TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Be friends


__ADS_3

"Umma.. Nanti Zafira pulang agak malam!" Izin Zafira sebelum berangkat sekolah sembari mencium tangan Aqeela.


"Mau mampir kemana?" Tanya Umma sambil mengusap lembut kepala putrinya itu.


Lantunan do'a terbaik ia ucapkan untuk Zafira yang mencium punggung tangannya.


"Kata Uncle hari ini mau fitting gaun pengantin." Zafira mencium pipi kiri dan kanan Aqeela.


"Hati-hati, sampaikan salam kangen Umma untuk Uncle. Tanyakan kapan pulang?" Bisik Aqeela yang sudah menumpuk kangen untuk adik sekaligus calon menantunya itu.


"Iya Umma. Assalamu'alaikum!" Pamit Zafira sembari berlari karena suara klakson mobil sudah memekakkan telinganya.


"Lama banget sih?" Omel Zafran yang duduk di jok kemudi.


"Bawel banget sih! Ayo jalan..!" Perintah Zafira.


"Kamu pikir aku sopir apa?" Gerutu Zafran yang hanya di senyumi oleh Zafir yang ada di sebelahnya.


"Oh ya.. nanti kalian pulang berdua ya! Aku mau ke butik fitting baju pengantin." Kata Zafira di tengah perjalanan.


"Hmmm..." Hanya itu jawaban dari kedua cowok di depannya itu.


Zafira tersenyum kecut mendengar respon saudaranya itu. Tapi dasarnya Zafira yang gak peka ia malah dengan santainya mencueki keduanya.


Bahkan sampai sekolah tidak ada percakapan apapun diantara mereka bertiga.


"Renaata...!" Panggil Zafran begitu Renata keluar mobil.


Renata menoleh dan tersenyum begitu tahu Zafran yang memanggilnya.


"Papi!" Zafran mencium tangan Carlos begitu ia sudah ada di dekat kendaraan Renata.


"Waah.. ganteng banget nih calon mantu Papi." Puji Carlos.


"Papi bisa aja. Pi, nanti Renata biar Zafran yang antar!"


Carlos hanya mengangkat jempolnya. Tanda setuju karena setiap hari Zafran selalu mengantar Renata pulang semenjak mereka pulang ke Indonesia.


"Makasii Pi..!"


"Yuuk, Ren ke kelas!" Ajak Zafran.


"Yuuk!" Renata dan Zafran berjalan berdampingan menuju kelas masing-masing.


Renata sekelas dengan Malik di kelas sepuluh IPA dua.


"Dasar bucin akut!" Zafir menoyor Zafran dan mendahului langkah keduanya. Sedangkan Zafira memeletkan lidahnya meledek Zafran.


Berusaha berada ditengah-tengah Zafran dan Renata. Tapi tentu saja usahanya menjadi orang ketiga selalu digagalkan Zafran.


"Hahaha.." Renata hanya tertawa kecil melihat ulah kedua saudara kembar Zafran.


"Aku duluan ya..!" Pamit Renata begitu sampai di depan pintu kelasnya.


Zafran menatap tak rela ke arah Renata yang masih menunggu jawabannya.


Beberapa pasang mata menatap ke arah mereka. Bahkan anak dari gedung seberang juga melihat ke arahnya dan Renata.


Semenjak ia memproklamirkan hubungannya dengan Renata fans fanatiknya bukannya semakin berkurang tapi semakin bertambah.


Sejujurnya Zafran jengkel aja harus diidolakan para cewek. Tapi ia menikmati saja.


(Zafran lebay)


"Fraan... aku masuk!" Ulang Renata.

__ADS_1


"Eh.. iya.. ketemu istirahat ya!" Balas Zafran sambil melangkah ke kelasnya karena Renata juga sudah masuk bareng teman ceweknya.


💗💗💗💗


Istirahat pertama.


Di kantin, dibangku yang sama dimana mereka selalu duduk.


Bangku yang mereka klaim milik komplotannya. Sehingga tidak ada yang berani memakainya walaupun triple dan komplotannya belum datang.


Andai ada yang menempati, mereka tak segan mengusir dengan paksa.


(Hadeeh.. Emak ama Bapaknya dulu aja gak separah mereka)


Kali ini Malik dan Zafir yang memesan makanan dan minuman untuk sahabat-sahabatnya.


Hanya makanan ringan dan snack saja karena mereka sudah sarapan dari rumah. Orang tua mereka mewajibkan anak-anaknya sarapan sejak zaman Piyek dulu. Dan mereka paham itu kesepakatan para emak-emaknya yang akur bin awet sampai sekarang.


Tak bisa dipungkiri persahabatan mereka tak lepas dari campur tangan para emak rempong.


Dan mereka bersyukur memiliki emak rempong yang akur dan tetap menjaga kekompakan sampai sekarang.


Dan itu ternyata berpengaruh ke persahabatan.


Baru juga mereka menikmati beberapa potong french fries dan dim sum ala kantin, kawanan Devan datang.


Tanpa permisi mereka berenam langsung bergabung begitu saja dengan Triple.


