TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Janji


__ADS_3

Hanin seakan enggan melepas pelukannya dari Aqeela.


Tangisnya kembali menyesak sampai ke hati. Air matanya terus mengalir tanpa ada yang bisa menghalangi.


"San, akhirmya aku bisa membalas kejahilan kamu. Malah lebih nyesek dan sakit." Bisik Hanin.


"Maafin aku ya.. Mbak. Kalo suka ngisengin Mbak besan." Balas Aqeela berusaha tersenyum, tapi tetap saja mata tak bisa membohongi.


Keduanya saling bertangisan.


"Udah ah, Mbak. Nanti matanya bengkak di pesawat loo.. " Gurau Aqeela.


Wanita itu menyeka air mata Hanin dengan lembut. Haninpun melakukan hal yang sama ke Aqeela.


"Dek, Mama gak bisa liat kamu lahir. Bisa-bisa kita ketemu pas kamu udah besar." Hanin mengelus perut Aqeela yang sudah semakin membuncit setelah suasana hatinya sedikit tenang.


"Gak pa_pa Mama...nanti kan kita bisa video call-an. Jangan lupa kalo sudah sampai segera kabari."


"Pasti.. Dan yang pasti aku ganti nomer nantinya." Kata Hanin.


" Yang penting kabari."


"Saling mendo'akan ya Mbak..." Pesan Aqeela sebelum Hanin berbalik ke arah suaminya.


Pagi ini Keluarga Aqeela sengaja mengantar Hanin dan keluarganya ke Bandara Juanda sebelum mereka terbang ke Spanyol.


Butuh waktu seharian bagi Aqeela, Desta dan Carlos meyakinkan Hanin agar mau berangkat ke Spanyol.


Setelah acara curhat di rumah Aqeela dua hari lalu, selama seharian itupun mereka membujuk Hanin.


Beruntung Hanin bukan orang yang terlalu kaku, sehingga dengan rayuan maut Aqeela.


Yang mengatakan surganya istri itu ada pada suaminya, Hanin luluh dan bersedia mengikuti Carlos pulang kampung ke Spanyol.


"Zafira, sampai ketemu lagi ya.." Kata Renata sambil memeluk Zafira.


Zafira, Zafran, Zafir dan Renata juga berkumpul memanfaatkan detik-detik sebelum keberangkatan sahabatnya itu ke Spanyol.


"Baik-baik di sana ya..." Balas Zafira.


"Zafira, aku bole peluk Renata dong." Pinta Zafran dengan memohon.


"Udah Zafira wakili, Zafran." Ucap Zafira ketus.


"Sekali ini saja deh.." Zafran kembali memohon dengan suara memelas.


Hati kecilnya sekan mengatakan bahwa ia akan lama untuk berjumpa kembali dengan Renata.


"Zafira, biarkan napa? Kasiyan tuh Zafran." Zafir membela saudaranya.


Zafira menatap Zafran yang terlihat sedih.


"Ya udah deh.. Jangan lama-lama." Kata Zafira yang akhirnya luluh juga melihat saudaranya itu.


Zafran bersorak dalam hati.


Tapi sengaja ia sembunyikan kegembiraannya, khawatir Zafira berubah pikiran.


Zafran langsung memeluk Renata.


"Ren, jangan dilepas ya kerudungnya." Pinta Zafran.

__ADS_1


"Iya.." Jawab Renata.


"Zafran, kalo sudah besar ajak Renata ke Mekkah ya.. Nanti Renata ajak Zafran ke Spanyol." Gadis cilik itu ternyata memiliki impian ke Mekkah bersama Zafran.


"Iya.. nanti kita Mekkah bersama. Terus jalan-jalan ke Spanyol berdua." Janji Zafran.


(Anak kecil, janji apa itu..? Aunty kan jadi bingung sama janji kalian berdua)


"Zafran udaah..Jangan kelamaan ntar kalo Umma sama Buya tahu marah lhoo.." Zafira mengingatkan Zafran..


"Iya, bentar.." Kata Zafran meminta Zafira untuk tenang.


Cup.


Zafran mencium kening Renata.


"Baik-baik ya di Spanyol." Bisik Zafran sebelum benar-benar melepas pelukannya.


"Fran.. kamu tuh main cium Renata aja." Bisik Zafir yang memergoki Zafran mencium kening Renata.


"Gak pa_pa Renata juga mau." Jawab Zafran sambil menatap Renata yang menunduk malu.


"Untung Zafira gak liat. Kalo dia liat, bisa-bisa habis kamu dibogem Zafira." Bisik Zafir sambil bergidik ngeri.


Zafran hanya terkekeh mendengar omelan saudaranya itu.


