
"Mr. Desta..." Pekik Carlos saat menatap tamunya.
"Mr.Gerald..." Sahut Desta tak kalah kagetnya.
"Masuk..."Ajak Carlos
Desta masuk, dirinya masih bingung dengan situasinya.
"So, dia istri kamu?" Tanya Carlos.
"Iya mister.." Jawab Desta bingung.
"Duduklah dulu..." Mr. Gerald atau Carlos tampaknya tahu apa yang membuat Desta bingung.
Desta memilih duduk di samping Aqeela.
"Bae.. mereka ini orang tuanya Renata. Gadis cilik yang waktu itu ceritakan." Kata Aqeela begitu Desta mulai tenang.
"Wow... gak nyangka. Ini taqdir atau kebetulan ?" Oceh Desta.
"Surprise, Zafran is your son." Ucap Mr. Gerald
"Zafran, Zafir and Zafira, Mister." Typo dari Desta.
"Okay.. Okay.. but your Zafran is friendly. He like my daughter."
"Papi, mereka berteman. Masih kecil juga..." Bantah Hanin.
"Haa haa haaa... it's okay honey." Balas Carol dengan gaya super maconya.
Membuat Hanin gemas.
Aqeela dan Desta hanya menyimak saja pembicaraan suami istri di depannya itu.
"Papi, kok kenal sama ayahnya Zafran?" Tanya Hanin kepo.
"Mr. Desta is my partner. Tadi pagi kita baru saja ketemu untuk tanda tangan kerjasama." Jawab Carlos sambil tertawa renyah.
"Hee hee hee.. sepertinya kalau kita besanan gak ada halangan deh..." Celoteh Hanin
Desta dan Aqeela tertawa mendengar penuturan Hanin yang blak-blakan ini.
"Yakin masih sabar menunggu. masih tujuh belas tahun lagi lhooo..." Canda Desta.
"Kami siih sabar.. sabar aja... " balas Hanin.
Tapi pandangannya tertuju kepada dua anak mereka yang asyik memainkan puzzle berdua.
"Maksud Mbak Hanin, Zafran sama Renata?" Aqeela sedikit terkaget melihat reaksi Hanin yang terlihat santai mengatakan unek-uneknya. Padahal anaknya masih balita.
'Ya Alloh, tuuh anak hamba kenapa sudah ngerti cewek cantik." Batin Aqeela.
"Mereka akrab sekali... kira-kira ngobrolin apa yaa anak seusia mereka?"
"Kepoin aja ke sana, Mbak." Saran Aqeela.
"Haa haa haa.. biarkan saja. Mereka juga punya privasi." Kata Carlos.
Dan para orang tua bercengkerama dengan orang tua. Sedangkan Para kids tetap bermain dengan sesamanya balitanya.
"San, kamu masih punya hutang cerita ke aku.." Bisik Hanin sebelum Aqeela dan keluarganya pulang.
"Besok kalau ketemu lagi.." Janji aqeela ke Hanin.
"Next time, mainlah ke gubuk kami." Ucap Desta sebelum menjalankan mobilnya.
"Dadadaaa.. Renata.." Zafran, Zafir dan Zafira melambaikan tangannya ke arah Renata.
Renata dan keluarganya membalas lambaian ketiganya dengan senyum.
***********
Dua hari berikunya...
Di sekolah...
"Pagi.. San.." Sapa Hanin sembari cipika cipiki ke Aqeela.
"Assalamu'alaikum.. San.." Balas Aqeela
"Wa'alaikum salam...hee hee hee.." Jawab Hanin sedikit malu.
"Waduuh kalian beneran mau besanan?" Celetuk Yuna dan Oca yang datang bersamaan.
__ADS_1
"Yaaileeh.. kemarin udah lamaran mereka berdua." Goda Hanin.
"Mbak, jangan diladenin tuh orang. Memang suka gitu." Omel Yuna.
"Udah gak udah ngiri... Masih ada stoknya si Zafira masih jomblo.." Oceh Hanin
Aqeela hanya tertawa saja mendengar obrolan ibu-ibu yang usianya lebih tua darinya itu.
"Otak kamu tuh yaa.. dari dulu gak berubah. Untung si Renata mirip ama Bapaknya. Kalo mirip emaknya, byuuuh aku gak bayangin daah..." Yuna masih saja menggerutu.
"Emang sejak kapan kalian kenal." Tanya Oca
"Sejak masih ingusan. Dari SD sampai SMA kita satu sekolah terus padahal juga gak janjian. Eh, anak kita ternyata juga akhirnya satu sekolahan juga. Emang hidup aku dan Hanin gak boleh jauh-jauh." Ucap Yuna sambil tersenyum renyah.
"Haa haa haaa... haa.. ya terimalah nasib kamu, Yun." Balas Hanin.
"San, nanti siang aku ke rumah kamu yaa.." Pinta Hanin ke Aqeela
" Boleeh...Tapi aku gak bawa mobil, San. Rumahku kan deket sini aja. " Jawab Aqeela.
" Iyakah? Ya elaah pake mobil aku." balas Hanin ringan, seringan kapas yang diterbangkan angin.
****************
Pulang sekolah..
Hanin dan Renata benar-benar bertandang ke rumah Aqeela.
Hanin menghentikan mobilnya sesuai perintah Aqeela. Aqeela turun dan membuka pintu pagarnya.
Hanin memasukkan mobilnya ke carport Aqeela.
