
Suara deru mesin mobil Julian terdengar memasuki halaman. Sudah beberapa minggu ini Julian membawa mobil ke sekolah atas perintah kakaknya. Tentunya karena membawa si triple berangkat bersamanya.
"Assalamu'alaikum.." Salam Julian sebelum masuk.
"Wa'alaikum salam.." Jawab penghuni rumah.
"Lhoo.. Dokter Dika, Dokter Siska?" Sapa Julian.
Dokter Siska dan Dokter Dika yang disapa Julian tersenyum membalas sapaan remaja itu.
"Kak, Kakak gak pa-pa kan?" Pandangan Julian langsung ke Aqeela melihat kedatangan dua orang dokter yang dikenalnya.
"Kakak sehat-sehat saja. Cuci tangan dulu sana terus kasih salam ke mereka." Titah Aqeela.
Julian menuruti perintah sang kakak. Masuk kamar dan cuci tangan dan kaki serta mengganti seragamnya.
Sebenarnya ia penasaran dengan satu tamu lain kakaknya. Yang duduk memunggunginya. Menyebabkan dirinya tak bisa melihat wajah tamu misterius itu.
Tapi sementara ia pendam rasa penasarannya. Toh, setekah ini ia akan kembali menyapa tamu kakaknya itu
💗💗💗💗💗💗
Sementara di ruang tamu.
"Qee, gak nyangka Julian tumbuh seganteng itu." Puji Dokter Dika.
"Iya.. sopan lagi." Sahut Dokter Siska.
"Julian udah ganteng dari sananya. Mungkin orang tuanya dulu juga seganteng Julian. Almarhum Mama dan Papanya pasti ganteng dan cantik." Jawab Aqeela asal.
Sebetulnya ia sendiri juga tidak tahu siapa orang tua kandung Julian. Bahkan fotonya saja mereka tidak tahu.
Saat tim Dokter Siska mengijinkannya membawa Julian, kondisi anak itu benar-benar memprihatinkan.
Dia tidak mengenali orang tuanya. Bahkan sampai saat ini baik Aqeela maupun Desta tak ada yang berani menanyakan kedua orang tua kandung Julian.
Karena trauma masa kecilnya dulu. Menurut Dokter Siska, kondisi Julian ketika terakhir terapi sudah sangat baik dan stabil. Hanya saja dia belum bisa menerima sesuatu yang mendadak.
Dan sejak itu keluarga Desta dan Aqeela melindungi Julian sebisanya.
"Ya.. kedua orang tua Julian memang ganteng dan cantik." Sahut pria yang menurut Julian misterius tadi.
Aqeela tersenyum sekilas menatap lelaki berjas hitam di samping kanannya itu.
"Dok..." Julian keluar menyalami Dokter Dika dan Dokter Siska.
"Udah gede aja kamu, Yan. Gak pernah nengokin Dokter Siska." Ucap Dokter Siska begitu Julian menyalaminya.
"Iya.. maaf ya Dok, saya sibuk." Jawab Julian sambil mengembangkan senyum penyesalannya.
"Broo.. sepertinya kamu sudah siap jadi calon pengantin!" Goda Dokter Dika.
"Masih lama, Dok." Sahut Julian.
__ADS_1
Dokter Dika hanya tertawa lebar mendengar godaan Dokter Dika.
"Kakak kamu aja nikah waktu SMA. Masa kamu gak ngikutin jejak mereka." Dokter Dika belum puas saja ngisengin Julian.
"Itukan mereka. Kenapa aku harus niru mereka?" Sahut Julian.
Aqeela hanya tertawa mendengar Dokter Dika dan Julian saling bantah dan goda.
"Ya.. kali aja mereka berdua udah nyuruh kamu nikah gitu." Dokter Dika melirik ke arah Aqeela.
"Udah deh, Dok. Gak usah mengalihkan duniaku ke dunia Julian. Biarkan Julian menikmati masa SMA-nya." Cerocos Aqeela melihat Dokter Dika mencuri lirikan ke arahnya.
Julian kemudian duduk di samping Aqeela.
Sesaat kemudian, pandangannya menuju ke tamu misterius Aqeela.
"Om.." Pekik Julian kaget.
Tangannya sudah menarik lengan Aqeela. Ada sedikit rasa cemas di wajahnya.
"Om.. Buat apa Om kemari?" Suara Julian terdengar penuh amarah.
"Kamu kenal, Om ini Yan?" Tanya Aqeela lembut.
Julian mengangguk lirih.
Aqeela menarik napas panjang. Disambutnya tangan Julian yang gemetar.
"Siapa Om ini, sayang?" Tanya Aqeela pelan.