"Renata, baik-baik yaa di Spanyol. Nanti kalo Buya ada rezeki kita diajak main ke rumah kamu di Spanyol." Kata Zafir sebelum say good bye dengan Renata.


"Kalo kamu gak mau di cium Zafran, pukul aja dia. Jangan diem aja." Omel Zafir.


Tapi Renata masih diam tak mau menjawab.


"Kecuali Zafran ya.. Khusus buat Zafran bolehnya." Potong Zafran.


"Zafran diem...aku lagi ngomong sama Renata tau.." Teriak Zafira.


"Iya, Fira....kita pelukan yuuk..." Ajak Renata memeluk ketiganya.


Mereka berempat akhirnya saling berpelukan erat.


Sementara Mister Carlos dan Desta.


"Mister sudah disimpan nomer ponsel yang tadi?" Tanya Desta


"Sudah."


"Beliau ulama terkenal di Spanyol. Kalo Mister mau belajat dan bertanya tentang islam.bisa ke beliau. Bilang saja kalo Mister teman saya. Pasti diterima." Jawab Desta.


"Maaf yaa Mister Desta, janji kita ketemu Kyai sepun belum kesampaian. Saya harus balik ke Spanyol." Kata Carlos kecewa


"It's okay. Alloh pasti punya rencana yang lebih indah untuk keluarga mister." Sahut Desta.


"Terima kasih so much untuk semuanya mister Desta. Kerjasama kita insya allah akan terus lanjut."


"Sama-sama mister. Jaga keluarga mister baik-baik. See you soon."


Desta dan Carlos saling berpelukan mengingat sebentar lagi mereka akan berjauhan.


"Ayoo Renata, pesawat kita udah menunggu!" Ajak Carlos dan Hanin melihat keempat bocil itu berpelukan.


Renata segera kembali ke orang tua, mereka akan melakukan boarding pass dan rentetan pemeriksaan sebelum masuk ke pesawat.

__ADS_1


Desta, Aqeela dan Ketiga kembarnya saling melambaikan tangan untuk Renata, Hanin dan Carlos.


Mereka akan berpisah, entah untuk berapa lama.


Jarak Indonesia Spanyol 12.368 km. Dengan waktu tempuh tercepat 13 jam.


"Buya, kapan-kapan kita ke Spanyol dong." Ajak Zafira setelah keluarga Renata tak terlihat.


"Iya, nanti kalo Buya sudah punya banyak rizky kita jalan-jalan ke rumah Renata."


"Makanya Zafir, Zafran dan Zafira harus banyak berdo'a supaya Buya punya banyak uang." Sahut Aqeela.


"Aamiiin..."


"Kita pulang." Ajak Desta.


"Kita gak ke sekolah Buya?" Tanya Zafir.


"Tidak untuk hari ini. Tadi Umma sudsh izin." Kata Aqeela.


"Wah, kita bisa main sama adek Thifa dong Umma." Ucap Zafira.


"Bole...tapi kalo Adek Thifa tidur kalian pulang. Kasiyan nenek intan harus jaga kalian nanti."


"Kalo gitu, kita main sama Buni saja." Seru Zafran.


Ingatannya tentang Renata sudah beralih.


"Tapi kalian gak bole minta yang aneh-aneh sama Buni ya.." Desta membuat kesepakatan dengan tiga kembarnya.


"Iya...iya.." Jawab ketiganya barengan.


💗💗💗💗💗💗


"Nyai..." Panggil suara di seberang.


"Iya, Mbak Via." Sahut Aqeela dari sambungan telpon yang masuk ke ponselnya.


"Hanin udah take off?" Sahut suara yang lain.


"Sudah, Mbak Yuna." Sahut Aqeela.


"Kalian dimana?" Sambung Aqeela.


"Masih di sekolah. Aku gak sanggup melihat Hanin berangkat ke Spanyol." Suara Yuna nampak serak.


"Kalian mau mampir ke rumah hari ini? Hari ini aku izin full seharian." Kata Aqeela berusaha menghibur ketiga temannya yang juga merasa kehilangan Hanin.


Mulai saat ini mereka harus terbiasa tanpa Hanin dan Renata di antara mereka.


Karena itu Aqeela yakin mereka juga sama dengan dirinya, sedih. Kehilangan. Dan pastinya nanti sepi.


Tak ada lagi yang membully dirinya ataupun dibullynya.


"Aku tunggu di rumah ya.." Ucap Aqeela sambil menutup panggilannya. Karena X-pander Desta sudah masuk ke halaman rumah mereka.


💗💗💗💗💗


Tanpa Renata, bagaimana keadaan Zafran ya?


Gaess.. kasi like, komen dan Vote ya..

__ADS_1


__ADS_2