TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Tragedi Wawan


__ADS_3

Setelah ketiga anaknya aman ia kembali ke kamarnya.


Di dalam sudah tampak Desta menggertakkan giginya sambil menarik krah baju Wawan. Wajahnya sudah merah tidak karuan, sedangkan Ronald berusaha menahannya.


Hasna dan Nabila hanya bisa menonton, tanpa bisa berbuat banyak.


"Kak, kalian kenapa?" Tanya Aqeela


Aqeela memdekati ketiga cowok ganteng itu. Dengan sekuat tenaga ia berusaha melepaskan cengkeraman suaminya di krah kemeja Wawan.


"Kak, ada apa?" Tanya Aqeela sambil menatap Ronald karena ia yakin suaminya masih di tingkat menahan murka.


Ronald menarik napas panjang.


Bugh..


Satu bogem malah dilepaskan Ronald setelah Aqeela berhasil melepas cengkeraman tangan suaminya.


Desta melepas pegangan tangan Aqeela. Melihat Ronald melepas bogemnya dengan mulus tanpa perlawanan.


Bugh.. Brak...


Dua kali bogem di pipi dan perut Wawan dihadiahkan Desta.


Aqeela yang melihat hanya bisa menahan napas sejenak. Lalu berusaha menarik napas sedalam-dalamnya.


Andai saja tak ingat dirinya habis turun mesin, mungkin ketiga lelaki ganteng di depannya itu sudah habis kena jurusnya.


"Sebaiknya lanjutkan atraksi kalian di luar. Cari tanah lapang yang luas. Aku tak mau anak-anakku terkontaminasi virus di rumahnya sendiri." Maki Aqeela kepada ketiganya.


Kali ini ia tak peduli ada suaminya di sini.


"Beb..." Seru Desta.


"Terserah. Jika kalian masih ingin menyelesaikannya dengan cara kalian. Lanjutkan saja. Tapi jika masih ingin menyelesaikan dengan duduk. Duduklah." Katq Aqeela tanpa peduli siapa mereka.


Hasna dan Nabila hanya terdiam mendengar nada bicara Aqeela yang menurut mereka sudah di level 10.


Karena selama ini mereka belum pernah mendengar wanita itu berbicara dengan nada diatas rata-rata.


Tapi bagi ketiga lelaki di depan Aqeela. Nada bicara Aqeela masih berada di level 5. Mereka sudah pernah mendengar nada bicara Aqeela di level 10 saat berhadapan dengan lawan di medan pertempuran pas zaman dulu kala.


( Gak ngebayangin kayak gimana ketus dan juteknya tuuh anak )


"Has, nitip.baby Al dulu ya.. Biar aku urus mereka bertiga." Aqeela kembali menetralkan suara.


"Dan kamu Bil, duduk jangan sok menghindar." Titah Aqeela dengan suara kembali ditingkat level 10 bagi Nabila.


Seketika Nabila bergetar, tubuhnya gemetar. Tak ia sangka sahabatnya itu bisa berbicara dengan level sedemikian tinggi di depannya.


"Kak, ceritain. Kamu kenapa? Kalo enggak aku akan membiarkan suamiku dan Kak Ronald melakukan apapun yang membuat mereka puas." Ancam Aqeela.


Wawan menatap tidak percaya ke arah Aqeela.


"Qee, lama-lama tambah horor aja nee anak. Abis mbrojolin bayek aja segini parahnya. Apalagi pas normal." Gumamnya dalam hati.


Sedangkan Ronald dan Desta dalam hati ingin ketawa mendengar ancaman Aqeela ke Wawan.

__ADS_1


Merela berdua bersyukur ada yang masih waras diantara mereka berempat. Tapi mereka yakin itu karena Aqeela belum tahu kebenarannya saja.


"Kak, kalo kakak masih diem. Aku gak mereka berdua udah siap. Dan aku gak akan bantu kakak lagi." Ancam Aqeela kembali menaikkan level nada suaranya.


"Okay.. Aku cerita." Wawan akhirnya bersuara.


Ia tak mau babak belur karena ulah sahabatnya itu.


Aqeela mulai menyimak.


"Aku udah pernah menyampaikan keinginanku untuk menikah sama Nabila di hadapan orang tuanya. Tapi mereka tidak merestuinya." Wawan berhenti.


Suaranya mulai terdengar berat. Seakan ada yang tak ingin ia ceritakan.


"Kemarin aku ngajak Nabila kawin lari. Kalo gak gitu aku bakal menghamili dia dulu aja. Pasti kita di restui."


Plak...


Baru saja Wawan menyelesaikan ceritakanya. Aqeela sudah menampar kedua pipinya bergantian.


"Byuuh.. istri kamu masih saja tetap lebih horor dari kita berdua." Bisik Ronald ke Desta tanpa keheranan menyaksikan tingkah Aqeela itu.


Desta hanya nyengir mendengarnya. Tanpa menoleh ke arah Ronald pandangannya tetap mengarah kepada istrinya yang tanpa beban menampar sahabatnya itu.


