
Tak ada tiup lilin, tak ada lagu selamat ulang tahun apalagi kue tart setinggi monas.
Hanya ada do'a dan kado.
Mana ada sih anak kecil yang tidak menyukai kado. Begitupun ketiga kembar itu, mereka tak mempedulikan apapun. Bagi mereka kado itu bahagianya..
Oma, Opa, Bunni, AyahKung, Umma dan Buya memberi kado untuk masing-masing triple. Uncle Ianpun memberi kado buat si triple.
"Terima kasih.. Semuanya." Ucap si Triple sambil memeluk si kadonya.
Tak ayal semua orang dewasa di sana juga ikut tertawa.
Malam semakin larut, Aqeela dan Desta sudah meminta Bu Adda dan Cak Udin istirahat.
Kini tinggallah mereka bersepuluh duduk bercengkerama di teras villa sambil menikmati view kota Batu di malam hari.
Ditemani barbeque, jagung bakar dan aneka minuman hangat yang cepat dingin karen udara sekitar yang dingin bak kulkas.
Para orang dewasa merasa sangat bahagia. Anak, cucu mereka terlihat sehat tanpa kekurangan apapun.
"Umma.. kata Ustadazah, Rukun islam itu ada lima. Syahadat, sholat, zakat , puasa dan haji. Kapan ya kita bisa haji?" Zafira tiba-tiba bertanya tentang haji.
Sambil mengangkat kelima jari kanannya.
Membuat Aqeela menoleh ke arah putri kesayangannya itu.
Dipangkunya gadis kecil itu.
"Zafira tahu gak? Kalo haji itu hanya bisa dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah?" Aqeela mmberi pengertian kepada putrinya itu.
"Bulan apa itu?" Zafran ikut kepo.
"Bulan haji, Bulan besar. Bulan ketika kita merayakan hari raya idul adha atau idul qurban." Sahut Aqeela
"Zafir tahu, itukan bulan waktu nyembelih kambing dan sapi." Ucap Zafir.
"Betul sekali." Jawab Aqeela.
"Umma mau dong pergi haji ke mekkah." Rengek Zafira.
"Kalo mau haji harus daftar dulu, sayang. Dan harus mengantri urutannya." Balas Aqeela.
"Enggak mau Umma, Zafira mau ke mekkah. Mau lihat ka'bah." Rengekan Zafira semakin keras. Ada isakan di sana.
"Zafira hanya mau lihat ka'bah saja kan ke mekkah? Bukan haji kan?" Aqeela kembali menegaskan.
"Iya, mau lihat ka'bah di mekkah." Ucap Zafira.
"Zafir juga mau Umma." Zafir menyambung.
"Zafran juga..." Zafran tak mau kalah.
Akhirnya ketiganya kompak minta ke Mekkah.
"Harus ke MEKKAH, Umma.. "
"Bae.. gimana nee?" Bisik Aqeela ke Desta.
"Biar Buya aja yang ngomong." Kata Desta.
"Kalian beneran mau lihat ka'bah?" Ulang Desta.
Si Triple langsung mengangguk bareng.
"Buya, bisa mengajak kalian ke sana. Tapi ada syaratnya!" Ucap Desta.
"Kok pake syarat?" Komen Zafran.
"Iya harus. Mau gak?" Pancing Desta.
Ketiganya saling menatap seakan berdiskusi.
"Baiklah Buya kita mau." Jawab Zafir mewakili ketiga saudaranya.
"Okay, syaratnya sepulang Di Mekkah tidak bole mengeluh karena disana kita ibadah. Dan dari Mekkah kalian harus lebih semangat hafalan Al-qur'annya. Harus rukun terus sama saudaranya. Sayang sama Buya, Umma, Oma, Opa, Bunny, AyahKung dan Uncle Ian." Kata Desta menatap ketiga buah hatinya.
__ADS_1
"Siap Buyaa..." Jawab kompak ketiganya lagi.
"Baik sekarang kalian iatirahat, minggu depan kita berangkat Umroh." Titah Buya Desta.
"Umroh itu apa, Buya?" Karena merasa asing dengan istilah yang digunakan Desta. Zafir langsung bertanya.
"Umroh itu haji kecil. Kita akan melakukan ibadah di sana. Tapi janji tidak bole rewel di sana."
"Memangnya kenapa Buya?" Tanya Zafran.
"Karena Negara Arab beda dengan Indonesia. Disana panas. " Jelas Desta.
"Minggu depan kita berangkat Umroh .." Kata Desta kepada Orang tua dan mertuanya.
💗💗💗💗💗💗
Seminggu kemudian, mereka bersepuluh berangkat ibadah umroh selama 10 hari.
Sebelumnya Aqeela dan Desta sudah membrifing ketiga kembarnya plus Ian dengan banyak cerita dan aktivitas mereka selama umroh.
Ketiganya semakin takjub dan penasaran dengan kota Mekkah, Kota kelahiran Nabi Muhammad.
Salah satu kota bersejaran dalam islam.
"Zafran, aku mau dong diajak ke Mekkah?" Ucap Renata sebelum Zafran berangkat.
"Nanti kalo Zafran sudah besar, kita berangkat berdua ya." Bisik Zafran menenangkan Renata yang terlihat sedih karena Kepergian temannya itu.
