TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Zafir dan Taringnya


__ADS_3

"Ren, aku bareng kamu lagi ya?" Ucap Alif dengan gemetar dan sesekali pandangannyan menengok ke kanan kiri tidak jelas.


Padahal dia tadi udah jalan sampai gerbang ternyata balik lagi.


Dibarengi Darren tadi nolak, sekarang malah gemetaran.


"Kenapa Lo, Lif? Kayak orang bingung gitu?" Tanya Zafran yang sudah siap di kemudi.


"Kayaknya ada orang yang lagi mata-mati gue, sekarang dia ada di halte." Ucap Alif panik.


"Emang habis ngapain sampai dimata-matai?" Tanya Zafir.


"Ceritanya panjang, yang penting sekarang aku pulang dulu!" Tanpa perlu mendapat persetujuan, Alif masuk begitu saja ke mobil Darren.


Sedangkan Malik masih sibuk memasukkan beberapa peralatan ala montir milik Zafran dan Zafir.


"Udah belum, Lik?" Tanya Zafran yang ada di jok kemudi.


"Udah!" Malik menutup pintu bagasi mobil triple.


"Daadaa Malik!" Zafira melambai ke arah Malik yang mulai menstater motornya.


Dari balik helmnya, terlihat Malik tersenyum dengan manis.


Lelaki itu sebetulnya memiliki rasa yang lebih dari seorang sahabat kepada Zafira. Hanya saja gadis itu terlalu high menentukan kriteria pasangannya.


Auto ia mulai minder, rendah diri dan mundur perlahan. Namun ketika beberapa hari lalu mengetahui kenyataan bahwa sahabatnya itu akan menikah rasanya dunianya hancur.


Mungkin ia satu-satunya sahabat terjahat di dunia ini, karena berharap pernikahan Zafira batal. Sehingga ia memiliki kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan sahabatnya itu.


Walaupun tak mungkin bersama, minimal memiliki kenangan berdua lebih banyak.


Malikpun menghalau mimpinya dengan kasar memutar kunci motornya dan cuss.. pulang ke rumah.


💗💗💗💗


"Umma..!" Panggil Zafran dengan tidak sabar begitu ketiganya masuk rumah.


"Haduuh, kalian itu yaa masuk gak pake salam main nyelonong teriak-teriak pula." Omel Aqeela yang sedang membaca buku di ruang tengah.


"Assalamu'alaikum Umma, Sayang!" Ulang Zafran, Zafir dan Zafira bersamaan.


"Wa'alaikum salam! Telat!" Komen Umma.


"Umma curang, kenapa Renata balik ke Insonesia gak kasi tau kita!" Celoteh Zafran dengan cemberut.


"Tanya Renata saja sendiri, kok juteknya sama Umma sih!"


"Ummaaa..!" Zafran langsung mencium pipi kiri dan kanan ibu tercintanya itu.


"Umma.." Ulang Zafran.


"Apaaa? Pasti adaa maunya!"


"Setelah Zafira nikah, lamarin Renata buat Zafran ya!"


"What? Apaa?" Aqeela melotot saking kagetnya mendengar permintaan Zafran.

__ADS_1


"Umma.. Pliss.!" Pinta Zafran.


"Nanti, Umma tanyakan Buya dulu!" Aqeela melanjutkan membaca bukunya.


"Ngomong kamu sama Umma barusan?" Tanya Zafir kepo.


"Minta kawin!" Jawab Zafran sekenanya.


"Gilaa kamu! Mau saingan sam Zafira?" Ledek Zafir.


"Enggak, tapi berhubung Ayang Bebku udah balik ya udah aku kawinin aja sekalian!" Ucap Zafran.


"Anak orang mau kamu kasih makan apa? Kerja aja belum becus!" Omel Zafir.


"Rizky udah ada yang ngatur bro..!" Bisiknya sambil masuk kamar.


Zafir benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran kedua saudara kembarnya itu. Pada pengen cepet-cepet nikah.


Padahal menurut Zafran, menikah itu nunggu siap lahir batin. Gak asal suka sama anak orang langsung diajakin kawin.


Duh busyet dah. Tanggung jawab besar momong anak orang. Seumur hidup juga.


Zafirpun masuk kamarnya.


Cowok yang terkenal pendiam itu akhirnya tak mau ambil pusing dengan keputusan kedua saudaranya.


"Terserah merekalah... Aku masih pengen jadi jomblo aja."


💗💗💗💗


Zafir yang sedang mengerjakan pe-er bagiannya keluar dan menemui pengetuk kamarnya.


"Ayra?" Sapanya begitu tahu ternyata itu suara Ayra adiknya.


