
Setelah seminggu yang lalu dihebohkan kejahilan kembarnya dalam acara pelepasan dan pentas seni sekolahnya.
Kali ini, dia sudah berada di hotel Guest bersama seluruh warga SMA Nusantara. Dalam acara malam inagurasi.
Kesan sederhana tapi mewah mendominasi dekorasi ruangan. Bryan dan rekan-rekannya semalam sudah bekerja keras mendekor ballroom hotel menjadi lebih berkesan
Meskipun lokasi acaranya sudah di tempat mewah. Para pengurus OSIS berharap kakak kelas mereka mempunyai kesan spesial di malam inagurasi mereka.
Tak ada balon maupun aneka bentuk lucu-lucu seperti pelepasan sekolah kembar. Acara Inagurasi SMA Nusantara banyak dihiasi bunga dan aneka bentuk lampu-lampu.
Serasa berada di malam penghargaan sebuah kompetisi.
Karpet merah terhampar dari gate sampai panggung. Beberapa photobooth berjajar dengan rapi.
Aqeela datang ditemani Desta. Sedangkan ketiga anaknya dan Julian, mereka titipkan ke Mommy.
Lagian juga acara inagurasi ini pas malam minggu, pas jadwalnya mereka bareng Mommy. Jadi, ya serasa tidak dititipkan.
Sebelum masuk ke area gedung, Aqeela dan Desta mencoba beberapa view photobooth. Sekedar untuk mengisi galeri ponsel.
Mulai dari pose biasa, genit sampai mesra mereka lakukan. Membuat beberapa siswa yang melihat tingkah keduanya hanya terkekeh.
"Kak, gak malu apa? Sudah tua juga masih berpose kayak ABG?" Ledek Nicholas dan Elizabeth yang kebetulan dimintai tolong mengabadikan gambar mereka.
"Kalian saja kalee yang iri sama kita. Belom bole sebebas kita gitu loo.." Balas Aqeela.
"Bangga banget siih. Kita yang pacaran aja gak gitu amat." Nicholas masih saja tidak mau kalah.
"Kalian berdua kapan sih, kasih kesempatan kita buat melupakan kalo kita ini masih ABG." Desta ikut angkat bicara.
"Gak terima yaa Kak..." Nicholas masih saja meledek.
"Udah ah.. kalian berdua lebih baik siap-siap. Noo.. MC sudah teriak-teriak." Aqeela mengalihkan pembicaraan.
Karena memang MC sudah mulai mengaba-aba bahwa acara akan segera dimulai.
Nicholas dan Elizabeth, langsung ngacir ke tempatnya. Sambil terkekeh.
Aqeela sibuk di belakang layar, sedangkan Desta duduk di jajaran para guru. Saat bertemu Pak Ferdinan, mereka saling melempar senyum dan lambaian tangan.
"Bu, acara akan segera di mulai. Apa Pak Han dan guru-guru yang lain sudah datang?" Tanya Bryan.
"Sudah." Jawab Aqeela.
"Yanh lain sudah di posisi masing-masing?" Sambung Aqeela.
"Sudah, Bu." Jawab Bryan.
"Yan.. penari remo sudah ready?" Tanya Kevin.
Bryan mengacungkan jempol.
Melalui HT, Bryan meminta Pipit segera membawa sang penari untuk memulai.
Tiga menit kemudian, musik gending remo sudah terdengar.
Tarian khas Jawa Timur ini menjadi pembuka acara inagurasi SMA Nusantara.
Mempunyai brand sebagai sekolah modern bukan berarti melupakan budaya lokal.
Karena itu panitia OSIS, menghadirkan Remo sebagai opening ceremony.
Bagi masyarakat Jawa Timur, tari remo adalah kebanggaannya. Tari yang sarat makna dan filosofi ini menggambarkan tentang keberanian seorang kstaria.
Gerakannya khasnya yang menghentak-hentakkan kaki ke tanah menyimbolkan kesadaran manusia atas kehidupan yang ada di muka bumi.
__ADS_1
Selama lima belas menit, tarian remo dibawakan Leony, salah satu anggota ekstra tari.
Pak Han dan para guru tampak terpukau dengan penampilam Leony.
Setelah Tari remo, agenda masuk ke acara ceremonial. Aqeela dan OSIS menyerahkan kepada Pak Yudi dan Bu Siti.
Meskipun diserahkan kepada kedua guru tersebut tetap saja, panitia OSIS berperan menyiapkan kelancaran ceremonialnya.
Suara sedih dan tangisan mewarnai akhir ceremonial. Saling pelukan dan salaman antar teman dan guru menyertai keheningan.
Ucapan maaf, do'a dan terima kasih berseliweran di setiap siswa dan guru.
