Pamit Bu Erna.


Aqeela dan Mita mengangguk kepalanya.


"Akhirnya lega juga." Ucap Mita.


"Dari kemarin aku nyari ke penyalur baby sitter tapi gak ada yang cocok. Terus aku diminta Mama Intan dan Doni nanya ke kamu." Mita tanpa diminta menceritakan pengalamannya.


"Memang sampai kapan kakak mau praktek di rumah sakit?" Tanya Aqeela.


"Sampai izin praktekku keluar." Jawab Mita.


"Masih lama, Kak?" Tanya Aqeela.


"Sekitar 3 tahun lagi." Jawab Mita dengan senyum masam.

__ADS_1


"Lama kalee tuuh, Kak."


"Emang kenapa?"


"Aku berencana buka klinik pesantren. Biar kalo ada santri yang sakit kita tidak terlalu jauh ke rumah sakitnya." Kata Aqeela.


"Buka aja, Buk. Nanti aku bantu izinnya. Tapi aku belum bisa praktek di sana secara resmi. Kalo hanya sekedar bantu-bantu aku bisa."


"Aku sampaikan ke Kak Desta nanti."


"Eh, itu yang di perut udah berapa bulan?"


"Masih 4 bulan jalan 5."


"Enggak segede pertama dulu ya?" Goda Mita.


"Kak, yang ini bayinya tunggal. Nah, yang kemarin bayinya tiga. Ya jelas perutku beda."


"Lebih enak mana sih? hamil yang sekarang atau yang pertama?"


"Enak yang sekarang sih, kan yang mual-mual Buyanya. Meskipun pas hamil si kembar dulu aku gak mual sama sekali."


"Tau enggak hamil kamu tuh, bikin iri."


"Iri kenapa?"


"Aku pas hamil Thifa sampai gak bisa bangun selama tri semester pertama."


"Disyukuri saja Kak. Mungkin dengan begitu ikatan ibu dan anak akan bisa lebih kuat."


"Iya.. juga sih."


"Thifa.. segera punya dedek lagi yaa..." Ucap Aqeela.


"Jangan Thifa. Bunda tidak mau punya dedek dulu. KOAS Bunda kapan kelarnya kalo punya dedek lagi. Ngawur kamu yaa.. Qee."


"Wkwkwkkk.... " Aqeela hanya ngakak mendengarnya.


Mita memangku Thifa yang sudah resah di sofa. Ia membuka kancing depan pakaiannya. Lalu menyodorkan ASI ke anaknya.


Sambil mengucapkan Basmalah.


Thifa yang sepertinya juga haus langung ngenyot milik Bundanya dengan rakus.


"Duuh anak cantik haus banget ya.." Kata Aqeela sambil mengelus punggung Thifa.


"Banget Tante."


"Kak, biasakan panggil aku Umma saja deh. Kalo dipanggil Tante rasanya janggal banget."


"Iya deeh. Umma. Thifa ingat yaa panggilnya Umma." Ucap Mita sambil memandang Thifa yang asyik ngenyot ASI.


Entah si baby ngerti atau tidak. Tapi keduanya tetap saja memberikan banyak kalimat kepada Thifa.


Katanya sih, meski belum bisa berkata-kata tapi seorang bayi bisa mendengar.


Dan itu yang mereka manfaatkan kali ini.


Bahkan meski masih dikandungan, Aqeela sudah mengajak calon bayinya membaca Al-qur'an.


Harapannya kelak si anak akan jadi ahli qur'an, ahli ilmu, ahli ibadah yang berakhlaqul karimah.


💗💗💗💗💗💗💗


Kiss bye dari dedek triple..😘😘😘

__ADS_1


Like komen dan vote yaa man teman


__ADS_2