"Mau ngapain kalian ke sini?" Tanya Zafir dengan ketus.


"Gabung dengan kalian!" Jawab Devan.


"Banyak tempat kosong kenapa harus si sini?" Ucap mereka heran.


"Gak boleh!" Teriak Zafran, Zafir, Malik dan Alif bersamaan.


"Kalian kenapa?" Devan berdecak heran menatap keempat cowok tersebut.


"Ada yang salah denganku?" Sambung masih menatap penuh rasa penasaran.


"Salah pake banget!" Ketus Malik.


Sementara Wanda dan Renata hanya terkikik pelan.


"Kalian minggir deh!" Teriak Devan berusaha memisahkan Renata dan Zafran karena Zafira duduk diantara mereka berdua.


Menjadi orang ketiga diantara Zafran dan Renata. Memisahkan Zafran yang bucin tingkat langit ke tujuh dengan Renata.


"Kak Devan, mau bogem dari saya atau Zafir?" Hardik Zafran geram menyaksikan aksi nekat Devan.


"Kalian itu gak pake tangan bisa gak?" Omel Devan yang akhirnya mengalah duduk di depan Zafira dengan menyeret kursi kosong. Diikuti rekan-rekannya.


"Kalo Kakak masih ngeyel yaa harus kami lakukan!" Jawab Zafir.


"Kalian kenapa sih kok betah temenan sama mereka?" Devan nunjuk Zafir dan Zafran.


"Itu urusan kami. Kakak gak perlu tau!" Ucap Malik dengan wajah masam, apalagi ia tahu ternyata tujuan Devan adalah mendekati Zafira.


Bersaing dengan Alif saja sudah bikin rempong ini malah nambah satu cunguk aneh bernama Devan. Bikin hatinya tambah panas saja.


"Kakak kalo berani mendekati Zafira, musuh kakak kami semua!" Tiba-tiba Alif pasang badan untuk Zafira.


Zafira yang menyimak ucapan sahabat-sahabatnya itu hanya nyengir.


"Terus kalo kalian kenapa-kenapa, Zafira yang harus bales?" Sungut Zafira dengan senyum masam.

__ADS_1


Malik, Darren, Zafir dan Zafran terkekeh mendengar jawaban Zafira, kecuali Alif yang malah bengong bin bingung.


"Dan Kakak Devan yang ganteng, apa hukuman Kakak sudah selesai?" Tanya Zafira menatap Devan yang awalnya sudah gede kepala karena dipanggil ganteng. Namun berubah jadi senyum kecut karena diingatkan dengan hukuman.


"Kalo bole milih, aku lebih suka dihukum sama Zafira daripada sama Pak Dicky." Gerutu Devan.


Zafir dan Zafran yang mendengar hanya tertawa lebar sedangkan Alif dan Malik manyun gak jelas.


Renata dan Wanda hanya menyimak perdebatan mereka.


Sedangkan Darren hanya melirik dengan ekspresi datar.


"Aku ke sini hanya ingin berteman sama Zafira!" Ucap Devan sungguh-sungguh.


"Kak Devan udah insyap belum?" Tanya Zafira lirih takut terdengar meja sebelah


"Aman. Dia langsung tobat setelah liat elo!" Ucap salah satu teman Devan yang Zafira kenal dengan nama James.


"Tobat karen dia?" Malik menunjuk muka Zafira.


Devan menurunkan tangan Malik dan menyentil dahi cowok itu.


"She ia the perfect women!" Ucap Devan.


"Awwh.." Teriak Malik.


Tapi tidak ia balas, karena Devan fokus ke Zafira.


"Zafira bisakah kita berteman mulai sekarang?" Devan mengangkat jari kelingkingnya.


Seketika Zafira teringat Julian. Mereka selalu menautkan kelingking masing-masing jika berjanji. (Kangen)


"Teman sih teman tapi gak usah pake minta kelingking Zafira juga, kalee! Nee aku yang mewakili dia!" Malik menautkan kelingkingnya pada kelingking Devan.


"Iihh...!" Devan langsung menarik cepat kelingkingnya dengan bergidik.


Auto semua ngakak menyaksikan Devan yang ngeri dengan kelakuan Malik.


"Gak usah khawatir aku masih normal, kok. Bukan penyuka tongkat. Masih suka sama lubang. Tapi aku gak suka Zafira di sentuh cowok manapun!" Oceh Malik.


"Aneeh!" Gumam Devan.


"Hmm tapi just be a friend ya Kak!" Ucap Zafira.


"Iyaa hanya teman. Kenapa?" Tanya Devan ragu.


"Takut Kakak patah hati kayak mereka berdua!" Wanda menunjuk ke arah Malik dan Alif.


Devan semakin tidak mengerti.


"Mereka berdua itu sebetulnya lagi broken heart karena Zafira mau merried,"


Glodaaak...


Seperti ada petir di siang hari.


💗💗💗💗


Maaf ya kalo banyak typo betebaran dimana-mana, aku nulisnya dengan kondisi pandangan kabur.


Semoga masih bisa dibaca...


Udah malam itu kalee yaa..


Salam cinta buat kalian

__ADS_1


__ADS_2