
Aqeela dan Bu Erna menyiapkan makan malam keluarganya.
Setelah siap, Aqeela segera memanggil anggota keluarganya yang lain.
Desta, Si triple dan Julian. Setelah komplit baru mereka makan bersama. Bu Erna juga makan bersama mereka. Karena bagi Aqeela dan Desta, Bu Erna termasuk anggota keluarga meskipun seorang ART.
"Zafran, makan dulu." Kata Aqeela melihat Zafran masih terdiam tanpa menyentuh makanannya.
"Zafran kenyang Ummah." Jawab Zafran.
Baru saja Aqeela mau menasehati, suara dering ponselnya berbunyi.
Satu panggilan video.
"Mbak Hanin, akhirnya." Gumamnya pelan.
"Assalamu'alaikum..." Ucap Aqeela setelah tersambung dengan suara dan video di seberang.
"Wa'alaikum salam.." Sahut wajah di monitor.
"Fran.. Mama Hanin nee.." Kata Aqeela sembari menyerahkan ponselnya ke Zafran.
Zafran menerima dan menatap layar ponsel Ummanya.
"Assalamu'alaikum, Mama." Ucap Zafran.
"Wa'alaikum salam, Zafran. Hm... anak mama kenapa nee? Kok cemberut gitu?" Kata Hanin.
Zafran terdiam.
"Mama... Renata mana?" Tanya Zafran.
"Tuuh.. " Hanin mengarahkan kameranya ke arah Renata yang juga sedang sedih.
"Zafran.. Mama bisa minta tolong." Kata Hanin.
"Apa, Ma?" Tanya Zafran.
"Zafran harus jadi anak yang kuat ya. Makan yang banyak. Supaya sehat terus. Jadi, nanti kalo nanti Renata kembali ke Indonesia, Zafran tambah besar dan kuat." Kata Hanin.
Zafran menatap Hanin.
"Iya.. Ma."
"Zafran mengerti, kan?"
Zafran mengangguk.
"Sekarang Zafran bilang dong ke Renata. Suruh makan kayak Zafran. Biar Renata nanti tambah cantik." Bujuk Hanin.
"Mana Renata, Ma?" Tanya Zafran.
Hanin menyerahkan ponselnya ke Renata.
Zafran terlihat melambai ke arah monitor. Di sana ada Renata sedang manyun tak semangat.
"Renata..." Sapa Zafran.
"Zafran.. main sini dong. Di sini sepi. Gak ada yang baik dan ganteng kayak Zafran."
Zafran cemberut.
"Nata... yang boleh baik dan ganteng sama Renata cuma Zafran. Cowok lain gak bole." Sahut Zafran.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Ya gak bole saja."
Renata tersenyun sambil.menutup mulutnya. Hanin yang melihat tingkah anaknya ikut tersenyum.
"Renata, kamu udah makan?" Tanya Zafran.
"Belum."
"Aku juga belum. Ingin main sama Renata. Kangen."
"Renata juga pengen main sama Zafran."
"Renata laper enggak?"
"Laper. Tapi gak enak."
"Kita makan yuuk...!" Bujuk Zafran.
"Biar nanti Renata tambah cantik. Zafran juga pengen jadi kuat. Supaya gede nanti bisa jagain Renata." Zafran masih membujuk gadis itu.
"Kita kapan gedenya?"
"Masih lama... mungkin nanti. Dua belas tahun lagi."
"Masih lama... Zafran."
"Kata Umma kan harus sabar. Lagian kapan-kapan kalo Buyanya Zafran punya Rizky kita kan bisa main ke Spanyol. Nunggu dedeknya Zafran lahir." Kata Zafran seakan ingat kalo Ummanya lagi hamil.
"Besok, Zafran telpon Renata lagi ya..!" Pinta Renata.
"Iya...besok Zafran pinjam hape-nya Umma buat telpon Renata." Janji Zafran.
"Kita makan yuuk sekarang. Mama masak apa?" Tanya Zafran.
"Nasi sama ayam goreng."
"Mau..."
"Jauuh.. "
"Halloo Renata..." Sapa Aqeela dari belakang Zafran tiba-tiba.
"Ummaa...." Teriak Renata.
"Kalian mau makan tidak?" Tanya Aqeela karena Zafit dan Zafira sudah tidak sabar menunggu Zafran.
"Iya.. Umma.. Renata mau makan. Abis ini."
"Ya udah kalo begitu VCnya udahan dulu. Besok lagi. Sekarang makan."
"Iya Umma.." Jawab Renata dan Zafran bersamaan.
Zafran dan Renata segera menggeser ikon merah. Seketika layar menjadi hitam. Tanda panggilan berakhir.
