
Wawan menyeret dua pasangan berseragam putih abu-abu ke
lapangan indoor. Tampilan mereka sudah tidak karu-karuan. Seragam sudah tidak
rapi dan awut-awutan.
Tak lama berselang Ronald datang membawa sepasang berseragam
putih abu-abu lainnya. Penampilan mereka tak jauh beda dengan pasangan yang
dibawa Wawan.
Wawan dan Ronald berhigh five penuh kemenangan.
"Broo, dapet juga?" Sindir Wawan.
"Hmmm..." Jawab Ronald sambil menatap ketiga
pasangan itu setengah eneg.
"Duh, sayang sekali cantik dan ganteng sih, tapi kok
aku gak napsu. Wkwkkkk.." Seru Wawan.
"Benaran loe kagak mupeng gitu?" Sahut Ronald.
"Bodynya gak bikin penasaran. Udah tau gua semua
dalem-dalemnya cewek kayak gini."
Ronald mengeluarkan tawa ledekan ke arah Wawan.
"Serius loe, Bro.." Goda Ronald.
"Seriuslah.. Loe mau?" Tanya Wawan.
"Lumayanlah Broo, buat koleksi baby sugar." Jawab
Ronald sambil menatap dua wajah gadis berseragam putih abu-abu itu.
Wawan ngakak mendengar jawaban Ronald.
"Loe, tau gak broo kemarin, gue ketemu cowok kepek sama
Pak RT "main" di rumah cewek cantik. Tau-tau digerebek
dikawinin." Suara Wawan sedikit bergidik menakuti kedua pasangan itu.
"Wuih, mantap tuuh."
Aqeela masuk membawa sepasang lagi pasangan berseragam putih
abu-abu.
"Byuuh.. The dark angel kita dapat ikan."
"Gak salah the prince pilih princess nya."
Aqeela hanya tertawa lebar mendengar sindiran kedua mantan
kakak kelasnya itu.
Sementara ketiga pasangan itu menatap Aqeela remeh, karena
pakaian yang ia kenakan menurut mereka sangat tidak modis.
Hari ini ia mengenakan gamis warna pink dengan bagian bawah
lebar. Dengan resleting depan dan kerut lengan. Padahal menurut para cowok
dewasa di hadapan Aqeela, wanita itu terlihat lebih anggun.
"Dapat darimana?" Tanya Wawan
"Kamar mandi." Jawwb Aqeela.
"Uwiik kamar mandi bisa jadi tempat favorit. Rekom buat
elo, Ncess.." Sindir Ronald.
"Gak usah diajarin. Udah tau rasanya semua." Ledek
Aqeela.
"Ncess... Pak Boss bawa siapa tuh?" Wawan menunjuk
ke pintu.
"Oowhhh.. Liat yang dibawa mereka."
Wawan dan Ronald mengarahkan pandangannya ke arah tentengan
mereka.
"Broo ini sekolah atau night club, sih?" Bisik
Ronald
"Sontoloyo, mereka ini biang onar yang bikin nama
sekolah kita ancur." Wawan terlihat geram.
"Kayak elo orang baik-baik aja. Lupa kalo kita dulu
kayak mereka. Sampe ketemu sama cecunguk cantik ini." Omel Ronald.
Auto tawa Wawan dan Aqeela meledak.
Desta mendudukkan paksa sanderanya.
High five Desta ke Wawan, Ronald dan Aqeela.
"Brooo... Bagian kalian tuuh. Yang biar aku sama My
angel." Tukas Desta.
"Ambil alih nooo... Pasangan mesum gak tau tempat
ini." Omel Ronald malas.
Desta dan Aqeela tukar posisi dengan Wawan dan Ronald.
Dalam waktu yang bersamaan, Pak Jamal masuk bersama tiga
__ADS_1
kembar Aqeela.
"Ummaaaa... Buyaaa..." Panggil ketiganya berlari
menghampiri kedua orang tuanya.
Aqeela dan Desta menyambut ketiga buah hatinya dengan senang
hati.
Memeluk dan mencium ketiganya bergantian.
"Bapak nertua angkat terima kasih ya..." Ucap
Aqeela disahuti pelototan dari Pak Jamal.
"Dadadaa.. kakek Jamal..* Seru ketiga kembar Aqeela dan
Desta kepada Pak Jamal.
Pak Jamal kembali membelalakkan matanya ke arah ketiganya.
Hanya sebentar tapi segera ia kembali tanpa mempedulikan keempat muridnya dan
anak mereka.
Setelah Pak Jamal menghilang mereka kembali ke posisi
tenangnya.
"Ummmaaa, itu kakak-kakaknya kenapa?" Tanya Zafir
"Iya, bajunya berantakan." Sahut Zafran
"Kayak anak kecil saja." Zafira menyambung.
Aqeela menatap ketiga buah hatinya dengan sayang.
"Kita duduk sini yuuk.." Ajak Aqeela sambil
mendekatkan beberapa kursi.
Setelah ketiga buah hatinya duduk.
"Kalian gak dengar ucapan anak kita?" Tanya Desta
kepada keempat pasangan di depannya.
Keempat pasangan tersebut menatap Desta dan Aqeela
bergantian.
Bagi keempat pasangan tersebut, terlihat aneh. Dua pasangan
ini terlihat masih sangat muda, tapi sudah memiliki tiga anak.
"Kalian kenapa menatap kami seperti itu?" Tanya
Aqeela menatap ke arah sanderanya.
Tak ada jawaban.
"Mungkin mereka ingin seperti kita, cinta." Jawab
Desta.
