TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Tamu Aqeela


__ADS_3

"Ngapain?" Tanya Desta melihat Aqeela merapalkan banyak do'a


"Berangkat haji."


Auto Desta mengangkat tubuhnya. Pria itu memiringkan tubuhnya menghadap Aqeela.


"Serius ini?"


"Aku juga serius."


"Beb, gak usah main-main deh?" Kepo Desta.


"Aku gak main-main."


Aqeela yang sebenarnya sudah sangat lelah terpaksa membuka lagi matanya yang sudah 5 watt.


"Baca do'a, buya. Terus kita tasbih, hamdalah, tahlil dan takbir. Karena pahalanya sama dengan melakukan ibadah haji." Jelas Aqeela tanpa menunggu jawaban Desta ia sudah tertidur dengan lelapnya.


"Ya Alloh, udah merem aja." Ucap Desta sambil membetulkan letak selimut istrinya.


"Terima kasih yaa Sayang. Udah bikin hidupku sempurna. I love you." Bisik Desta sambil mengecup kening Aqeela.


"Sepertinya ini kode keras dari Aqeela." Desta melihat ke arah kalender.


"Bulan Hijriyah masih enam bulan lagi." Gumamnya lirih


"Don, besok daftarkan Haji untuk keluargaku." Desta meraih ponsel di nakasnya lalu menghubungi Doni.


"Udah malem ini, Bro. Auk ah. aku mau ena-ena sama Mitha. Gangguin aja." Jawab Doni dengan sedikit emosi.


"Yang penting besok sudah ada daftar haji keluargaku, titik." Desta menutup panggilannya.


Pria itu meletakkan gawainya ke nakas lalu mengikuti jejak sang istri untuk mentransfer alam nyata ke alam mimpi.


Sementara di rumah sebelah terlihat Doni memaki bossnya itu.


"Udah, itu udah wataknya Desta. Percuma juga ayah jengkel." Ucap Mitha.


"Iya juga sih. Mending kita lanjutin yang tadi aja." Bisik Doni sambil memeluk Mitha.


💗💗💗💗💗


"Assalamu'alaikum...." Terdengar teriakan dari pagar rumah Aqeela.


Bu Erna melirik ke jam dinding pukul sembilan pagi.


"Siapa ya? Pagi-pagi udah mertamu?"


(red : mertamu itu bahasa jawa 🤭. Penggunaaan kata ini sering kita jumpai di Surabaya.


Apalagi yang orang Surabaya asli kayak saya kata-kata ini adalag warisan nenek moyang.


(harus dilestarikan).


Bahasa indonesia yang sesuai PUEBI dan EYD, bertamu )


Tapi tak membuat niat Bu Erna membuka pintu surut. Wanita berusia hampir setengah abad itu segera keluar untuk membuka pagar.


Walaupun pagar rumah keluarga majikannya itu tidak terkunci.


Itu artinya tamunya bukan dari keluarga dekat atau teman-teman sang majikan. Karena jika teman-teman majikannya baik yang kecil atau yang besar langsung masuk dan salam di depan pintu masuk. Bahkan beberapa langsung nyelonong masuk setelah salam.


Awal-awal bekerja dengan mereka, Bu Erna sempat kaget juga. Tapi seiring waktu semuanya bisa diatasi.


Bu Erna TOP deh.


"Loo.. ibu-ibu?" Seru Bu Erna kaget melihat tamunya ternyata tetangga kanan kiri yang juga jama'ah pengajian di masjid.


"Ning Aqeela ada?" Tanya Bu RT.


"Ada. Masuk, Bu!" Ajak Bu Erna setelah pagar terbuka.


"Lowalah. Pager e gak di kunci to Bu Erna?" Celetuk Bu Sari dengan terbengong melihat Bu Erna hanya membuka pagar tersebut tanpa membawa kunci dan kawan-kawannya.


