TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Si twins


__ADS_3

"Bu Darmi, sudah dipacking semua nasinya?" Tanya Aqeela sambil memberi ASI salah satu kembarnya di depan ruang tv.


"Sudah Mbak. Sudah siap semua." Jawab Bu Darmi.


"Kuenya udah datang belum, Bu?" Sambungnya.


"Belum, mbak. Kata Mas Julian masih diperjalanan."


"Ya sudah, Bu Darmi bantu Bu Erna nata menu prasmanan dulu." Pinta Aqeela dengan nada rendah.


"Iya Mbak."


"Maaf ya Bu, saya hanya bisa nyuruh-nyuruh." Lanjut Aqeela sambil mengancingkan bajunya. Karena baby yang ia gendong sudah kenyang.


Ia berniat akan menyusui baby yang satunya lagi. Yang masih dalam gendongan suaminya.


"Aku tidurkan si Ara dulu." Pamit Desta tanpa menunggu persetujuan Aqeela.


Qirania Khayra Wijaya ( Aira )


Qirani Khayyara Wijaya ( Ara )


Akhirnya Aqeela dan Desta memberikan nama baby twinsnya dengan kedua nama itu.


Dan hari ini mereka sedang disibukkan dengan aqiqah yang dilakukan tepat selapannya si twin


Istilah selapan sering kita temui dalam adat jawa.


Kata selapan artinya tiga puluh lima hari dihitung berdasarkan hari pasaran si bayi. Dalam kalender Jawa dikenal hari pasaran Kliwon, Pon, Pahing, Legi dan Wage.


Jadi tradisi selapan didasarkan hari dan pasaran sama dengan kelahiran si bayi. Misalkan bayi lahir Senin Legi, maka selapannya jatuh Senin Legi di bulan berikutnya.


Pada zamannya upacara selapan merupakan ungkapan rasa kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelahiran sang bayi.


Saat upacara selapan orang tua pada zaman dulu melakukan potong rambut, potong kuku dan pemberian nama.


Untuk menu, disiapkan nasi putih, urap-urap sedangkan lauknya terserah masing-masing yang punya hajat.


Setelah islam masuk, terjadi akulturasi. Selapan di padukan dengan aqiqah.


Dan budaya inilah yang saat ini dipakai Aqeela dan Desta. Membuat acara selapan tapi diniatkan aqiqah kedua anaknya.


Undangnnya pukul 10.30. Jadi saat ini mereka pada sibuk berbenah.


Ayah dan Daddy sibuk menata ruang tamu dan halaman depan.


Halaman di sulap jadi ruang prasmanan sedangkan ruang tamu digunakan untuk pengajian.


Ibu dan Mommy sibuk memberi arahan kepada petugas cathering.


Bu Erna dan Bu Darmi dibantu santri sibuk dengan berkat yang akan dibawa pulang jama'ah.


Sedangkan Si triple dan Al sesekali membantu kegiatan yang ringan-ringan saja. Selebihnya bermain ditemani santri.


Tepat pukul 10.00 semua sudah siap.


Untuk Jama'ah pria sudah di siapkan di garasi Desta sejak subuh sudah mengungsikan mobil-mobilnya ke halaman pesantren.


Beberapa jama'ah sudah hadir. Begitupun para genk-ges dan pasangannya. Yuna, Oca dan Via juga hadir ditemani Darren, Malik dan Wanda.


"Nyai gak bosen tuh, ngelahirin mulu? Abis ini mau nambah lagi gak?"Tanya Oca kepo.


"Abis ini stop kayaknya. Dokter Suzan udh membuntu indung telurku."


"Maksudnya di steril?" Tanya Oca gak percaya.


"Kok bole ya? Kan Nyai masih muda?"


"Aku udah cesar tiga kali, Jum. Ya harus ikhlas."

__ADS_1


"Oowhh.." Jawab kompak ketiganya.


Pukul 10.45 Acara dimulai dengan pembawa acara Hani yang sengaja dijemput oleh Julian atas permintaan Aqeela.


Acara aqiqah twins Ara dan Aira berjalan dengan lancar.


Tepat pukul 12.00 Acara sudah selsesai.


Kini di ruang tamu terlihat Oca, Yuna dan Via. Sedangkan Ronald, Wawan, Doni dan Vian beserta istrinya ada ruang tengah.


Anak-anak sedang bermain di halaman belakang.


Setelah capek bermain Triple, Al, Darren, Malik, Wanda, Thifa, Kemal anak dari Dinda dan Vian dan Wulan si cantik putrinya Wawan dan Nabila.


Hanya Ronald dan Hasna yang awet berdua belum di anugerahi rizky berupa anak.


Kesepuluh anak tersebut menghambur ke orang tua masing-masing karena kehausan.


Darren, Malik dan Wanda menuju ke ruang tamu. Kebetulan di sana ada Aqeela. Desta baru saja ikut nimbrung karena ada yang ingin ia sampaikan pada Aqeela.


"Buya..." Sapa Malik setelah menyelesaikan minumyan.


Desta menoleh.


"Iya. kenapa Lik?"