Memeluk pinggang suaminya dengan mesra.
"Dan penasaran dengan yang beginian." Desta
mencium mesra kening Aqeela.
Namun sebelumnya Wawan dan Ronald di kode untuk menutup mata
ketiga kembarnya. Meninggalkan sejenak sanderanya.
"Atau malah yang seperti." Dengan ganas Aqeela
mendekatkan bibirnya ke bibir Desta.
Keempat pasangan itu menunduk, karena adegan live itu.
"Setelah itu akan lahir junior-junior yang tidak kalian
harapkan." Ucap Desta.
"Apa kalian berniat untuk itu?" Tanya Aqeela.
"Jika kalian sudah siap, silahkan! Kami akan membantu
kalian." Tegas Desta.
"Ayo jawab!" Hardik Desta.
Keempatnya menunduk. Tidak ada yang berani menatap ke Desta
atau Aqeela.
"Zafir, Zafran, Zafira.. Kalian tadi kan bertanya
kenapa baju kakaknya berantakan?" Ketiga k3mbarnya mengangguk.
"Itu karena mereka ingin melepas seragamnya tapi
ketahuan. Kan kalo sekolah harus pake seragam. Kakak-kakak ini tidak mau."
"Ooohh..." Jawab mereka singkat.
"Kalian sudah tidak sabar ingin punya junior-junior
lucu begitu kan?" Tanya Desta.
"Kalo iya kenapa?" Seseorang memberanikan diri
membantah.
"Ya ndak pa_pa, toh kalian sudah baligh. Kita tinggal
menghadirkan orang tua kalian dan penghulu. Kami bisa jadi saksi. Setelah itu
kalian bebas melakukannya dimana saja, tanpa takut ketahuan."
"Mudah bukan." Sambung Desta.
__ADS_1
"Broo.. Mereka kita libas di sana ya?" Wawan
menunjuk ke sebuah tempat memindahkan lima pemuda yang terlihat teler bawaan
Desta.
"Okay.."
Wawan dan Ronald memaksa kelimanya berpindah menjauh supaya
tidak terganggu teriakan Desta dan Aqeela.
"Bagaimana kalian siap?" Tanya Aqeela.
Keempatnya saling memandang pasangan masing-masing.
Terlihat kecemasan di wajah keempat siswi tersebut.
Sedangkan para pasangan lelakinya terlihat pias.
"Dimudahkan masih bimbang? Terus mau kalian bawa kemana
hubungan kalian?" Suara Aqeela mulai meninggi.
Tak ada jawaban. Hening.
"Bagaimana bisa bertanggung jawab? Sedangkan mengambil
keputusan terbaik saja tidak mampu." Sambung Desta.
"Dan kalian para cewek. Apa lelaki seperti ini yang
akan kalian jadikan sandaran nanti? Mempertanggungjawabkan perbuatan mereka
sendiri saja tidak sanggup, bagaimana kelak mempertanggungjawabkan kalian?
Hidup itu tidak seindah drama korea gaesss..." Ceramah panjang Aqeela.
Keempat pasangan tersebut tampak merenung.
"Kelamaan.."
"Gini saja deeh, kalian ajak ketiga anak saya bermain.
Dan bersenang-senang. Jika kalian sanggup bertahan selama tiga jam bersama
mereka tanpa membuat ketiganya menangis atau ketakutan. Kalian bebas pacaran
dimana saja di sekolah ini. Silahkan berbuat mesum, tanpa teguran..Tapi jika
ada luka lecet sedikit saja, atau tangis dari mereka. Maka kalian harus
menuruti permintaan kami." Urai Aqeela
Keempatnya saling berpandangan lagi. Tak ads jawaban.
"Rapikan seragam kalian. Keluarkan dompet dan ponsel
kalian. Masukkan ke dalam tas ini!" Titah Aqeela dengan tegas.
Tanpa banyak bicara kedepaln siswa siswi ittu bergantian
meletakan dompet dan ponsel mereka ke dalam kresek.
"Masih ada yang membawa uang?" Tanya Desta.
Mereka menggeleng.
"Baiklah. Ini bekal kalian selama menjaga anak
kami." Desta memberi masing-masing pasangan uang dua lima ribu rupiah.
"Apa sih susahnya menjaga anak kecil." Bisik
seorang cowok kepada pasangannya.
Desta dan Aqeela yang mendengar hanya tersenyum smirk.
"Belum tau aja, tingkah anak kita." Gumam Aqeela
dalam hati.
"Nama kalian siapa?" Tanya Aqeela kepada salah
satu pasangan berseragam putih abu-abu itu.
"Ghani dan Sheila."
"Okay, Zafir, kamu main dulu sama Kak Ghani dan Kak
Sheila." Titah Desta.
Zafirpun diajak keduanya beranjak dari area tersebut.
"Kalian siapa?" Tunjuk Aqeela.
"Teo dan Winda."
"Kalian?"
"Ika dan Seta."
"Zafran, ikut Kak Teo, Kak Winda, Kak Ika dan Kak
Seta." Zafran langsung berdiri dan berlari membuat keempat orang tersebut
mengikuti langkah Zafir.
"kalian siapa?"
"Jihan dan Martin."
"Zafira kamu ikut Kak Jihan dan Kak Martin."
Ucap Desta menunjuk ke pasangan
terakhir.
💗💗💗💗
Makasii yaa untuk dukungannya ..
maaf hari ini telat up..
__ADS_1
Aku tunggu like , komen, Vote dan ratenya
Kiss Bye dari si Triple