TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Say good bye Renata


__ADS_3

Tangisan haru Oca, Yuna dan Via masih terdengar.


Setelah Hanin menyampaikan kabar tentang kepindahannya ke Spanyol.


Bahkan Ustadzah-Ustadzah Renata ikut sedih. Saat Mama Hanin menyampaikan kepindahan mereka yang terpaksa.


Tapi Ustadzah tidak bisa mencegah. Karena kewajiban istri adalah mematuhi suaminya.


Dengan berat hati, Renata dilepas pihak sekolah. Hari ini menjadi hari perpisahan di kelas A1. Kelasnya Renata dan kawan-kawan.


Seluruh kelas ikut mendo'akan Renata. Dan mengucapkan selamat tinggal.


Di ruang tunggu.


"Mbak.. udahan yaa nangis-nangisnya. Nanti Mbak besan gak sanggup berangkat ke Spanyol." Ucap Aqeela.


Tapi malah membuat para rempong histeris.


Beberapa baby sitter yang menjaga disitu sampai ikut penasaran.


Mak, Jangan lama-lama di Spanyolnya." Ucap Oca.


"Kita pasti kangen sama kamu, Mak." Yuna menimpali.


"Mak, kalo udah di sana sering-sering VC kita ya..." Sambung Via.


"Pasti... Aku nitip besan aku ya.. Kalo nakal sentil saja." Goda Hanin.


"Dia udah ada bodyguardnya Mak." Sahut Yuna Cepat sambil mengusap air matanya.


"Kalo gitu pulang sekolah kita harus makan-makan sebelum, Emak berangkat ke Spanyol." Ajak Yuna dengan sedih.


Tidak ada antusias diantara mereka. Tapi tetap saja ada anggukan mengiyakan dari mereka.


"Tante.. kok tangis-tangisan sih, ada apa?" Seorang baby sitter menghampiri mereka.


"Oh itu, Mbak Hanin mau pindah ke Spanyol." Jawab Aqeela.


Baby sittet itu terlihat terkejut mendengar jawaban Aqeela.


"Tante.. maafin kita-kita ya.. kalo terkadang suka ngegosipin Tante. Semoga tante betah di Spanyol." Baby sitter itu meminta maaf kepada Hanin.


"Akhirnya kalian jujur juga kalo suka ngegosipin kita." Celetuk Hanin.


"Khilaf Tante. Namanya juga manusia." Jawab baby sitter tersebut sambil menahan senyum.


Tak selang lama, para baby sitter yang lain mengikuti jejak rekannya. Mengucapkan selamat tinggal kepada Hanin.


Sedih.


lya.


Pasti.


Tapi siapa yang bisa mengingkari taqdir Allah.


💗💗💗💗💗💗


Mereka memilih sebuah resto saji yang tak jauh dari sekolah.


Mengingat mereka sekarang dijaga bodyguard dari Desta


Awal-awal dapat pengawalan ketat membuat mereka tidak nyaman. Tapi seiring waktu, mereka mulai terbiasa dikuntit para bodyguard saat bersama Aqeela.


Serasa jadi pejabat, begitu komen Via saat pertama kali mendapat pengawalan.


"Mbak.. pesan apa?" Tanya Aqeela kepada sahabat-sahabatnya.


Dengan tidak bersemangat, mereka menyebutkan pesanannya.

__ADS_1


Aqeela meminta tolong salah satu bodyguardnya untuk mengantri. Sembari memberikan sejumlah uang.


"Kamu dan Rianti pesan juga ya.." Kata Aqeela.


"Baik, Mbak." Sahut wanita bodyguard bernama Eli itu.


Eli segera mengantri.


Dengan dibantu Rianti, Mereka membawa pesanan bosnya ke meja.


"Makasii ya.." Ucap para rempong bersamaan. Yang hanya dijawab anggukan oleh Rianti dan Eli.


"Umma.. Spanyol itu negara apa sih? Terus kenapa kok.ganti nama? Dulu kan namanya Andalusia?" Tanya Zafran sambil membuka pembungkus Burgernya.


"Begini..." Aqeela mulai bercerita.


Setelah Rasulullah dan Para Khalifaurrosyidin wafat. Pemerintahan islam terbentuk dengan sistem Daulah.


Pada waktu itu berkuasa Daulah Umayyah di Damaskus.


Khalifahnya saat itu Al-Walid.


Keadaan Andalusia waktu itu sangat memprihatinkan. Perdagangan yang curang, rentenir bahkan perbudakan berlaku.


Andalusia dihuni oleh bangsa Yahudi Palestina dan Yunani. Mereka tinggal di sana setelah melarikan diri dari negaranya.


Bangsa Yahudi melarikan diri dari Raja Nebukadnezar yang Kejam.


Bangsa Yunani melarikan diri dari Persia.


Melalui Gubernur Musa bin Nusair, Khalifah Al-Walid mengumpulkan informasi tentang Andalusia.


Akhirnya pada tanggal 30 April 711 Masehi, pasukan islam dipimpin Thariq bin Ziyad menyerang Andalusia.