💗💗💗💗💗
"Alhamdulillah, akhirnya Zafran mau makan." Kata Aqeela sambil membereskan piring kotor di meja.
Jangan ditanya Bu Erna kemana. Yang pasti Bu Erna sedang bersama si Triple. Karena sudah kebiasaan baginya memberishkan meja dari piring kotor dan sisa makanan.
Sedangkan Bu Erna diminta menjaga si triple sampai Aqeela selesai beres-beres.
Bagi Aqeela punya ART bukan berarti semua pekerjaan rumah tanggungjawab para ART. Selama ia mampu mengerjakan pasti akan ia kerjakan.
"Memangnya kamu tadi ngomong apa sama Mbak Hanin?" Tanya Desta penasaran.
__ADS_1
"Gak ada, cuma aku mintai tolong VC pas jam makan malam saja. Kebetulan di sana juga pas jam makan siang. Jadi ya.. syukurlah."
"Mbak Hanin kayaknya sekarang udah pinter jahil, kena virus kamu deh Beb." Komen Desta.
Aqeela hanya terkekeh mendengarnya.
"Sudah selese, tinggal di cuci sama Bu Erna." Kata Aqeela.
"Yuk, Bae kita ke atas anak-anak udah nungguin." Ajak Aqeela sambil memberi kode untuk menggantikan posisi Bu Erna yang jaga si Triple di atas.
"Beb, kayaknya kita perlu nambah teman buat Bu Erna deh. Kasiyan abis ini keluarga kita nambah satu. Pasti repot kalo sendirian." Desta menawarkan jasa penambahan ART untuk Aqeela.
"Hmm...bole. Kita tanya Bu Erna. Siapa tahu dia ada teman yang mau diajak kerja di sini." Kata Aqeela.
"Kamu tanyain deh. Aku sih apa kata Nyonya Desta aja."
"Okay dah." Kata Aqeela sambil merangkul pinggang Desta.
"Zafir, zafran, Zafira.. ayoo siap-siap sholat Isya'." Ajak Desta begitu masuk ke kamar Zafir yang sering mereka gunakan sebagai markas bermain.
"Iya, Buya..." Sahut ketiganya kompak.
"Bu Erna nanti abis isya tunggu saya di ruang tengah ya.." Kata Aqeela sebelum Bu Erna pamit ke dapur untuk mencuci piring.
"Iya, Mbak." Kata Bu Erna sopan.
"Mbak Aqeela kira-kira mau ngomong soal apa ya? Aku kok deg deg-an gini." Gumam Bu Erna dalam hati sambil terus mencuci piring.
"Bu Erna, kita ke masjid dulu ya.." Pamit Zafir.
"Jangan kangen kita yaa Bu.." Goda Zafran.
"Kita pasti pulang. Da da...Bu Erna." Sambung Zafira.
Bu Erna hanya terkekeh mendengar si kembar tiga menggodanya.
"Sampai kapan mereka jahil kayak gitu ya?" Batin Bu Erna menatap punggung keluarga muda itu.
Selesai mencuci piring, Bu Erna segera menyusul Desta dan keluarganya ke masjid untuk sholat isya' berjama'ah.
Bu Erna selalu diminta Desta untuk sholat lima waktu berjama'ah di masjid.
Dan bagi Bu Erna suatu keberuntungan memilik majikan seperti Desta dan Aqeela. Ia tak pernah diperlakukan semena-mena.
Bahkan Bu Erna malah dapat banyak ilmu dari mereka berdua.
💗💗💗💗💗
Aqeela dan Bu Erna sudah di ruang tengah. Sementara Desta dan si triple berada di atas.
"Bu Erna.." Panggil Aqeela.
"Bu, kata Buyanya anak-anak. Kita perlu nambah satu teman lagi buat nemenin Bu Erna. Karena kan sebentar lagi si dedek lahir. Bu Erna pasti kerepotan kalo sendirian. Bagaimana? Apa Ibu ada teman yang bisa diajak kerja di sini?" Tanya Aqeela.
Bu Erna menatap Aqeela bingung.
"Ya Alloh, Mbak.. tadi saya sudah deg deg-an aja. Mbak Aqeela bakal ngapain saya. Ternyata..." Bu Erna tidak melanjutkan kalimatnya. Ia malah tertawa lebar.
Ia serasa di prank sama majikannya itu.
"Ada kok Mbak. Nanti saya tanyakan ke orangnya." Lanjut Bu Erna.
😀😀😀😀
Siapapun pasti deg-deg an lhaa..
__ADS_1
Kasi vote yaa man teman..
😘😘😘😘