TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Di balik Layar Renata's birthday


__ADS_3

Ponsel Aqeela bedering dengan nyaring. Beberapa kali.


Dengan tergesa Aqeela mengangkat panggilan dari id Besan Hanin.


"Assalamu'alaikum." Sapa Aqeela.


"Wa'alaikum salam. Mbak, kamu lagi dimana?" Tanya Hanin dari seberang.


Background suara pengiringnya terdengar seseorang menangis meraung-raung.


"Mbak, itu suara Renata ya? Kenapa dia?" Aqeela malah balik tanya.


"San, aku minta tolong. datanglah ke butik langgananku. Renata dari tadi menangis minta dibuatkan baju pesta yang tertutup pakai kerudung. Tapi di kasi gambar sama desainernya tidak mau. Plis, San segera ya.. kasiyan desianer dan pengunjung lainnya." Kata Hanin di seberang dengan cemas.


"Okaylah, kebetulan sore ini aku free. Aku izin Buyanya anak-anak dulu ya Mbak."Putus Aqeela sambil menutup panggilan Hanin.


"Bae, Mbak Hanin memintaku menenangkan Renata di butik." Aqeela duduk di sebelah Desta.


"Kenapa?" Tanya Desta sambil mengernyitkan dahinya.


"Renata bikin ulah. Tidak mau dibuatkan baju oleh desainernya."


"Aku antar." Titah Desta.


Ada kekhawatiran berlebihan pada istrinya yang sempat diajak ngedate teman kampusnya, belum lagi kondisinya yang tengah hamil.


"Umma Zafran ikut." Zafran langsung tanggap begitu Ummanya menyebut nama Renata.


"Baik, kalian bertiga ikut Buya dan Umma. Ian, kamu ikut gak?" Ucap Desta.


"Enggak deh, Kak. Besok aku ada ulangan harian." Jawab Julian.


"Ya udah. Bu Erna nitip Julian ya.." Ucap Aqeela.


"Iya Mbak, Mas.." Jawab Bu Erna.


Desta segera melajukan X-pandernya menuju butik langganan Hanin di sekitaran jalan Sulawesi.


"Mbak..." Panggil Aqeela begitu dia dan keluarganya sampai di butik tersebut.


"Syukurlah kalian segera datang. Lihat Renata masih mese seken. " Kata Hanin.


"Ya sudah biar aku tenangkan." Kata Aqeela mendekati Renata diikuti Zafran.


( Nee, anak kecil kenapa siih ngekor terus sama Umma )


Sedangkan Desta dan kedua anaknya yang lain duduk di lobi butik ditemani Carlos.


Di lobi, Papi Carlos juga curhat tentang Renata yang akhir-akhir ini tidak mau memakai pakaian terbuka.


"Berarti Bagus dong perkembangannya Renata." Komen Desta.


"Tapi saya tidak mengerti, Mister Desta." Papi Carlos nampak gelisah. Karena selama ini mamanya saja tidak memakai pakaian yang tertutup.


"Begini mister. Kita sebagai orang tua memiliki kewajiban mengajarkan kepada anak kita tentang perbuatan yang baik dan buruk." Kata Desta pelan.


"Salah satunya mengajarkan pendidikan agama sejak dini. Mungkin Mbak Hanin belum bisa hijrah dalam hal berpakaian. Tapi mungkin ada sosok lain yang mempengaruhi mindset Renata. Mungkin Ustadzahnya di sekolah. Bisa juga sahabat-sahabatnya atau mungkin saja Istri saya. Kita tidak pernah tahu." Jelas Desta.


"Terus yang harus kami lakukan apa?" Carlos mulai memahami ucapan Desta.


"Dukung saja selama itu berada di jalan kebaikan."


"Mister, saya ini baru belajar tentang islam. Masih banyak yang harus saya pelajari ternyata." Ucap Carlos lagi.


"Mister Carlos, jika mister ada kesulitan atau pertanyaan tentang islam tanyakan ke saya. Nanti jika saya kesulitan, kita tanyakan ke guru saya." Kata Desta.

__ADS_1


"Siapa guru, mister Desta?"


"Kyai Ibrahim. Beliau pengasuh pesantren di Kediri. Temoat dimana istri saya nyantri."


"WOW, saya ingin bertemu dia. Apa bole? Saya juga ingin belajar lebih banyak tentang islam."


"Tentu saja, bole. Kapan-kapan kalo saya dan istrri saya sowan ke sana. Mister kami ajak."


"Apa itu sowan?"


"Berkunjung. Sowan itu bahasa jawa kromo halus." Desta menjelaskan.


Mister Carlos nampak manggut-manggut.


💗💗💗💗💗💗


Sementara di dalam butik.


Renata masih menangis, matanya sampai bengkak.


Aqeela memangku gadis cilik itu dengan sayang.


"Sayangnya Umma, kenapa?" Tanya Aqeela.


"Rrrrntaa enggaaak maauuu bbbjjuu iittuuu.." Tunjuk Renata ke sebuah gaun berwarna biru rampel.


