TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Emak dan Nyai


__ADS_3

Hanin menangis sesenggukan dipelukan Aqeela. Di depannya Carlos dan Desta tak.bisa berbuat apa-apa.


Sedangkan Renata masih asyik bermain dengan si triple.


"Mbak..." Kata Aqeela sambil merenggangkan pelukannya.


Setalah Hanin melepas pelukannya, Aqeela menghapus sisa-sisa air mata Hanin.


"Mbak..., Mbak besan percaya taqdirkan?" Kata Aqeela.


Hanin hanya mengangguk pelan.


"Percayalah Mbak, mungkin yang Allah rencanakan akan itu akan lebih indah. Terkadang yang menurut kita baik belum tentu akan menjadi baik untuk kita." Sambung Aqeela.


Sejam yang lalu, Hanin, Carlos dan Renata bertamu ke rumah Aqeela.


Belum juga Hanin duduk, ia langsung memeluk dan menangis di pelukan Aqeela.


"Duduk dulu, Mbak." Ajak Aqeeal sambil mengelus punggung Hanin.


"Zafran, Zafir, Zafira ajak Renata main di dalan ya.." Titah Aqeela.


Aqeela menuntun Hanin untuk duduk di sofa. Tanpa melepas pelukannya.


"Mister ada apa?" Tanya Desta sedikit bingung dengan tingkah Hanin.


Carlos menatap Desta dengan ragu dan cemas. Sama seperti yang dialami Hanin. Carlos seperti orang syok.


"Mister, tenang. Ada apa? Coba kalian ceritakan?" Ucap Desta.


"Mas.. Mbak.. kita harus berangkat ke Spanyol secepatnya." Kata Hanin sambil terus terisak.


"Iya, Nyai and mister Desta perusahaan kami di Spanyol sedang ada masalah. Jadi kami harus segera kembali ke sana. Dan entah sampai kapan kita balik ke sini." Sambung Carlos.


"Karena itu aku bingung, San." Hanin masih saja sesenggukan.


Aqeela masih berusaha menenangkan. Bahkan sampai saat ini masih ada sisa-sisa air mata yang menetes.


"San, aku tidak ingin ke Spanyol." Ucap Hanin.


Carlos menunduk mendengarnya. Sejak di rumah tadi, ia bahkan sudah menenangkan istrinya itu. Tapi belum berhasil.


Wanita itu bersikeras ingin tinggal di Indonesia. Sedangkan Carlos tak sampau hati meninggalkan anak istrinya di sini berdua.


Bagaimanapun ia ingin tetap berkumpul dengan keluarganya.


"Mbak, sebagai istri kita punya kewajiban patuh sama suami. Mbak Besan gak takut Mister Carlos punya perempuan yang lain?" Tutur Aqeela sambil sedikit menggoda.


"Terus kalo kalian kangen gimana?" Sambung Desta.


Hanin dan Carlos hanya saling pandang.


"Mbak, sebaiknya kamu ikut saja kemanapun Mister Carlos berada. Yakinlah taqdir Allah itu lebih indah." Lanjut Aqeela.


"Meskipun kalian di sana, kita masih bisa silaturrahmi. Zaman sekarang sudah canggih. Kita bisa video call tiap hari." Sambung Aqeela.


"Mbak Hanin gak akan kesepian kok. Di sana masih ada keluarga besar mister Carlos kan?" Tanya Aqeela.


Hanin mengangguk.


"Mungkin Allah, sengaja membuat kalian kembali ke Spanyol. Supaya Mbak besan bisa lebih dekat dengan mertua dan saudara-saudara di sana." Ucap Aqeela.


"Mbak....tapi.."

__ADS_1


"Percayalah Mbak. Ini yang terbaik. Mungkin akan susah di awal. Tapi aku yakin Mister Carlos akan siap menemani Mbak Besan kemana saja." Kata Aqeela sambil menatap Carlos.


Hanin kembali memeluk Aqeela. Tangisnya kembali tumpah.


"Mbak, tenang ya.. Kalian kapan berangkat ke Spanyol?" Tanya Aqeela.


"Insya alloh Lusa, Nyai. Karena kami menyelesaikan yang di Indonesia dulu." Jawab Carlos.


"Kita harus kasi tau ke anak-anak. Jangan sampai mereka juga syok mendengar Renata akan ke Spanyol." Kata Aqeela.


Membuat tangis Hanin semakin kencang.


"Aku gak sanggup bilang ke anak-anak." Ucap hanin masih dengan terisak.


"Biar aku yang jelasin ke mereka. Besok Mbak besan juga harus pamit ke Sri, Juminten sama Munaroh."


"Hikk hiikk..." Hanin semakin tak mampy membendung air matanya.


"Mbak...Mbak besan harus bisa ikhlas."