"Sederhana.." Gumam Hanin dalam hati.
"Rumah seorang Presdir perusahaan ternama ternyata rumahnya begitu sederhana. Tak ada kesan mewah." Gumam hanin kembali.
"Apa mereka menyamar?" Hanin masih berspekulasi dengan jawabannya sendiri.
Anak-anak turun bergantian dibantu Aqeela.
"Umma sebentar yaa..." Pamit zafir sambil keluar rumah.
"Kemana?" Tanya Aqeela
Ya.. setelah menjadi asisten pribadi, Desta, Doni menikahi Mita dan membeli rumah di sebelah Desta. Sehingga Mama Intan dan Mita bisa diboyongnya ke rumah barunya itu.
"Tante Mita... Eyang Intan.."Panggil Zafir.
Zafir langsung memeluk Mama Intan dan Mita bergantian.
"Ada apa, sayang?" Tanya Mita yang kebetulan sedang hamil besar.
"Mau nyapa dedek di perutnya Tante.." Sahut zafir malu-malu.
"Haa..?" Mita tampak kaget melihat tingkah anak sahabatnya itu.
Melihat ada Aqeela dtak jauh dari Zafir, Mita mentap wanita itu seakan meminta penjelasan.
"Iya in saja..." Ucap Aqeela.
"Bolee.." Jawab mita setelah mendengar ucapan Aqeela.
Zafir langsung mencium perut buncit Mita.
"Dedek cantik.. cepet lahir yaa.. nanti temani Kak zafir main." Ucap zafir dan memberi ciuman sekali lagi di perrut Mita.
"Makasii.. Tante zafir pulang yaaa.." Kata Zafir sambil berbalik.
"Anak kamu kenapa?" Tanya Mita keheranana.
"Entahlah, aku pusing.."
"Kamu bisa pusing juga. Haa haa haa.." Ledek Mita.
"Aku juga manusia kalee.. "
"Sama siapa?" Tanya Mita menoleh ke wanita seksi sebelah Aqeela.
"Saya Hanin, calon besannya Mbak Aqeela.."
"Upzz.. huwa hhaa haa.." Mita hampir saja meledakkan tawanya, namun segera ia tahan mengingat kehamilannya yang sudah besar.
"Saya Mita, juga calon besannya Aqeela." Usil Mita ke Hanin.
__ADS_1
"Ha haa haaa... " Kali ini malah Aqeela yang tertawa sangat kencang.
"Qee.. kamu gak pa_pa? nee anak tumben?kesmbet dimana bisa ngakak gak jelas kayak gini." Oceh Mita.
"Kesambet barusan ada jin lewat noel aku tapi sekarang udah kembali ke alamnya."
"Gak usah nakutin.." Mita bergidik ngeri.
"Lagian ..."
"Aqeelaa.."Panggil seseorang lagi.
"Ibu.."
"Sebentar yaa.."
Aqeela berlari menghampiri ibunya.
"Anak-anak sudah pulang?" Tanya Ibu.
"Ajak ke sini.. Biar main di sini."
"Ada temannya Bu."
"Gak pa_pa.."
"Ibu ikut ke rumah kamu saja deh. Ayah kamu udah berangkat ke masjid." Kata Ibu sambil menggandeng Aqeela.
"Bu kenalin Hanin. Mamanya Renata." Seru Aqeela memperkenalkan Hanin
"Mbak ini ibu aku."
Hanin langsung menyalami Ibu.
Mita udah masuk ke rumahnya beberapa saat lalu.
Ibu, Aqeela dan Hanin berjalan beriringan ke dalam rumah Aqeela.
"Duduk dulu, Mbak.." Kata Aqeela.
"Anak-anak kemana?" Tanya Ibu.
"Di belakang sepertinya, Bu." Jawab Aqeela.
"Biar ibu temani mereka." Kata Ibu sambil berjalan ke belakang.
Aqeela hanya mengangguk.
Aqeela masuk dapur sebentar membuat suguhan untuk tamunya.
"Mbak ayo dicicipi.."
"BIkin sendiri, Mbak??
"Enggak, dikirimi jama'ah kemarin pas pengajian di sini?"
"Haa haa... Sebenarnya calon besanku ini siapa siih?" Hanin masih penasaran sama Aqeela.
Aqeela hanya tersenyum mendengar ucapan Hanin.
"San, kamu masih punya hutang cerita sama aku.." kata Hanin.
"Ha ha haa.. Mbak Hanin masih ingat saja." Ucap Aqeela sedikit menunduk.
"Setelah menikah yaa.. kita kayak orang pacaran umumnya. Kak Desta antar jemput sekolah, ngapel dan seseklai menginap di rumah. Kami tinggal serumah setelah membeli rumah sebelah. Tapi kami sekamar setelah saya kelas dua belas. Itupun karena paksaan Mommy mertua saya. Setelah lulus baru kita melakukan malam pertama. Hamil. Dan lahir mereka bertiga. " Aqeela menceritakan samapai dirinya hamil dan melahirkan. Tentu saja minus kisah Wisnu.
Hanin membayangkan seperti apa rumah tangga calon besannya itu.
Dalam hati ia tertawa sendiri dengan cerita Aqeela yang unik.
*******************
Gengss..
support terus yaaa...
sebelumnya makasi...
belum baca kisah sebelumnya, baca di "Mendadak Ustadzah" ya..
Dan tinggalkan jejak kalian di sana.
__ADS_1