
Malam pergantian tahun.
Gerimis kecil mengiringi kesibukan Triple.
Suara terompet dan hiruk pikuk dijalanan mereka hiraukan.
Mereka tidak disibukkan dengan pesta.
Tapi disibukkan dengan persiapan si triple balik ke Pondok.
Jatah liburan ketiganya sudah habis.
"Gimana udah lengkap belum?" Tanya Julian sambil menatap ketiga kembar itu bergantian.
"Udah uncle, udah siap semua." Jawab Zafir seraya menutup risleting tas ranselnya.
"Kalian beneran mau balik lusa? Udah sanggup ninggalin semua yang di sini?" Goda Julian.
"Mau gimana lagi? Masa kita nambah liburannya?" Jawab Zafira.
"Uncle mau gantiin kita dihukum Pak Kyai?" Tantang Zafran.
Julian terkekeh mendengarnya.
"Urusan hukuman kalian aja yaa yang jalanin. Uncle sih udah sering." Kata Julian sambil tersenyum menampakkan giginya yang bersih.
"Uh.. kirain anak baik. Tak taunya sama aja. Gitu dapat gelar ustadz. Ustadz dari mana coba?" Gerutu Zafira.
"Hah.. kok kamu tahu, Fir?" Zafir menatap Zafira keheranan.
"Tau aja." Jawab Zafira yang langsung bikin kepo.
"Kamu tau sesuatu yang kita gak tau?" Zafran langsung mencerca Zafira.
"Enggak." Jawab Zafira tegas.
"Gak percaya. Aku yakin kamu tahu sesuatu. Secara kan selama ini kamu sering pergi sama uncle." Zafran terus meneror Zafira.
"Kalo pengen tahu tanya aja langsung ke orangnya." Jawab Zafira.
Zafir dan Zafran menatap ke arah Julian.
Tapi Julian hanya bergidik dan meninggalkan mereka bertiga di ruang tengah.
"Uncleeeee....."
"Curaaaang.."
Teriak Zafir dan Zafran barengan.
"Ha ha ha...." Zafira tertawa ngakak mendengarnya.
"Kalian berisik sekali, kenapa sih?" Mommy yang masih ada di ruang makan ikut berteriak.
"Uncle itu lo Oma.. godain kita." Gerutu Zafir.
Mommy akhirnya menggeleng mendengarnya.
"Kalian bertiga yakin balik lusa?" Pertanyaan yang sama seperti dilontarkan Julian tadi .
Mommy seakan tidak rela cucu-cucunya balik secepat itu.
"Kita udah dua minggu nee liburan. Kalo mau nambah ya semester depan ya Oma." Jawab Zafran.
"Oma ikut nganter kita ke pondok ya?" Pinta Zafira dengan manjanya.
Mommy hanya mengangguk sambil mengelus kepala Zafira.
"Oma..."Zafir ikut memeluk Omanya dengan manja.
"Besok, kalian temani Oma sama Buni jalan-jalan dulu ya?" Pinta Oma.
"Dengan senang hati." Sorak Zafira.
"Uh.. enak di Zafira gak enak di kita." Gerutu Zafir dan Zafran.
"Kalian temani Opa aja." Seru Daddy.
"Kemana?" Zafir menoleh ke arah Opanya.
"Nemenin Oma."
"Haduuh..."
"Itu sih sama aja, Opa."
Zafir dan Zafran tepuk jidat pasrah. Merasa dikerjain sama Opanya.
__ADS_1
(Memangnya cuma kalian aja yang bisa ngerjain)
Maaf ya dek kali ini aunty belain Mommy sama Daddy
💗💗💗💗💗💗
"Uncle..."Zafira mengetuk pintu seraya memanggil Julian.
Julian keluar dari kamarnya sudah dengan dandanan rapi.
"Mau kemana?" Tanya Zafira.
"Main, ikut?" Ajak Julian.
"Malam-malam main kemana?" Zafira mengerutkan dahinya.
"Ini malam taun baru, pasti rame dimana-mana." Ucap Julian.
"Emang bole keluar sama Oma dan Opa?" Zafira menautkan kedua alisnya.
"Kamu sendiri ngapain cari uncle?" Tanya balik Julian.
"Ditanya bukannya jawab malah balik tanya." Sebal Zafira.
Julian kembali terkekeh.
"Uncle tinggal dulu yaa. Kamu jaga rumah dulu." Julian meninggalkan Zafira yang masih terbengong.
"Uncle gak jelas ta dia itu." Zafira kembali ke kamarnya dengan kesal, karena tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya.
💗💗💗💗💗💗
"Kalian benaran mau balik besok?" Tanya Darren sehari sebelum triple balik ke pondok.
Komplotan triple lagi ngumpul di rumah, setelah mereka pulang jalan-jalan sama Kakek Neneknya.
"Iyaalah.." Jawab Zafir.
"Padahal kita belum puas main." Oceh Malik.
"Next liburan kita main lagi." Balas Zafira.
"Next kalian yang ke pondok kita, gimana?" Tantang Zafran.
Serempak Darren, Malik dan Wanda saling menatap.