"Bajunya kenapa?"


"Jelek Umma."


"Renata, bole Zafran lihat?" Sela Zafran.


Renata hanya mengangguk.


"Udah dong nangisnya. Nanti kalo nangis terus matanya bisa sakit loo. Kalo sakit siaoa yang ngerasain?"


"Nah, kan. Sakit kan gak enak. Udah yaa.. nangisnya." Aqeela menyeka sisa-sisa air mata Renata dengan tisu yang ada di meja butik.


"Ren, ini bajunya?" Zafran mengembangkan gaun rampel Renata.


Renata kembali mengangguk.


Pemuda cilik itu, tiba-tiba membisikkan sesuatu ke telinga Renata.


Sesaat setelah mendengar bisikan Zafran, Renata tersenyum.


Aqeela dan Hanin saling berpandangan.


Lalu saling mengedikkan bahu.


"Hehee heee...." Terdengar Renata tertawa ringan sambil mendengarkan bisikan Zafran.


"Umma.. " Panggil Renata.


"Iya, sayang." Aqeela menoleh ke arah Renata.


"Umma, Renata bole minta tolong." Kata Renata.


"Bole..."


"Bilangin ke Tante Endah. Baju ulang tahunnya Renata dibikin kayak Princess Fatimah."


Aqeela mendelik sebentar mendengar permintaan Renata.


Tapi seaaat kemudian ia tersenyum, mengingat Princess Fatimah.

__ADS_1


Princess Fatimah, yang tak lain adalah tokoh fiktif yang ia ciptakan untuk berkisah kepada anak-anaknya.


Nama Fatima sendiri ia ambil dari putri Rasulullah. Fatimah Az-Zahra.


Dalam kisah yang ia ciptakan tokoh Fatimah adalah seorang Princess yang baik hati , suka menolong dan Rajin belajar.


Princess Fatimah mempunyai teman bernama Prince Ali.


Dan tokoh ini, kembali ia ambil dari suami Fatimah. Ali bin Abi Thalib. Salah satu sahabat sekaligus Khalifaurrosyidin.


Ayah dari Hasan dan Husein.


Dalam kisahnya, Aqeela menceritakan jika Ali sangat gemar membaca dan belajar agama.


Fatimah dan Ali selalu belajar bersama. Dan saling mengingatkan.


Mengingat itu, Aqeela meminta bertemu dengan sang desainer.


Setelah bertemu dengan sang desainer. Aqeela berbicara dengan perlahan permintaan Renata.


Bahkan Aqeela mencoba menggambarkan gaun yang biasa ia deskripsikan kepada anak-anaknya itu.


Membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menyatukan ide Aqeela dan sang desainer..


Setelah melalui sedikit perdebatan karena perbedaan persepsi. Akhirnya Aqeela dan sang desainer menemukan titik teramg yang sama.


Keduanya memanggil Renata.


Lalu menunjukkan gambar gaun hasil kolaborasi Aqeela dan sang desainer.


"Renata, bagaimana gambar bajunya?" Tanya Aqeela ke Renata yang masih dihibur Zafran.


Renata dan Zafran mengamati gambar baju buatan sang desainer yang bahkan sudah dibubuhi warna sesuai kain yang diminta Renata.


"Renata, bajunya bagus sekali. Kalo sudah jadi dan kamu pakai pasti cantik. Seperti Princess Fatimah." Kata Zafran.


"Benarkah Zafran?" Renata menatap Zafran.


Zafran mengangguk pelan.


"Kalo Zafran bilang bagus. Renata mau deh Umma." Ucap Renata mengalah.


"Anak pintar." Puji Aqeela.


"Kalo begitu biar sekarang diselesaikan sama Tante Endah, ya. Renata datang ke sini dua hari lagi. Ajak Umma sama Zafran lagi." Kata Endah sang desainer.


Renata mengangguk pelan.


Dan kembali bermain dengan Zafran tanpa mempedulikan orang dewasa yang menatap aneh dua bocah imut itu.


"Terima kasih ya, San. Kamu sudah menyelamatkanku hari ini." Ucap Hanin dengan bahagia.


"Sama-sama." Jawab Aqeela.


"Mbak Hanin jangan lupa dua hari lagi ajak Mbak cantik ini ke sini lagi. Aku ndak mau dipusingkan sama tangisan Renata. Biar Mbak ini yang ngomong sama anak kamu itu."


Hanin hanya tersenyum kecut menatap Endah yang nyinyir.


"Oh, ya kenalin Mbak cantik ini calon besanku. Namanya Aqeela." Seru Hanin membalas nyinyiran Endah.


"What??" Mata Endah langsung menatap Aqeela yang tersenyum lebar.


💗💗💗💗💗💗💗


Gak sabar pengen tau Zafran sama Renata bakal merried gak ya?

__ADS_1


Gengs aku butuh like, komen dan vote kalian nee..


tengkyu ya..


__ADS_2