Dan Akhirnya Andalusia berhasil dikuasai islam.


"Tahriq bin Ziyad sama Al-Fatih lebih keren mana Umma?" Potong Zafran.


"Karena sama-sama pahlawan dalam islam." Lanjutnya.


"Nyai, memang ada cerita kayak gitu ya?" Oca ikutan menyela.


"Ada dan itu nyata. Banyak sisa-sisa peninggalan islam di Spanyol. Jangan salah, Islam berkuasa di Andalusia 800 tahun. Lebih lama dari penjajah Belanda di Indonesia." Jawab Aqeela.


"Karena itu Renata gak bole sedih, di sana Renata akan bertemu teman-teman baru. Renata juga bisa belajar islam di Spanyol." Ucap Renata.


"Bahkan pemain bola Sevilla, Freddie Kanoute aja sampe mendonasikan dan mencarikan donasi untuk pembangunan masjid di sana." Lanjut Aqeela.


"Kok sampe paham pemain bola sih? Sebetulnya kamu tuh Bu Nyai atau bola mania sih?" Via jadi ikutan kepo.


"Haa haha.. aku tau karena Kanoute muslim hanya itu saja. Eks strikernya Sevilla." Jawab Aqeela dengan cengengesan.


"Aku curiga, jangan-jangan kamu juga suka nonton bola?" Via masih belum puas dengan jawaban Aqeela.


"Kalo iya kenapa?"


"Ya gak pa_pa, ada gitu Bu Nyai pecinta bola?" Oceh Via.


"Ada tuh buktinya di depan kita." Potong Yuna.


Via, Oca dan Hanin ikut tersenyum mendengarnya.


Sejenak mereka melupakan kesedihan karena akan ditinggal Hanin.


"Umma, bole pinjam hape?" Pinta Zafran tiba-tiba.


"Buat apa?" Tanya Umma heran sambil menoleh ke arah anaknya itu.


"Buat nyari Spanyol." Jawab Zafran.

__ADS_1


Aqeela menyerahkan ponselnya. Supaya rasa penasaran Zafran sedikit surut.


Setelah menerima ponsel Ummanya, Zafran mencari peta Spanyol.


"Wah, jauh sekali rumah kamu nanti Renata. Aku akan ke sana kalo sudah besar nanti." Janji Zafran ke Renata.


"Beneran ya, Zafran. Tapi, kalo dewasa nanti aku juga ingin balik ke Indonesia. Kita bisa main bareng lagi. Kayak gini." Balas Renata sambil menatap ketujuh temannya.


"Tapi aku inginnya sama kamu aja. Gak usah sama yang lain." Zafran tampak cemberut karena keinginan Renata berbeda dengannya.


"Iyaa .. Nanti setelah ketemu mereka kita bisa main berdua." Typo dari Renata.


"Janji."


"Janji."


Renata dan Zafran saling menautkan jari kelingkingnya.


"Nyai, aku gak tega liat mereka berdua." Bisik Oca.


"Gak pa_pa Teh, aku yakin saat mereka dewasa akan menjadi lebih indah." Jawab Aqeela mencoba tersenyum. Walaupun sebetulnya ia juga sedih harus berpisah dengan sahabat anaknya itu.


"Di Spanyol ada apa saja sih, Umma?" Tanya Zafir saat melirik ponsel Aqeela yang masih membuka peta Spanyol.


"Banyak sekali. Ada kastil Alhambra yang merupakan peninggalan islam. Toledo Kota dengan 3 budaya. Ada kesenian matador. Pertandingan manusia melawan banteng. Dan warga Spanyol termasuk pecinta Olahraga. Tahun 2010 menjadi juara piala dunia. Spanyol ibu kotanya Madrid." Urai Aqeela.


"Masih banyak lagi.. Umma tidak bisa menyebutkan satu per satu." Sambungnya.


"Kita harus ke sana Umma!" Ajak Zafir.


"Iya, Kapan-kapan kalo Buya punya rizky kita main ke sana. Kita jenguk Renata dan Mama Hanin." Kata Aqeela.


"Benar Umma?" Zafran langung menyela.


"Iyaa.. beneran."


"Zafran.. Tante diajak ya.." Kata Oca.


"Tante Via juga mau diajak."


"Tante Yuna juga harus diajak."


"Iyaa diajak semua, tapi bayar sendiri-sendiri." Jawab Zafran.


"Iya...kasiyan Buya ngeluarin banyak duit buat Tante." Sahut Zafir.


"Duh, mantu sama mertua sama pelitnya." Komen Yuna.


pletak.


Hanin menjitak kepala Yuna dengan pelan.


"Waduuh.. kira-kira dong." Protes Yuna.


Yang lain hanya tertawa pelan melihat ulah Yuna dan Hanin.


💗💗💗💗💗💗💗


Berpisah dengan teman bole saja sedih tapi gak bole berlebihan.


Dan sesuatu yang berlebihan itu dilarang.


(Al-hadits)


Like


Komen


Vote

__ADS_1


yang banyak yaa..


__ADS_2