
" Bae...." Panggil Aqeela ketika membantu Desta melepas jas dan kemeja Desta sepulang kerja.
" Ada apa cantik? " Jawab Desta sambil menatap Aqeela yang sibuk membuka dasinya.
" Sepertinya kita butuh bantuan Kak Wawan, Kak Vian sama Kak Ronald. "
" Memangnya ada apa? "
" Zafir, Zafira sama Zafran diminta jadi penyanyi utama acara Gebyar Muharram. "
" Beneran, mereka bisa? "
" Yaa.. aku juga belum tahu. Minta tolong hubungi Kak Wawan dong, Bae. "
Desta mengiyakan saja permintaan istrinya itu.
Desta merogoh ponsel di kantong celananya.
" Wan.., Nald..., Vian...Bisa ke rumah? "
" Ngapain? "
" Jadi guru vokal anak aku. "
" Haa haa haa.."
"Sibuuukk.."
"Wooi tuan presdir, keluar duit dikit napa. "
" Ayolaah.. Permintaan Nyonya cantik nee.., emang kalian berani nolak dia? "
" Iyaa...sudah demi teman terbaik, kita ke sana nanti malam."
" Demi si Nyonya cantik. "
"Mana berani kita nolak, bisa-bisa dipenyet kita dengan oleg2 watunya."
Aqeela hanya tersenyum saja, mendengar obrolan suami dan teman-temannya di ponsel.
ππππππ
Malamnya...
" Om Wawan... Om Onal... Om Vian..." Sapa si Triple dengan friendly.
" Hai Zafran, Zafir, Zafira..." Sahut ketiganya kompak.
" Tante Nabila sama Tante Hasna mana?" Tanya Zafir sambil menatap Wawan dan Ronald.
" Tante Bila dan Tante Hasna sibuk." Jawab Wawan.
" Hmm Zafir, Zafira sama zafran disuruh Bu Guru nyanyi apaan sih?" Tanya Ronald mengalihkan obrolan Wawan dengan si triple.
" Itu loo Ooomm.."
" Atunna futuli.. atunna...atunna.. atunnas salam..." Sahut Zafira sambil menirukan nada di lagu tersebut.
"Oowwhh..." Ucap Wawan.
"Om tahu lagunya?" Tanya Zafran
"Enggak.." Jawab Wawan dengan wajah tanpa dosanya.
"Yaa...Om ketinggalan." Oceh Zafir.
"Haa haa haaaa....." Tawa Ronald dan Vian pecah seketika mendengar ocehan Zafir.
"Nee lagunya..." Zafir menyodorkan ponsel yang stay di channel yuotube menayangkan seorang anak kecil sedang bernyanyi dengan suara menyesakkan dada.
"Fir, Buya kamu mana?" Tanya Vian.
"Bentar ya Om, Zafir panggilkan." Kata Zafir sambil berlari memanggil Buyanya.
Desta turun sambil menenteng gitar, tangan kanannya membawa kaki keyboard.
"Nee.. " Desta menyerahkan gitar dan kaki keyboard ke Wawan dan Vian.
Ketiganya segera memasang kedua alat musik itu. Karena keyboard sudah ada di ruang tengah.
Ting.. ting.. Ronald mentesting keyboard.
Jreng.. jreng.. Wawan mencoba senar gitar Desta.
__ADS_1
"Nee, gitar udah kamu museumkan berapa abad, Des?" Tanya Wawan.
"Entahlah..."Jawab Desta tak mau ambil pusing.
"Senarnya udah gak jelas banget." Omel Wawan.
"Udaah yuukk anak-anak kita mulai." Ajak Vian.
"Nee textnya..." Sahut Aqeela menyerahkan selembar kertas yang sempet ia print tadi siang.
"Terus gimana skenarionya nanti?" Tanya Vian.
"Zafira versi Inggrisnya, Zafran versi Arabnya dan Zafir versi Perancisnya." Jelas Aqeela.
"Okay.. siap.." Jawab Vian.
"Siapp..." Kode Ronald di depan keyboard
"Yuuk... Coba kita mulai.... Berarti aturanya Zafran, Zafir dan Zafira." Pinta Wawan
Diawali dentingan keyboard sambung gitar.
π΅πΆπΆπ΅
Jeena N'ayedkom
Bel-eid Minsaalkum
Suara bas Zafran mulai beraksi.
"Sebentar deeh.. Coba openingnya langsung kalian mulai bersama dengan Athunna thufuli.. "
"Ulang nee Om.." Sahut Zafran
"Iya.. mulai dari bagian Athunna Thufuli..., okay.." Kata Wawan sambil mengisyaratkan ibu jari dan telunjuk di bulatkan ππ».
"Vian.. siap.." Pinta Wawan.
Aqeela membiarkan ketiga mantan rekan gengnya itu mengeksplor anaknya. Dia sibuk menyiapkan minum dan makanan kecil.
Setelah siap dengan suguhannya, Aqeela membawa keluar dan meletakkan nampannya di atas meja.
Desta hanya memperhatikan. Tanpa ada niatan ikut campur.
"Ayoo minum dulu..." Kata Aqeela melihat anak-anaknya mulai kelelahan.
Tanpa instruksi dua kali ketiganya langsung menyerbu minuman yang disuguhkan Ummanya.
"Kak diminum dulu." Kata Aqeela.
"Makasii... yaa." Wawan langsung meraih satu gelas diikuti vian dan Ronald.