"Buya.. adik bayinya cantik." Puji Malik sambil duduk di sebelah Desta yang kosong.


"Terus?" Tanya Desta kepo sama anak usia dua belas tahun ini.


"Nanti kalo Malik sudah besar, nikahin sama Malik ya?"


"Astaghfirulloh." Gumam Desta lirih.


Tak urung ucapan membuat heboh seisi rumah Desta.


"Zafira gak mau sama Malik. Katanya Malik dinm suruh hafal qur'an dulu baru di terima." Celoteh Malik tanpa merasa dosa.


Tepuk jidat Aqeela seketika.


"Ternyata baby gini udah ada yang naksir. Hebat kamu, Nak." Puji Wawan seketika di telinga Desta.


Plak..


Satu pukulan mengenai bahu Wawan.


"Aduuh.. Nak ternyata Buya kamu ganas juga. Hati-hati ya.." Ledek Wawan.


"Bisa berhenti gak?"


"Gak."


"Wawan.."


Wawan Auto tergelak mendengar omelan Desta.


"Mbak Oca, anak kamu berani banget kecil-kecil udah ngelamar anak orang." Komen Ronald sambil cekikikan.


Oca yang disebut namanya hanya nyengir menahan banyak perasaan.


"Buya, bole ya.. Aku sama Aira aja deh. Hidungnya itu loo mancung bibirnya juga mungil. Kalo Ara kan hidungnya agak pesek walaupun bibirnya merah." Lanjut Malik seakan berharap kepastian.


"Jum.. Jum.. kamu cekoki Si Malik?" Desta melotot ke arah Oca, membuat ibu satu anak itu sedikit nervous.


Sementara yang lain hanya terkekeh mendengar ucapan Malik.


"Mas aku gak pernah ngajarin yang aneh-aneh. Serius."


Desta dan Aqeela saling pandang. Sebenarnya menurut mereka lucu, tapi Malik sudah bukan balita.

__ADS_1


Ia sudah bisa dikategorikan dewasa walaupun belum baligh.


"Malik, Buya gak akan menolak. Tapi Malik harus janji sama Buya rajin belajar, rajin ibadah, rajin baca qur'an dan jadi orang sukses."


"Setelah itu terserah Malik. Kalo Zafira mau, Buya okay. Kalo mau sama Aira juga gak pa_pa. Aira kan masih bayi. Dia belum tahu apa-apa." Desta akhirnya memposisikan dirinya sebagai orang tua yang memberi nasehat kepada anaknya.


"Zafira yang ogah." Tolak Zafira begitu Desta menyebut namanya.


"Tuh kan Buya. Zafira udah nolak aja." Malik mengadu kepada Desta.


"Berani-beraninya kamu ngadu ke Buya." Protes Zafira.


"Uhuuii... Awas loo Fir, dari benci ntar jadi cinta." Ledek Julian yang ikut gabung di ruang tamu.


"Pokoknya Zafira gak mau. Bukan benci uncle." Ucap Zafira ketus menatap tajam ke arah Julian.


"Awh.. takut.." Pekik Julian.


"Yan.. udah gak usah godain Zafira. Kakak gak ikut-ikutan kalo dia ngambek sama kamu lo ya.." Aqeela mengingatkan Julian.


"Hm...iya deeh. Yang ganteng dan baik hati lebih baik mengalah." Gumam Julian yang diiringi tawa Hani.


Zafira masih cemberut. Membuat gemas siapapun yang melihat gadis cilik itu.


"Iya deh, Buya gak nyuruh Zafira sama Malik. Biar Malik sama yang lain saja. Ya, kan Lik?" Desta menatap ke arah Malik.


"Siap Buya. Malik setia menunggu Aira." Balas Malik.


"Dari tadi, kek. Susah banget." Cerocos Zafira sambil mendengus ke arah Malik.


Bugh..


Satu bogem sengaja ia layangkan ke arah perut Julian sebagai tanda kesalnya kepada lelaki itu.


Julian hanya meringis menahan sakit. Tak bisa dipungkiri kekuatan tangan Zafira memang luar biasa. Seiring perkembangan usianya.


"Qee.. itu yang sama Julian calon istrinya?" Bisik Nabila ke Aqeela.


"Bukan Kak, dia temanku." Bisik Julian ke Nabila.


Nabila sampai terperanjat mendengarnya.


"Kamu denger aja sih?" Omel Nabila.


"Kakak juga kok kepo aja sih." Balas Julian.


"Yan..."


"Apaaa..."


"Auuhhh...sakit Kak.." Pekik Julian karena Nabila menjewer telinganya tanpa ampun.


"Makanya sopan dikit."


"Kakak juga, ghibahnya gak usah di depan aku napa?"


Bukaannya melepas, Nabila malah mencubit pinggang Julian.


"Auuh..geli Kak. Ampun..iyaa ampun. Lagian Kakak kok judes banget sih?"


"Apaaa??"


"Iyyaa.. ampun.. ampun.."


Dan suasana berlanjut dengan banyak guraun dan candaan sampai sore.


💗💗💗💗💗💗


Like Komen and Vote yaa

__ADS_1


__ADS_2