
Menjelang tidur Aqeela membuka ponselnya.
Ada banyak notif pesan.
Salah satunya ada grup baru.
EMAK REMPONG
Hanya dengan membaca judulnya saja Aqeela sudah ngakak.
Aqeela hanya mengirimkan sebuah pesan di grup barunya.
Udah malam.. kelonin suami masing-masing
Aqeela langsung menutup ponselnya dan meletakkan di nakas.
"Kenapa Beb?" Tanya Desta yang keheranan dengan istrinya membaca wasapp sambil ngakak.
"Ada yang lucu?" Sambung Desta lagi.
"Enggak ada kok, Bae. Cuma ini loo mama-mamanya anak-anak pada bikin grup wasap. Dikasi nama Emak Rempong." Jawab Aqeela masih dengan ngakaknya.
"Ya Alloooh.. ada -ada aja tuuh emak-emak." Komen Desta sambil bersiap merebahkan diri.
"Bae, tadi siang aku ketemu Pak Jamal di mall." Kata Aqeela sambil memiringkan tubuhnya menghadap Desta.
"Terus.." Desta menoleh sambil membetulkan letak bantalnya.
"Pak Jamal, nyuruh aku balik ke sekolah. Ceritanya sih Pak Han akhir-akhir ini sering uring-uringan gitu." Aqeela masih menatap suaminya.
Desta yang merasa diperhatikan akhirnya balas menatap Aqeela.
"Kenapa Beb?"
"Suamiku tambah lama kok tambah ganteng ya..?"
"Gombal... Pasti ada maunya." Balas Desta sambil menoel hidung Aqeela.
"Haa haa ha.. Enggak Bae. suuueerr deeh." Seru Aqeela.
Desta mendekatkan tubuhnya ke Aqeela dan merentangkan tangan kirinya. Menginstruksikan supaya Aqeela menggunakan lengannya sebagai bantal.
Aqeela hanya menurut, dan menyamankan diri dengan pelukan Desta.
"Terus kamu jawab apa?" Tanya Desta mengomentari perihal Pak Jamal.
"Aku gak jawablah, kan belum izin suamiku yang ganteng ini." Balas Aqeela sambil mencium pipi Desta.
"Terus kamu pengennya gimana?" Pancing Desta.
"Kalo dizininkan sih aku mau-mau aja balik ke sekolah lagi. Tapi jika si kembar bisa aku tinggal." Jawab Aqeela masih terus mencium pipi Desta berulang-ulang.
Desta yang mulai gemas, mulai membalas ciuman ringan Aqeela.
"Bae, geli ah jangan di situ." Bisik Aqeela begitu Desta mulai bergerilya tanpa henti dengan bibir dan tangannya.
"Sapa suruh mulai cium-cium. Terima akibatnya ya... " Bisik Aqeela.
"Iyaa iyaa.. ampun Bae.. Geli. Tapi enak siih.." Bisik Aqeela centil.
"Tuuh kan mulai mancing lagi..."
"Auuwwhh..." Pekik Desta ketika Aqeela menggelitiki perutnya.
"Iyaa iya.... ampuun.. geli.." Desta tak mau kalah iapun membalas Aqeela.
__ADS_1
"Udah Stop Bae.. aku capek..." Aqeela akhirnya menyerah.
"Kalo bikin adik buat si triple capek gak?" Bisik Desta.
"Jangn dibikin jadi dulu Bae, mereka bertiga masih terlalu kecil." Bisik Aqeela.
"Yaa... berarti diluar lagi doong."
"Haa haa haa..." Aqeela hanya terkekeh pelan menanggapi wajah memelas Desta.
"Lanjut enggak nee?" Goda Aqeela.
"Lanjutlah..." Jawab Desta dengan serangan yang sudah direncanakan dengan matang dan seksama.
Udah yaa lanjutin sendiri sisanya.
💗💗💗💗💗💗💗
Aqeela, Hanin, Yuna dan Oca masih setia menjaga buah hatinya.
"Keluar yuuk... Kita ngobrol di cafe seberang." Ajak Oca.
"Tumben kamu Ca?" Komen Yuna.
"Yaa.. gerah aja di sini. Lagian tuuh yaa masa kita kalah sama Mbak-mbak baby sitter itu siih." Gerutu Oca sambil nunjuk ke gerombolan Mbak-Mbak berseragam baby sittet yang terlihat enjoy dengan gurauannya di kantin depan.
"Waah, kamu tuuh yaa kalo iri sama yang lebih elit napa?" Protes Hanin
Aqeela hanya terkekeh mendengar obrolan ketiganya.
"Udaah ayoo kita ke cafe." Ajak Aqeela tanpa banyak komentar.
"Nah, kayak besan kamu gitu lah sekali-kali gak perlu pake protes." Oceh Oca.
"Udah gak usah pake lama, ntar keburu anak-anak pulang looo..." Aqeela mengingatkan.
💗💗💗💗💗💗
Di cafe....