"Kita tunggu. Kalo dalam enam bulan kalian tidak datang, kalian harus mentraktir kita bertiga selama liburan tidak bole lewat seharipun." Lanjut Zafran dengan senyum khasnya.
"Konyol."
"Sadis."
"Huu.. matre.."
Komentar ketiganya dengan dongkol.
Sementara si triple hanya terkekeh mendengarnya.
"Gimana? Deal gak?" Ulang Zafran sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Okay deal!" Jawab Malik menyambut uluran tangan Zafran karena merasa tertantang.
💗💗
"Fira..." Panggil Wanda dengan wajah penasaran.
"Kenapa?" Tanya Zafira sambil berbalik memiringkan tubuhnya ke arah Wanda.
Kali ini Wanda hanya berdua dengan Zafira di kamar, sedangkan keempat cowok lainnya asyik main PS di ruang tengah.
"Fir, kamu pernah gak deg-deg an ketemu cowok?" Ujar Wanda.
"Hmmm... kamu lagi jatuh cinta?" Tebak Zafira seketika tanpa menjawab pertanyaan Wanda.
"Belum tahu."
"Bagaimana akhlaq cowok itu?"
"Aku hanya menatapnya dari jauh tanpa bisa mengenalnya lebih dekat." Ucap Wanda sedih.
"What? Jangan bilang kalo kamu jadi admire secret tuh cowok." Sahut Zafira dengan sedikit tergelak.
"Mungkin... dia terlalu tampan. Dan terlalu pintar." Wanda sendu.
"Sama Darren tampan mana?" Tanya Zafira.
"Tampan dialah." Sungut Wanda sembari mencolek pipi Zafira.
__ADS_1
Zafira tersenyum kecil.
"Kalo sama Zafran ato Zafir?" Usil Zafira lagi.
"Lebih ganteng mereka sih." Jujur Wanda.
Auto tuh Zafira melebarkan senyumnya.
"Kok gak naksir mereka aja?"
"Mereka udah ada yang punya. Aku cari aman aja deh."
Zafira auto ngakak.
"Kayak gimana sih anaknya?"
"Kapan-kapan yaaa... aku tunjukkan fotonya."
"Katanya cuma liat dari jauh, gimana bs punya fotonya?"
"Dari sosmednya."
"Tuh kaan.. jadi stalker nee ceritanya."
Wanda hanya tersenyum lebar menatap Zafira.
"Gak enak tau cinta sendiri itu. Kalo memang kamu kagum bole saja, asal tidak mempengaruhi aktifitas kamu. Darren sama Malik tau gak?" Selidik Zafira.
"Mungkin mereka tahu. Tapi tau sendiri kan mereka berdua kayak apa?"
Zafira menatap Wanda dengan wajah sendu, mengingat Malik dan Darren terkadang kurang peka dengan Wanda.
"Darren juga lagi deket sama cewek." Kata Wanda.
"Teman sekelasnya. Makanya kadang aku cuma berdua doang sama Malik. Gak seru. Endingnya tuh anak sekarang lagi aktif-aktifnya basket." Curhat Wanda yang memang satu sekolah dengan Malik dan Darren.
"Terus cowok yang kamu taksir itu kelas berapa?"
"Kelas sebelah, 7D. Kapten basket di sekolah."
"W.O.W... Banyak saingan dong?" Goda Zafira.
"Banget."
Zafira ingin meledek Wanda namun ia urungkan. Ia khawatir Wanda semakin rendah diri.
"Hmm.. aku kasih saran aja deh. Jadilah diri kamu sendiri. Buktikan kelebihan kamu. Menurutku, seorang cowok tertarik sama lawan jenisnya bukan karena wajah kok. Tapi karena pribadinya." Saran Zafira.
"Tengkyu so much." Wanda memeluk Zafira dengan gembira.
"Aku tunggu di pondok yaa...!" Bisik Zafira.
"Masih inget saja." Tawa renyah Wanda mereda semuanya.
💗💗💗💗💗💗💗
Tepat di hari kembalinya triple ke pondok.
Julian,Oma, Opa, Buni dan Ayahkung mengantar ketiganya.
"Kalian belajar yang bener." Nasehat Ayahkung kepada ketiganya.
"Selesaikan belajar kalian tepat waktu." Sambung Bunni.
"Iyaa..." Jawab Ketiganya bareng.
"Semangat ya... Belajar di sininya. Gak usah lirik-lirik cewek cantik sama cowok ganteng." Goda Julian sambil menatap ketiga keponakannya itu.
"Kita gak akan lirik-lirik, Uncle. Tapi bakal kita lihat sepuasnya." Balas Zafir.
"Sama aja itu namanya.." Daddy mengelus kepala Zafir dengan terkekeh.
"Kalian simpan barang kalian dulu!" Titah Julian.
Triple segera menyimpan barang-barang yang mereka bawa ke kamar masing-masing, tanpa menunggu perintah kedua.
💗💗💗💗💗
Happy reading
Yang pernah mondok, kira-kira ditanyain kayak si triple gak pas mau balik?
terima kasih untuk semua supportnya
terus kasih like, komen, votenya yaa...
Salam Cinta
__ADS_1