"Kak... kamu tau gak sih resikonya kalo seperti itu!" Hardik Aqeela.


"Iya.. aku tahu..." Ucap Wawan.


"Udah tahu tapi maksa." Aqeela semakin jengkel.


"Itu satu-satunya cara biar kita dapet restu.." Wawan masih berkilah.


Desta da Ronald masih membiarkan Aqeela menyelatu Wawan semaunya. Karena mereka masih yakin dengan batas wanita itu.


"Sadis banget kamu, Qee. Baru juga empat hari lahiran sudah horor. Gak takut tuh.."


"Udah gak usah banyak omong. Paling-paling yang robek nanti jahitannya. Asetku masih aman." Ledek Aqeela.


Ketiga cowok absurs yang tahu maksud Aqeela itu hampir tertawa ngakak, namun ditahan. Mengingat posisi mereka saat ini adalah memberi pelajaran Wawan.


"Serah.." Jawab Wawan pasrah.


"Kak.. wakilin aku. Kalian bole nendang dan bogem Kak Wawan semau kalian." Aqeela memberi akses untuk Ronald dan Desta.


Mereka yang dari awal yakin ini bakal terjadi, dengan senyum kemenangan kedua menyambar tubuh Wawan dengan gesit.


Desta dan Ronald bergantian membogem Wawan.


Wawan tidak melawan sedikitpun, ia sadar bahwa dirinya salah.


"Kak, stop..." Pekik Nabila yang khawatir dengan kondisi Wawan.


"Kenapa? Kamu mau bela lelaki gak tau akhlak ini?" Tanya Ronald.


"Kak..., stop. Biarkan aku jelasin." Nabila membantu Wawan berdiri. Setelah Ronald dan Desta menghentikan bogemannya.


"Kak, Qee.. Kak Wawan memang berniat mengajakku kawin lari. Bahkan berzina. Tapi sejauh ini aku tidak mengiyakan." Suara Nabila sampai gemetar.

__ADS_1


"Apa kamu yakin gak akan goyah? Bil, aku tahu sifat kamu kayak apa? Sebulan saja Kak Wawan gencar godain kamu, aku yakin imanmu akan nempel ke Kak Wawan." Seru Aqeela.


Nabila menarik napas lebih panjang,


Dalam hati ia membenarkan ucapan Aqeela. Sahabatnya itu paham sifatnya yang mudah terkontaminasi itu.


"Kak, Bil.. kita cari solusinya sama-sama. Cara kalian tadi bukanlah satu-satunya jalan." Sahut Aqeela.


"Bil, kenapa orang tua kamu tidak kasi restu hubungan kalian?" Tanya Desta ke Nabila.


"Karena masa lalu, bro. Mereka tidak ingin anak mereka jadi istrinya mantan gengster. Ayah Nabila diam-diam mengawasiku."


"Kamu masih main ke bar, pub, club malam?" Tanya Ronald curiga.


"Kadang."


Plaak..


Satu tamparan lagi dari Ronald.


"Sontoloyo. Makanya otak kamu masih perlu di bayclin biar cling. Dikucek pake rinso terus Kasi molto biar wangi." Caci Ronald tanpa belas kasih ke Wawan.


"Somplak, Gimana kita bisa bela kamu. Sedangkan kamu sendiri masih nyaman di tempat seperti itu." Ronald masih melanjutkan makiannya ke Wawan.


Aqeela yang melihat Hasna mulai menggerak-gerakkkan tangannya tanpa arah. Segera menghampiri gadis itu dan meminta baby Al agar di serahkan kepadanya.


Aqeela menimang sebentar baby Al, lalu ditidurkan kembali ke box. Setalah itu ia kembali bergabung dengan genk suaminya.


"Rubah dulu kelakuan kamu itu. Mana ada orang tua percaya kamu udah berubah tapi masih keluar masuk tempat begitu." Kata Desta tegas.


"Kalo Kakak masih kita liat keluar masuk klub malam lagi. Aku yang bakal misahin kalian berdua." Aqeela tanpa tendeng aling-aling langsung bikin sport jantung genknya.


Termasuk Wawan, ia sampai mendengus kasar.


"Okay...aku janji... aku gak akan ke sana lagi. Tapi..."


"Gak ada tapi..." Potong Ronald dan Desta.


Wawan kembali menatap kedua sahabatnya itu.


"Bil, kalo cecunguk ini masih tidak berubah. Kamu aku cariin calon suami lain yang lebih good looking." Desta secara samar memihak ancaman istrinya.


Wawan terdiam, di wajahnya terlihat penyesalan.


"Umma...." Tiba-tiba terdengar teriakan Zafira.


"Uncle Ian...Ummaa..." Lanjutnya sambil memeluk Aqeela.


"Iaan...."


💗💗💗💗💗💗


Belum kelar Si Wawan. Kehadiran Zafira dan Julian bikin Aqeela dan Desta kembali terusik.


Dua bocah ini ngapain yaa gaesss...


Au'aaah... kita tengok next ya..

__ADS_1


**Votee.. yaa man teman..


thanks so much sebelumnya**..


__ADS_2