
Aqeela masuk ke dalam rumah dengan perasaan tak menentu. Aqeela meletakkan tas berisi seragam kembar di kursi makan.
Setelah cuci tangan dan kaki bersama anak-anaknya ia kembali ke duduk di ruang maka .
"Istighfar Qee..." Kata hatinya
Berulang kali kalimat astaghfirullohal 'adhim ia ucapkan lirih.
Namun sesekali ia juga harus menahan senyum.
Baru hari pertama masuk sekolah udah bikin heboh.
Apalagi kehebohan Zafran yang bikin melek ibu-ibu disana. Auuwwaaauu.. pemuda cilik itu udah berani godain cewek cantik bernaman Renata.
Aqeela sampai gak habis pikir, tuuh anak dapet ide kayak gitu darimana ya?
Drttt.. drrttt..
Ponsel Aqeela berdering. Diliriknya ponsel silver di meja makan itu. ID pemanggilnya menampilkan nama my Bae dan foto Desta.
Aqeela meraih dan menjawab panggilan suaminya itu.
"Asslamu'alaikum..." Sahut Aqeela
"Wa'alaikum salam..." Sahut Desta
"Gimana sekolah anak-anak hari ini?" Sambung Desta.
"Aduuh.. Bae.."
"Kenapa Beb?" Tanya Desta panik.
"Kamu tau gak?"
"Enggak..."
"Dengerin dulu cinta..." Kata Aqeela dengan terkikik.
"Kamu pasti lelah yaa cantik."
"Banget.. "
"Kak.."
"Apa?"
"Zafran..." Aqeela nampak ragu untuk menyampaikan.
"Dia kenapa?"
"Gombalin cewek cantik"
"Haa haa haa.. wkwkwk..." Terdengar suara tawa keras dari line seberang.
"Kok malah ketawa sih, Bae?"
"Aku kira Zafran kenapa gitu. Ternyata tuh anak gombalin cewek."
"Terus salahnya dimana?" Sambung Desta masih dengan sisa-sisa tawanya.
"Lama kelamaan kayaknya kelakukan Zafran mirip kakak deh." Tebak Aqeela.
"Ya Alloh Beb, normal kalee ada cowok gombalin cewek."
"Mereka masih kecil, Bae..."
"Udah deh Cantik, tidak perlu terlalu khawatir. Kasih pengertian aja sama Zafran kalo mereka hanya berteman."
"Aku coba.."
"Oh yaaa.. tadi mereka bertiga bertengkar lagi sama teman-teman barunya."
"WOW.. Beb, kalo yang ini mirip kita berdua deh."
"Aish.. sudahlah. Aku cerita nanti aja di rumah. Jangan lupa makan siang."
"Beb, aku mau makan siang di rumah dong."
"Ya udah, pulang saja. Aku tungguin."
__ADS_1
"Sejam lagi ya... Sayang."
"Iya.."
"Bye.. cantik.."
"Hati-hati di jalan."
Aqeela menutup panggilannya.
Dan bergegas ke dapur menyiapkan makan siang untuk suami dan anak-anaknya.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Dua hari kemudian. Di sekolah Si Triple.
Masih ingatkan Tk tempat sekolah Julian.
TK SAFINAH, tapi karena triple masih di kelompok bermain jadi yaa namanya KB SAFINAH.
Beberapa Ustadzah menyambut di depan gerbang.
"Lhoo Mbak Aqeela?" Sapa seorang Ustadzah yang terlihat paling sepuh. Diantara Ustadzah-Ustadzah yang lain.
"Ustadzah Ratih..." Aqeela langsung memeluk Ustdzah Ratih sang Kepala Sekolah. Yang masig terlihat cantik walaupun sudah ada gurat keriput di wajahnya.
"Mbak Aqeela kok ke sini?"
"Saya nganter anak-anak saya, Ust..Zafir, Zafira, Zafran ayo shake hand dulu sama Ustadzah. Ustadzah Ratih ini dulu juga Ustadzahnya Uncle Ian." Jelas Aqeela.
Ustadzah Ratih tampak sedikit terkejut melihat ketiga anak Aqeela. Namun sedetik kemudian beliau sudah tersenyum lagi.
"Ooh.. " Ketiganya langsung mencium tangan Ustadzah Ratih bergantian.
"Hai jagoan-jagoan ciliknya Umma Aqeela. Pasti kalian bertiga yang dimaksud Ustadzah Rika kemarin." Ucap Ustadzah Ratih, sambil membalas shake hand ketiganya.
"Iya.. Ust.. Maaf yaa sudah bikin kacau pembelajaran. Mereka berbeda dengan Julian dulu."
"Tapi Ustadzah saya malah memuji Mbak Aqeela. Loo."
"Mbak, kapan-kapan ngisi parenting di sini yaa..." Bisik Ustadzah Ratih.
"Haa ha.. waduh saya kok jadi tersanjung gini." Balas Aqeela.
