
Maaf yaa semua, kemarin telat banget upnya. Karena Eneng masih ada yang harus di selesaikan di dunia nyata
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Hari Minggu.
Tepat pukul delapan Aqeela sudah berada di masjid. Hari ini dia ada jadwal pengajian dengan ibu-ibu sekitar komplek.
Memang sejak ada masjid, kegiatan pengajian ibu-ibu juga ia pindahkan ke sana.
Masjid benar-banr menjadi pusat kegiatan Al-Muslim.
Mulai subuh hingga menjelang subuh lagi tak ada hentinya, kegiatan terus bergulir.
Sedangkan Desta, masih di rumah. Bapak tiga anak ini bersiap menyapu rumah dan halaman. Sekalian memasukkan beberapa potong pakaian kotor ke dalam mesin cuci.
Si Triple sejak hari Jum'at sudah berada di rumah Mommy dan Daddy. Karena memang jadwal mereka bertiga menemani Mommy dan Daddy.
Sedangkan Bu Erna, ia ikut pengajian bersama Aqeela.
Keringat Desta terlihat menetes membasahi dahinya. Setelah menyapu rumah dan halaman depan belakang secara eatafet.
Karena setiap minggu tugasnya menggantikan Aqeela mengerjakan pekerjaan rumah. Sedangkan istri cantiknya itu berkegiatan bersama ibu-ibu kompleks.
Sekarang ia bersiap memotong rumput dnegan mesin pemotong rumput yang sudah ia siapkan.
Baru beberapa meter memotong, sebuah mobil mewah masuk ke halamannya.
Desta menghentikan aktivitasnya. Melihat ke arah tamunya.
"Mister Gerald?" Pekik Desta sambil meletakkan alat pemotong rumputnya begitu saja.
"Mister Desta, Assalamu'alaikum." Sapa Carlos Gerald dengan nada khasnya.
"Wa'alaikum salam.." Sahut Desta ramah.
Di belakang Carlos Gerald terlihat Hanin dan Renata.
Desta melirik gadis cilik yang sekarang selalu tampil dengan kerudung lucu. Mirip milik Zafira, anaknya.
Atau malah kedua ibunya membelikan barang kembar? Desta tersenyum ramah kepada Renata.
"Assalamu'alaikum, Buya." Sapa Renata sambil mencium tangan Buya Desta.
"Wa'alaikum salam, Renata." Jawab Desta.
"Kok potong rumput sendiri, Mas?" Tanya Hanin keheranan.
"Iya, itung-itung olah raga." Jawab Desta.
"Waah, mister Desta hebat." Sahut Carlos sambil menepuk-nepuk bahu Desta.
"Biasa saja. Masuk, Mister..." Ajak Desta.
"Mbak Hanin, mau ketemu istri saya?" Tanya Desta sambil menatao istri partnernya itu.
"Iya, Mas.." Jawab Hanin.
"Masuk dulu, Mbak. Nanti saya antar ke tempatnya Aqeela." Balas Desta.
"Maksudnya? Mbak Aqeela tidak di rumah?" Hanin keheranan.
__ADS_1
"Bisa dibilang begitu. Tapi masih tetap di area rumah kok." Jawab Desta.
Hanin sedikit bingung dengan jawaban ambigu Desta.
"Zafran, Zafira dan Zafir kemana Buya?" Tanya Renata sambil celingukan mencari ketiga kembar itu.
Setelah duduk di sofa ruang tamu.
"Mereka sedang di rumah Oma Opanya, Sayang." Jawab Desta.
Renata terlihat lesu dan sedih.
"Nanti kalo sudah selese acaranya Umma kita jemput mereka. Renata mau ikut?" Dest mencoba menghibur gadis cilik kesayangan Zafran itu.
"Mau.. mau.. Buya." Renata kembali berbinar.
"Kalo gitu sekarang Buya ganti baju dulu yaa, bau asem. Abis kerja keras tadi." Ucap Desta.
"Iya ..,Buya." Jawab Renata.
"Mister dan misis Gerald, silahkan di cicipi kuenya. Saya tinggal ganti baju dulu." Pamit Desta.
"Baik mister Desta.." Ucap Carlos.
"Pi, kok mau-maunya yaa CEO kayak Mas Desta ngerjakan pekerjaan rumah tangga?" Tanya Hanin setelah Desta masuk ke kamarnya.
"Itu artinya mister Desta suami yang baik. Dia tidak selalu mengandalkan istri. Kerjasama mereka pasti sangat baik." Jawab Carlos.
"Kenapa gak pake tenaga ART saja sih? Eitss.. kan mereka punya Bu Erna. Emang Bu Erna kemana, ya?" Hanin kembali kepo.
