TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )

TRIPLE Z ( Zafir, Zafran, Zafira )
Insyafnya Genk cilik (2)


__ADS_3

"Aku Hadi.." Si Jangkung mengulurkan tangannya kepada Zafira.


Namun Zafir dan Zafran yang menyambutnya. Sebelum Zafira bereaksi.


"Dia Zafira, Aku Zafran dan ini Zafir." Sahut Zafran dengan wajah ketus.


"Jangan sentuh Zafira...!" Ancam Zafran dihadapan Hadi.


Hadi dan kawan-kawannya terperangah mendengar ancaman Zafran.


"Siapa dia seenaknya saja, main ancam orang." Gumam Hadi dalam hati.


"Bolehkah aku berteman dengan dia?" Ucap Hadi sambil mencoba tersenyum.


Zafir dan Zafran kembali menatap Hadi dengan tatapan horor.


Sedangkan Zafira, masih dengan tenangnya membersihkan roknya yang kena debu.


Hadi sampai bergidik melihatnya.


"Maafkan kami... Galang, aku minta maaf ya.. Kali ini aku harus mengakui ada yang lebih tangguh dari aku." Suara Hadi penuh penyesalan.


Tangannya terulur kepada Galang.


Semua mata memandang ke sumber suara. Mengejutkan.


Seorang Hadi meminta maaf.


Hadi dan komplotannya terkenal sebagai genk tingkat tinggi di lingkungan sekitar. Kawannya lebih banyak preman pasar dan terminal.


Di sekolah tak segan ia memalak teman-temannya. Tak peduli besar atau kecil.


Si Triple bukannya tidak tahu, hanya saja selama ini mereka belum pernah bertemu langsung dengan para genk Hadi.


Hari ini Allah mempertemukan mereka dalam situasi yang tak terduga.


Hari ini juga seorang Hadi meminta maaf dan luluh dihadapan Triple N the genk.


Galang menyaksikan semuanya dengan mata terpana tak percaya.


Darren dan Malik menyenggol bahu Galang, menyadarkan kebengongan temannya itu.


Galang menyambut uluran tangan Hadi, sesaat setelah disadarkan Darren dan Malik.


"Maafin aku ya... " Si cungkring mengulurkan tangannya mengikuti Hadi.


"Maafin aku juga ya..." Kata Si Gembul.


Galang menyambut uluran tangan keduanya.


"Udah ya.. kalian udah baikan. Had, jangan malak lagi!" Zafir mengingatkan Hadi.


"Yuuk gaes.. aku laper." Ajak Zafir seenaknya.


"Tunggu, aku ikut!" Teriak Hadi.


Zafir dan teman-temannya menoleh. Mereka melambatkan langkahnya. Menunggu Hadi dan genknya yang mengejar mereka.


Sedangkan Galang masih bengong di posisi semula. Menatap heran ke arah Hadi. Belum lagi dengan genknya triple yang dengan mudahnya menaklukkan premannya sekolah.


Beruntung bel masuk masih kurang sepuluh menit lagi. Jadi genk gabungan itu bisa menikmati makanan dan minuman yang mereka pesan sebelumnya.


Siswa siswi yang ada di kantin terlihat keheranan melihat Hadi dan kawan-kawannya bisa akur dengan Genknya triple.

__ADS_1


"Zafira, ngomong dong. Mau kan kamu jadi temanku?" Zafira menatap ke arah Zafir dan Zafran mendengar Hadi mengulang permintaannya.


Zafir dan Zafran menatap Hadi dengan tajam. Seolah siap menerkan bocah jangkung itu.


"Kalian berdua kenapa sih? Emang Zafira gaka bole dekat sama aku?" Hadi yang penasaran kembali nyerocos.


"Mas Hadi bole berteman sama Zafira, tapi Zafira tidak bole main sendiri harus dengan kita berenam." Hadi menganga tak percaya dengan jawaban Zafir.


"Lhaa kenapa?" Hadi dibikin ruwet.


"Karena Zafira saudara kita. Kita tidak mau Zafira pergi dengan orang lain." Pungkas Zafran.


"Okaylah. Sakti, Joko mulai sekarang kita berteman dengan mereka." Kata Hadi dengan antusias.


"Ada syaratnya Mas." Sela Zafir.


"Apalagi?" Hadi sedikit bingung dengan gaya triple.


"Gak bole malak kayak tadi." Jawab Zafran.


"Okay deal ya.. kita berteman!" Sahut Hadi.


Tatapan mata dan Uluran tangannya masih ke arah Zafira.


Melihat Hadi yang masih penasaran dengan Zafira, Zafir menyambut uluran tangan Hadi.


"Broo, berteman belum tentu bole menyentuh. Diantara mereka yang bole nyentuh Zafira hanya aku dan Zafir." Bisik Zafran.


Hadi tersenyum kecut mendengar penuturan Zafran. Padahal sejak melihat kelihaian Zafira di area pertempuran tadi, ia sudah tertarik.