Dihadapan keempatnya sudah tersedia dalgona coffee, lime squash, red velvet dan charcoal. Sajian roti bakar dengam toping keju dan cream yang menggugah selera dan snack aneka macam untuk cemilan.
"Mbak.. suami aku.. akhir-akhir ini sering pulang malam dan uring-uringan. Aku curiga..." Curhat Yuna
"Mbak Yuna... positif thinking aja. Siapa tahu suami Mbak Yuna memang sedang banyak kerjaan." Potong Aqeela cepat sebelum yang lain berkomentar.
Karena ia yakin masukan yang lebih didengar datang akan lebih mengena dihati seseorang. Karena menurut teori EEG ( Electroencephalogram ) oleh Hans Berger profesor psikiter dari Jerman.
Tentang gelombang otak manusia yang selalu berada di antara alpha, betha, gamma, tetha dan delta.
Menurut pengamatan Aqeela saat ini Yuna dalam kondisi rileks, harapannya dengan memberi sugesti positif akan mengantarkannya berpikir positif.
Aqeela berharap dengan kehadirannya mengurangi energi negatif yang ada pada rekan-rekannya. Rempong Group.
"Mbak Yuna harus yakin dan percaya. Kalo nanti suami pulang coba dipijit dan diajak bicara. Ditanya baik-baik. Disayang-sayang juga bole tuh Mbak." Canda Aqeela sambil melempar senyumnya.
Yuna, Hanin dan Oca menatap wanita termuda diantara mereka itu dengan senyum yang sulit dimengerti.
Yuna langsung memeluk Aqeela, " Terima kasih, ya Mbak. Aku lega sekarang."
"San, profesi kamu tuh sebetulnya apaan siih?" Komentar Hanin yang langsung kepo begitu Yuna melepaskan pelukannya.
" Kemarin pas di mall bisa akrab sama guru. Di rumah nyebut jama'ah. Sekarang bisa nenangin Yuna. Besok apalagi...?" Hanin masih saja berceloteh.
"Aku ya ibu rumah tangga, seperti kalian." Jawab Aqeela.
__ADS_1
"Aku gak percaya." Hanin masih saja kepo.
"Masih mau besanan enggak?" Goda Aqeela.
"Eeiits, yang itu gak bole diusik."
Yuna dan Oca terkekeh mendenger ocehan Hanin.
"Ya udah..nanti kalo sudah waktunya kalian akan tahu. Tapi yang pasti saat ini aku cuma ibu rumah tangga dengan tiga anak. Cukup." Jawab Aqeela tegas, cukup untuk membuat ketiganya tak berani berkomentar.
💗💗💗💗💗💗
Ustadzah Rika mengantar barisan murid-murid kelasnya ke ruang tunggu. Dimana para pemjemput menunggu kedatangan putra putrinya.
Dibarisan depan nampak Malik disambung Habibi, Zafira, Renata, Wanda, Zafir, Zafran dan Gio.
Tergolong minimalis kelas.
Sedangkan dibelakang Ustadzah Rika menyusul Ustadzah Lila, guru kelasnya Darren. Rombongan Ustadzah Lila ada sembilan anak.
Bagi kelas kelompok Bermain termasuk exclusive class. Karena dengan minimalis kelas ada dua pengajar didalamnya.
Ustadzah Rika mendekati Aqeela.
"Maaf Umma, ada yang mau saya sampaikan." Kata Ustadzah Rika.
"Kenapa Ust? Apa anak saya berbuat ulah lagi?" Aqeela menebak dengan cemas.
Begitupun Hanin dan Oca mereka ikut menyimak penjelasan Ustadzah Rika.
"Begini Umma, sebentar lagi kan ada Gebyar Muharram. Kelas kita kebagian menyanyi. Kebetulan ketika saya tes Zafir, Zafran dan Zafira fasih menyanyikan Atunna tufuli. Apa bisa di rumah diajarkan kembali?"
"Oowh..." Aqeela, Oca dan Hanin tampak lega mendengar penjelasan Ustadzah Rika.
"Terus tehnisnya bagaimana, Ust?" Tanya Aqeela.
"Zafira dengan versi bahasa inggrisnya, Zafran dengan versi Arabnya dan Zafir dengan versi Perancisnya." Terang Ustadzah Rika.
"Kalo musiknya bagaimana?" Tanya Aqeela.
"Kalo Umma ada, kami menyesuaikan saja. Oya nanti teman-temannya mengiringi dari belakang." Ustadzah Rika menjelaskan lebih gamblang.
"Baik Ust, terima kasih infonya. Kira-kira acaranya kapan?"
"Insya Allah masih bulan depan."
Aqeela menarik napas panjang.
"Baik Ust, Insya Allah akan kami usahakan yang terbaik. Mohon dipantau di sekolah." Ucap Aqeela.
💗💗💗💗💗💗
like
komen
vote
and
rate
yaa...
i miss u
__ADS_1
😘😘😘😘
salam dari si triple