"Udah ah, Ma.. Gak enak ama mister Desta. Kita ke sini kan mau minta pendapat mereka. Eh, ini malah kepoin mereka." Kata Carlos sambil memeluk bahu Hanin.
"Mari mbak, saya antar ke tempat Aqeela." Ajak Desta.
Carlos dan keluarganya mengekor Desta.
Sebelum mereka keluar pagar, seorang pemuda berpakaian koko, bersarung dan berpeci memberi salam kepada Desta.
Pemuda itu mencium tangan Desta. Setelah mendapat beberapa instruksi, pemuda itu menunduk dan mengiyakan semua permintaan Desta.
Setelah mengucapkan terima kasih, Desta mengajak tamunya ke area sebelah.
Mereka masuk ke halaman masjid yang.
"Kok ke masjid, Mas?" Hanin semakin keheranan.
"Kita tunggu di serambi ya.." Ucap Desta.
"Maksudnya?" Hanin semakin tidak mengerti.
"Apa Aqeela tidak pernah cerita?" Tanya Desta lagi.
Mereka sudah berada di depan masjid.
"Cerita soal?" Hanin bersiap melepas sepatunya.
"Tunggu, itu kayak Mbak Aqeela ya Mas?" Hanin melihat seseorang mirip Aqeela sedang duduk menghadap ibu-ibu sambil sesekali membaca kemudian menjelaskan.
Bagi Hanin kalimat dan kata-kata yang diucapkan Aqeela sangat aneh.
Ada satu kata bahasa asing baginya kemudian diterjemahkan pakai bahasa jawa.
__ADS_1
Hanin mempertajam pendengarannya. Dia ingin memastikan bahwa yang sedang wanita di depan para jama'ah itu memang calon besan perempuannya.
"Ma, kita ditunggu mister Desta.." Bisik Carlos ke telinga Hanin pelan.
Sedangkan Renata ia sudah duduk cantik bersama calon mertua gantengnya. ( Wkwkwkk... )
Hanin yang asyik menatap ke bagian dalam masjid itu tersadar.
"Hmm.. iyaa ayoo Pi." Hanin melepas sepatunya dan menuju ke tempat dimana. Desta duduk.
"Kita tungu di sini Mungkin Lima belas menit lagi selesai." Kata Desta sambil melirik jam di ponselnya.
"Mas, Maksud Mas Desta tadi? Mbak Aqeela bercerita soal apa?" Ulang Hanin menatap kepo Desta.
"Cerita pekerjaaannya." Jawab Desta.
"Mbak Aqeela itu kalo cerita dia hanya ibu rumah tangga yang masih kuliah." Jawab Hanin.
"Kebiasaan tuuh anak. Suka banget sih bikin kekonyolan kayak gini." Gumam Desta dalam hati karena ia saat ini yakin Aqeela belum pernah bercerita tentang dirinya dan pesantrennya.
"Iyaa itu memang benar kok, Mbak. Tapi lebih enaknunya nanti tanya langsung saja sama yang bersangkutan." Balas Desta.
Ia juga tak ingin privacy yang sudah disimpan istrinya dirinya yang membongkar. Biarlah Aqeela sendiri yang menjelaskan.
"Terus yang duduk paling depan itu, Mbak Aqeela kan?" Tanya Hanin kembali.
"Iya itu Aqeela." Jawab Desta.
"Terus ngapain dia Mas di situ. Apalagi yang diomongin kok aneh banget. Ada bahasa jawa-jawanya gitu."
Desta sedikit geli mendengar pertanyaan Hanin. Tapi cukup di dalam hati.
Mengingatkannya pada dirinya dulu yang tidak mengerti tentang kitab. Dia terkadang merasa aneh tatkala mendengar Aqeela membaca sesuatu di aula saat keputrian.
Mau bertanya gengsi.
Akhirnya rasa keponya teratasi saat ikut nyantri kilat bersama Aqeela ketika ia bersembunyi.
Dari dalam masjid terdengar do'a, " Subhanalloh wa bihamdika asyhadu allaillaha illa anta astaghfiruka wa atubuh ilaihi."
"Nah, itu mereka selesai." Kata Desta.
"Beb..." Panggil Desta saat melihat Aqeela keluar dari Dalam masjid.
Aqeela tampak terkejut melihat ada Hanin dan keluarganya di situ.
Hanin sudah menampakkan wajah seribu kepo dan baper. Untung saja Mister Carlos datar-datar saja.
"Jelasin..." Omel Hanin.
💗💗💗💗💗
Insya Allah hari ini double up deeh..
Tapi terus kasi like, komen, vote dan tap bintang 5 di rate.
Yang kepo ama masa lalu Buya dan Umma si Triple ada di cover yang ini.
"Pasangan dini level tinggi"
__ADS_1