"Dia.. Dia.. Om Edo. Pengacara Papa. Tapi dia juga yang bikin Papa dan Mama Kecelakaan." Ucap Julian terbata-bata.
Ada kegugupan dan kebencian serta keraguan berbaur jadi satu.
Namun dengan sedikit pelukan dari Aqeela, Julian memberanikan diri mengungkapkan isi hati yang ia pendam selama sebelas tahun.
Dokter Siska dan Dokter Dika yang ikut menyimak ikut terkejut dengan penuturan Julian. Karena selama ia tangani Julian tidak pernah bercerita tentang keluarganya.
Nyatanya saat seorang bernama Edo datang dan mengaku pengacara keluarga Julian, sang anak malah mengakui dialah penyebab kecelakaan orang tuanya.
"Yan, itu tidak benar. Semua yang kamu dengar hanya salah paham saja." Bantah Edo.
Tapi Julian sudah terlanjur ketakutan.
Beruntung Desta datang, sehingga ia bisa menggantikan posisi Aqeela yang berusaha menenangkan Julian.
Aqeela membawa Julian masuk ke kamarnya. Sedangkan Desta mengajak tamunya berbincang sejenak.
"Coba kamu Pak Edo ceritakan kepada kami kronologinya. Nanti akan kamu singkronkan dengan ingatan dan pemahaman Julian." Pinta Desta.
Edo mulai menceritakan semuanya.
Peristiwa dua belas tahun lalu, yang menewaskan keluarga Atamaja.
__ADS_1
Ketika itu Pak Atmaja dan istrinya sedang ada ketegangan. Pasalnya Pak Atmaja mendapat pesan tentang Bu Reina bersama seorang pria di hotel.
Tapi Bu Reina membantah. Ia bahkan mengatakan saat kejadian itu dirinya di rumah bersama Julian.
Tapi Pak Atmaja tidak percaya begitu saja. Apalagi pengirimnya adalah salah satu teman akrabnya.
Pak Atmaja naik pitam dan meminta Bu Reina membuktikan kebenaran jika ia benar-benar ada di rumah.
Bu Reina akhirnya bisa membuktikan ucapannya. Namun itu tak bertahan lama, karena seseorang kembali mengguncangkan badai di rumah tangga mereka.
Kali ini Pak Atmaja yang jadi kambing hitam. Bu Reina mendapati suami tidur dengan seorang wanita di hotel.
Tentu saja, beliau syok. Dan seketika itu meminta pisah kepada suaminya.
Pak Atmaja tidak bersedia, karena melihat putra mereka. Julian.
Pak Atmaja menghubungi saya dan meminta saya menyelidiki dalang dibalik badai yang menimpa rumah tangganya.
Sayapun menyelidiki perlahan. Saya bertemu Pak Atmaja dan Bu Reina dalam waktu yang berbeda. Mengingat mereka bedua masih belum akur.
Sampai kemudian Julian menyaksikan orang tuanya bertengkar. Mereka sempat menyebut nama saya.
Dan saat kejadian mengerikan itu, tujuan mereka bertiga adalah kantor saya. Karena saya menemukan dalang dan bukti pengacau rumah tangga mereka.
Kecelakaan tersebut terjadi hanya selang sepuluh menit setelah mereka meninggalkan rumah. Bahkan Pak Atmaja masih dalam posisi menghubungi saya.
Bu Reina dinyatakan meninggal di lokasi. Sedangkan Pak Atmaja masih bernapas saat di bawa ke rumah sakit. Namun Tuhan berkehendak lain, sehari kemudian beliau menyusul istrinya.
Sedangkan Julian ia juga terluka, tapi masih selamat. Setelah sempat koma selama dua hari.
Begitu dinyatakan sembuh, keluarga Pak Atmaja malah membuangnya ke sebuah panti asuhan. Ketika itu Julian sekitar empat tahun.
Julian yang masih syok dengan kematian orang tuanya dan diusir keluarganya semakin depresi.
Di Panti ia dikategorikan anak berkebutuhan khusus. Sampai kemudian bertemu dengan tim dokter Siska. Dan diadopsi keluarga Desta dan Aqeela.
"Terus Pak Edo kemana saja? Tidak mendampingi Julian saat masa sulitnya?" Tanya Desta begitu Edo menyelesaikan ceritanya.
Edo menarik napas panjang sebelum mennawab pertanyaan Desta. Bahkan Dokter Dhika dan Dokter Siska masih menyimak dengan tegang.
"Om..."
💗💗💗💗💗
Om Edo ini siapa ya?
Vote yaa man teman...
🙏🙏🙏
kiss dari si triple
Aku pingit dulu mereka bentar 🤭🤭
__ADS_1