💗💗💗💗💗💗💗
Jadwal kuliahnya masih off sebulan ini karena hari tenang menjelang ujian. Sehingga Aqeela bisa mengantar ketiga kembarnya dengan tenang.
"Eh, calon besan.." Sapa Hanin kepada Aqeela.
"Assalamu'alaikum Bu Hanin." Sapa Aqeela.
"Wa'alaikum salam, mamanya Zafran." Sahut Hanin.
Hanin duduk di sebelah Aqeela. Menatap wanita muda di sampingnya dengan kagum. Entah apa yang sedang ia kagumi dari Aqeela.
"Hmm.. anak-anak kita lucu yaa.. Mbak." Ucap Hanin memecah keheningan diantara mereka.
Aqeela menoleh kepada Hanin, ikut tersenyum.
"Maaf ya Mbak, kalo anak saya tidak sopan."
"Hei, anak kamu gak salah kok." Kata Hanin.
Aqeela kembali tersenyum begitupun Hanin sepertinya keduanya masih mengingat kejadian Zafran dan Renata kemarin.
"Wah, sepertinya para calon besan lagi pedekate." Goda Yuna.
"Ya.. gak ada salahnya kan." Bela Hanin
"Aku nyium bau bakal ada yang mantu.." Seseorang lain datang lagi pakaian sedikit seksi tp mash tertutup dan sopan.
"Anak baru ya.., aku Oca. Mamanya Malik." Kata Wanita itu
"Aqeela." Mendengar wanita itu menyebutkan nama Malik. Membuat Aqeela tersenyum kembali.
"Kok, senyum?" Kata Oca.
"Saya inget kemarin di kelas." Sahut Aqeela.
__ADS_1
"Emang kenapa Mbak?" Sahut ketiganya serius.
"Yakin. Mau saya ceritain?" Tanya Aqeela ragu jika ceritanya melukai Oca.
"Iya, cerita aja. Kami gak akan marah kok." Sahut Oca.
"Mbak Hanin sama Mbak Yuna masih inget ketika dua hari yang lalu, anak-anak saya bertengkar?" Hanin dan Yuna mengangguk.
Sedangkan Oca, karena dua hati yang lalu tidak ikut mengantar.
"Ternyata Zafran bertengkar sama Malik. Karena belain Renata yang jilbabnya ditarik sama Malik." Kata Aqeela.
"Apa? Malik kok bisa ya? Padahal biasa di diem loo.." Bantah Oca.
"Tuuh, anak kamu tuuh. Untung ada calon mantu yang baik hati. Bela-belain Renata sampai berani adu kekuatan gitu." Oceh Hanin membuat ketiga Yuna, Aqeela dan Oca terkekeh.
"Maafin anak saya ya Mbak Oca." Kata Aqeela.
"Udah gak pa_pa namanya juga anak-anak. Ntar kan baikan lagi. Main bareng lagi." Kata Oca bijak.
"Makasii yaa Mbak.."
"Makasi sama calon besan juga dong Mbak." Protes Hanin ke Aqeela.
"Iya deeh.. Makasi ya Mbak Besan.." Balas Aqeela dengan wajah sok imut.
"Yaelaaaah... Mukanya dikondisikan Bu Besan." Goda Hanin.
Tak urung membuat yang lain ikut tersenyum.
"Kayaknya bentar lagi anak-anak pulang deh." Kata Oca smabil melirik arlojinya.
"San..." Panggil Hanin ke Aqeela dengan berbisik.
Untung saja Aqeela tanggap maksud Mama Renata ini.
"Iya, San.." Balas Aqeela.
"Main ke rumahku yuuk, San. Sepi di rumah gak ada siapa-siapa." Ajak Hanin.
Aqeela menatap Hanin tidak percaya.
"Aku izin suamiku dulu ya, San." Balas Aqeela.
Hanin mengangguk.
Aqeela melakukan panggilan ke Desta.
"Gimana?" Tanya Hanin cemas setelah Aqeela mengakhiri panggilannya.
"Bole, dengan catatan dia minta dikirimi alamatnya dan sampai di lokasi share lok." Jawab Aqeela.
"Itu suami atau bodyguard, Buuk.." Goda Hanin
"Suami rasa bodyguard. Haa haa haa..." Aqeela mulai bisa mengimbangi guyonan-guyonan ala emak-emak rempong.
"Haa haa haa.. o ya alamat saya catat. cepet kirim ke suami rasa bodyguardnya." Aqeela kembali cekikikan mendengar ledekan Hanin.
Aqeela mengirimkan alamat yang disebutkan Hanin kepada Desta. Setelah dibalas dengan jempol. Aqeela mengangguk kepada Hanin.
"Zafran.. Renata.."
"Iya Tante..."
"Eh, ada aunty cantik..."
**********
Tepuk jidat gak tuuh sama kids zaman now.
Gengs
like ❤
Komen 📝
share 👬👭
vote 💯💯💯
__ADS_1
Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Makasii yaa gengs