"Terus soal Zafran dan Renata gimana?" Hanin melepas pelukannya.


Pluk..


Aqeela, Desta dan Carloa tepuk jidat berbarengan.


"Mbak.. jodoh itu rahasia Allah. Jika memang mereka berjodoh pasti ketemu. Kalo tidak berjodoh kita masih bisa tetap berteman, kan?" Kata Aqeela.


Hanin kembali memeluk Aqeela.


Ternyata Hanin khawatir soal perjodohan Renata dan Zafran.


💗💗💗💗💗💗


Aqeela memandang keempat bocil tersebut dengan tatapan sayu.


Mengingat sebentar lagi mereka akan terpisah jauh. Hatinya juga sedih dan tak sampai hati.


Tapi, ia masih percaya ini yang terbaik. Dan akan jadi yang paling baik.


"Zafir, Zafran dan Zafira. Dengarkan Umma baik-baik ya..." Aqeela mulai mengabsen ketiga anaknya.


"Iya, Umma..."


"Renata juga ya...dengarkan Umma."


Renata mengangguk.


Aqeela menarik napas panjang. Dan mengeluarkannya perlahan. Baik Desta, Carlos maupun Hanin yakin saat ini kondisi Aqeela tidak baik-baik saja.


"Dengarkan ya... " Ulang Aqeela.


"Kenapa Umma?" Tanya Zafira seakan merasa ada yang berat untuk disampaikan Umma.


Gadis cilik itu melompat memeluk Ummanya.


"Umma ada apa?" Ulang Zafira.


"Zafira, Zafran, Zafir.. Renata dua hari lagi akan ke Spanyol."


"Renata mau liburan?"


"Bukan sayang, tapi Renata akan tinggal di Spanyol. Ada pekerjaan yang harus Papi Carlos selesaikan di sana." Sambung Aqeela.

__ADS_1


Air mata Aqeela akhirnya jatuh. Setelah ia berusaha tegar sejak Carlos mengatakan mereka akan ke spanyol.


"Umma..." Zafira menghapus air mata Aqeela perlahan.


"Umma.." Panggil Renata.


"Iya.. sayang."


"Terus nanti yang ngajarin Renata Al-qur'an siapa? Yang ngingetin Mama siapa?" Renata ikut memeluk Aqeela.


"Di sana nanti Mama dan Renata akan bertemu teman-teman baru. Kalian bisa belajar di sana." Ucap Aqeela.


"Terus sekolah Renata gimana Umma?" Tanya Zafran.


"Sekolah Renata akan pindah ke Spanyol." Jelas Aqeela.


"spanyol itu dimana?" Zafran masih kepo. Sedangkan Zafir masih menatap Renata dengan sedih.


"Spanyol itu ada di benua Eropa. Pada zaman Rasululloh dulu namanya Andalusia." Kata Aqeela.


"Kalo mau ke sana kita harus naik pesawat, ya?" Akhirnya Zafir bersuara.


"Iya.. " Jawab Aqeela.


"Renata.." Zafira memeluk temannya itu.


"Zafira.. kita gak bisa ketemu lagi dong abis ini?" Ucap Renata sedih.


"Masih bisa. Nanti kalo kerjaannya Papi Carlos selese Renata bole kembali ke Indonesia." Kata Aqeela sambil menghapus air matanya.


"Renata.. " Tiba-tiba Zafran dan Zafir ikut memeluk Renata bersama Zafira yang sudah lebih dulu berpelukan


"Kalo aku kangen kamu gimana?" Tanya Zafran.


"Zafran video call aku dong." Kata Renata.


"Kalo begitu kita video call an tiap hari ya.." Pinta Zafran.


Renata hanya mengangguk. Gadis cilik itu ikut menangis sedih.


"Sudahh.. gak bole terlalu sedih." Kata Aqeela.


"Suatu saat nanti Renata balik ke Indonesia ya.. Ketemu sama Umma, Buya, Zafran, Zafir dan Zafira lagi." Aqeela berusaha menenangkan anak semata wayang Hanin dan Carlos itu.


"Iya Umma..." Jawab Renata.


"Umma sama Buya pasti merindukan Renata."


"Umma ke Spanyol dong, kalo kangen Renata dan Mama. Ajak Buya, Zafran, Zafir dan Zafira." Ucap Aqeela.


"Iya.. nanti kalo Buya punya rizky, kita ke Spanyo rame-rame." Jawab Aqeela.


"Buat ngelamar kamu, nak." Kata Aqeela dalam hati.


💗💗💗💗💗


Yaelah.. si Emak sama si Nyai mah, sama saja.


Pada ngarep jadi besan.


Tapi sedih...


gaess...like, komen, dan vote yaa...

__ADS_1


__ADS_2