"Ndak Bu. Masuk!" Ajak Bu Erna kembali.


"Saya panggilkan Mbak Aqeela dulu ya, Bu." Ucap Bu Erna begitu tamunya sudah duduk di ruang tamu.


"Memangnya kemana Ning Aqeela?" Tanya Bu RT.

__ADS_1


"Masih di kamar tadi si kembar bangun." Kata Bu Erna.


"Lhoo kembar lagi?" Seru yang lain dengan mimik terkejut.


"Iya, Bu. permisi saya panggilkan Mbak Aqeeka dulu." Pamit Bu Erna yang diiyakan oleh ibu-ibu yang lain.


Terdengar bisik-bisik diantara mereka tentang Aqeela. Bukan yang jelek lo yaa..


Mereka pada iri liat Aqeela yang punya anak kembar, apalagi jumlah anaknya sekarang enam.


Mereka sih amazing banget.


"Assalamu'alaikum, Ibu-ibu!" Sapa Aqeela begitu sampai ruang tamu.


Dibelakangnya Bu Darmi dan Bu Erna menggendong si twins.


"Wa'alaikum salam.." Jawab tamu Aqeela kompak.


"Ning selamat ya.." Ucap Bu RT mendahului yang lain.


"Terima kasih, ya Bu. Sudah main ke sini." Jawab Aqeela sambil duduk di kursi yang lebih tinggi.


"Maaf ya Bu, saya agak susah duduk di sofa. Jadi saya pakai kursi yang lebih tinggi."


"Iya Ning gak pa_pa."


"Bu Darmi, Bu Erna sinikan baby twins." Aqeela meminta Bu Darmi dan Bu Erna memberikan kedua kembarnya.


Aqeela menggendong keduanya di lengan kanan dan kirinya.


"Ini loo Dek, kalian di jenguk sama Ibu-ibu cantik. Kasih salam ke mereka." Kata Aqeela mengajak anaknya berbicara.


Kalo orang Jawa istilahnya Ngudang bayi.


Serentak ibu-ibu langsung menengok ke arah baby twins.


"Waah kok mirip banget sama Mas Desta ya?" Bisik salah satu dari mereka.


"Lhoo iyaa.. mirip pake banget." Jawab yang lain lagi.


"Saya gendong Ning satu." Pinta salah satu tamunya.


"Saya satu, Ning." Sela yang lain


"Bole, sini Bu Diah."


"Lucunya.."


"Beneran mirip Mas Desta. Cuma bibirnya saja mirip Ning Aqeela."


"Ibu-ibu ini gimana sih, namanya juga anaknya Mas Desta ya pasti miriplah. Kalo ndak mirip Mas Desta ato Ning Aqeela, mirip siapa coba?" Seru Bu Sari dengan suara ngebassnya.


Aqeela hanya tertawa lebar mendengar gurauan ibu-ibu tamunya.


"Namanya siapa, Ning?" Celetuk Bu Sari.


"Belum kita kasih nama, Bu Sari."


"Yaa.. kok belum sih? Biasanya kan paling cepet tuh kalian kasih nama anak."


"He he he iya Bu, kali ini belum kepikiran. Karena babynya juga lahir dadakan. Lebih cepat dari HPL." Cerita Aqeela yang dikimentari O oleh tamunya.


"Ning, saya nyumbang nama buat di twins dong?" Celetuk Bu Sari membuat heboh ruang tamu Aqeela.


"Gak sopan kamu tuuh."


"Beneran gak ada akhlaq."


"Udah biarin Bu. Gak pa_pa. Siapa Sari namanya?"


"Queenara Helena putri Wijaya


Queeneira Humaira putri Wijaya" Bu Sari menyebutkan dua nama untuk Aqeela.


Aqeela kembali tersenyum.


"Bagus kok namanya."


"Bu Sari ini ada-ada aja." Komen Bu RT sdikit sewot.