Apalagi suara merdu Yuda membawakan lagu kenangan terindah milik Samson mengiringi puncak ceremonial.
Sengaja para OSIS memasang Yuda karena band sekolah didapuk sebagai guess star untuk surprise.
Selesai ceremonial acara dilanjutkan dengan pementasan dari berbagai ekskul.
Yang membuat para dewan guru terpukau penampilan para anggota ekskul olah raga yang bergabung membawakan semacam tarian dengan gerakan khas setiap olahraga.
Ekskul basket mempergakan gerakan dribel, shoot, Jumping sampai rebound.
Anggota ekskul sepak bola dan futsal memperagakan gerakan menggiring bola, mengumpan, menyundul sampai merebut bola.
Tim voli memperagakan gerakan passing, Service, smash dan block.
Para pendekar pencak silat juga memperagakan jurus-jurus lincah mereka dengan sebuah lagu.
Terlihat harmonis dan serasi.
"Wah, gak nyangka ternyata mereka kreatif ya.." Komen seorang guru.
"Banget..."
"Bisa juga mereka memadukan gerakan selincah itu. Padahal mereka atlit bukan penari. Tapi kok mereka bisa sih nyambung-nyambungin gitu."
"Nah berprestasi itu tidak hanya bisa lewat akademik, kan?"
"Hmm.. iyaa juga sih."
"Coba kalian lihat itu kan anak-anak yang kita sebut biang onar, ternyata mereka berprestasi di bidang olah raga."
"Apa kita terlalu memaksakan bahwa mereka harus bisa menguasai semua bidang ya, Pak?"
"Mungkin."
"Dua kata, luar biasa."
Tepu tangan terdengar begitu para atlet menyelesaikan atraksinya.
Dan di puncak acara, penampilan band Anton CS kembali membuat decak kagum para penonton.
Mereka seakan benar-benar dibawa ke sebuah konser musik.
Gebukan drum, petikan senar gitar dan bass dan dentingan keyboard membuat para penonton terhanyut mengikuti irama para pemainnya.
Ditambah lagi suara merdu vokalisnya.
Ikut menyanyikan lirik lagu yang dibawakan para vokalisnya.
"Bu, ini kan anak-anak yanh sering bolos pas jam.pelajaran Bu Rosi?" Bisik Bu Lili di terlinga rekan gurunya.
"Iya, tapi sudh empat bulan ini mereka rajin." Balas Bu Rosi.
"Iyakah?"
__ADS_1
"Iya, serius. Bahkan nilai mereka naik drastis."
Bu Lili sampai menganga tak percaya mendengar pengakuan rekannya itu.
Malam inagurasi kali ini, seakan menjadi ajang pembuktian perubahan di segala bidang.
Dan memang itu terbukti.
💗💗💗💗💗
"Kak..." Panggil seseorang, membuat Aqeela dan Desta menghentikan langkahnya.
"Ghani, Sheila." Balas Aqeela dan Desta begitu berbalik ke arah sumber suara.
"Kak, terima kasih ya... Mengingatkan kami waktu itu." Ucap Ghani.
"Iya.. sama-sama." Jawab Aqeela.
"Kak, ini undangan dari kami." Sheila menyerahkan selembar kertas warna kream yang terbungkus plastik.
"Waah, beneran nee...kalian menikah?" Tanya Desta heran.
Ghani dan Sheila menggangguk pelan.
"Selamat ya... " Kata Aqeela.
"Terima kasih ya, Kak." Ucap Ghani sambil pamitan kepada Aqeela dan Desta.
"Kak... Qeee..." Seseorang menyapanya lagi.
"Ricky..." Sahut Aqeela melihat kedatangan Ricky dan gengnya.
"Kak, terima kasih yaa.. sudah menyadarkan saya dan teman-teman." Ucap Ricky.
"Kalian ingat ya... hidup itu perjuangan."
"Siap, Kak."
"Eh, Om.. Makasii juga ya Om." Kata Ricky sambil menatap ke arah Desta.
"Lhaa...kenapa kamu manggil saya Om. Tapi manggil istri saya Kakak." Omel Desta.
"Bapak kan temannya Papa. Ya saya panggil Om-lah. Sedangkan Kakak Aqeela, dia kan yang bimbing kita. Jadi yaa kita panggil kakak. Salahnya dimana?" Ledek Ricky.
"Salahnya di kamu."
"Kok aku sih, Om?"
"Iyaa siapa yang ngizinin manggil aku Om?"
"Gak ada..."
"Tuh kan... Sekali lagi aku dengar kalian manggil aku, Om. Kalian tidak saya izinkan masuk ke perusahaan saya."
"Sadis..."
"Suka-suka saya..."
💗💗💗💗💗
Like
komen
vote
__ADS_1
yaa prend...