TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Sandera


__ADS_3

Wawan menyeret dua pasangan berseragam putih abu-abu ke


lapangan indoor. Tampilan mereka sudah tidak karu-karuan. Seragam sudah tidak


rapi dan awut-awutan.


Tak lama berselang Ronald datang membawa sepasang berseragam


putih abu-abu lainnya. Penampilan mereka tak jauh beda dengan pasangan yang


dibawa Wawan.


Wawan dan Ronald berhigh five penuh kemenangan.


"Broo, dapet juga?" Sindir Wawan.


"Hmmm..." Jawab Ronald sambil menatap ketiga


pasangan itu setengah eneg.


"Duh, sayang sekali cantik dan ganteng sih, tapi kok


aku gak napsu. Wkwkkkk.." Seru Wawan.


"Benaran loe kagak mupeng gitu?" Sahut Ronald.


"Bodynya gak bikin penasaran. Udah tau gua semua


dalem-dalemnya cewek kayak gini."


Ronald mengeluarkan tawa ledekan ke arah Wawan.


"Serius loe, Bro.." Goda Ronald.


"Seriuslah.. Loe mau?" Tanya Wawan.


"Lumayanlah Broo, buat koleksi baby sugar." Jawab


Ronald sambil menatap dua wajah gadis berseragam putih abu-abu itu.


Wawan ngakak mendengar jawaban Ronald.


"Loe, tau gak broo kemarin, gue ketemu cowok kepek sama


Pak RT "main" di rumah cewek cantik. Tau-tau digerebek


dikawinin." Suara Wawan sedikit bergidik menakuti kedua pasangan itu.


"Wuih, mantap tuuh."


Aqeela masuk membawa sepasang lagi pasangan berseragam putih


abu-abu.


"Byuuh.. The dark angel kita dapat ikan."


"Gak salah the prince pilih princess nya."


Aqeela hanya tertawa lebar mendengar sindiran kedua mantan


kakak kelasnya itu.


Sementara ketiga pasangan itu menatap Aqeela remeh, karena


pakaian yang ia kenakan menurut mereka sangat tidak modis.


Hari ini ia mengenakan gamis warna pink dengan bagian bawah


lebar. Dengan resleting depan dan kerut lengan. Padahal menurut para cowok


dewasa di hadapan Aqeela, wanita itu terlihat lebih anggun.


"Dapat darimana?" Tanya Wawan


"Kamar mandi." Jawwb Aqeela.


"Uwiik kamar mandi bisa jadi tempat favorit. Rekom buat


elo, Ncess.." Sindir Ronald.


"Gak usah diajarin. Udah tau rasanya semua." Ledek


Aqeela.


"Ncess... Pak Boss bawa siapa tuh?" Wawan menunjuk


ke pintu.


"Oowhhh.. Liat yang dibawa mereka."


Wawan dan Ronald mengarahkan pandangannya ke arah tentengan


mereka.


"Broo ini sekolah atau night club, sih?" Bisik


Ronald


"Sontoloyo, mereka ini biang onar yang bikin nama


sekolah kita ancur." Wawan terlihat geram.


"Kayak elo orang baik-baik aja. Lupa kalo kita dulu


kayak mereka. Sampe ketemu sama cecunguk cantik ini." Omel Ronald.


Auto tawa Wawan dan Aqeela meledak.


Desta mendudukkan paksa sanderanya.


High five Desta ke Wawan, Ronald dan Aqeela.


"Brooo... Bagian kalian tuuh. Yang biar aku sama My


angel." Tukas Desta.


"Ambil alih nooo... Pasangan mesum gak tau tempat


ini." Omel Ronald malas.


Desta dan Aqeela tukar posisi dengan Wawan dan Ronald.


Dalam waktu yang bersamaan, Pak Jamal masuk bersama tiga

__ADS_1


kembar Aqeela.


"Ummaaaa... Buyaaa..." Panggil ketiganya berlari


menghampiri kedua orang tuanya.


Aqeela dan Desta menyambut ketiga buah hatinya dengan senang


hati.


Memeluk dan mencium ketiganya bergantian.


"Bapak nertua angkat terima kasih ya..." Ucap


Aqeela disahuti pelototan dari Pak Jamal.


"Dadadaa.. kakek Jamal..* Seru ketiga kembar Aqeela dan


Desta kepada Pak Jamal.


Pak Jamal kembali membelalakkan matanya ke arah ketiganya.


Hanya sebentar tapi segera ia kembali tanpa mempedulikan keempat muridnya dan


anak mereka.


Setelah Pak Jamal menghilang mereka kembali ke posisi


tenangnya.


"Ummmaaa, itu kakak-kakaknya kenapa?" Tanya Zafir


"Iya, bajunya berantakan." Sahut Zafran


"Kayak anak kecil saja." Zafira menyambung.


Aqeela menatap ketiga buah hatinya dengan sayang.


"Kita duduk sini yuuk.." Ajak Aqeela sambil


mendekatkan beberapa kursi.


Setelah ketiga buah hatinya duduk.


"Kalian gak dengar ucapan anak kita?" Tanya Desta


kepada keempat pasangan di depannya.


Keempat pasangan tersebut menatap Desta dan Aqeela


bergantian.


Bagi keempat pasangan tersebut, terlihat aneh. Dua pasangan


ini terlihat masih sangat muda, tapi sudah memiliki tiga anak.


"Kalian kenapa menatap kami seperti itu?" Tanya


Aqeela menatap ke arah sanderanya.


Tak ada jawaban.


"Mungkin mereka ingin seperti kita, cinta." Jawab


Desta.