"Om udah yaa.. besok lagi.." Kata Zafran.
"Iyaa...istirahat dulu sana." Kata Ronald.
"Makasii ya Om.. dah dah Om Wawan, Om Onal, Om Vian.."
"Julian kemana?" Tanya Vian.
"Di kamar, belajar." Jawab Desta.
"Ooh...." Jawab Vian.
"Oh ya.. kualitas suara si triple bagus loo..., coba weekend ini ajak manggung di cafe aku." Tantang Vian
"Kamu gak lagi mengeksplor anak-anak aku kan." Komen Desta.
"Ya Alloooh, takut banget siih kalian. Kagak. Aku gak akan mengeksplore. Mereka isi acara siang aja. Sekalian uji nyali. Demam panggung enggak mereka. " Terang Vian
"Omongan Kak Vian ada benernya deh Bae." Kata Aqeela.
"Aku setuju Qee.." Sahut Wawan.
" Entar kitq dukung mereka." Sahut Ronald.
"Okay dah.. Sabtu siang kita bawa anak-anak ke cafe kamu. " Putus Desta.
" Siip.. itung-itung ngumpul. Ajak Doni sekalian. " Kata Wawan.
" Iya.., kalo dia mau. Sekarang dia lagi jadi suami siaga." Tutur Desta.
"Kamu kapan Vian, nyusul mereka berdua?" Goda Ronald.
__ADS_1
"Nungguin Dinda siap... " Ucap Vian pasrah.
"Qee.., bantulah cowok ini. Jangan biarkan di bucin sendirian." Goda Ronald.
"Halaah Kak...Kak.. Kakak aja masih belum bisa ngajak Hasna kawin nyuruh Kak Vian ngebet sama bucinnya." Ledek Aqeela.
"Syukurin Looee di ledekin Ibu negara..." Balas Vian sambil tertawa lepas. Diikuti yang lain.
"Sudahlah nasib kita bertiga emang beda sama Tuan Bucin ini. Kalian gak usah pake ngiri." Komen Wawan sambil nunjuk Desta.
"Duuh yang ngerasa ada bolo dewanya. Langsung on..." Ledek Desta.
Gerrrr... Tawa ringan terdengar dari ruang tengah Aqeela.
"Qee, kalo aku perhatiin nee yaa. Setelah punya anak kamu kok tambah cantik yaa?" Puji Wawan sambil melirik Desta.
"Kamu mau di pipi, di hidung atau di perut.." Tangan Desta sudah siap mengepal dengan gigi gemeretak.
"Kabuurrr.... Bapak Negara ngamuk." Oceh Wawan sambil bangkit dan siap berlari.
Dest tak mau kalah di mengejar Wawan sampai kena.
Dan terjadilah kejar-kejaran diantara dua cowok itu.
Si Triple yang baru turun dari kamar atas bersama Julian ikut tertawa menyoraki Buya dan Om Wawannya.
"Heii...kalian gak malu apa ditonton sama si triple." Omel Aqeela.
Wawan dan Desta menghentikan aksi kejar-kejarannya.
Napas keduanya sudah ngos-ngos an.
"Ternyata kita sudah lama tidak main seperti ini, capek juga ya..." Cerocos Desta.
"Makanya ingat umur.." Oceh Wawan.
"Gara-gara kamu tau... "
"Wooi.. bedain gue lagi godain elo.. Bukan Aqeela main bogem aja..."
"Makanya lain kali jangan bawa nama Aqeela."
"Posesif banget siih.."
"Ngomong apa kamu barusan."
"Iyaa yaa.. gak jadi maaf deeh." Wawan akhirnya mengalah.
"Urusan sama Bapak Negara mah, susah."
Grrr...
Tawa lepas mereka terdengar kembali.
" Uncle Ian, Buya kalo ketemu temannya aneh ya?" Celetuk Zafira tiba-tiba dari tangga.
Julian yang tahu kebiasaan teman-teman Kakak angkatnya itu hanya tersenyum.
" Mereka kangen, Sayang. Karena sudah lama tidak ketemu." Jawab Julian.
"Kita ke kamar aja yuuk. Udah malam tidur. Bentar lagi pasti Umma naik. Nyuruh kalian tidur." Kata Julian sambil menuntun ketiga keponakan lucunya itu ke kamarnya masing-masing.
Bu Erna menidurkan Zafira, sedangkan Zafran dan Zafir dibawa ke kamar Julian.
Sambil menunggu Aqeela datang, Julian biasanya menidurkan keduanya di kamarnya.
Nanti Desta yang akan menggendong atau memindahkan ke kamarnya.
Tapi terkadang keduanya tidur bersama Julian.
Yaa, Aqeela dan Desta sudah mengajarkan tentang perbedaan gender kepada anak-anaknya. Dan batasan aurat.
Aqeela sudah mengajarkan cara menghindari pelecehan kepada anak-anaknya.
Jadi, yaa tahu sendirikan seperti apa, si triple menghadapi orang lain.
Hanya saja Aqeela ketika mengajarkan bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh di pegang orang lain.
Aqeela mengatakan bahwa kalau kita sayang sama orang tersebut boleh menyentuh tangan, boleh menyentuh kepalanya.
Dan ternyata itu masuk di otak Zafran.
Efeknya ia nempel ke Renata, dengan alasan sayang sama Renata.
__ADS_1
ππππππ