Dan ia sengaja menghentikan pertempuran karena selain lelah juga karena Zafira.


Gadis cilik penakluknya.


Dan ternyata mendekatinya saja susahnya minta ampun. Gadis itu memiliki saudara yang sama-sama tangguh dan saling menjaga.


"Mas Hadi, mainlah ke rumah."


"Zafira!" Teriak Malik tidak rela.


"Atau tanya saja ke Malik, aku kayak apa?" Zafira menatap Malik dengan sedikit meledek.


"Aku sama Wanda balik ke kelas dulu ya!" Kata Zafira sambil menggandeng tangan Wanda.


"Kerkelnya?" Tanya Darren cepat sebelum keduanya jauh.


"Nanti kita kerjakan di rumahku, ya. Kalian minta anter Mama-mama kalian saja. Atau mau pulang bareng aku?" Tawar Zafira.


"Yang jelas dianter orang tua kami, Zafira. Mereke kan antar jemput kita." Kata Darren dengan suara berat.


Zafira hanya tertawa lebar mendengarnya. Sambil terus berlalu dari hadapan bocah-bocah yang menatapnya kagum.


"Broo, bole gitu aku ke rumah Zafira?" Kata Hadi antusias menatap Zafir.


"Bole, tapi jangan sendiri. Jamnya sore. Ndak bole malam-malam. Mereka aja jam 6 sudah pada dijemput orang tuanya." Jawab Zafir sambil menunjuk ke arah Darren, Malik dan Wanda.


"Mereka ngapain lama-lama di rumah Zafira?" Gumam Hadi semakin kepo.


"Gak usah mikir yang aneh-aneh. Awas lho ya kalo ngapa-ngapain Zafira. Aku aja yang berteman dari bayi gak berani macem-macem." Ancam Malik.


Si Malik, keingat kejadian di cafe yang membuat dirinya speechless.


Saat Mamanya bertanya agar Zafira mau jadi menantunya. Dan jawaban Zafira adalah tentang hafalan qu'annya.

__ADS_1


Tentu saja sampai saat ini Malik masih belum bisa memenuhinya. Jadi bisa dekat karena sang Mama saja sudah bagus.


Tidak perlu mengharap Zafira jadi apapun untuknya.


Lha, sekarang muncul ketua preman terkejam ingin dekat dengan Zafira. Hati Malik rasanya seperti tidak rela.


Ia tidak bisa mengubah apapun keputusan. Zafira. Namun ia masih ada harapan menjegal para preman itu perlahan.


( Malik... Jangan ya Nak. Itu preman berbahaya looo..)


Maksudnya, mengatakan siapa Zafira sebenarnya agar para preman itu tahu diri dan tidak berusaha mendekati Zafira lagi.


Selama ini ia cukup capek melihat kedekatan Zafira dengan Uncle Ian. Sekarang ada si preman buluk ini pula.


(Malik, harusnya kalau kamu pengen dekat dengan Zafira jadi kayaj uncle Ian saja. Hee hee he)


"Kenapa kamu, Lik. Cemberut aja dari tadi?" Sindir Zafran.


"Gak pa_pa." Jawab Malik.


"Jeles sama Mas Hadi ya?" Tebak Zafran.


"Haduuh, nee si Zafran kok bisa tahu siih." Gumam Malik dalam hati.


"Enggak. Buat apa?" Jawab Malik berbalik dengan hatinya.


"Gak usah ngeles. Aku tahu kamu suka sama Zafira kan? Tapi ditolak." Bisik Zafran pelan hanya ia dan Malik yang dengar.


Zafran tersenyum penuh kemenangan menatap sahabatnya itu.


"Kamu temanku bukan sih." Kata Malik balik menatap Zafran.


Mendengara kalimat Malik, membuat Zafir, Darren dan Hadi N the genk menatap keduanya.


"Kalo bukan teman, udah aku cincang dari dulu." Zafran teringat tragedi Renata waktu di kelas kelompok bermain.


"Berani?" Tantang Malik.


Hadi dan genknya sampai bergidik mendengar kalimat Zafran dan Malik.


"Sudah gak usah dengerin mereka. Mereka berdua selalu sensi kalo urusan cewek. Kita tinggalin mereka. Yuk!" Ajak Zafir sambil meninggalkan Zafran dan Malik yang masih berdebat.


💗💗💗💗💗


Zafir mah, gitu. Lagi seru-serunya diajak pergi.


Aunty kan jadi ndomblong.


😄😄😄


Pengen liat adegan livenya Zafran dan Malik.


"Kapan-kapan aunty. Sekarang ke kelas dulu. Mau pelajaran."


Waduuh.. Si Zafir datang.


Kaburrr ya Gaesss.


Terus vote ya...


Miss U


oh yaa follow ig ku ya

__ADS_1


@maria_suzan


terus DM biar segera aku folback.


__ADS_2