Memeluk pinggang suaminya dengan mesra.


"Dan penasaran dengan yang beginian." Desta


mencium mesra kening Aqeela.


Namun sebelumnya Wawan dan Ronald di kode untuk menutup mata


ketiga kembarnya. Meninggalkan sejenak sanderanya.


"Atau malah yang seperti." Dengan ganas Aqeela


mendekatkan bibirnya ke bibir Desta.


Keempat pasangan itu menunduk, karena adegan live itu.


"Setelah itu akan lahir junior-junior yang tidak kalian


harapkan." Ucap Desta.


"Apa kalian berniat untuk itu?" Tanya Aqeela.


"Jika kalian sudah siap, silahkan! Kami akan membantu


kalian." Tegas Desta.


"Ayo jawab!" Hardik Desta.


Keempatnya menunduk. Tidak ada yang berani menatap ke Desta


atau Aqeela.


"Zafir, Zafran, Zafira.. Kalian tadi kan bertanya


kenapa baju kakaknya berantakan?" Ketiga k3mbarnya mengangguk.


"Itu karena mereka ingin melepas seragamnya tapi


ketahuan. Kan kalo sekolah harus pake seragam. Kakak-kakak ini tidak mau."


"Ooohh..." Jawab mereka singkat.


"Kalian sudah tidak sabar ingin punya junior-junior


lucu begitu kan?" Tanya Desta.


"Kalo iya kenapa?" Seseorang memberanikan diri


membantah.


"Ya ndak pa_pa, toh kalian sudah baligh. Kita tinggal


menghadirkan orang tua kalian dan penghulu. Kami bisa jadi saksi. Setelah itu


kalian bebas melakukannya dimana saja, tanpa takut ketahuan."


"Mudah bukan." Sambung Desta.

__ADS_1


"Broo.. Mereka kita libas di sana ya?" Wawan


menunjuk ke sebuah tempat memindahkan lima pemuda yang terlihat teler bawaan


Desta.


"Okay.."


Wawan dan Ronald memaksa kelimanya berpindah menjauh supaya


tidak terganggu teriakan Desta dan Aqeela.


"Bagaimana kalian siap?" Tanya Aqeela.


Keempatnya saling memandang pasangan masing-masing.


Terlihat kecemasan di wajah keempat siswi tersebut.


Sedangkan para pasangan lelakinya terlihat pias.


"Dimudahkan masih bimbang? Terus mau kalian bawa kemana


hubungan kalian?" Suara Aqeela mulai meninggi.


Tak ada jawaban. Hening.


"Bagaimana bisa bertanggung jawab? Sedangkan mengambil


keputusan terbaik saja tidak mampu." Sambung Desta.


"Dan kalian para cewek. Apa lelaki seperti ini yang


akan kalian jadikan sandaran nanti? Mempertanggungjawabkan perbuatan mereka


sendiri saja tidak sanggup, bagaimana kelak mempertanggungjawabkan kalian?


Hidup itu tidak seindah drama korea gaesss..." Ceramah panjang Aqeela.


Keempat pasangan tersebut tampak merenung.


"Kelamaan.."


"Gini saja deeh, kalian ajak ketiga anak saya bermain.


Dan bersenang-senang. Jika kalian sanggup bertahan selama tiga jam bersama


mereka tanpa membuat ketiganya menangis atau ketakutan. Kalian bebas pacaran


dimana saja di sekolah ini. Silahkan berbuat mesum, tanpa teguran..Tapi jika


ada luka lecet sedikit saja, atau tangis dari mereka. Maka kalian harus


menuruti permintaan kami." Urai Aqeela


Keempatnya saling berpandangan lagi. Tak ads jawaban.


"Rapikan seragam kalian. Keluarkan dompet dan ponsel


kalian. Masukkan ke dalam tas ini!" Titah Aqeela dengan tegas.


Tanpa banyak bicara kedepaln siswa siswi ittu bergantian


meletakan dompet dan ponsel mereka ke dalam kresek.


"Masih ada yang membawa uang?" Tanya Desta.


Mereka menggeleng.


"Baiklah. Ini bekal kalian selama menjaga anak


kami." Desta memberi masing-masing pasangan uang dua lima ribu rupiah.


"Apa sih susahnya menjaga anak kecil." Bisik


seorang cowok kepada pasangannya.


Desta dan Aqeela yang mendengar hanya tersenyum smirk.


"Belum tau aja, tingkah anak kita." Gumam Aqeela


dalam hati.


"Nama kalian siapa?" Tanya Aqeela kepada salah


satu pasangan berseragam putih abu-abu itu.


"Ghani dan Sheila."


"Okay, Zafir, kamu main dulu sama Kak Ghani dan Kak


Sheila." Titah Desta.


Zafirpun diajak keduanya beranjak dari area tersebut.


"Kalian siapa?" Tunjuk Aqeela.


"Teo dan Winda."


"Kalian?"


"Ika dan Seta."


"Zafran, ikut Kak Teo, Kak Winda, Kak Ika dan Kak


Seta." Zafran langsung berdiri dan berlari membuat keempat orang tersebut


mengikuti langkah Zafir.


"kalian siapa?"


"Jihan dan Martin."


"Zafira kamu ikut Kak Jihan dan Kak Martin."


Ucap  Desta menunjuk ke pasangan


terakhir.


💗💗💗💗


Makasii yaa untuk dukungannya ..


maaf hari ini telat up..

__ADS_1


Aku tunggu like , komen, Vote dan ratenya


Kiss Bye dari si Triple


__ADS_2