( Zafran masih kecil udah pinter ngegombal nee.. )
"Do'akan perjalanan kami lancar ya Mbak Besan." Ucap Aqeela ke Hanin.
"Amiin.."
"Mister Desta, Barokalloh mekkah Madinah." Ucap Carlos memeluk Desta.
"Amiiin.."
Ya, keluarga Renata mengantar keberangkatan Desta dan keluarga berangkat Umroh di bandara Juanda.
💗💗💗💗💗💗
Desta dan Keluarganya sudah kembali ke Tanah Air.
"Umma, ternyata ka'bah itu besar ya. Zafira kapan-kapan mau kesana lagi. Boleh?" Ucap Zafira begitu sampai di Bandara Juanda.
Sambil menunggu mobil jemputan yang masih dalam perjalanan.
"Bole." Jawab Aqeela.
"Aku juga mau lihat ka'bah lagi. Nanti kita jalan-jalan lagi ke kebun kurma, lihat Unta, Sholat di masjid Nabawi, Masjidil Haram, ke masjid Quba..." Sambung Zafir.
"Aku juga mau lihat laut merah, ke makam Nabi Muhammad, terus kita bisa lari-lari dari bukit Shofa ke bukit Marwah, naik Unta, dan keliling-keliling ka'bah.. " Zafran menambahkan.
"Kalian senang?"
"Seneng banget Umma..." Jawab Zafir
"Kalo begitu kalian harus banyak-banyak berdo'a supaya Buya rizkinya barokah dan kita bisa kembali ke Mekkah." Kata Aqeela.
"Aamiiiin..." Balas ketiganya.
"Kalian tidak capek?" Tanya Bunni yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan seru ibu dan anak-anaknya itu.
"Enggak Bunni.. Kita gak capek. Buni capek?" Tanya Zafira sambil mendekat ke arah Ibu.
"Buni gak capek tapi mengantuk." Jawab Ibu sambil setengah merem.
"Bunni, aku pijitin yaa.." Zafir langsung memijit tangan Ibu.
"Aduuh enaknya..." Puji Ibu.
Sebentar kemudian Bunni udah terlelap bersandar di kursi.
"Sststtt..." Zafir memberi kode kepada kedua saudaranya.
__ADS_1
Zafran dan Zafira mendekat. Zafir membisikkan sesuatu.
Ketiganya terlihat sumringah.
( Duh, mulai deh.. Author deg-deg-an. Mau ngapain sih mereka. Kalo diliat senyumnya sih senyum jahil )
"Yuuukk.. "Zafir mengaba-aba.
Bibirnya bergerak membentuk kata, "Satu.. dua.. tiga..."
Jarinya ikut menyimbolkan satu, dua, tiga.
"Doooouuurrrr...." Teriak ketiganya kompak sambil mengguncang tubuh Bunni.
"Astaghfirulloh..." Teriak Buni kencang. Mengagetkan seisi mobil.
"Ibu.."
"Mbak Shakira.."
"Zafran, Zafir, Zafira..."
Ketiga hanya cengar cengir tanpa merasa berdosa.
"Kasiyan Bunni kaget." Suara Desta meninggi, hampir kelepasan. Untung Aqeela mengingatkannya.
Ibu masih gelagapan dan terkaget-kaget. Karena tidurnya diganggu ketiga cucunya.
Bunni menatap ketiga cucunya dengan senyum yang sulit diartikan.
"Kalian bertiga pasti kesepian?" Tanya Bunni.
Ketiganya mengangguk.
"Qee.. kamu ingat, mereka kayak siapa?"
( Lha ini Bunni malah nanya ke Aqeela )
"Memang kenapa Bu?" Aqeela balik tanya.
"Isengnya mirip kamu."
Sontak Aqeela dan Desta hanya terkekeh mendengarnya.
"Ah, iya Qee ingat. Dulu waktu kecil, Qee suka gangguin ibu waktu. Sampai Ibu gak bisa tidur siang." Pengakuan dosa Aqeela.
"Beneran Mbak kayak gitu?" Mommy ikut nimbrung.
"Iya.. tuh anaknya ngaku." Kata Ibu.
Mommy jadi ikut tertawa lebar.
"Kalo udah gini, mana tega membuat mereka sedih." Balas Ibu iba melihat ketiga cucunya.
"Untung dulu aku anak baek-baek." Celetuk Desta.
"Baik dari mananya?" Solot Daddy.
"Inget gak waktu TK dulu, tiap hari kamu bikin proposal Daddy jadi perahu dan pesawat. Kadang bahkan surat MOU sampai harus mencetak berulang kali."
Desta menggaruk-garuk kepalanya, mengingat kelakuannya.
"Yaa mana Desta tahu kalo itu kertas penting. Kan lagi seneng-senengnya bikin lipatan." Buya gak mau disalahkan tuuh.
"Haa haa... jahil juga yaa ternyata kamu Bae.." Gumam Aqeela.
"Jadi, kalo anak kalian jahil jangan salahin anaknya. Sapa tahu waktu kecil kalian juga kayak gitu." Ucap AyahKung
"Des, jangan lupa requst Daddy. Bikin adek buat si triple." Bisik Daddy sambil senyum jahil, sebelum masuk ke mobil yang menjemputnya.
💗💗💗💗💗
Nah looo..
Keluarga jahil..
__ADS_1