"Kenapa?" Tanya Zafir sembari menuntut adiknya yang masih berusia enam tahun itu.


"Kak.. Ayra ada tugas!" Ucap Ayra dengan nada memelas.


"Ada tugas apa kok tanyanya ke Kak Zafir?" Tanya Zafir.


"Hafalin lagu," Balas Ayra.


"Lagu apa?" Zafir memangku adiknya di kursi belajar miliknya.


"Itu loo Kak yang gunung menjulang berpayung awan...." Ayra tida melanjutkan syair lagunya karena tidak hafal.


"Ayra gak hafal, Kak." Ayra terlihat sedih.


"Umma lagi ngaji, Kak Zafran dari tadi sibuk sama Kak Renata, Kak Zafira sibuk sama Uncle Iyan. Kak Al mainan hape melulu terus Ara gak bisa..." Ayra hampir saja menangis tapi Zafir segera menenangkannya.


"Cup cup.. udah ayoo Kakak ajari!" Cowok kalem itu paling gak tega lihat adiknya nangis.


"Terima kakak. Kakak Zafir memang Kakak terbaiknya Ayra deh." Aira memberi hadiah kecupan di kening, pipi kiri dan kanan Zafir.


Zafir hanya tersenyum melihat kelakuan adik bungsunya itu.


"Kak, Kakak nanti jangan buru-buru nikah yaa. Kalo kakak punya istr pasti sibuk kayak Kak Zafira dan Kak Zafran. Pokoknya Kakak harus tunggu sampai Ayra gede." Ucap Ayra yang seakan merasa kehilangan kedua kakak karena Umma pernah mengatakan kalo Kakak Zafira mau menikah begitupun Kakak Zafran.

__ADS_1


Dari sinilah si kecil Ayra merasa bahwa pernikahan seakan suatu kesibukan dan ia akan kehilangan kakak-kakaknya.


Zafir menghembuskan napas berat mendengat curhatan Ayra.


"Ternyata anak ini benar-benar kehilangan sosok Zafran dan Zafira. Mereka berdua itu yaa.. bener-bener deh!" Gerutu Zafir dalam hati.


"Ya udah yuuk, kita latihan nyanyi!" Zafir mengalihkan kesedihan Ayra.


"Yuuk, Kakak dulu ya..! Tapi Kakak buka liriknya di hape ya. Kakak lupa sedikit karena udah lama gak nyanyi lagu itu!"


Zafir membuka aplikasi searching sekaligus mengirim pesan kepada kedua saudara kembarnya yang asyik dengan calonnya masing-masing.


"Yuuk Ayra... Memandang alam dari atas bukit..." Zafir menyanyikan lagu ciptaan milik Kakek AT. Mahmud dengan sangat baik.


"Coba sekarang giliran Ayra...!"


Ayra menirukan syair Zafir perlahan dan berulang-ulang sampai adiknya itu lelah.


"Ya udah sekarang Ayra istirahat, besok kita latihan lagi pake gitar. Mau?" Tawar Zafir.


"Mau Kak..!" Seru Ayra sambil melirik gitar milik Zafir yang terpajang di kamarnya.


"Terima kasih kakak!" Ayra memeluk dan menciumi pipi Zafir berkali-kali.


Zafir hanya terkekeh meresponnya. Karena kedua adiknya itu jarang-jarang bermanja dengannya.


Mereka lebih dekat dengan Zafira dan Zafran yang lebih friendly dibanding dirinya yang pendiam, Zafir sangat mengakui itu.


Bersamaan Ayra keluar Zafira dan Zafran masuk kamarnya.


"Tutup pintunya!" Titah Zafir entah pada siapa, yang pasti keduanya nurut-nurut aja.


"Kalian tuh yaa.. sibuk sih sibuk boleh! Tapi jangan sampai lupa waktu! Ayra sampai mau nangis karena merasa akan sangat kehilangan kalian yang mau menikah." Zafir langsung menyemprot kedua saudaranya itu seenaknya.


"Kalian gak sadar apa, adik-adik kita itu memperhatikan kalian berdua. Yang wajar kenapa sih?" Zafir masih saja mengomel.


"Aku gak mau tahu, besok habis maghrib sampai jam delapan kalian masih sibuk sama calon pasangan kalian, aku banting ponsel kalian."


"Sadis banget Kamu!" Protes Zafran.


"Udah yaa, aku tidak mau ada protes apapun. Kalian bikin aku sebel. Yang penting banyakin pendekatan sama Alloh sebelum nikah biar lancar. Gak malah telpon dan VC-an gak jelas!" Omel Zafir.


💗💗💗💗


Akhirnya Zafir keluar taringnya.


Maaf yaa.. kl upnya kelamaan.


Like


komen


Vote


Share


😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2