__ADS_1


"Loo memangnya kenapa? Ning Aqeela saja gak keberatan." Balas Bu Sari.


Yang lain ikut terkekeh melihat ulah Bu RT dab Bu Sari yang malah bersitegang. Untungnya bagi mereka tak dianggap serius.


Bu Darmi dan Bu Erna keluar membawa beraneka suguhan untuk tamu majikannya itu.


"Silahkan di cicipi!" Ucap Bu Erna kepada tamu sekaligus jama'ah Aqeela.


"Wah, terima kasih Bu Erna. Kayaknya ini kue enak."


"Minumannya juga seger banget."


Bu Darmi dan Bu Erna hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan tetangga mereka.


"Bu.. ini nanti dibawa pulang ya. Oleh-oleh dari si twins." Kata Aqeela dibantu Bu Darmi dan Bu Erna meletakkan beberapa bingkisan kepada tamunya.


"Mbak Aqeela kok repot-repot?" Ucap Bu RT.


"Ini syarat, Bu. Mohon do'anya buat baby twins ya Bu." Jawab Aqeela tulus.


"Ning, nanti pengajian yang ngisi siapa?" Tanya seorang ibu-ibu penasaran.


Ika dan Diah mengembalikan baby twins. Membuat Aqeela sibuk menerima si twins sambil mikir


"Mungkin nanti pengganti saya lebih muda gak pa_pa ya Bu." Jawab Aqeela sambil memikirkan satu nama.


Karena Dinda yang biasa menggantikannya saat ini pasti repot dengan anaknya.


"Mbak Dinda kemana, Ning?" Kepo sang ibu lagi.


"Dinda sekarang ada anaknya. Tapi nanti coba saya hubungi Dinda. Kalo Dia bersedia akan saya mix dengan Ustdzah baru lagi." Jawab Aqeela.


Beberapa tampak lega dengan ucapan Aqeela.


💗💗💗💗💗


"Halloo.. Din." Panggil Aqeela pada panggilan suara.


"Assalamu'alaikum." Sambungnya.


"Wa'alaikum salam." Jawab suara di seberang.


"Iya Qee.. tumben kamu? Ada angin apa telepon aku." Ucap Dinda dengan nada sebal.


"Aish, maafkan aku pren. Lagi sibuk banget." Jawab Aqeela membela diri, karena memang sudah ada sebulan ia tak memberi kabar Dinda.


"Yaa.. berhubung kamu anak baik dan sopan aku maafin." Ucap Dinda seenaknya.


"Hm.. mentang-mentang sekarang ada suami ngomongnya seenaknya gitu."


Keduanya langsung tergelak bersamaan.


"Din, minggu besok gantiin aku ngisi pengajian gantian sama Hani. Aku tahu kamu pasti repot, kan? Makanya aku bikin gantian biar kamu tidak terbebani."


"Lhoo memangnya Ustadzah cantik mereka kemana?"


"Kemana? Gak usah pura-pura. Aku masih nifas. Emang tega kamu liat aku duduk kesakitan di depan jama'ah?"


Dinda kembali tergelak mendengar ucapan Aqeela. Tak ada marah atau apapun kepada sahabatnya itu.


"Aku izin Mas Vian dulu, ya. Ntar aku kabari." Jawab Dinda setelah menyelesaikan tawanya.


Aqeela menghembuskan napasnya panjang. Ia lupa kalau Adinda sekarang milik Vian.


"Iya, aku tunggu secepatnya. Bye. Assalamu'alaikum."


Aqeela menutup telponnya.


"Arek iki gak ilok temen, aku belum jawab udah main tutup aja." Makian versi Dinda ke Aqeela.


💗💗💗💗💗


Wkwkwkkk...


Ternyata kedua orang ini sama yaa kalo soal menutup panggilan.


Suka seenaknya.


Btw..

__ADS_1


aku tungguin Vote, like dan komennya yaa man teman.


__ADS_2